Puisi Cinta Yang Indah..
Puisi Cinta, judul artikel ini berawal saat seorang pemilik website berkunjung ke RumahCahaya ini. Di buku tamu ia menulis sesuatu tentang RumahCahaya, “ispiratif, dan sangat membangun. Jazakallah” katanya.
Saya pun berkunjung balik ke websitenya serta mengisi buku tamu juga di sana. Saya lihat websitenya juga tidak kalah inspiratif dan membangun, apalagi artikel-artikel websitenya masih berkaitan dengan artikel-artikel berkategori Desain Grafis yang ada di blog ini.
Salah satu artikel yang menginspirasi saya tersebut berjudul “Draf Kata-Kata Walimatul ‘Ursy”, yaitu draft kata-kata yang biasa ditulis di kartu-kartu undangan pernikahan.
Membaca judul artikel tersebut mengingatkan saya akan sebuah kartu undangan yang didesain dan dibuat oleh seorang sahabat untuk undangan pernikahannya, dan yang selalu menarik perhatian saya semenjak lebih dari 3 tahun yang lalu (kartu undangan tersebut dibuat pada bulan Nopember 2006) ialah rangkaian kata-kata yang dibuat khusus oleh calon mempelai wanitanya dengan bentuk Puisi Cinta, puisi cinta yang singkat tetapi sangat indah serta sarat akan makna.., bahkan mungkin itulah makna cinta yang sesungguhnya (Cinta Sejati).
Sahabat-sahabat mau tahu juga kan Puisi Cintanya?
Karena saya yakin mereka yang membuatnya juga tidak akan keberatan jika saya membaginya dengan Anda, maka inilah puisinya:
Hello…Cinta!!
Bila Cinta menyapa
semua jadi indah
keunikan menyertai
warnai hidup ini
Cinta bukan soal rasa
tapi kadang tentang perih tak terhindarkan
Kamu mencintainya
ketika kamu meluruskan kesalahannya
ketika kamu rela membiarkan hatimu, kehidupanmu bahkan kematianmu
buat berbakti mencari Ridha-Nya
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih
dan berbunga bila ia bahagia
Ketika kamu menangis tuk kepedihannya
biarpun ia cukup tegar menghadapinya
Ketika ia lemah, kamu siap menjadi penopangnya
Ketika ia sesat, kamu penunjuknya
Ketika ia berjuang, kamu siap menjaga anak-anaknya
Dan ketika ia inginkan tujuannya, kamu siap sebagai pengantarnya untuk
“Mati Sahid atau Hidup Mulia”
Menjadilah bidadari di rumah dan hati-Nya
hingga tercapai keluarga Sakinah.
Singkat bukan? Tetapi mari kita bersama-sama renungkan makna serta hikmah yang terkandung di dalamnya, saya yakin akan lebih banyak manfaatnya daripada sekedar kata-kata cinta atau puisi, serta cerita cinta biasa.
Untuk Hikmat Setiaji beserta Meldawati (Ine) yang sekarang telah Allah karuniai dengan 2 orang anak buah cinta kasih mereka, mudah-mudahan keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah seperti apa yang kalian selalu idam-idamkan, dan mudah-mudahan Puisi Cinta kalian yang Indah ini bisa membawa manfaat untuk semua pembacanya. Aamiin.









sangat menyentuh kang…
ngomong2 itu buatan sendiri ato copas
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
January 13th, 2010 at 12:57 pm
Mr. Jurug,
Kan sudah saya bilang bahwa yang membuatnya calon isterinya temen saya saat itu
[balas komentar]
saat cinta datang mebuat orang bahagia tp saay cinta pergi membuat menderita
[balas komentar]
baguz, bngt puisi x!!!!
[balas komentar]
bagus bngat ntuh puisi nya………
[balas komentar]
wah puisinya puitis banget.amang jadi kaya kembali muda.pi kumaha damang lami teu aya ka rorompok.mang eden tangsi
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
June 13th, 2010 at 5:22 pm
Mang Eden,
Na… da mang Eden mah masih muda atuh. Alhamdulillaah pangestu, mung rada sibuk danget ieu teh. Insya Allah sanes waktos ka Tangsi deui. Hatur nuhun mang Eden parantos kersa rurumpaheun ka blog simkuring ieu
[balas komentar]
bagus kang puisinya, tapi ane msi gak ngerti , apakah itu ketulusan cinta atau permainan cinta ??? apakah cinta mendatangkan kesengsaraan atau kenikmatan ??? wass.
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
July 19th, 2010 at 4:22 pm
Nopan,
Puisi Cinta ini adalah puisi dari seorang calon isteri yang akan segera melangsungkan pernikahan.. Dalam puisi ini terkandung cinta yang tulus dari seorang wanita (calon isteri) terhadap seorang pria (calon suami).. Dimana dalam kehidupan rumah tangganya nanti, cintanya tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi masa-masa yang indah saja, tetapi ia persiapkan pula untuk menghadapi masa-masa perjuangan serta masa-masa sulit.. Cintanya bukan hanya terhadap suaminya semata, tetapi dalam rangka cintanya terhadap Allah SWT sebagai Penciptanya.
Cinta bisa mendatangkan kenikmatan dan cinta bisa juga mendatangkan kesengsaraan… Jika kita menjalani cinta didasari dengan ketulusan serta dalam rangka mencinta serta mengharap Cinta-Nya, maka insya Allah kenikmatanlah yang akan kita peroleh… etatpi jika tidak, maka kesengsaraanlah yang akan didapat..
[balas komentar]