Merk Notebook Terbaik di Dunia

Merk Notebook Terbaik di Dunia

Gambar Notebook ASUS

Sahabat, untuk mengatakan tentang merk notebook terbaik, bisa jadi pendapat orang berbeda-beda, tergantung darimana ia menilai kualitas sebuah notebook. Ada yang berdasarkan kepopuleran merknya, ada yang berdasarkan fitur dan spesifikasinya, dan mungkin menurut analisa-analisa yang lainnya. Namun yang pastinya tidak kalah penting, malah mungkin faktor utama, yaitu sebuah notebook harus dilihat dari segi “kehandalannya“.

Namun secara umum, penilaian kita terhadap notebook biasanya lebih cenderung ke merk. Seperti saya misalnya, sangat ingin jika suatu saat memiliki notebook atau barang-barang produknya Apple, sebuah brand atau merk yang hampir selalu terdepan dalam inovasi di bidang teknologi komputer dan gadget dibandingkan merk-merk lainnya. Begitu juga dengan salah seorang teman saya, ia lebih memilih merk-merk notebook keluaran Amerika, semisal HP (Hewlett-Packard) dan Compaq, dibandingkan merk-merk notebook lain buatan Asia, semisal Toshiba dan Sony dari Jepang.

Memang kita selalu menyangka, bahwa untuk urusan teknologi, brand-brand asal Eropa dan Amerika seolah yang terbaik dan terhandal. Padahal tidak selalu demikian, karena seperti hasil survey yang diperoleh sebuah lembaga yang berkedudukan di Amerika Serikat sendiri pun telah membuktikan, bahwa untuk beberapa tahun terakhir ini notebook-notebook buatan negaranya tersisihkan oleh notebook-notebook yang berasal dari Asia.

Square Trade, sebuah lembaga penyedia jasa garansi independen terbesar di Amerika Serikat,  pada tahun 2009 telah menerbitkan laporan hasil analisanya. Analisa yang dilakukan dengan melihat tingkat kegagalan lebih dari 30.000 notebook dan laptop baru yang diproduksi oleh 9 merk (brand) notebook dan laptop selama 3 tahun. Tidak tanggung-tanggung, sampel yang diambil dari masing-masing brand pun sedikitnya sebanyak 1000 unit notebook dan laptop.

Menurut survey yang dilakukan oleh lembaga tersebut, ASUS dan Thosiba merupakan brand notebook dan laptop terdepan dalam “kehandalan”. Sementara brand-brand lain seperti Acer, Gateway, dan HP memiliki tingkat kegagalan yang secara signifikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata kerusakannya.

Berikut hasil surveynya terhadap tingkat Malfungsi notebook dan laptop, dimana makin rendah Prosentasenya (%) adalah semakin baik:

  1. ASUS (15,6 %) – Taiwan
  2. Toshiba (15,7 %) – Jepang
  3. Sony (16,8 %) – Jepang
  4. Apple (17,4 %) – Amerika Serikat
  5. Dell (18,3 %) – Amerika Serikat
  6. Lenovo (21,5 %) – Republik Rakyat China
  7. Acer (23,3 %) – Taiwan
  8. Gateway (23,5 %) – Amerika Serikat
  9. HP (25,6 %) – Amerika Serikat

* Lenovo pada tahun 2005 mengambil alih divisi PC IBM yang berasal dari Amerika Serikat.

Dapat kita lihat daftar di atas, bahwa untuk urutan ke-1 hingga urutan ke-3, semunya merupakan buatan Asia, kecuali Acer Lenovo dan Acer, yang masing-masing berada di urutan ke-6 dan ke-7. Jadi bila dikatakan ASUS dan Toshiba, sebagai merk notebook terbaik di dunia cukup beralasan, karena menduduki urutan pertama dan kedua yang memiliki tingkat malfungsi terendah dengan perbedaan diantara keduanya hanya 0,1%, walaupun seiring perkembangan waktu bisa jadi statusnya berubah, bahkan mungkin ASUS dan Toshiba akan menjadi yang terburuk.

Ujicoba Untuk Menjadi Merk Notebook Terbaik

Mungkin pengetesan ekstrim yang telah dilakukan terhadap-nyalah yang membuat gelar laptop atau notebook kualitas terbaik urutan pertama disandangkan pada ASUS. Untuk memastikan setiap modelnya tahan banting, bisa diandalkan da juga selalu memberikan kinerja yang baik dalam berbagai kondisi, maka semua notebooknya harus melalui proses pengujian-pengetesan yang tidak normal. Seperti pengujian-pengetesan berikut ini:

1. Tes Keyboard

Keyboard notebook ASUS diperiksa oleh sebuah robot khusus yang melakukan pengetikkan ke seluruh tombol keyboard guna memeriksa kenyamanan dan kehandalan keyboard, bahkan sesudah mengalami tekanan yang keras sekalipun.

2. Tes Abrasif

Pemeriksaan dilakukan ke semua tampilan luar notebook dan mengujinya terhadap permukaan yang kasar, guna menjamin warna dan permukaannya tetap dalam kondisi prima, bahkan setelah penggunaan dalam waktu yang lama dan penggunaan yang berat.

3. Tes Tekanan

Karena layar LCD dari notebook merupakan salah satu bagian yang rapuh sehingga perlu dilindungi dengan menggunakan penutup yang kuat, ASUS pun memastikan bahwa setiap layar LCD-nya dilindungi dengan baik, dengan cara melakukan berbagai tes bertekanan tinggi pada desain penutupnya.

4. Tes Kebisingan

Tes kebisingan dilakukan untuk menciptakan suasana berkomputasi yang tenang serta menyenangkan bagi para pemakainya. Tes yang dilakukan ini mencakup pengurangan kebisingan, tes suara pendingin yang tenang, hingga pengecekan segel pada tiap-tiap bagian komponen.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

5. Tes Engsel

Titik lemah yang potensial pada sebuah notebook adalah engsel layarnya. Oleh sebab itu, ASUS menguji setiap desain engsel notebooknya dengan cara membuka dan menutup notebook sedikitnya 20.000 kali guna mengukur kekuatan engsel.

6. Tes Getaran

Pada saat melakukan tes getaran, notebook ditempatkan pada beberapa frekuensi getaran guna memastikan kontruksi rangka bagian luar dan bagian dalam notebook senantiasa terpasang dengan aman serta tidak terlepas meskipun menerima berbagai getaran sekalipun.

7. Tes Goncangan

Selama pengiriman dan penggunaan sehari-hari, notebook sering mengalami goncangan. Maka serangkaian tes goncangan dilakukan ASUS untuk memastikan bahwa setiap tipe notebooknya dapat menangani perlakuan yang kasar sekalipun.

8. Tes Akselerasi Tinggi

Untuk mengurangi masalah yang mungkin terjadi pada saat transportasi, maka para insinyurnya melakukan test HALT (Highly Acelerated Life Test) yaitu dengan menggerakkan notebook dalam kesepatan tinggi untuk mensimulasikan pergerakan notebook yang mobile, dengan analisa yang ekstensif.

9. Tes Temperatur

Tiap notebook ASUS telah melewati seraingkaian uji coba supaya mampu terus beroperasi pada beragam iklim. Diantaranya adalah tes pada lingkungan yang mempunyai kelembapan tinggi dan rendah, serta pada kondisi temperatur yang ekstrim. Setiap titik lemah pada material dan rangkanya telah diperkuat dan dirancang guna menjamin ketahanan yang tinggi.

10. Tes Pemelintiran

Sebagian besar penutup notebook bisa dibuka hanya dengan menggunakan satu tangan, dan hal ini dapat mengakibatkan layar menjadi lentur. Untuk hal ini, maka tes pemelintiran dimaksudkan untuk mengukur seberapa baik notebook melindungi hal tersebut, dengan cara memelintir keseluruhan kerangka pada derajat yang ektrem.

11. Test Port

Setiap port akses diuji. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin setipa lubangnya tetap kuat dan solid untuk proses pasang atau cabut yang berkepanjangan, serta menjaga kualitas kabel tanpa menyebabkan penurunan kualitas maupun kecepatan transfer data.

12. Tes Jatuh

Notebook yang dijatuhkan tidak selalu berarti bahwa notebook tersebut menjadi rusak. Demikian pula yang dilakukan oleh pihak ASUS, yang menempatkan setiap notebooknya melalui serangkaian tes jatuh. Hal ini untuk mengukur seberapa baik notebook dapat bertahan dari beberapa kecelakaan kecil yang terjadi pada kehidupan sehari-hari.

Semua informasi tentang pengujian tersebut bisa dilihat lebih lengkap di sini…

Duhh, sayangnya informasi yang bisa saya sampaikan adalah informasi beberapa tahun yang lalu. Saya belum mendapatkan informasi tentang merk notebook terbaik di dunia di tahun 2013 ini yang ditinjau dari sisi kehandalannya, apakah masih dipegang oleh ASUS dan Toshiba, ataukah sudah tergantikan dengan merk yang lain. Namun demikian, semoga sedikit informasi yang bisa saya berikan ini bermanfaat… ~ Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...
Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!