Teori Pengelasan Logam

January 14, 2013 oleh 3 Komentar
Kategori: Jurnal Teknik Mesin 
Teori Pengelasan Logam & Pengertian Pengelasan

Pengelasan Logam

Landasan teori pengelasan atau Teori dasar pengelasan ini saya kutip dari tugas akhir berjudul Pengaruh Heat Input Pengelasan SMAW pada Baja Karbon Rendah Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro. Tugas akhir tersebut saya susun pada saat akan menyelesaikan kuliah di jurusan Teknik Mesin yang diajukan guna melengkapi kurikulum dalam mencapai gelar sarjana strata satu. Berikut kutipannya yang telah saya ubah sebagian kecil redaksinya tanpa mengurangi maksud dan tujuannya utamanya..

Pengertian Pengelasan

Pengelasan adalah proses penyambungan dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pengelasan merupakan pelaksanaan pengerjaan yang amat penting dalam teknologi produksi. Dari perkembangannya yang pesat, telah banyak teknologi baru yang ditemukan, sehingga boleh dikatakan hampir tidak ada logam yang tidak dapat dilas dengan cara-cara yang ada pada waktu ini.

Klasifikasi Cara-cara Pengelasan

Hingga saat ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las, hal ini disebabkan karena belum adanya kesepakatan dalam hal tersebut. Secara konvensional cara-cara pengklasifikasian tersebut dapat dibagi ke dalam dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan cara kerja, dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan.

Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair, las tekan, las patri dan lain-lain, sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompok seperti las listrik, las kimia, las mekanik, dan seterusnya. Bila diadakan klasifikasi yang lebih terperinci lagi, maka kedua klasifikasi tersebut di atas akan terbaur dan akan terbentuk kelompok-kelompok yang banyak sekali.

Namun diantara kedua klasifikasi tersebut di atas, sepertinya klasifikasi berdasarkan cara kerja lebih banyak digunakan, sehingga pengklasifikasian berdasarkan cara kerja inilah yang akan diterangkan di halaman ini.

Klasifikasi Pengelasan Logam Berdasarkan Cara Kerja

Berdasarkan klasifikasi ini pengelasan dapat dibagi ke dalam tiga kelas utama, yakni pengelasan cair, pengelasan tekan dan pematrian.

1. Pengelasan cair

Pengelasan cair adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan hingga mencair dengan sumber panas dari busur listrik atau semburan api gas yang terbakar. Diantaranya adalah las busur, yang  juga terbagi menjadi las busur elektroda terumpan, seperti las busur gas (las MIG, las busur CO2), las busur gas dan fluks (las busur CO2 dengan elektroda berisi fluks), las busur fluks (las elektroda terbungkus, las busur dengan lektroda berisi fluks, las busur rendam), dan las busur elektroda tak terumpan, seperti las TIG atau las wolfram gas. Contoh pengelasan cair lainnya adalah las gas, las listrik terak, las listrik gas, las termit, las sinar elektron, dan las busur plasma.

2. Pengelasan tekan

Pengelasan tekan adalah cara pengelasan dimana sambungan dipanaskan dan kemudian ditekan hingga menjadi satu. Diantaranya adalah las resistansi listrik (las titik, las tumpang, las busur tekan, dan las tumpul tekan), las tekan gas, las tempa, las gesek, las ledakan, las induksi, serta las ultrasonik.

3. Pematrian

Pematrian adalah cara pengelasan dimana sambungan diikat dan disatukan dengan menggunakan paduan logam yang mempunyai titik cair rendah, sehingga dalam hal ini logam induk tidak turut mencair. Diantaranya seperti pembrasingan dan penyolderan

Penjelasan yang lebih rinci lagi mengenai teori pengelasan logam ini mudah-mudahan bisa Anda dapatkan di artikel-artikel Rumah Cahaya selanjutnya dalam waktu dan kesempatan yang lain, atau juga bisa Anda dapatkan di blog-blog lain dengan materi pembahasan yang serupa. Semoga bermanfaat.. ~ Cepi Nugraha

Komentar

3 tanggapan untuk “Teori Pengelasan Logam”
  1. muhammad syahadi says:

    tlg gmn kita bisa tahu 2 benda yg akan dilas bisa di sambung dengan sempurnah pd hal kita menggunakan kaca hitam… Gelap lagi ..mksh?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Muhammad,

    Kaca hitam digunakan sebagai salah satu alat untuk keselamatan kerja di bengkel las terutama untuk melindungi mata dari kilauan busur las. Kaca hitam biasanya dipakai sesaat setelah busur las dinyalakan, sehingga bagian benda yang akan disambung serta lelehan logam las yang berwarna merah menyala dapat terlihat yang memungkinkan penyambungan bisa dilakukan dengan sempurna.

    Disamping itu, keahlian dan pengalaman si tukang las pastinya sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan pengelasan, disamping itu juga bahan elektroda yang digunakan harus sesuai dengan material yang akan disambung, sehingga kekuatan sambungannya juga sempurna.

    [balas komentar di sini]

  2. yulianto says:

    artikel bagus, ga cuma copas..
    keep on writing bro :)

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 11
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!