Perlengkapan Desain Grafis untuk Percetakan
Kategori: Desain Grafis, Entrepreneurship, Komputer, Percetakan
Bila diantara Anda ada yang tertarik untuk memulai dan menekuni bisnis/usaha di bidang desain grafis atau jasa setting komputer untuk percetakan, maka alangkah baiknya jika Anda mengetahui “perlengkapan minimal apa saja” yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha tersebut.
Untuk perlengkapan desain grafis atau setting komputer, sebenarnya telah saya sebutkan di artikel yang berjudul Contoh Keterkaitan Hobi dengan Ide Usaha, tetapi di artikel tersebut saya hanya menyebutkan sekilas saja tanpa pembahasan yang lebih luas. Untuk itu, maka di artikel ini saya akan mengulasnya lagi dengan pembahasan yang lebih terperinci.
Untuk memulai serta menekuni usaha desain grafis atau setting komputer, maka perlengkapan desain grafis “minimal” yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:
1. Komputer
Untuk perangkat komputer, sebaiknya dipersiapkan spesifikasi yang mendukung pekerjaan-pekerjaan untuk desain grafis, dan jangan lupa juga.. harus tersedia sebuah CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW untuk membaca data dari kepingan CD maupun untuk memburning (membakar/menyimpan) data hasil desain ke dalam sebuah kepingan CD atau kepingan DVD.
2. Perangkat Lunak (Software)
Sebenarnya untuk masing-masing sistem operasi (operating system), tentu mempunyai software aplikasi desain grafis yang berbeda-beda, tetapi di dunia percetakan, pada umumnya masih menggunakan Windows sebagai sistem operasinya. Maka dikarenakan hal tersebut, software desain grafis yang biasa dipergunakan adalah CorelDraw serta Adobe Photoshop. Sedangkan software aplikasi seperti Macromedia FreeHand, Adobe page maker, dan sebagainya, bisa ditambahkan sebagai software pelengkap aplikasi desain grafis lainnya.
3. Scanner
Scanner juga tidak kalah penting, karena tanpa scanner kita tidak bisa meniru gambar dengan bentuk dan ukuran gambar yang sama persis dengan contoh gambar desain yang telah ada. Dengan scanner, kita bisa memasukkan sebuah contoh desain ke dalamnya untuk discan, dan hasil scan tersebut bisa diolah/ditiru oleh aplikasi desain grafis untuk dibuat menjadi sebuah naskah desain yang baru.
4. Printer
Printer yang harus dimiliki oleh seseorang yang bergerak di usaha desain grafis untuk percetakan itu harus bisa mencetak naskah dengan warna hitam pekat maupun berwarna. Biasanya seorang desainer grafis, minimal harus mempunyai:
- Laser Printer berwarna hitam: untuk mencetak/memprinting naskah desain ke atas kertas HVS maupun kertas kalkir.
- Inkjet Printer berwarna: untuk mencetak/memprinting contoh naskah desain atau pun mengerjakan cetakan jadi secara langsung.
5. Kertas
- HVS (cukup 70 gsm). Pilihlah merk kertas yang memiliki hasil cetak yang rapih dan membuat tinta tidak meluber, karena bisa berpengaruh kepada hasil cetakan. Hasil cetak dengan kertas HVS ini digunakan jika pelat cetak yang akan digunakan di mesin cetak adalah plat kertas/paper plate.
- Kertas kalkir. Hasil cetak dari printer ke kertas kalkir diperlukan bila plate yang akan digunakan ke mesin cetak adalah plat aluminium/aluminium plate. Dan biasanya hasil cetak kalkir ini lebih baik dari hasil cetak di kertas sehingga berpengaruh juga ke kualitas hasil proses selanjutnya. Tetapi tentu saja tidak sebaik hasil cetak dengan menggunakan film.
- Glossy paper, dan kertas lainnya (sebagai pelengkap, serta tidak menjadi keharusan)
6. Kepingan CD (Compact Disc)
Kepingan CD kosong perlu disediakan sebagai tempat untuk menyimpan data hasil desain, karena belum tentu konsumen yang datang membawa sebuah kepingan CD atau sebuah flshdisk dan sebagainya, untuk menyimpan data hasil desain tersebut.
7. Penggaris (Mistar)
Untuk membuat ukuran desain sesuai dengan contoh yang telah ada/jadi, tentu saja penggaris diperlukan untuk mengukur contoh yang telah ada/jadi tersebut, untuk kemudian ukurannya disesuaikan pada desain di komputer. Penggaris yang digunakan sebaiknya terbuat dari logam, karena penggaris tersebut sewaktu-waktu diperlukan pada saat pemotongan kertas.
8. Pisau Pemotong Kertas (Cutter)
Terkadang sebuah cutter diperlukan juga oleh seorang desainer grafis untuk memotong kertas hasil desain.
9. Plastik
Plastik diperlukan sebagai kemasan/tempat untuk menyimpan kertas yang berisi naskah hasil desain, supaya terlindungi dari kusut, debu, kotoran, dan sebagainya. Ukuran plastik disesuaikan (lebih besar sedikit dari kertas).
Nah.., mungkin inilah yang bisa saya sampaikan. Selamat mencoba, dan semoga berguna serta bermanfaat…!!! (Cepi Nugraha)
Artikel Terkait:









Assalamu’alaikum….
kang ikut gabung ya..
ku baru belajar buka desain grafis
dan ku lg cari paper plate buat film cetak di mesin toko…
ada yg tau infonya??
ku dijogja.
matur nuwun
[balas komentar]
assalamulaikum, nuhun kang cepi
saya tertarik bisnis grafis ini, tapi saya masih 0 pengalaman dlm bidang ini. saya pingin tanyakan apakah ada mechine cetak mini/toko yang sdh ada koneksi usbnya. jadi transfer datanya mudah seperti printer. trimakasih wassallam
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
October 29th, 2009 at 5:31 pm
Kang Setiady, wa’alaikum salam..
Di Indonesia.. sampai saat ini saya belum mendengar atau melihat mesin cetak offset mini/Toko yang menggunakan koneksi USB. Jadi yang saya ketahui, mesin yang menggunakan koneksi USB baru untuk mesin-mesin cetak digital (digital printing)
[balas komentar]
to : Mas Subkhan
Paperplate saya ada beberapa merk. Mulai yang harga 300rb/box (isi 200 lbr) Sampai yang 450ribu.
Saya posisi juga di Yogya.
No hp. : 08179131970
[balas komentar]
Dear Mas Subkhan
Mas bisa minta tolong,mungkin mas ada refrensi printer yg bagus untuk cetak di kertas Kalkir
(percetakan) merk dan serinya thanks.
[balas komentar]
Jual Pinter paperplate HP 5100N eks Singapore, kondisi istimewa Thoner Ori baru dan 1 thoner serep.
Hub. 0274-7477573
[balas komentar]
Kang saya baru 1 bulan buka usaha setting. lokasi saya di kota kecamatan. sudah ada 5 tukang setting. tapi sampai saat ini belum kelihatan. paling baru 5% dari calon konsumen yang saya tawari. saya punya 3 unit pc 2 laser printer 1 printer photo dan 3 printer biasa plus 1 tenaga setting ahli. lokasi saya bagus banget. gmana solusinya ya.
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
February 28th, 2010 at 6:50 am
Kang Kholis,
Mungkin hanya soal waktu saja, karena mas masih baru di sana. Biasanya pebisnis percetakan yang sudah lama lebih memilih tempat setting yang sudah menjadi langganannya.. tapi hal tersebut terkadang hanya sementara, karena jika di tempat setting langganannya sedang ngantri, maka biasanya mereka akan cari tempat setting yang lagi kosong, dan jika pelayanan yang mas berikan bisa memuaskan mereka, maka mereka pun bisa jadi lebih betah untuk membuat settingan di tempat mas. Karenanya berusahalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen-konsumen baru mas..
[balas komentar]
kang Cepi
hati dan pikiran sy jadi terang semua setelah membaca artikel2nya…. semua jadi sumber inspirasi sy…. terima kasih banyak semoga apa yg telah kang cepi berikan mendapat balasan dari Allah SWT. sy jadi terenyuh mas..
[balas komentar]
kang saya masih bingung menghitung ongkos desain dan saya harus cari keuntungan berapa ya?
[balas komentar]
Cepi Nugraha Reply:
August 4th, 2010 at 8:47 am
Kang Fafa,
Yang jelas ongkos desain itu jauh lebih tinggi dari ongkos pengetikkan.
Misalnya untuk rata-rata ongkos saat ini di kisaran:
- Desain 1 warna untuk ukuran 1/2 folio aja = Rp. 3000 – 5000/lembar
- Desain 1 warna untuk ukuran Folio = Rp. 6000 – 8000/lembar
- Desain berwarna tergantung kerumitan, bisa mulai dari Rp. 10.000, 15.000, 25.000, dan seterusnya.
Kesimpulannya adalah terletak pada seberapa rumit desain tersebut.
Semakin rumit sebuah desain, maka semakin lama pula waktu yang tersita untuk pengerjaannya, yang secara otomatis ongkos yang dikenakan pun harus semakin tinggi.
[balas komentar]
Penting sekali mengetahui harga desain yang di inginkan oleh konsumen, karena harga merupakan faktor penting dalam sebuah penawaran.
[balas komentar]