Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "
Terapi Dzikir dan Do'a Agar Cepat Dapat Jodoh

Jodoh Yang Diidamkan

Harusnya terapi dzikir dan do’a ini dibimbing oleh ahlinya. Iya kan? Siapa lagi yang pantas coba?.. Sepatutnya-lah dibimbing oleh orang yang faham akan ilmu agama dan mengamalkannya, menjaga kesucian jasmani dan rohaninya, ahli dzikir dan fikir, benar dalam beribadah serta khusu’ dalam berdo’a, dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Yang pantaslah pokoknya, bukan dibimbing oleh saya yang ..waahhh.. banyak dosa ini.

Tapi ya itulah.. akhirnya saya pun terlibat, bahkan mungkin melibatkan diri dengan hal di atas, melakukan terapi melalui dzikir dan do’a buat seseorang yang ingin mendapatkan jodohnya dengan segera, mengingat usianya sudah cukup dewasa.

Jadi ceritanya, beberapa waktu yang lalu seorang perempuan dari Bogor mengirimkan pesan singkat (sms) ke HP saya. Kurang lebih isi perbincangan kami di sms seperti ini:

Ia bilang,

“Mas, saya mau konsultasi. Lagi sibuk nggak?.. Maaf ya, mengganggu waktunya”.

Saya balas,

“Silahkan, disebutkan saja permasalahannya. InsyaAllah cepat atau lambat saya balas..”

Ia bilang,

“Aku kan punya 4 kakak. Kakak aku perempuan semua. Boleh dikatakan sudah cukup umur semua, dan sudah lebih dari cukup untuk menikah, aku saja sudah 26 tahun. Tapi diantara kami, belum satu pun yang bertemu dengan jodohnya. Aku juga nggak tahu karena apa..”

Saya balas,

Mohon maaf.. Yang sulung usianya sudah berapa tahun? Apakah selama ini cenderung tertutup atau terlalu memilih? Coba ingat-ingat, mungkin ada penyebabnya. Terkadang, bisa saja yang kedua dan seterusnya sulit untuk mendapatkan jodoh, sebabnya terhambat oleh kakak yang pertama.

Ia bilang,

“Yang sulung usianya 38 tahun Mas.. Kami tidak memilih-milih, hanya saja anak perempuan di keluarga kami nggak pernah kemana-mana, jalan juga nggak pernah Mas..”

Saya balas,

“Nahh.. salah satu penyebabnya sudah diketahui. Sebenarnya seperti itulah perempuan-perempuan yang baik, sehingga terpelihara dan terhindar dari fitnah. Dalam hal ini, sebenarnya peran orang tua untuk mencarikan pasangan buat putri-putrinya ini cukup besar, banyak cara yang sebenarnya bisa orang tua lakukan.”

Ia bilang,

“Iya Mas.. pernah mau dijodohin, tapi selalu gagal. Laki-lakinya nggak mau. Pernah kenal di HP, juga ketemu beberapa kali, tapi akhirnya laki-lakinya juga ninggalin”

Saya balas,

“Itu kakak yang ke berapa?”

Ia bilang,

“Kakak yang pertama juga Mas.

Iya Mas, jadi saya juga bingung.. Mungkin orang-orang yang di luaran sana banyak yang membicarakan keluarga kami, yang anak-anak perempuannya belum mendapatkan jodoh juga.”

Saya balas,

“Ia pernah dibantu dengan do’a? Kira-kira ia mau dituntun melakukan dzikir dan do’a lewat telepon kurang dari 10 menit? Kalau berkenan, nanti kita atur waktunya..”

Ia bilang,

“Pernah Mas, dibawa ke ustadz dan dimandiin, dikasih amalan.. tapi tetap saja.

Iya boleh Mas. Nanti saya kasih tahu sama kakak saya.”

Saya balas,

Silahkan mbak.. Tapi syaratnya jangan dipaksa, dan jangan terpaksa. Yang ustadz tadi lakukan juga pastinya sebatas ikhtiar, namun ibarat obat, mungkin obatnya belum tepat atau masih dalam tahap menungu reaksinya bekerja.”

