Membangun Kepercayaan Bisnis

April 3, 2012 oleh 2 Komentar
Kategori: Entrepreneurship 
Membangun Kepercayaan

Membangun Kepercayaan

Membangun Kepercayaan Terhadap Partner Bisnis

Sahabat Rumah Cahaya.. artikel bertema Membangun Kepercayaan Bisnis ini saya ambil dari salah satu jurnal di majalah kewirausahaan yang saya beli pada tahun 2005, atau sekitar 7 tahunan lalu yang memang masih saya simpan majalahnya hingga saat ini, dengan harapan masih tetap bisa berguna buat saya dan keluarga bila membaca kembali isinya. Dan tentu saja saya tulis kembali di bog saya ini dengan harapan yang sama pula, supaya bisa berguna juga bagi Anda sahabat-sahabat yang membacanya. Baiklah kita mulai saja untuk menuliskan kembali isinya..

Bisnis Berpartner: Soal Meramu Kepercayaan

Anda hendak pergi melancong, kemudian bertemu dengan orang dengan tujuan yang sama. Tentu, Anda akan merasa senang ada teman di sisi Anda. Terlebih, ketika tujuan yang akan Anda sasar adalah perjalanan panjang penuh resiko. tak hanya itu, jika orang tersebut layak dipercaya, ia bisa menjadi teman perjalanan yang menjadi andalan dan mampu memberi rasa tenang.

Begitupun dalam bisnis berpartner. Ada seseorang disamping anda yang siap mengumpullkan ide dan modal, mengatur segala urusan, hingga menyelesaikan masalah saat Anda menemui jalan buntu. Membangun bisnis dengan tim atau partner juga bisa meminimalisir kendala teknis yang tidak dimiliki seseorang. Secara psikologis, berpartner juga mengurangi rasa cemas dan takut ketika memulai bisnis.

Sejatinya, membangun sebuah tim bisnis ibarat menyatukan beragam potensi tangan dan kepala. mengumpulkan banyak tangan sama dengan menghimpun senergi dan gerak. Tangan terbiasa dengan kerja dan bertindak. Ia terbiasa patuh dengan beragam perintah, tak banyak menolak atau mungkir. Sedangkan menyatukan banyak kepala adalah menghimpun kreativitas dan dinamisitas. Kekuatan kepala justru lebih dahsyat daripada potensi yang lainnya.

Di sini gampang-gampang sulit. Selain menciptakan kekuatan dari sinergi, juga harus hati-hati. Banyak kepala memang lebih ringan, tapi bisa mengundang banyak masalah. Yang patut disadari, dalam bisnis berpartner setiap orang merasa memiliki hak yang sama. Namun dalam proses manajerial, tetap harus ada pembedaan, ada pimpinan dan ada bawahan. Sedangkan di dalam partnership, berlaku pembagian kepemilikan yang disebut share saham.

Awal kerjasama acap kali yang terbayang adalah hal yang menyenangkan. Keuntungan sekian, pembagiannya demikian. Alhasil, semua merasa senang. Tetapi lambat laun ketika masalah-masalah usaha sudah benar-benar nyata, perpecahan ide dan prinsip-prinsip sering kali muncul dan menjadikan kerjasama tak lagi harmonis. bahkan, banyak kasus yang menunjukkan perusahaan pecah gara-gara para pemilik atau pengelolanya tidak lagi bisa mempertahankan kerjasama tim atau partnership mereka.

Cara Membangun Kepercayaan

Sama seperti hubungan relasi dalam hal apapun, bisnis kuat ditopang oleh hubungan yang kokoh atas dasar saling percaya. Sederhananya, kunci membangun bisnis langgeng adalah membangun kepercayaan, merawat kepercayaan dan mengekalkan kepercayaan.

Pertama, membangun kepercayaan.

Kepercayaan merupakan hal yang mahal. Ia tak dapat dilihat namun bisa dirasa dengan jelas. Proses ini harus dilakukan secara dua arah. Seluruh tim dalam bisnis harus mengawali dengan saling memahami karakter masing-masing, potensi diri, kelemahan, dan sebagainya. Meski di awal kepercayaan masih dalam jumlah minim, bisnis masih dalam tahap coba-coba (trial and error), namun jaga setiap kepercayaan tersebut sedini mungkin, sekecil apapun.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Banyak impian besar saat memulai suatu bisnis. Banyak hal yang tidak Anda temui dalam persahabatan justru Anda dapatkan saat memulai bisnis. Begitupun sebaliknya, membuka diri Anda adalah awal untuk menumbuhkan kepercayaan partner.

Kedua, merawat kepercayaan.

Di sini hubungan bisnis biasanya telah berjalan. Merawat kepercayaan bukan berarti menyerahkan sepenuhnya tanpa kendali. Saat bisnis ditimpa masalah, pura-pura rela di depan tapi mengurut dada di belakang sang partner bisnis. Percaya, tentu dengan porsi yang sesuai, tidak membuta, namun tetap kritis dalam bertindak. Beda pandangan dalam menghadapi suatu masalah bisa diatasi jika saling mengerti. Perjanjian-perjanjian pada awal bisnis, harus ditepati dengan sepenuh hati. Setiap masalah yang ada, diupayakan diketahui bersama dan diselesaikan dengan terbuka. Pastikan, tidak ada langkah terselubung ataupun konspirasi yang tersembunyi. Setiap strategi perlu disinergikan dengan yang lain. Terkadang memang agak birokratis, namun di sanalah seni bisnis berpartner.

Ketiga, membuat kepercayaan kekal.

Hubungan bisnis bukan hanya bicara hitung-hitungan untung rugi. Banyak sosok personal yang terlibat di sana. Berikanlah perhatian-perhatian kecil dan kenali hal-hal lain di luar urusan bisnis sang partner. Kenali kegemarannya, keadaan keluarganya, cita-citanya di luar bisnis dan lain-lain. Selain menekuni kegiatan bisnis, coba lakukan kegiatan lain di luar bisnis. Anda bisa mencoba dengan saling berkunjung ke kediaman masing-masing, berolahraga bersama, dan sebagainya.

Terkadang setelah kepercayaan terjalin dan dirawat dengan baik, ada saja gangguan yang membuat kepercayaan terabaikan bahkan dikhianati. Mungkin itu berasal dari kesalahan partner, atau diri kita sendiri. Upayakan bersikap adil dalam memberikan suatu penghargaan atau teguran.

Meski mahal, kepercayaan layaknya tumbuhan ilalang. meski kering kecoklatan dan tampak layu, ia masih bisa tumbuh dan memiliki harapan hidup. Umbinya senantiasa membuat tumbuhan tersebut segar kembali.

Kepercayaan masih bisa hidup selama kita mau menumbuhkannya. Jangan trauma jika partner Anda melakukan hal yang membuat Anda sulit mempercayainya seperti semula. Sama halnya, jangan trauma memulai bisnis kembali jika anda pernah gagal. Semoga bermanfaat…!

Membangun Kepercayaan Bisnis
Sumber: Majalah Entrepreneur Indonesia, dan ditulis ulang oleh Cepi Nugraha.

Bagikan Artikel...

Komentar

2 tanggapan untuk “Membangun Kepercayaan Bisnis”
  1. tediyanto says:

    tanamkan pengertian dan kepercayaan pada diri sendiri sehingga memunculkan performa yang akan menjadikan patner kita jadi leih enjoy dan nyaman

    [balas komentar di sini]

  2. Carsim says:

    MUDAH MUDAHAN BERJALAN LANCAR

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!