Persiapan Menjelang Puasa Ramadhan

Persiapan Menjelang Puasa Ramadhan

Persiapan Puasa Ramadhan

“Marhaban Yaa Ramadhan.. Selamat datang hey bulan Ramadhan…”. Insyaallah kalimat tersebut terbersit di hati dan terucap bibir kita ya sahabat, akibat kegembiraan yang kita rasakan menjelang perjumpaan dengan bulan yang suci, penuh berkah, rahmat, ampunan, dan pahala. Lalu apa saja yang harus menjadi persiapan menjelang puasa Ramadhan ini?

Selain menyambutnya dengan penuh kegembiraan serta kebahagiaan, kita juga perlu mempersiapkan diri secara matang. Ibarat seorang tuan rumah yang akan didatangi oleh seorang tamu yang mulia dan terhormat, tentunya kita harus mempersiapkan segala sesuatu guna menghormati dan menjamunya.

Memang tidak semua orang bersikap sama dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan ini. Banyak diantara kita yang menyambutnya dengan rasa gembira karena akan datang bulan dimana di sana terdapat momentum yang sangat baik untuk menggugurkan dosa-dosa, memperbanyak ibadah, meraih pahala yang lebih besar, memperoleh rahmat dan keberkahan, serta memperbanyak silaturrahmi. Sehingga mereka pun berkata, “Seandainya setiap bulan adalah bulan Ramadhan”.

Selain banyak pihak yang merasakan kegembiraan, di sisi lain tidak sedikit pula diantara kita yang menyambutnya dengan perasaan yang biasa-biasa saja, seolah tidak ada sesuatu yang istimewa. Bahkan mungkin kedatangan bulan Ramadhan ini dirasa berat, karena hanya akan menghalanginya dari pemuasan akan hawa nafsu. Padahal Rasulullah saw. telah mengajarkan kita untuk mengharapkan kedatangan tamu spesial ini jauh-jauh hari, dengan melantunkan do’a:

“Allahumma bariklana fi rajaba wa sya’bana, wa balighna Ramadhana…..”

“Ya Allah berkatilah kami di bulan Rajab serta bulan Sya’ban, dan ijinkanlah kami untuk bertemu dengan bulan Ramadhan…..”

Beberapa Persiapan Menjelang Puasa Ramadhan Yang Harus Diperhatikan

Ada beberapa persiapan menjelang puasa Ramadhan yang harus diperhatikan supaya kita bisa menyambutnya dengan sebaik mungkin dan menyeluruh, seperti persiapan fisik, mental, dan spiritual, sebagaimana dijelaskan berikut:

1. Persiapan Fisik

Puasa berkenaan dengan menahan diri dari makan dan minum. Oleh karenanya, kesehatan dan kekuatan tubuh sangat perlu dijaga dan diperhatikan. Seorang dokter menganjurkan, supaya sebelum melakukan puasa kita tidak melakukan aktivitas yang mengakibatkan tubuh kita sakit dan lemah.

Pikiran kita yang menganggap bahwa berpuasa itu akan terasa berat, akan memicu pusing-pusing di kepala di awal-awal bulan puasa. Ia mengingatkan bahwa pikiran kita akan sangat mempengaruhi kondisi tubuh kita.

Beberapa waktu sebelum melakukan kegiatan ibadah puasa, alangkah baiknya jika kita mulai rajin melakukan perbaikan pola makan. Alangkah lebih baiknya lagi jika kita telah membiasakan diri melakukan puasa sunnah Senin Kamis, karena hal ini dapat memudahkan tubuh untuk beradaptasi.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Puasa juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan kenyataan telah membuktikan, bahwa banyak penyakit yang bisa disembuhkan melalui puasa. Diantara manfaat puasa bagi kesehatan adalah:

  • Mengistirahatkan serta menyehatkan saluran pencernaan.
  • Memelihara tubuh dan sel dari sisa-sisa dan kelebihan zat, karena saat melakukan puasa sel-sel yang sakit atau lemah akan digantikan dengan yang baru.
  • Menurunkan kelebihan berat badan.
  • Menghindarkan tubuh dari penyakit diabetes (kencing manis).
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Dan sebagainya.

Untuk mendapatkan fisik yang sehat, pengaturan makanan sangatlah penting, terlebih di saat sedang berpuasa. Guna menjamin bekerjanya semua organ tubuh secara normal. Puasa juga merupakan cara detoksifikasi yang paling murah. Demikianlah kurang lebih apa yang telah disampaikan dokter tersebut.

Allah SWT telah mengingatkan kita supaya tidak makan serta minum berlebih-lebihan, seperti apa yang telah disabdakan oleh baginda Nabi Saw.

“Perut itu adalah rumah segala penyakit, dan penjagaan atas makanan adalah permulaan pengobatan. Permulaan segala penyakit adalah mengisi perut dengan berlebih-lebihan.”

2. Persiapan Mental

Saat sedang melakukan ibadah puasa, pada umumnya orang-orang banyak yang mengurangi kegiatannya untuk melakukan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat serta memperbanyak amal ibadah, sehingga membuat jiwa menjadi tenang. Karenanya, hal yang perlu dilakukan menjelang puasa bulan Ramadhan guna persiapan mental adalah dengan cara mempersiapkan ilmu yang cukup, karena banyak sekali ibadah yang bisa dilakukan di saat berpuasa tersebut, seperti shalat tarawih dan yang lainnya. Persiapan ilmu dan mental yang cukup ini pernah diungkapkan oleh seorang psikolog.

3. Persiapan Spiritual

Jangan sampai kita berpuasa namun yang diperoleh hanyalah lapar dan dahaga, sementara jiwa kita tidak ikut berpuasa. Hal ini bisa terjadi akibat puasa yang kita lakukan tidak memiliki ruh atau nilai-nilai spiritual. Hati yang iri, dengki, dendam, serta pikiran yang masih kotor merupakan tanda-tandanya. Padahal seperti telah bersama kita ketahui bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa karena memiliki nilai-nilai pembinaan (tarbiyah) langsung dari Allah.

Oleh sebab hal tersebut, maka alangkah baiknya bagi kita untuk berusaha membersihkan hati kita dari berbagai macam kotoran (penyakit hati), seperti dengan memperbanyak mengingat Allah (dzikrullah), menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga pikiran, dan memperbanyak shalat sunnah.

Pimpinan pondok pesantren Arafah, K.H. Anwar sanusi, menyarankan untuk memulai persiapan spiritual ini dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Meminta maaf kepada orang tua, pasangan, saudara, teman, dan tetangga. “Sunnah Rasulullah Saw. saat menjelang puasa adalah meminta maaf kepada sahabatnya. Karena kita akan memasuki bulan mulia, tentunya harus dengan kebersihan jiwa juga,” terangnya.
  • Beberapa bulan sebelum Ramadhan, jangan bersengketa dengan pasangan, tetangga dan saudara. “marah merupakan fitrah manusia, namun menahan marah adalah yang utama.” Ingatnya.
  • Memperbanyak do’a sejak memasuki bulan Rajab.
  • Memperbanyak aktivitas puasa di bulan Sya’ban, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw., ‘Aisyah r.a. berkata, “Tidaklah aku lihat Rasul menyempurnakan puasanya sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidak juga aku lihat beliau memperbanyak puasa sunnatnya kecuali di bulan Sya’ban.”
  • Memperbanyak aktivitas tilawah Qur’an, sebagaimana diungkapkan Anas bin Malik r.a. bahwa para sahabat r.a. jika memasuki bulan Sya’ban, mereka segera mengambil mushaf dan membacanya.
  • Segera mengqadha’ puasa. ‘Aisyah r.a. berkata, “Dulu aku pernah hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak dapat membayar qadha’-nya kecuali pada bulan Sya’ban.
  • Mengkaji fiqih yang berkaitan dengan ibadah bulan ramadhan, sehingga pelaksanaanya berjalan berdasarkan pemahaman yang benar. (Fiqih puasa ramadhan bisa sahabat-sahabat baca di halaman yang ini..

Dengan melakukan persiapan menjelang puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, maka insyaallah kita akan memperoleh banyak hikmah serta berkah lantaran puasa ramadhan yang kita lakukan. Aamiin.. ~ Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...
Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!