/SMS/WA : 08112225788 (08-21.00 WIB) Untuk konsultasi, terapi, dan ruqyah dikenakan infaq seikhlasnya


Mesin Toko 810 & Mesin Toko 820

Mesin Toko 820L

Bagi para praktisi percetakan pasti sudah tak asing lagi dengan nama mesin cetak offset buatan Jepang ini, yaitu mesin cetak Toko. Mesin Toko ini mempunyai beberapa model atau tipe seperti mesin Toko 1800 yang dikenal juga dengan sebutan mesin Besty, lalu ada Toko 4700 CD, Toko 4750, Toko 7700, Toko R2, dan yang paling banyak digunakan di industri percetakan di Indonesia adalah mesin Toko 810 dan mesin Toko 820/820L.

Saat mulai menekuni bisnis percetakan, mesin cetak offset yang saya kenal untuk pertama kalinya juga adalah mesin cetak Toko ini, disamping saya juga mengenal mesin cetak dengan teknik cetak yang lain yaitu mesin cetak letter press yang keberadaannya sudah jarang terlihat, bahkan sekarang mungkin sudah menjadi barang kuno/antik. Selanjutnya mesin-mesin cetak offset dengan merk lain seperti Oliver, Hamada, Heidelberg, Gestetner, Ryobi, dan lain-lain pun saya kenal seiring dengan mulai beragamnya order cetakan yang saya terima.

Ilmu Kontak Batin Kontak Rasa telepati

Keunggulan dan Kekurangan Mesin Toko 810 dan Mesin Toko 820

Duh bukannya saya tahu banyak tentang mesin cetak karena saya belum berniat memilikinya hingga sekarang, tetapi sebagai pemakloon cetak yang biasa mengerjakan order cetak menggunakan mesin tersebut setidaknya saya melihat beberapa keunggulan dari mesin Toko offset ini yang membuat keberadaannya masih tetap dipertahankan, yaitu:

  • Harga mesinnya murah bagi yang ingin memilikinya.
  • Suku cadangnya yang konon sangat mudah ditemukan di pasaran.
  • Pengoperasiannya sederhana, dan maintenance/pemeliharaannya mudah.
  • Daya listrik yang diperlukan untuk pengoperasiannya rendah.
  • Dapat mengerjakan berbagai jenis pekerjaan cetak di bahan kertas lembaran.
  • Bagi para pemakloon cetak mengerjakan orderan di mesin tersebut ongkosnya paling murah.

Hanya saja jika dibanding mesin cetak offset yang lain, mesin offset Toko ini mempunyai beberapa kekurangan juga, misalnya:

  • Hanya bisa mengerjakan cetakan di bahan cetak yang tidak terlalu tebal.
  • Area kertas maksimalnya hanya sampai ukuran folio (lebih sedikit).
  • Kualitas cetaknya rendah, sehingga kurang baik untuk mengerjalan cetakan blok warna dan separasi warna.

Dengan berbagai kekurangannya tadi, mesin cetak Toko 810 dan mesin cetak Toko 820 masih tetap menjadi salah satu primadona di berbagai percetakan, setidaknya itu yang bisa saya lihat di Bandung, disamping juga saya menemukan masih banyak orang yang mencarinya di internet. Berbagai kekurangan tersebut mungkin terabaikan oleh keungulan-keunggulan yang dimilikinya. Berbagai macam cetakan seperti kartu undangan, kartu berobat, brosur, kop surat, amplop, faktur/nota, blanko undangan serta beberapa produk cetakan lain masih bisa dikerjakan olehnya sepanjang kualitas cetak yang diperlukan oleh produk-produk tadi masih bisa dipenuhi.

Harga Mesin Toko di Pasaran (Indonesia)

Sudah lama saya tidak mengikuti perkembangan berbagai harga mesin cetak, begitu pula dengan harga mesin Toko 810 dan harga mesin Toko 820 (mungkin karena kerjasama dengan suplier mesin-mesin percetakan ‘belum berjodoh’ ya, hehe) , tapi terakhir kali saya mendapatkan informasi dari para pelaku jual-beli mesin cetak, harga mesin cetak Toko 810 masih berada di kisaran Rp. 20 – 25 juta, sedangkan harga mesin cetak Toko 820 di kisaran Rp. 30 – 35 juta tergantung kondisi mesin. Bagi Anda yang lebih mengetahui, silakan untuk berbagi pada kolom komentar di bawah. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

Semoga Postingan dengan judul Mesin Toko 810 & Mesin Toko 820 yang ditulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya pribadi ini bermanfaat buat Anda sahabat-sahabat Rumah Cahaya.. ~ Cepi Nugraha