Proses Cetak Mesin Offset

Proses Cetak Offset

Setelah artikel sebelumnya membahas tentang peluang usaha percetakan, maka kali ini akan saya mengemukakan beberapa proses cetak dengan mesin cetak offset supaya sahabat-sahabat Rumah Cahaya yang ingin terjun ke dalam bisnis percetakan bisa mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus diambil. Proses cetak yang dimaksud di sini sebetulnya lebih tepat jika dikatakan dengan proses pengerjaan cetakan dari pracetak, cetak, hingga finishing, dimana pencetakan yang digunakan menggunakan mesin cetak offset. Baik, kita lanjutkan..

Untuk menjadi sebuah produk cetak yang sempurna, maka aneka macam barang percetakan memerlukan beberapa proses produksi yang harus dilewati. Banyak atau tidaknya proses tersebut, tentu saja tergantung dari sederhana atau tidaknya barang-barang cetakan yang akan dibuat.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Miliki Ebooknya, Dapatkan BONUSNYA!

Adapun proses produksi cetak dari awal hingga akhir dengan menggunakan mesin percetakan offset yang saya ketahui dan hampir semua telah saya jalani dengan cara makloon adalah sebagai berikut:

Proses Pra-cetak:

  • Persiapan bahan kertas: seperti kertas HVS, BC, art paper/kenstruk, doorslags, matte paper, NCR, kertas wangi, duplex, ivory, dan sebagainya disesuaikan dengan keperluan. Bisa juga blanko cetak, yaitu bahan cetak yang ukuran dan bentuknya telah jadi dan tinggal masuk ke proses cetak.
  • Setting Komputer: format yang akan dibuat pada barang cetakan.. ukuran, naskah, serta desain grafisnya ditentukan di sini, dan biasanya diakhiri dengan mengeprintnya di kertas HVS, kertas kalkir, atau film repro, kecuali jika menggunakan perlengkapan CTP (Computer To Plate), maka pengeprintan ini tidak lagi diperlukan.
  • Rekam Plat: hasil settingan yang telah diprint tadi direkam (semacam dicopy) ke pelat kertas (paper plate) atau pelat aluminium (aluminium plate) sehingga naskah cetakan pun terdapat di atasnya, dan plat cetak inilah yang nantinya akan dipasang pada mesin cetak offset. Nah, kalau menggunakan CTP tadi, maka hasil setting komputer langsung saja masuk ke mesin CTP untuk mendapatkan pelat cetak yang diinginkan.
  • Bikin matres untuk foil atau emboss (bila diperlukan).

Peralatan grafika yang digunakan dikenal dengan istilah Mesin Repro

Proses Cetak:

  • Pelat cetak beserta bahan kertas yang telah siap pada proses pracetak tadi lalu dipasang di mesin cetak dan ditempatkan di posisinya masing-masing berdasarkan fungsinya. Plat cetak dipasang di atas roll yang terdapat di atas mesin, sedangkan bahan kertas dipasang pada tempat mendatar di bawah roll tersebut. Dan tinta pun dipersiapkan pula pada tempatnya (warna sesuai yang diinginkan)
  • Setelah pelat cetak, bahan kertas, dan tinta siap atau terpasang, maka mesin pun dijalankan.. dan terjadilah proses cetak. Tinta bersinggungan dengan roll yang telah terpasang plat cetak, dan tinta bersinggungan pula dengan bahan kertas yang ada, sehingga terjadilah pemindahan naskah yang ada di plat cetak ke bahan kertas tersebut melalui tinta, dan kertas pun keluar satu persatu berisi naskah yang sudah jadi.

Peralatan grafika yang digunakan dikenal dengan istilah Mesin Printing/Cetak.

Proses Finishing, diantaranya:

  • Proses potong/serit kertas/sisir kertas, dengan tujuan untuk membagi beberapa kertas hasil cetak tadi menjadi beberapa bagian, atau bisa juga hanya sekedar untuk membuang sisa bahan atau merapihkan kertas.
  • Foil, membubuhi kertas dengan tulisan atau gambar “mengkilat” seperti warna emas, perak, biru, merah, dsb.
  • Embossed, menghiasi kertas cetak dengan tulisan atau gambar, dimana hiasan tersebut berbentuk kertas yang timbul atau tenggelam akibat matres. (untuk foil dan emboss bisa dimasukkan ke dalam proses cetak juga)
  • Proses laminating gloss, laminating doff, UV gloss/doff, spot UV, dsb. Kertas cetak tadi dilapisi dengan plastik mengkilat atau plastik buram (dop) pada bagian luarnya sehingga menimbulkan kesan estetis tersendiri.
  • Pon’s atau Pond (entah mana penulisan yang benar), yaitu memotong kertas menjadi bentuk-bentuk tertentu akibat potongan pisau mesin pons. Bentuknya bisa berupa format untuk pelipatan amplop, dus, dsb.
  • Lem, untuk menyambungkan atau menyatukan kertas cetakan semisal amplop.
  • Dan lain-lain semisal menjilid, jahit benang atau jahit kawat, nomerator, lipat susun/sisip, membungkus dengan plastik, dan sebagainya tergantung keperluan.

Peralatan grafika yang digunakan dikenal dengan istilah Mesin Finishing.

Demikian artikel saya yang mengambil judul “Proses Cetak dengan Mesin Cetak Offset“. Semoga bermanfaat buat Anda para pembacanya…

Artikel tentang proses cetak dengan mesin cetak offset ini merupakan tulisan sendiri walaupun banyak website lain yang mengcopy-paste begitu saja tanpa membuatnya menjadi unik serta mencantumkan Rumah Cahaya sebagai sumbernya sebagai etika di dunia online. ~ Cepi Nugraha

Artikel Terkait: