Modal Usaha

Untuk memulai suatu usaha, serta untuk membuat suatu usaha semakin berkembang, maka tentu saja diperlukan adanya modal usaha.

Saya yakin, banyak diantara Anda yang tidak merasa kesulitan untuk segera bertindak memulai usaha tersebut dikarenakan telah tersedia modal usaha yang memadai, namun saya yakin pula bahwa banyak juga diantara Anda yang belum bisa untuk segera bertindak dikarenakan tidak adanya modal, atau bisa jadi modal sudah ada tetapi modal yang ada tersebut belum cukup memadai (modal kecil).

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Miliki Ebooknya, Dapatkan BONUSNYA!

Bagi Anda yang tidak mempunyai modal, atau belum cukup modal untuk memulai suatu usaha, maka yang harus Anda lakukan adalah dengan jalan berpikir dan berupaya semaksimal serta sekreatif mungkin agar modal yang Anda perlukan benar-benar bisa tersedia. Untuk itu pada artikel ini saya akan mencoba membantu Anda untuk mengungkap serta menggali sumber-sumber permodalan, walaupun hanya dengan cara yang sangat umum dan sangat sederhana.

Anda bisa mengungkap sumber-sumber permodalan dengan ide-ide serta gambaran seperti berikut ini:

Milik sendiri

Dari tabungan, menggadaikan barang, menjual barang yang kurang produktif atau menjual barang yang menguntungkan (pada saat menjual, lebih mahal serta lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan saat membeli), fasilitas/tempat milik sendiri (tanah, bangunan rumah, garasi, mesin atau peralatan, dan sebagainya)

Uang Muka

Berupa uang muka yang diperoleh dari konsumen Anda sewaktu melakukan transaksi.

Pemasok/penyalur

Orang atau perusahaan yang memasok dan menyalurkan barang ke tempat usaha Anda, dimana sistem pembayarannya bisa dengan cicilan.

Kerjasama/patungan dengan teman atau seseorang yang memberi kepercayaan pada Anda

Mungkin bisa berupa uang atau fasilitas usaha yang lain seperti: lokasi dan tempat usaha, mesin atau peralatan produksi, alat transportasi, dan lain-lain.

Pinjaman

Pinjaman dari lembaga keuangan, seperti: pinjaman dari Baitul Maal wa Tamwil (BMT), pegadaian syari’ah, bank syari’ah, dan sebagainya.

Pinjaman dari lembaga lain, diantaranya: pinjaman dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), desa/kelurahan, koperasi, dan lain-lain yang dijalankan dengan sistem syari’ah.

Pinjaman dari perorangan: pinjaman dari isteri atau suami, orang tua  sendiri ataupun mertua, saudara, tetangga, teman sekolah atau teman kuliah, teman kerja, dan lain-lain.

Dan sebagainya.

Nah.., mungkin hanya ini ide atau gambaran sederhana yang bisa saya berikan untuk membantu Anda mengungkap serta menggali sumber-sumber permodalan, dimana pada kenyataannya ide-ide atau gambaran ini bisa Anda kembangkan lagi, sehingga usaha yang ingin segera Anda mulai bisa menjadi kenyataan.

Semoga bermanfaat…!!! (Cepi Nugraha)

Artikel Terkait: