/SMS/WA : 08112225788 (08-21.00 WIB) Untuk konsultasi, terapi, dan ruqyah dikenakan infaq seikhlasnya


bukan-rezeki

Rezeki?

Sama- sama sedang mencari rezeki..?? Kita ngobrol masalah rezeki yuuk..!

Terkadang, karena kesulitan dalam mencari rezeki (penghidupan) bisa menjerumuskan seseorang kepada jurang kehinaan. Kesulitan terkadang membuat seseorang berputus asa dan mengambil jalan pintas yang tidak diridhai-Nya.

Ilmu Kontak Batin Kontak Rasa telepati

Pasti benar dan bisa kita saksikan, ungkapan dari Rasulullah SAW. bahwa,

“terkadang kefakiran bisa mendekatkan seseorang kepada kekufuran (kekafiran)”

Kesulitan ekonomi (kefakiran) terkadang menyebabkan seseorang tidak berharap lagi kepada rahmat dan pertolongan Allah, sering menyebabkan seseorang lebih berharap kepada pertolongan makhluk-Nya seperti pemerintah/penguasa, dukun, jin, benda-benda keramat, dan sebagainya. Kesulitan ekonomi terkadang menyebabkan seseorang mengambil hak-hak orang lain dengan jalan mencuri, merampok, menganiaya, membunuh, dan lain-lain. Dan yang tidak kalah hebatnya, suap menyuap untuk diterima bekerja/menerima pekerja di instansi-instansi pemerintah maupun di perusahaan-perusahaan swasta sudah merupakan hal yang biasa kita saksikan dimana-mana, bahkan yang lebih membahayakan lagi hal tersebut sudah dianggap hal yang biasa dan menjadi budaya. Tidak luput juga, terkadang ada seseorang yang menjual makanan atau minuman yang diharamkan, bahkan hingga menjual diri/kehormatannya.

Bukankah semua hal tersebut adalah merupakan perbuatan dosa, bahkan diantaranya kemusyrikan, dan kekafiran?

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, bukan hanya mereka yang terdesak karena kesulitan ekonomi untuk sehari-hari saja, tetapi mereka yang tergolong sudah cukup (mapan) dari segi kemampuan ekonomi pun terkadang melakukan hal yang sama.

Ternyata, diantara perbedaan mereka dari segi ekonomi, ada persamaannya juga.. mereka sama-sama fakir dari segi aqidah/keyakinan.

Sahabat-sahabat, apakah kita ada pada golongan yang sama seperti mereka atau sebaliknya, kita berada di golongan orang-orang yang ridha, sabar, serta tetap mengharapkan rahmat dan pertolongan Allah serta bersyukur dalam setiap keadaaan..? Kita mungkin tidak tahu yaa..?? tetapi mudah-mudahan Allah memberi kemampuan kepada kita untuk senantiasa berada di golongan yang sebaliknya dari mereka.. Aamiin.

Yaa, di lingkungan terdekat kita saja sering kita saksikan.. terkadang bantuan dana dari pemerintah untuk masyarakat banyak “disembelih” di tengah jalan. Dari pemerintah tingkat atas bantuan yang diberikan cukup besar, tetapi yang diterima di masyarakat bawah hanya sebagian kecilnya. Di antara sesama pegawai instansi juga terkadang tidak luput juga.. dana-dana atau insentif banyak pemotongan di tengah jalan, malah terkadang banyak yang tidak sampai kepada pegawai yang lain (di bawahnya), yang seharusnya berhak untuk mendapatkannya. Yaa.. masih banyaklah contohnya yang lain yang sama-sama sudah kita ketahui.

Terkadang yang membuat saya heran dan bertanya-tanya.., kok bisa-bisanya mereka mencari rezeki dengan jalan-jalan yang tidak benar. Apakah mereka lupa.. bahwa terkadang ada hak orang lain dalam rezeki atau harta yang diusahakannya dengan jalan tersebut. Apakah mereka lupa.. bahwa satu suap makanan yang diperoleh dari rezeki yang haram membuat 40 hari do’a serta ibadah-ibadah tidak diterima. Apakah mereka juga tidak sayang terhadap keluarganya dengan memberi mereka makanan, minuman, pakaian yang haram. Bukankah selain do’a serta ibadah-ibadah tidak diterima, cara berfikir orang-orang yang terbiasa memakan makanan yang haram juga cenderung kepada fikiran yang negatif, cenderung kepada perbuatan dosa dan kejahatan, dan harta yang diperoleh dengan cara tersebut lebih cenderung pula digunakan untuk dibelanjakan kepada hal-hal yang haram juga. Apakah mereka juga lupa bahwa “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”, dan apakah mereka percaya bahwa di akhirat kelak setelah kematian, manusia akan dibangkitkan dan harus mempertanggung jawabkan segala apa yang pernah diperbuatnya di dunia ini..? Mendingan kalau sempat bertaubat serta mengembalikan hak-hak orang lain semasa hidup.., kalau tidak..??

Yaa.. kalau kita masih sayang terhadap diri, keluarga, lingkungan, bangsa kita dan alam semesta pada umumnya.. mari bersama-sama berusaha untuk mencari rezeki dengan jalan yang yang diridhai-Nya (halal), sesulit apapun juga. Adapun bilamana kita telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kita, dan kita tidak mendapatkan apa yang kita cari.. ya kita berusaha untuk ridha, sabar, dan terus berharap (tawwakal) kepada-Nya. Karena, kewajiban kita hanya berusaha, adapun hasilnya bukan kita sendiri yang menentukan, tetapi Dia-lah Allah yang menentukan. Dan yakinlah, bukan hanya dari hasil usaha kita saja rezeki yang kita peroleh, tetapi banyak rezeki Allah yang datang kepada kita dari “pintu rezeki” yang lain.., yang terkadang datang dari jalan yang tidak kita duga-duga sebelumnya.

“Sesungguhnya di dalam kesulitan ada kemudahan” (sebagian ‘ulama mengatakan: sesudah kesulitan..)

“Maka barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya”

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuknya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka”

Mari belajar untuk selalu berharap hanya kepada Allah, sesulit apapun hidup kita di dunia ini, walaupun jika sudah memperoleh kesulitan, rasanya lama waktunya… tetapi mudah-mudahan kesulitan tersebut bisa menjadi kifarat (penebus) dosa-dosa kita yang berdosa, atau penambah pahala bagi orang-orang yang senantiasa menghindarkan diri dari maksiat, daripada kita mendapat kemudahan dan kesenangan di dunia ini dengan cara yang salah, tetapi di akherat memperoleh kesulitan berkepanjangan.

Yaa.. yaa, tentu saja kita semua berharap serta berdo’a supaya kita senantiasa diberikan kemudahan, kekayaan, kesenangan, dan kebahagiaan yang diperoleh dengan jalan yang halal yaa.. πŸ™‚ aamiin..

Walaupun berkumpul seluruh jin dan manusia untuk memberi kemaslahatan kepada kita, tidak ada kemaslahatan jika Allah tidak menghendakinya. Dan sebaliknya, walaupun berkumpul seluruh jin dan manusia untuk memberi kemudharatan kepada kita, tidak mungkin ada kemudharatan jika Allah tidak menghendakinya. Karena itu sekali lagi.., berharaplah hanya kepada-Nya..

Wallahu’alam,

Semoga bermanfaat..!!!

Catatan hari ke-21 di bulan Ramadhan 1430 H (Cepi Nugraha)

Artikel terkait: