Pengerjaan Logam

December 30, 2012 oleh Kirimkan Komentar
Kategori: Jurnal Teknik Mesin 
Proses Pengerjaan Logam

Proses Pengerjaan Logam

Sahabat Rumah Cahaya.. dalam proses produksi, pengerjaan logam untuk menghasilkan bentuk akhir, ukuran, serta kualitas permukaan logam yang sesuai dengan yang dikehendaki seperti pada saat perencanaan, umumnya sebagian besar pengerjaannya dilaksanakan dengan jalan melalui proses pemotongan terhadap logam yang telah mengalami proses pengerjaan sebelumnya, seperti proses penempaan, penuangan, menggilas, dan lain-lain.

Proses pemotongan logam bisa dilaksanakan secara manual seperti menggergaji dan mengikir, atau dilaksanakan pada mesin perkakas potong, hal ini akan tergantung kepada keperluannya. Proses pemotongan pada mesin perkakas potong dapat terlaksana dengan bantuan perkakas potong atau pahat potong dan dengan adanya gerak relatif antara logam yang dipotong (benda kerja). Macam gerak relatif antara pahat dengan benda kkerja atau sebaliknya akan menentukan jenis permukaan logam yang dihasilkan. Gerak relatif translasi akan menghasilkan bidang datar, sedangkan gerak relatif rotasi/berputar akan menghasilkan permukaan silindris.

Pahat sebagai alat bantu pada mesin perkakas potong jenisnya akan tergantung dari jenis mesin perkakas potongnya, namun pada garis besarnya pahat dapat digolongkan menjadi 2 jenis:

  1. Pahat bermata potong tunggal, yakni seperti pahat yang dipasang pada mesin bubut, mesin sekrap/ketam, baik mesin ketam meja maupun mesin ketam lengan kuat.
  2. Pahat bermata potong jamak, yaitu pahat yang mempunyai lebih dari satu sisi potong, seperti pahat yang dipasang pada mesin gurdi dan mesin frais.

Pemotongan logam akan menghasilkan geram, yaitu bagian logam yang diambil dari benda kerja agar dapat dihasilkan bentuk, ukuran serta kualitas permukaan sesuai dengan yang dikehendaki.  Geram dapat dihasilkan karena adanya gerak relatif antara pahat dan benda kerja atau sebaliknya. Terdapat 2 macam gerak relatif, yaitu gerak potong atau gerak utama, dan gerak makan atau gerak umpan.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Dalam istilah teknik, proses pemotongan logam pada mesin perkakas potong disebut proses pemesinan.

Cara Pengerjaan Logam Tanpa Proses Pemotongan

Proses pengerjaan logam atau pembentukan logam menjadi bentuk akhir sesuai dengan yang dikehendaki selain dengan pemotongan pada mesin perkakas potong atau pemesinan, juga dapat dilaksanakan dengan tanpa proses pemotongan pada mesin perkakas potong, tetapi dilaksanakan pada mesin perkakas bentuk, seperti misalnya proses pembentukan pada mesin tempa, mesin kempa, dll. atau yang dilaksanakan dengan cara melebur atau melelehkan, seperti menuang dan melapisi dengan logam.

Apakah pengerjaan logam ini cukup dengan proses tanpa pemesinan ataukah perlu dilanjutkan dengan proses pemesinan, hal ini akan tergantung dari kebutuhan dan ketelitian pengerjaan.

Hampir semua komponen mesin dibuat melalui proses pemesinan terhadap benda kerja yang telah mengalami proses sebelumnya, contohnya komponen-komponen mesin seperti: poros, roda gigi, rumah mesin, baut, mur, ring, dan lain-lain sebagai hasil yang diperoleh dari cara pembentukan logam dengan pengecoran, penempaan, dan pemotongan (pemesinan).

Untuk pembahasan tentang proses pemesinan yang lebih lengkap, insyaa Allah akan dibuat postingannya dengan judul tersendiri, dan semoga artikel tentang cara pengerjaan logam dengan dan tanpa proses pemotongan yang bisa saya sajikan lebih dahulu ini bisa bermanfaat bagi kita semua.. ~ Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...
Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!