Ia bilang,

“Iya mungkin Mas.. Terimakasih banget ya sebelumnya. Nanti saya sms lagi kalau kakak saya mau”

Saya balas,

“Sama-sama. silahkan..”

Tidak lama dari percakapan tadi, kemudian saya pun menerima pesan singkat lagi darinya. Ia menyatakan bahwa kakak perempuan pertamanya mau menerima ajakan saya untuk melakukan dzikir dan do’a dari jarak jauh melalui telepon.

Kemudian kami pun mengatur waktunya, kapan kira-kira waktu yang tepat buat melakukan terapi. Dan saya pun membekalinya dulu dengan dzikir singkat yang bisa dibaca oleh siapapun diantara mereka dan berfadhilah buat menyingkirkan segala kemelut atau kebingungan yang mereka hadapi.

Teknis atau Cara Terapi Dzikir dan Do’a Agar Cepat Dapat Jodoh

Tibalah saatnya terapi akan dilakukan. Saya pun mengintruksikan agar mereka menyiapkan sedikit air minum bening dalam sebuah gelas atau cangkir, supaya bisa habis dalam beberapa teguk saja.

Setelah airnya siap, lalu beberapa bait dzikir dan do’a yang ijazahnya saya terima secara tersambung dengan guru, saya baca dari rumah sendiri di Bandung, lalu divisualisasikan mengarah ke air minum tadi yang berada di rumah mereka yang ada di Bogor. Mungkin orang bilang, transfer energi jarak jauh kali ya.. hehehe.

Lalu saya intruksikan supaya kakak perempuan pertamanya tadi menghubungi saya melalui telepon. Setelah tersambung, saya pun menyuruhnya untuk meminum air yang tadi sampai habis.

Setelah air yang di gelas diminumnya habis, saya bimbing ia untuk turut melafalkan beberapa baris dzikir yang memiliki fadhilah sebagai berikut:

  • Dzikir untuk menghindarkan diri dari segala sesuatu yang akan membuat kemudharatan baik di langit maupun di bumi.
  • Do’a untuk meluluhkan hati orang-orang yang keras hatinya (termasuk laki-laki), supaya bisa berlembut hati.
  • Do’a untuk mendapatkan teman hidup dan keturunan.
  • Do’a untuk mendapatkan pasangan hidup yang menyenangkan, serta menjadikannya dan mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.

Setelah semua selesai, saya intruksikan ia untuk membaca istighfar kurang lebih lima menit, yang ditutup dengan membaca surat Al-Fatihah satu kali. Tentunya telepon sudah bisa ditutup, karena untuk membaca istighfar dan surat Al-Fatihah insyaAllah saya kira ia sudah tahu sendiri.

Guna terus melanggengkan permohonan dan ketergantungannya kepada Allah, saya pun memberinya sebuah do’a khusus yang bisa ia baca setelah ia menemukan seorang pria yang ia sukai, dan pantas ia jadikan sebagai imam buat keluarganya, agar laki-laki tersebut benar-benar mencintainya.

Ahh.. itulah pengalaman dan keterlibatan saya dalam terapi dzikir dan do’a atas permintaan seorang perempuan buat kakak perempuannya. Sempat terharu juga saat melakukan terapi, karena ia benar-benar khusu’ dan juga menangis saat dibimbing membaca dzikir dan do’a.

Sahabat-sahabat, terapi dzikir dan do’a ini belum lama kami lakukan, dan saya pun meminta bantuan do’a dari sahabat-sahabat Rumah Cahaya, agar tidak hanya kakak pertamanya saja yang segera mendapatkan jodoh, tapi mereka semua mendapatkannya, mengingat usia mereka sudah lebih dari cukup. Jodoh berupa suami-suami yang dapat menjaga dirinya beserta keluarganya dari panasnya api neraka. Terimakasih sebelum dan sesudahnya… ~ Cepi Nugraha

Postingan di Situs Iklan;