Pemanas Air Tenaga Surya, Gas, Listrik, atau AC?

April 28, 2013 oleh 3 Komentar
Kategori: Rumah dan Pekarangan 
Pemanas Air Tenaga Surya, Gas, Listrik, atau AC

Pemanas Air Tenaga Surya

Di saat seseorang membutuhkan pemanas air (heater water) pastinya harus memiliki beberapa pertimbangan terlebih dahulu mengingat pemanas air yang beredar di pasaran terdiri dari berbagai macam dan karakteristik yang berbeda-beda, misalnya saja jika dilihat berdasarkan sumber energi, maka bisa terdiri dari pemanas air tenaga surya atau tenaga matahari, pemanas air gas serta pemanas air listrik.

Pertimbangan yang lebih penting bagi calon pemakai pastinya bukan hanya pada fungsinya, tetapi juga perbedaan yang berkenaan dengan pemanas air mana yang lebih efisien, aman, cepat dalam pemakaian, harga yang murah serta biaya / cost yang rendah selama pemakaian water heater tersebut.

Antara Pemanas Air Tenaga Surya, Gas, Listrik, dan AC

Dengan adanya beberapa pertimbangan di atas, maka berikut di bawah ini saya akan menuliskan beberapa perbedaan antara pemanas air tenaga surya, gas, listrik, dan AC, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

1. Pemanas Air Tenaga Surya (Tenaga Matahari)

Pemanas air dengan solar cell ini bisa dibilang backupnya PLN. Daya yang dihasilkannya paling besar jika dibandingkan dengan yang lain, namun paling hemat biaya karena sumber energi yang didapatkannya gratis. Tapi harganya paling mahal serta memerlukan pipa yang cukup panjang untuk menyalurkan air panas dari atap bangunan ke kamar mandi. Ukuran solar cell-nya yang besar juga tabung air yang besar membuatnya lebih cocok untuk bangunan memanjang (horisontal) yang besar dan banyak outlet air panasnya, tetapi tidak sesuai untuk dipasang di high risk building (vertikal) seperti kebanyakan hotel-hotel dan perkantoran.

Kenapa bisa demikian? Karena untuk mensuplai ratusan kamar mandi seperti di hotel berbintang jelas diperlukan banyak unit heater yang dipasang. Coba bayangkan, bila satu unit saja lebarnya sudah segitu, maka kalau ratusan unit mau dipasang dimana?.

Contoh: Pemanas air Wika dan Solahart.

2. Pemanas Air Gas

Pemanas air dengan gas harga per unitnya relatif murah. Water heater gas ini juga paling irit kantong soalnya cara kerjanya mirip kompor. Elemen yang dipanaskan merupakan pipa kecil berliku-liku sehingga menjadikannya cepat panas (instant). Cuma kekurangannya adalah bilamana air sedang digunakan untuk mandi lalu tahu-tahu gasnya habis. Masih mending kalau mandinya sudah hampir selesai dan tinggal mencuci kaki, tapi kalau belum selesai sementara badan masih berlumuran dengan sabun ditambah lagi dengan udara yang sedang dingin-dinginnya. Kebayang deh kalau harus menyelesaikan mandinya dengan air dingin.. hehe.

Contoh: Pemanas air Paloma, Rinai dan Modena.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

3. Pemanas Air Listrik PLN

Water heater listrik yang saya ketahui ini ada dua model, yaitu yang dengan tabung reservoir dan yang tanpa tabung reservoir (instant).

Pemanas dengan model reservoir harga per unitnya relatif murah. Modelnya kayak air termos es, cuma bisa menyuplai air sendiri apabila persediaan sudah berkurang. Semakin besar tabungnya maka akan semakin besar Watt atau daya yang diperlukannya, sehingga biaya operasionalnya cukup tinggi.

Alat pemanas air ini paling cocok buat high risk building seperti perhotelan dan perkantoran dimana biaya listrik biasanya dibebankan atau ditanggung oleh tamu atau penyewa ruangan. Selain itu suplai listrik bisa dikatakan tanpa henti sehingga tidak membuat khawatir akan kehabisan energi dan tidak usah mengganti tabung gas elpiji (LPG) seperti halnya pada pemanas listrik yang menggunakan gas.

Contoh: Pemanas air Ariston, Daaldrop dan Wasser.

Sedangkan untuk model tanpa tabung reservoir cara kerjanya meniru cara kerja instant dari gas heater. Konsumsi listriknya jelas lebih sedikit jika dibandingkan dengan model dengan tabung reservoir karena tidak memanaskan air berliter-liter seperti halnya pemanas air elektrik konvensional tersebut, namun sayangnya harga per unitnya masih relatif mahal.

4. Pemanas Air AC

Water heater jenis ini lebih ramah lingkungan (green water heater) dan mungkin merupakan heater dengan teknologi terbaru untuk saat ini. Disebut pemanas air tenaga AC karena cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan oleh mesin outdoor AC yang dibelokkan ke dalam tabung berisi air melalui pipa. Proses kerja ini tidak akan membebani, malahan akan membantu menurunkan panas yang biasanya dibuang oleh kipas mesin outdoor AC yang secara langsung meringankan beban mesin, sehingga ACĀ  lebih hemat listrik. Sesuai untuk rumah tinggal, hotel, perkantoran, rumah sakit, dan sebagainya.

Contoh: Pemanas air Mizui dan Climatic.

Sahabat Rumah Cahaya, demikianlah artikel tentang pemanas air tenaga surya, gas, listrik, atau AC yang bisa saya sajikan. Setelah Anda selesai membacanya, mudah-mudahan Anda bisa memilih pemanas air yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Semoga bermanfaat.. ~ Cepi Nugraha

Komentar

3 tanggapan untuk “Pemanas Air Tenaga Surya, Gas, Listrik, atau AC?”
  1. didik says:

    saya mau koment apa ya…? OK…saya tulis ini untuk menghormati dan menghargai anda karena saya telah membaca disini

    [balas komentar di sini]

    Dodi Prasetyo Hartono Reply:

    Mau tanya, apakah ada pemesak air utk Kapasitas 80 s/d 100 liter
    Berapa harganya dan daya listrik yang di butuhkan ?
    Mohon Saran dan Jawaban
    Sebelumnya terima kasih

    [balas komentar di sini]

  2. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Studi Tenaga Surya, menurut saya tenaga surya merupakan studi yang sangat
    menarik juga banyak hal yang bisa dipelajari di tata surya.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai studi tenaga surya
    yang bisa anda kunjungi di Tenaga Surya

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!