Proses Pemesinan (Permesinan)

March 24, 2013 oleh 2 Komentar
Kategori: Jurnal Teknik Mesin 
Proses Pemesinan Logam

Proses Pemesinan

Sahabat Rumah Cahaya, pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan tulisan mengenai Teori Dasar atau Landasan Teori Proses Pemesinan. Terkadang seorang guru atau seorang dosen menyebut proses ini dengan Proses Permesinan, tetapi setelah diamati ternyata kata ‘pemesinan’ lebih kuat alasannya untuk digunakan bagi sebuah proses atau pekerjaan daripada ‘permesinan’. Namun tentunya kita tidak akan membahas panjang lebar perbedaannya, karena kedua kata tersebut di dunia teknik ditujukan untuk menyebut proses yang sama.

Tulisan mengenai proses pemesinan (machining processes) ini merupakan lanjutan dari artikel yang telah saya buat sebelumnya, yaitu Cara Pengerjaan Logam. Di sana telah diterangkan bahwa untuk menghasilkan bentuk akhir sesuai dengan perencanaan semula, benda kerja (logam) dikerjakan melalui salah satu atau kombinasi dari beberapa proses pengerjaan logam, seperti proses menuang, menempa, mengepres, melas, memotong dengan mesin perkakas potong atau manual, dan lain-lain.

Umumnya proses pemotongan dengan mesin perkakas potong atau pemesinan merupakan proses yang terpenting serta paling banyak digunakan. Mesin perkakas dimaksudkan untuk memotong produk ke dalam bentuk dan kehalusan permukaan yang diinginkan.

Komponen mesin yang terbuat dari logam mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Umumnya mereka dibuat dengan proses pemesinan dari bahan yang berasal dari proses sebelumnya yaitu proses penuangan (casting) dan atau proses pengolahan bentuk (metal forming). Karena bentuknya beraneka ragam tersebut maka proses pemesinan yang dilakukannya pun bermacam-macam sesuai dengan bidang yang dihasilkan yaitu silindris atau datar.

Proses Pemesinan dan Mesin Perkakas yang Digunakan

Ada beberapa macam pengelompokan atau klasifikasi proses pemesinan. Menurut umumnya jenis mesin perkakas yang dipergunakan atau berdasarkan jenis kombinasi dari gerak potong dan gerak makan, maka proses ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam proses yang berlainan sebagai berikut:

  1. Proses membubut (Turning). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin Bubut.
  2. Proses menggurdi dan mengebor (Drilling). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin Gurdi dan Mesin Bor.
  3. Proses mengefrais (Milling). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin Frais.
  4. Proses menggergaji (Sawing). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin Gergaji.
  5. Proses meluas lubang (Broaching). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin Broach.
  6. Proses menggerinda rata (Srurface Grinding) dan silindris (Cylindrical Grinding). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin Gerinda.
  7. Proses mengetam/menyekrap (Shaping, Planing). Mesin yang umum dipergunakan adalah Mesin ketam/Skrap Meja atau mesin  ketam/Skrap lengan kuat.

Satu mesin perkakas potong dapat mengerjakan beberapa jenis proses asalkan saja diberi peralatan tambahan. Contohnya proses membubut yang umumnya dilakukan pada mesin bubut dapat juga dilakukan pada mesin bor atau pada mesin freis, yaitu dengan memberikan peralatan tambahan terhadap mesin bor dan mesin freis tadi.

Pada proses pemesinan, geram dihasilkan oleh alat bantu pahat, dan hal ini dimungkinkan dengan adanya gerak relatif dari pahat terhadap benda kerja atau sebaliknya. Geram yang dihasilkan kadang-kadang dapat mencapai 50% dari benda kerja semula, karena pada proses pemesinan hanya dengan pengambilan geram dari benda kerja-lah hasil akhir dapat dicapai, sedangkan geram ini merupakan material terbuang. Untuk mencapai efisiensi baik terhadap pemakaian bahan ataupun pemakaian jam mesin, maka harus diusahakan bahwa ukuran dan bentuk benda kerja semula tidak jauh berbeda dengan bentuk dan ukuran hasil akhir, sehingga pengambilan geram tidak terlalu banyak.

Mesin perkakas menurut rancangan dan penggunaan dibagi dalam 3 kelompok:

1. Mesin Perkakas Universal.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Mesin perkakas yang mampu melakukan pekerjaan bermacam-macam sesuai dengan jenisnya. Contohnya:

  • Mesin Bubut Senter (Centre Lathe).
  • Mesin Frais (Milling Machine).
  • Mesin Sekrap (Shaping Machine).

2. Mesin Perkakas Produksi.

Mesin perkakas yang dirancang untuk produktivitas tinggi dan ragam pekerjaannya terbatas. Contohnya:

  • Mesin Bubut Pahat Ganda (Multiple Tool Lathe).
  • Mesin Freis Produksi.
  • Mesin Drill Kepala Ganda.

3. Mesin Perkakas Khusus atau Special

Mesin perkakas yang dirancang untuk maksud tertentu yang menuju ke produk seri atau produk masal.

Sifat-sifat proses pada mesin perkakas akan ditentukan oleh elemen dasar pemotongannya yaitu:

  1. Kecepatan potong (Cutting Speed); V [m/min]
  2. Kecepatan gerak makan (Feeding Speed); Vf [mm/min]
  3. Kedalaman potong (Deep of Cut); a [mm]
  4. Waktu pemotongan (Cutting Time); tc [mm]
  5. Kecepatan penghasilan geram; a [mm³/min]

Lima elemen dasar tersebut di atas berkaitan erat dengan:

  • Sifat-sifat material yang dikerjakan.
  • Geometri pahat.
  • Kondisi mesin perkakas (ukuran, bentuk, penampang geram, putaran spindel)

Bekerja pada mesin, kemungkinan-kemungkinan kecelakaan dapat terjadi bila kita tidak memperhatikan hal yang diperlukan untuk pencegahannya.

  1. Jangan berkeinginan menjalankan suatu mesin tanpa Anda mendapat penjelasan terlebih dahulu.
  2. Hapalkan diri Anda dengan keberadaan tempat stop kontak.
  3. Dalam pemasangan alat-alat pada mesin selalu digerakan dahulu dengan tangan sebelum motor digerakan atau berputar.
  4. Gunakan alat pengaman yang diperlukan.
  5. Jauhkan jari-jari Anda dari alat atau benda kerja tanpa pembungkus.
  6. Jangan mencoba memindahkan geram dari mesin dengan tangan tanpa perantara/pelindung.
  7. Pasanglah selalu benda kerja atau alat-alat dengan kuat.
  8. Jangan memakai pakaian yang longgar, dasi, atau cincin sewaktu mengoperasikan mesin.
  9. Jangan menghentikan bagian mesin yang masih berputar dengan menggunakan tangan.
  10. Jangan membersihkan mesin atau benda kerja pada saat motor berputar.
  11. Jangan memperbaiki pasak listrik, sikring dan lain-lain tanpa mendapat izin dahulu.
  12. Jangan menjalankan mesin dan mengajak bercakap-cakap dengan praktikan lain pada waktu yang sama.
  13. Curahkan perhatian untuk pekerjaan Anda.
  14. Bagi mereka yang berambut panjang sewaktu mengoperasikan mesin sebaiknya diikat.
  15. Dan lain-lain.

Baik sahabat Rumah Cahaya, sampai di sini dulu artikel tentang landasan teori proses pemesinan atau sebagian orang menyebutnya dengan proses permesinan ini. Insya Allah bahasan mengenai mesin-mesin perkakas yang digunakannya akan dibahas satu per satu secara lebih detail di artikel-artikel mendatang. Semoga bermanfaat.. ~ Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...

Komentar

2 tanggapan untuk “Proses Pemesinan (Permesinan)”
  1. dani says:

    cukup membantu juga, tapi sayang gak bisa di copy ke word….

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Dani,
    terimakasih atas kunjungannya ke blog ini..

    Sebenarnya berat hati juga untuk memproteksi artikel-artikel dari copy paste, terutama bagi para adik-adik pelajar dan mahasiswa yang memerlukan. Namun hal ini terpaksa saya lakukan guna mengurangi copy paste dari para oknum webmaster yang tidak kreatif memuat artikel di situs mereka tanpa membuatnya menjadi unik, sehingga hal tersebut bisa sangat berpengaruh buruk di search engine seperti Google, Yahoo, Bing, dsb.

    Jadi saya mohon maaf atas kekurangnyamanannya dan harap maklum..

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!