Berbagai cara dilakukan oleh banyak orang lelaki dan perempuan untuk mendapatkan jodoh atau pendamping hidupnya. Ada yang pergi ke tempat rekreasi, hiburan, gelanggang olah raga, ada juga yang mencari-cari calon pendamping hidup di bis kota atau kereta api yang biasa mereka pergunakan menuju ke tempat kerjanya dan lain-lain semisal lewat chatting di televisi atau internet. Malahan ada juga yang mencari-cari ilmu pelet atau pengasihan. Yaa.. jika yang di datangi orang-orang yang benar dan tidak diragukan keilmuannya seperti para ’alim ‘ulama yang shaleh, insya Allah tidak jadi masalah, malahan mereka akan mengarahkan serta memberi bimbingan dengan cara-cara yang benar, tetapi jika pergi ke dukun-dukun yang nggak jelas.. bisa-bisa terjerumus ke lembah dosa, bahkan kemusyrikan

Memang pendamping hidup atau jodoh bisa datang kapan saja dan dimana saja, dan awal pertemuan pun bisa terjadi di tempat-tempat terpuji bahkan di tempat-tempat yang kurang terpuji sekalipun. Tapi, jika mereka para pencari pasangan/pendamping hidup tersebut benar-benar mempunyai niat serta tujuan yang baik ke arah pernikahan untuk membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, maka alangkah baiknya bila mereka mencari pendamping hidup dengan cara-cara yang baik pula.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Miliki Ebooknya, Dapatkan BONUSNYA!

Contohnya orang-orang yang hidup di zaman dulu.., terkadang untuk memperoleh pasangan hidupnya mereka (terkadang orang tua mereka) pergi ke pesantren-pesantren. Mereka menemui pimpinan pesantren atau kyai untuk mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke sana. Dan di sana mereka memilih sendiri calon istri atau calon suami untuk menjadi pendamping hidupnya, atau malah mereka minta dipilihkan oleh sang kyai. Tujuan mereka tidak lain adalah agar mereka tidak salah, atau setidaknya mereka telah berusaha sebaik-baiknya dalam memilih calon pendamping hidup yang baik bagi mereka.

Mungkin cara tersebut bagi kebanyakan orang merupakan cara yang kuno dan aneh untuk dilakukan di zaman yang serba modern ini. Tetapi bukankah kebanyakan barang kuno itu merupakan hal yang langka dan bahkan sangat berharga hingga banyak dicari oleh orang yang mengetahui akan sebuah nilai dari barang tersebut? Dan bukankah manusia yang “aneh” di akhir zaman juga adalah orang-orang yang harus merasa gembira dengan keanehannya?

Tentu saja hal di atas hanya salah satu contoh saja, masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan orang untuk memperoleh pendamping hidup. Tetapi alangkah baiknya jika sebelum menentukan pilihan, kenali dulu calon pendamping hidup tersebut sebaik-baiknya yaitu dengan cara banyak bertanya kepada keluarga, sahabat, atau lingkungan dekatnya mengenai kepribadian serta latar belakang si calon tersebut, bukan dengan cara pengenalan yang salah kaprah, yaitu dengan berpacaran lama sampai bertahun-tahun.. bahkan lebih bahaya lagi sampai ada orang yang melakukan hidup bersama atau kumpul kebo sebelum nikah dengan alasan supaya benar-benar mengenal calon pendamping hidupnya sebelum benar-benar menjadi pasangan suami-istri yang sah.

Sudahkah Anda mempunyai pendamping hidup…??? 🙂


Artikel terkait: