Proses Cetak dengan Digital Printing
Kategori: Entrepreneurship, Komputer, Peluang Usaha, Percetakan
Pada artikel-artikel terdahulu, saya telah banyak berbicara tentang proses cetak dengan mesin cetak offset biasa dengan menggunakan peralatan seperti: mesin cetak Toko, mesin cetak GTO, mesin cetak Oliver, dan sebagainya. Untuk kali ini, saya akan membicarakan proses cetak dengan menggunakan perangkat teknologi yang lain, yaitu dengan menggunakan perangkat teknologi yang dinamakan dengan teknologi Cetak Digital atau Digital Printing, dan di dunia percetakan biasa disebut juga dengan Digital Offset Printing.
Proses cetak dengan menggunakan digital printing tentunya sudah sejak lama kita kenal, akan tetapi di dalam “industri percetakan” yang saya perhatikan, baru beberapa tahun terakhir inilah proses cetak dengan teknologi tersebut banyak digunakan.
Teknologi digital printing bisa mengerjakan aneka barang cetakan yang biasa dikerjakan dengan mesin cetak offset biasa maupun sablon, Mengerjakan barang cetakan dari ukuran kecil seperti kartu nama, kartu undangan, sertifikat, brosur, ijazah, dan sebagainya, ukuran sedang seperti poster, x-banner, i-banner, roll banner, dan lain-lain, sampai pengerjaan barang cetakan yang berukuran besar, seperti spanduk, maupun untuk reklame.
Tidak seperti dengan menggunakan mesin offset atau peralatan sablon, dimana jumlah cetakan yang dikerjakan rasanya “tanggung” jika hanya 1 (satu) atau 2 (dua) lembar saja, tapi dengan teknologi digital printing ini 1 (satu) atau 2 (dua) lembar pengerjaan cetak pun tidak jadi masalah untuk dikerjakan, dan ini merupakan suatu kelebihan, dan juga merupakan sebuah solusi bagi orang-orang atau konsumen yang membutuhkan hasil cetakan yang jumlahnya sedikit. Tapi tentu saja, prinsip cetak “semakin banyak jumlah yang dicetak/dikerjakan, maka harga perlembar barang cetakan akan semakin murah” berlaku juga pada proses cetak dengan teknologi digital printing ini, seperti juga halnya pada pengerjaan dengan mesin cetak offset biasa maupun sablon.
Bagi anda yang berminat untuk terjun ke dalam usaha/bisnis cetak dengan memanfaatkan teknologi ini, Anda bisa membeli perlengkapan digital printing mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan yang berukuran besar, untuk indoor maupun outdoor. Atau jika Anda belum berniat atau belum punya anggaran untuk membeli serta memiliki peralatan tersebut, maka Anda pun tidak usah bingung, karena Anda bisa menggunakan jasa makloon, dimana tempat-tempat yang menyediakan jasa makloon tersebut tidak sulit untuk dijumpai, terutama di kota-kota besar. Proses pra-cetaknya pun sangat singkat, tidak seperti jika pekerjaan akan dilakukan oleh mesin cetak offset biasa atau sablon. Untuk pengerjaan pada digital printing ini, proses pra-cetaknya cukup dengan pengerjaan desain/setting dengan komputer, lalu hasil desain yang telah jadi disalin pada sekeping CD atau sebuah flashdisk, dan CD atau flashdisk tersebut diserahkan ke tempat jasa makloon digital printing tersebut, lalu Anda tunggu hasilnya, dan setelah bebberapa saat, selesailah proses cetaknya dan …Anda terima hasilnya. Semudah itu..
Semoga bermanfaat…!!! (Cepi Nugraha)
Untuk mengetahui Informasi lain mengenai berbagai merk serta tipe mesin cetak, baik mesin cetak offset maupun mesin cetak digital seperti: spesifikasi, supplier, gambar, suku cadang, dan sebagainya.. silahkan Anda kunjungi halaman yang ini..
Artikel terkait:








kang,tau dimana bikin bilboard yang murah
soal nya daerah pagarsih pada mahal2 kang
mungkin akang tau dimana selain pagarsih
syukron qasiron kang sebelum nya
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
March 9th, 2010 at 9:25 pm
Kang Deny,
Maaf, saya tidak tau tempat yang lebih murah.. kalau mungkin, coba lihat di Yellow Pages.
[balas komentar]
Dear,
Pak Cepi, saya sangat terkesan dengan informasi-informasi yang anda berikan di sini. Saya mau memulai usaha percetakan ini, adapun output nya sementara yang hanya berupa brosur atau blanko (hitam putih) dengan kertas HVS/folio 80gr dan dengan kertas bufalo. Persiapan apa yang harus dilakukan, bagaimana proses nya dan kira-kira berapa modal yang harus disiapkan.
Tks
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
March 9th, 2010 at 9:33 pm
Pak Dika,
Mungkin sebaiknya Bapak memulai dengan cara makloon dulu di mesin cetak milik orang lain yang melayani jasa makloon cetak, sehingga Bapak tidak harus memikirkan modal untuk membeli perlengkapan cetaknya. Setelah Bapak memahami proses-proses pembuatan serta pengerjaan produk-produk percetakan yang Bapak kerjakan dengan cara makloon, maka Bapak boleh mulai berfikir untuk memiliki perlengkapan cetak sendiri.
[balas komentar]
Pak, untuk cetak kaos digital, satu kertas transper paper dengan satu model gambar itu bisa digunakan untuk mencetak berapa kaos…????
[balas komentar]
Assalamualaikum wr wb
Salam Vector.., istri sy guru belum PNS saya selalu menangguhkan mau usaha sendiri, kebetulan sy desainer grafis berkarir di agency iklan di jakarta, mau mulai sekarang sy tdk py tabungan… nunggu istri jd PNS ga tau kapan… maklum lah dunia advertising sekarang lg sepi terutama agency iklan… mohon pencerahan kang…!!!! sy lg di ujung tanduk nih bulan ini ktr yg br 3 bln sy kerja juga ga mumpuni alias kembang kempis….
apakah kang Cepi pernah ngalamin seperti sy?
tolong balas kang
Nuhun kang….
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
April 22nd, 2010 at 6:02 pm
Mas Yan, wa’alaikumussalam wr. wb.
Salam Vektor juga
… Usaha mengalami masa-masa sulit tentu saya juga pernah mengalaminya, tetapi dengan bekal keyakinan bahwa Allah akan selalu mencukupi dan akan memberikan jalan keluar, maka alhamdulillah pertolongan Allah pun selalu saja datang menghampiri.
Masa-masa sulit dan terhimpit juga (sepengalaman saya) adalah masa-masa yang paling cepat akan terkabulnya do’a.. karenanya mas bisa mengggunakan masa-masa tersebut untuk memohon pertolongan-Nya.
[balas komentar]
yan Reply:
July 26th, 2010 at 10:27 pm
Assalamu’alaikum
Kang Cepi, kumaha kabar? nuhun kang atas bongbolongannya … sekarang saya sudah bekerja kembali di perusahaan dengan bidang yang sama (lebih besar), mudah2an segala daya upaya kita selalu diberkahi Allah SWT , Amiin….
Semoga penantian saya dan istri terjawab tahun ini ya kang… mengenai pengangkatan pns…
Salam buat keluarga kang…
Yan
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
July 27th, 2010 at 8:05 am
Mas Yan, wa’alaikumussalam wr. wb.
Alhamdulillah tambih-tambih kanikmatan kang. Mohon do’anya saja supaya saya bisa tergolong hamba yang bersyukur.
Alhamdulillah kalau mas Yan telah bekerja kembali, di perusahaan yang lebih besar lagi.. Saya ikut mengamini pula atas do’anya. Aamiin..
Semoga Allah pun memberikan kegembiraan pula tahun ini, yaitu berupa pengangkatan isteri mas Yan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)..
Insya Allah, terima kasih. Sampaikan juga salam dari saya buat mas Yan dan keluarga
[balas komentar]
mas… saya pemula di printing digital…. mau tanya gimana ya…. cetak gambar diatas kaos warna hitam…? saya pernah coba dengan media papper… tapi kok gak nempel…. gimana ya… mas… cara menggunakan media papper…? trim’s
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
May 3rd, 2010 at 12:02 pm
Mbak/Mas Luken,
Masalahnya kemungkinan ada pada kertas yang digunakan untuk mentransfer gambar ke kaos. Untuk bahan-bahan selain katun (polyester, hijet, pe, tc, satin, dsb.) mungkin masih bisa menggunakan kertas biasa, tetapi untuk bahan-bahan katun.. biasanya diperlukan jenis kertas transfer khusus. Silahkan Anda mencoba menggunakan kertas transfer khusus yang diberi nama Dark transfer paper, yaitu jenis kertas yang digunakan untuk mentransfer gambar ke kain berwarna gelap/selain hitam.
[balas komentar]
pengen.., tapi yang kecil 2x an aja,, seperti cetak pin, kartu nama kaos dan mug
[balas komentar]
mas saya boleh minta tutorial buat bisnis percetakan mulai awal hingga jadi sebuah perusahaan percetakan, kalau boleh tolong kirim ke email saya, terima kasih atas perhatiannya.
[balas komentar]
kalau membuat kartu nama dengan nama yang berbeda-beda tetap menggunakan film dan flat. thanks b4
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
June 6th, 2010 at 7:17 pm
Mbak Eva,
Bisa dengan menggunakan film dan plate, tetapi pada umumnya penggunaan kedua material tersebut jarang dilakukan.
Untuk membuat kartu nama biasanya menggunakan teknik “sablon tangan” yang filmnya cukup di atas kertas kalkir (walaupun menggunakan film semacam mika tentunya lebih baik) untuk kemudian dibuatkan di screen berbingkai kayu. Atau juga yang sedang marak saat ini.. kartu nama dibuat menggunakan teknik cetak digital (digital printing) dimana desain dari komputer langsung diprint ke media/bahan kartu nama.
[balas komentar]
Mas saya belum pernah usaha percetakaan, saya mau tanya untuk digital printing ini harga mesin yang paling murah berapa ya? terus mesin yang di gunakan untuk cetak ke kertas dengan ke kaos itu sama apa tidak ya? mohon di kirim jawabannya juga di email ke saya, terima kasih atas perhatiaannya
[balas komentar]
Assalamualaikum Wr.Wb.
Pengen Buka Usaha Percetakan Digital Printing, Modal Gak Memadai…. Kira – Kira Untuk Buka Usaha dButuhkan Modal berapa ya??? Yaa.. Yang Standart aja!! Terima Kasih.
[balas komentar]
bos kalo tempat makloon digital printing ada ga ya,kira2 permeter brpa??thanks
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
June 16th, 2010 at 7:09 am
Mas Ronie,
Ada mas, kita tinggal bawa desain/settingannya aja ke tempat makloon tersebut. Harganya bervariasi, tergantung jenis bahan, ketebalan bahan, serta tempat makloonnya. Ada yang 15.000/m, 17.000/m, 25.000/m, 50.000/m dan sebagainya.
[balas komentar]