/SMS/WA : 08112225788 (08-21.00 WIB) Untuk konsultasi, terapi, dan ruqyah dikenakan infaq seikhlasnya


Solusi Jodoh Tak Kunjung Datang

Solusi Susah Jodoh

Perkenalan saya dengan seorang Ibu, danΒ  salah seorang putri sulungnya, melatarbelakangi penulisan artikel berkenaan dengan solusi jodoh yang tak kunjung datang ini. Perkenalan yang dimulai di aplikasi chatting WhatsApp Messenger, yang kemudian berlanjut dengan obrolan melalui suara di telepon. Berikut urutan kejadiannya:

TANGGAL 17 FEBRUARI 2018

Seorang ibu berucap salam melalui WA. Kemudian beliau memperkenalkan diri, serta menyebutkan nama daerah dimana beliau bertempat tinggal. Beliau juga bertanya tentang apakah bisa jika beliau ingin berkonsultasi dengan saya secara jarak jauh, dan melakukan terapi buat anaknya yang susah dapat jodoh.

“Assalamu’alaikum…..Pak, saya Indah (nama beliau saya samarkan) seorang ibu dari Probolinggo Jawa Timur. Bisa konsul jarak jauh? Apa saja syarat yang harus saya penuhi?”

“Wa’alaikumussalaam wr. wb. Bu Indah… Konsul untuk masalah apa Ibu?”

“Masalah jodoh untuk anak-anak Pak….Betul kan ini therapi dzikir Nur Cahaya (mungkin maksudnya Rumah Cahaya)”

“Betul, Rumah Cahaya Ibu… Jadi, bagaimana dengan jodoh anak-anak Ibu?”

“Anak saya 3 orang, cewek 28 th, cowok 26 th, dan cewek 25 th. Setiap dekat dengan seseorang pasti gagal….
Alhamdulillah dalam segi pendidikan dan pekerjaan mereka lancar. Yang pertama di Mayora Tangerang, kedua di perusahaan lain, yang ketiga di KPU, cuma masalah jodoh kok sulit banget, padahal kita semua sudah melakukan ajaran Islam, apalagi yang pertama khusyuk banget. Dulu pernah saya jodohkan, tapi dia gak mau karena TNI. Lalu saya serahkan apapun pilihannya asalkan seiman, dan punya pekerjaan tetap silahkan….Sudah beberapa kali ada yang pernah dekat, tapi endingnya laki-lakinya pergi dengan alasan macam-macam….Mohon arahan, saya sebagai orang tua harus bagaimana? Kalau bisa telepon, saya akan telepon saja….”

“Boleh saya minta fotonya masing-masing Ibu…”

Kemudian beliau mengirimi saya foto ketiga buah hatinya di WA. Masing-masing foto beliau kasih teks dengan nama lengkap berikut tanggal, bulan, dan tahun lahirnya. Selain nama anak-anaknya yang berbau jawa, indah-indah dan bagus, foto putri pertamanya pun cukup cantik, foto anak keduanya yang seorang lelaki/putra pun tampan, dan putri ketiganya atau yang bungsu sangat cantik.

“Saya sholat dulu Pak, baru saja masuk rumah….”

“Silahkan Bu…”

Tidak berselang lama kemudian, beliau menelpon saya, dan terjadilah percakapan yang berisi cukup banyak informasi yang dapat saya peroleh tentang anak-anaknya. Dalam hal percintaan, anak kedua dan anak ketiganya tidak ada masalah, namun karena mereka mengasihani dan begitu menghormati kakak sulungnya, maka kekasih-kekasih mereka pun akhirnya mereka putuskan tali kasihnya.

Sebetulnya, bukan tidak ada laki-laki yang mau pada anak pertamanya, namun di saat ada yang mau, ia menolak dengan berbagai alasan, apalagi kalau yang datang adalah seorang anggota TNI atau POLRI atau PNS, padahal ibunya tersebut juga adalah seorang PNS. Andaikan ia sendiri merasa klik bahkan sudah dekat dengan beberapa orang lelaki, ya seperti kata ibunya tadi, endingnya laki-lakinya pergi dengan beragam alasan. Inilah yang “secara zhahir” membuatnya susah mendapatkan jodoh.

Jadi, dari pembicaraan yang saya tangkap saat berkomunikasi di telepon, menyimpulkan bahwa saya cukup untuk fokus saja ke anak pertama alias putri sulungnya. Dan andaikan anak pertamanya sudah mendapatkan jodohnya, maka jodoh-jodoh adiknya pun akan datang dengan lebih mudah, in syaa Allaah.

Kemudian ibu tadi minta izin, bilamana suatu saat anak pertamanya ingin menelepon, berkonsultasi masalah jodoh, serta melakukan terapi dzikir dan do’a langsung dengan saya, dan tentu saja saya persilahkan. Beliau juga menanyakan berapa biaya semua proses tersebut, dan saya pun bilang.. silahkan untuk berinfaq seikhlasnya, dan itu pun dilakukan nanti pada saat putrinya melakukan konsultasi dan terapi.

TANGGAL 18 FEBRUARI 2018

“Assalaamu’alaikum Ustadz, maaf ganggu..Saya Ambar (namanya pun saya samarkan) putrinya bu Indah dari Probolinggo. Kemarin Ibu saya telfon dan nyuruh saya buat menghubungi Ustadz untuk bimbingan dzikirnya. Kira-kira bisa dimulai kapan Ustadz? Terimakasih sebelumnya”

“Wa’alaikumussalaam wr. wb. Mohon maaf baru balas pesannya de, karena semalam saya masih di perjalanan pulang dari liburan. Nanti ba’da Ashar atau ba’da ‘Isya ade ada waktu enggak sekitar 1-2 jam?”

“In sya Allah ada yang sekitar ba’da Isya Ustadz. Soalnya saya pulang kantor jam 5 sore-an..”

“In syaa Allaah pukul 20-an malam nanti”

“Baik Ustadz”

kemudian saat tibanya pada jam yang telah dijadualkan untuk konsultasi, saya pun menyapanya,

“Siap de?”

“Iya, saya telepon aja Pak Ustadz”

“Silahkan”

Kemudian konsultasi, lebih tepatnya ngobrol, yang dilanjutkan dengan sesi terapi dzikir dan do’a antara saya dan putri sulung ibu tadi pun dilakukan.

TANGGAL 20 FEBRUARI 2018

“Assalaamu’alaikum Ustadz. Tadi sore saya sudah transfer lewat BCA. Semoga berkenan Pak.. Mohon maaf hanya sedikit yang bisa saya berikan. Semoga Allah membalas kebaikan Pak Ustadz sekeluarga. Aamiin”

“Wa’alaikumussalaam wr. wb. Ohh tidak mengapa de, yang paling penting keikhlasannya. Aamiin… Jazaakillaaha khairan”

TANGGAL 26 APRIL 2018

“Assalaamu’alaikum”

“Wa’alaikumussalaam Pak Ustadz. Mohon maaf baru balas, hp-nya baru sembuh”

“Gak apa-apa.. Memangnya sakit apa? Andai saya tau hp-nya sakit, mungkin udah saya jenguk” πŸ™‚

“Hehe iya pak, sakit mendadak, enggak bisa dibuat telfon” πŸ˜€

πŸ˜€

“Oh iya Ustadz, mohon do’a restunya juga untuk proses ta’aruf saya. Alhamdulillah bulan lalu ada teman yang mengajak saya untuk ta’aruf. InsyaAllah bulan depan mau berkunjung ke rumah untuk bertemu orang tua saya.”

“Alhamdulillaah.. sudah ada yang mau datang.. tadinya hampir saya ta’arufkan” πŸ™‚

“Hehe alhamdulillah do’a-do’a Pak Ustadz, do’a orang tua saya, sama do’a-do’a saya sedang dalam proses pengabulan Allah πŸ˜€ . Waduh mau dita’arufkan dengan siapa Ustadz?” πŸ˜€

“Ada aja” πŸ˜‰ πŸ˜€

TANGGAL 02 MEI 2018

“Assalamu’alaikum wr. wb. Ingat saya Ustadz? Saya Indah dari Probolinggo. Alhamdulillah….anak saya yang di Tangerang, tempo hari yang dituntun Ustadz, in syaa Allah, hari Minggu tanggal 13 Mei 2018, saya akan kedatangan tamu dari Banten, intinya minta Ambar untuk dijadikan isteri…”

“Wa’alaikumussalaam wr. wb. Tentu Ibu Indah, saya masih ingat Ibu.. Ya, puteri Ibu sudah ngasih saya kabar baik tersebut juga beberapa hari kemarin… Ahamdulillaah saya turut bergembira Ibu… Semoga Ambar segera mendapatkan imam terbaik buat dunia akhiratnya, yang Allah karuniakan untuknya…” πŸ™‚ πŸ™‚

“Aamiin….pertolongan dari Allah lewat njenengan. Alhamdulillah dari keluarga agamis….”

