Terapi Skizofrenia

January 19, 2013 oleh 2 Komentar
Kategori: Olahraga & Kesehatan 
Terapi Penyakit Skizofrenia

Penyakit Skizofrenia

Artikel Rumah Cahaya kali ini akan mengulas tentang terapi skizofrenia. Bagi Anda yang memerlukan infonya, silahkan untuk membaca artikelnya dengan seksama. Anda pun tak perlu khawatir mengetahui saya bukan ahlinya, karena artikel ini saya ambil dari seorang nara sumber terpercaya yang telah memiliki keahlian di bidangnya, seorang psikolog ternama yang juga sering mengisi acara di berbagai televisi dan di berbagai media cetak, yaitu Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psi. Yuk kita baca saja ulasannya berikut…

Pada suatu hari seseorang yang berasal dari sebuah kota di wilayah Priangan Timur bertanya melalui salah satu rubrik konsultasi psikologinya Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psi. Pertanyaannya sebagai berikut:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Prof. Dadang, ibu teman saya memiliki kelainan jiwa. Kalau sedang kumat, ia sering berbicara sendiri seperti sedang berbincang-bincang dengan orang lain, padahal tidak ada siapapun di dekatnya. Ia tak peduli dengan sekelilingnya, seolah asyik dengan dunianya. Tapi kalau sedang sembuh, ia berlaku biasa layaknya orang normal. Penyakit ibu teman saya ini muncul ketika anak-anaknya sudah menjelang dewasa, katanya sih keturunan. kakeknya, entah keturunan ke berapa, ada yang punya penyakit jiwa dengan ciri-ciri yang sama persis dengan ibu ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan ibu teman saya ini? Apakah beliau menderita penyakit Skizofrenia?

Beliau Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psi pun memberikan jawaban sebagai berikut:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Benar! Ibu dari teman Anda menderita skizofrenia. Gangguan jiwa (skizofrenia) ini beraneka ragam, mulai dari gangguan pikiran, perasaan, serta perilaku mencolok sampai tersamar. Gambaran yang mencolok misalnya penderita bicaranya kacau dengan isi pikiran yang tidak dapat diikuti dan tidak rasional.

perasaannya tidak menentu, kadang marah dan ngamuk (agresif), sebentar tertawa gembira dan sebentar lagi menangis sedih. Perilakunya pun sering aneh, misalnya berlari-lari tanpa busana, dan sebagainya. Sedangkan gejala yang tersamar dan tidak mengganggu keluarga dan masyarakat misalnya mengurung diri dalam kamar, tidak mau bicara, bicara dan tertawa sendiri dan lainnya.

Gangguan jiwa skizofrenia adalah salah satu penyakit yang cenderung berlanjut (kronis, menahun), karena itu terapi pada skizofrenia memerlukan waktu relatif lama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Hal ini dimaksudkan untuk menekan sekecil mungkin kekambuhan.

Beberapa Metoda Pada Terapi Skizofrenia

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Terapi yang komprehensif dan holistik (terpadu) dewasa ini sudah dikembangkan sehingga penderita skizofrenia tidak lagi mengalami diskriminasi. Metodenya pun sudah lebih manusiawi. Terapi skizofrenia yang dimaksud meliputi terapi dengan obat-obatan anti skizofrenia (psikofarmaka), psikoterapi, terapi psikososial, dan terapi psikoreligius.

A. Terapi Obat-obatan (Psikofarma)

Adapun obat psikofarma yang ideal harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Dosis rendah dengan efektifitas terapi dalam waktu relatif singkat.
  • Tidak ada efek samping.
  • Dapat menghilangkan dalam waktu relatif singkat, baik gejala positif maupun negatif skizofrenia.
  • Lebih cepat memulihkan fungsi kognitif (daya pikir dan daya ingat).
  • Tidak menyebabkan kantuk.
  • Memperbaiki pola tidur.
  • Tidak menyebabkan lemas otot.
  • Kalau bisa pemakaiannya bersifat dosis tunggal.

B. Psikoterapi

Psikoterapi banyak macamnya. Ada yang dimaksudkan untuk memberikan dorongan dan motivasi agar penderita memiliki semangat juang untuk hidup. Ada juga jenis psikoterapi yang ditujukan untuk memperbaiki kepribadian yang telah rusak. Ada juga psikoterapi yang ditujukan untuk memulihkan hubungan penderita dengan keluarganya. hal ini sangat penting, karena bisa membantu proses penyembuhan penderita dan menumbuhkan pemahaman kepada keluarga penderita.

C. Terapi Psikososial

Terapi ini dimaksudkan agar penderita mampu kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial. Dengan cara ini ia mampu merawat diri dan mandiri.

D. Terapi Keagamaan

Terapi ini berupa ritual keagamaan seperti shalat, dzikir, do’a, dan sebagainya. Menumbuhkan keyakinan dalam jiwa penderita untuk mempercepat proses penyembuhannya. Wallahu A’lam.

Nah, sahabat Rumah Cahaya.. bila diantara Anda atau orang terdekat Anda ada yang memiliki tanda-tanda atau gejala skizofrenia, mungkin artikel ini bisa berguna bagi Anda. Silahkan Anda datangi juga para psikolog terdekat untuk melakukan konsultasi dengan mereka berkenaan dengan gangguan jiwa ini, juga untuk mendapatkan terapi penyakit skizofrenia yang benar dan efektif, baik untuk terapi skizofrenia paranoid, terapi skizofrenia hebefrenik, dan sebagainya.

Bagikan Artikel...

Komentar

2 tanggapan untuk “Terapi Skizofrenia”
  1. Tias says:

    Aslamualaikum wr.wb
    prof.dadang saya ingin bertanya.
    Saya tias umur saya 19 tahun, dulu waktu saya smp kls 1 sekitar umur 13 th saya sering mengalami ganguan seperti itu seperti emosi yg ketika berubah” drastis, ingin rasanya melampiaskan emosi tersebut dengan menyakiti diri saya sendiri seperti menjedotkan kepala ditembok padahal tidak terjadi masalah, lalu rasanya saya ingin menyakiti diri sendiri dengan hal apaupun dan dengan menyakiti diri saya,saya dapat kepuasan batin sendiri, bahkan sempat ingin bunuh diri ,dan saya sering berbicara sendiri seolah” saya sedang mengungkapkan isi perasaan saya, tp setelah beberapa thn sampai sekarang saya sudah tdk pernah mengalami hal tersebut berkat dukungan kluarga,mungkin hal yg sampai sekarang saya rasakan adalah emosi atau mood yg sering berubah drastis, tp slalu saya tahan untuk melampiaskanya.
    Saya ingin bertanya apa hal tersebut yg dulu pernah saya rasakan itu termasuk kedalam penyakit skizofernia?
    Tolong jawabanya atau balasanya ya prof.
    Trimakasi,wasalamualaikum wr.wb

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Dik Tias,
    Wa’alaikumussalam wr. wb.

    Mohon maaf, saya memang menyampaikan apa yang telah ditulis oleh Prof. H. Dadang Hawari di halaman ini, namun beliau sendiri tidak mengetahuinya. Jadi pastinya Dik Tias tidak akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan Dik Tias di sini.

    Sebaiknya Dik Tias bersama kedua orang tua mendatangi psikiater terdekat untuk memastikan apa yang terjadi. Dan saya do’akan semoga Allah segera memberikan jalan keluar yang terbaik dan ketenangan. Aamiin..

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!