“Hanya kebetulan saja pertolongan Allah datangnya tidak lama setelah ketemu saya… In syaa Allaah washilah do’a dan ikhtiar semua, terutama do’a Ibundanya yang mengundang pertolongan Allah. Alhamdulillaah.. yang agamis paling penting dibanding kriteria yang lain.. Semoga Allah perkenankan mereka menikah dan bahagia..”

“Alhamdulillah…..sebelum ketemu njenengan, saya sampai sumpeg mau kemana, kuatir musyrik….do’a kok gak tembus-tembus, ternyata ditunjukkan oleh Allah setelah browsing….. Aamiin…..terimakasih atas pertolongannya…..”

“Sama-sama Ibu…” πŸ™‚

“Minta alamatnya boleh? Barangkali di Probolinggo musim apa yang di Bogor (barangkali beliau lupa kalau saya di Bandung, hehe), saya bisa kirim sesuatu….”

“Enggak usah repot-repot Ibu, terimakasih… Ibu persiapkan saja ini dan itunya buat acara-acara lamaran dan pernikahan putri Ibu…”

“Aduh…..njenengan ini kalau nolong orang lahir bathin…..terimakasih Pak….”

“Hehehe, sama-sama Ibu”

TANGGAL 13 MEI 2018

“Assalaamu’alaikum Ibu.. Tamunya yang dari Banten jadi datang?”

“Wa’alaikumussalaam…. Datang pak, tadi dengan kakaknya…. In syaa Allah nanti dilanjut dengan keluarga besarnya….”

“Tapi Ibu dan Bapak juga suka dengan tamunya?”

“Aduh gimana ya? Anaknya sudah sama-sama kenal sejak kuliah….jadi ngikuti anak saja Pak…. Sebetulnya sih namanya orang tua, pasti punya kriteria untuk anaknya……Tapi karena sudah diberi Allah, kita harus ikhlas menerimanya…..”

“Ohh begitu.. hehe”

“Pasti bapak paham…..???”

“Yang jelas, sudah terlihat kesungguhannya, jauh-jauh datang ke tempat Ibu..
Iya Bu… (saya berusaha memahami)”

“Iya Pak…..itu nilai plusnya. Karena ke Probolinggo juga jauh……barangkali sudah jodoh, kita merestui….. tadi kita cuma pesan, dijalani saja dulu……nanti kalau sudah pas, baru kita bicara yang agak serius…. Anaknya juga ngomong ingin menjalani hubungan yang serius dan secepatnya ingin nikah….. Mohon petunjuk dari Bapak, karena sudah diberi Allah kelebihan….. Bagaimana ya kira-kira hubungan Ambar ini? Saya sendiri terus terang kok masih ragu gitu…..Kuatir kalau pikiran Ambar hanya dikejar umur, sehingga……….Mohon maaf”

“Yang paling penting, baik agama dan akhlaqnya saja Ibu.. Kalau ini sudah terpenuhi, in syaa Allaah jika nanti sampai berumahtangga, banyak kemudahan dan pertolongan dari Allah”

“Saya akui Pak, memang dia juga cucu kyai di Lebak sana, jadi tentang agama dan akhlaqnya sudah tidak diragukan lagi…..
Aamiin……Semoga seperti harapan kita orangtuanya….”

Demikian, kabar terbaru yang saya terima. Andaikan nanti ada kabar gembira lain dari Beliau atau puti sulungnya, in syaa Allaah akan saya tambahkan kabar gembira tersebut di artikel ini.

Solusi Untuk Jodoh Yang Tak Kunjung Datang

Sangat mudah untuk membantu pemecahan masalah alias solusi masalah jodoh yang dialami putri sulungnya Ibu Indah di atas, ini keyakinan saya. Bahkan tidak hanya untuk masalah jodoh, akan tetapi untuk setiap masalah manusia, masalah apapun itu, saya yakin solusinya akan sangat mudah, jika melakukan cara yang sebenarnya cara ini telah dijalankan oleh putrinya Ibu Indah ini.

Lantas, apa yang menjadi alasan bagi saya, sehingga saya bilang mudah?

Alasannya, karena dari cerita bu Indah di WA, diantaranya beliau bilang seperti ini, “…padahal kita semua sudah melakukan ajaran Islam, apalagi yang pertama (putri sulungnya) khusyuk banget.” dan juga dari pembicaraan saya dengan beliau di telepon, beliau mengatakan bahwa selain putri sulungnya ini rajin beribadah, baik yang wajib maupun yang sunnat, ia pun rutin mengikuti pengajian dari Ustadz Yusuf Mansur. Dari cerita putri sulungnya sendiri pun, ia membenarkan apa yang ibundanya ceritakan.

Untuk memilih jodoh atau calon suami pun, ia tidak terlalu melihat ke materi seperti perempuan kebanyakan, yang penting calon suaminya punya kerjaan halal, dan seorang yang baik yang bisa menjadi imam dalam rumah tangga untuknya. Ini pun menjadi alasan tambahan buat saya akan kemudahan untuk mendapatkan solusi dari masalahnya. Ahh, andaikan saya masih bujangan, atau ia berkenan menjadi yang kedua dan orangtuanya bisa menerima, mungkin saya sudah mencalonkan diri. Sayangnya saya tidak ada keberanian untuk menyampaikan hal itu. Eh, eh, eh, eh, maaf tulisannya lepas kontrol πŸ˜€ . (Seperti pada saat saya menyapanya di WA, karena kecantikan dan sifat baiknya ini, hampir-hampir saya akan memperkenalkannya dengan seseorang, seorang bakal kyai putra dari seorang kyai yang terkenal akan ketinggian ilmu dan budi pekertinya di daerah kami, ini benar adanya).

Nah, amalan keseharian yang biasa dilakukan putri sulungnya dan juga keluarganya itulah yang menjadi alasan saya, sehingga saya pun berkeyakinan, dan mengatakan bahwa solusinya akan mudah, karena Allah sendirilah yang langsung berjanji di dalam kitab suci-Nya, Al-Qur’an surah Ath-Thalaq ayat 2-3 berikut:

Ayat Solusi Untuk Semua Masalah Kehidupan

“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka”

Firman Allah dalam Al-Qur’an di atas pasti benarnya, dan janji dari Allah pun pasti benar, dan mustahil Allah mengingkari janji-Nya. Inilah SOLUSI bagi siapapun dari kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan ayat-ayatnya. Sehingga tidak perlu kita untuk berlelah diri pergi ke sana kemari hanya untuk mencari dan bertanya akan solusi kepada dukun atau paranormal, dimana boleh jadi hanya akan menambah dosa saja, bahkan dosa besar seperti kesyirikan, sehingga hanya akan semakin menjauhkan kita dari pertolongan Allah, bukannya mendapatkan solusi.

Kesimpulannya, bahwa SOLUSI atau JALAN KELUAR dari masalah apapun, termasuk masalah jodoh yang tak kunjung datang, adalah TAQWA, yang sebenar-benarnya taqwa, bukan sekedar slogan atau ucapan yang sering terdengar dari sebagian para petinggi di negeri ini, yang menunjukkan perilakunya semisal korupsi, berlawanan dengan kata taqwa yang mereka ucapkan.

Taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua yang dilarang Allah. Mutlak untuk meninggalkan segala hal yang dilarang sekuat tenaga, dan berupaya menjalankan apa yang diperintahkan, terutama ibadah-ibadah yang diwajibkan, seperti:

  • Menuntut ilmu yang fardhu ‘ain (ilmu tauhid, fiqih, dan akhlaq) sepanjang hayat dikandung badan, terutama ilmu yang berkenaan dengan keseharian. Ini yang banyak orang lupakan akan wajibnya.
  • Mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan ramadhan, berhaji bagi yang mampu, dan kewajiban-kewajiban lainnya.

Memang tidak mudah jika tanpa pertolongan Allah. Tapi pertolongan Allah wajib dijemput, sehingga Allah akan melihat ikhtiar kita, kesungguhan kita, sehingga kita layak menjadi hamba yang mendapatkan predikat Taqwa, dan mendapatkan segala fasilitas seperti yang telah dijanjikan-Nya. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim

Bagi siapapun yang berkonsultasi, saya selalu menekankan pentingnya taqwa ini guna mendapatkan solusi dari setiap permasalahannya. Namun sayang, banyak yang meragukan janji Allah ini, sehingga layak diragukan pula keimanannya. Padahal, seberapa jauh jarak ditempuh, dan seberapa banyak materi yang dikeluarkan untuk mendapatkan solusi, jika Allah sebagai satu-satunya yang memberikan solusi tidak dihampiri bahkan tidak dipercayai, maka semua usaha akan sia-sia tiada guna.Β  ~ Cepi Nugraha