Manpower Planning (Perencanaan Tenaga Kerja)

Manpower Planning (MPP) / Perencanaan Tenaga Kerja

Manpower Planning (MPP)

Sahabat Rumah Cahaya.. pengertian Perencanaan Tenaga Kerja atau Manpower planning adalah proses identifikasi, evaluasi, dan perencanaan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi jabatan di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, sesuai dengan standar kebutuhan jabatan yang diinginkan. Fungsi utama dari Man power planning adalah menganalisa serta mengevaluasi keberadaan SDM di dalam organisasi atau perusahaan, dan juga untuk menentukan bagaimana mendapatkan jenis-jenis tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tadi.

Manpower Planning juga merupakan suatu proses dan rencana yang berkaitan dengan bagaimana organisasi atau perusahaan merencanakan, menghitung, dan mengukur ketersediaan dan kebutuhan jumlah tenaga kerja yang paling optimal untuk masa yang akan datang, yang merupakan langkah awal untuk menciptakan jumlah tenaga kerja yang paling ideal sesuai dengan kebutuhan organisasi atau perusahaan. Artinya tidak kelebihan atau kekurangan jumlah tenaga kerja, yang membuatnya lebih efisien.

Kegiatan dalam Manpower Planning (MPP) merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari organisasi atau perusahaan untuk menjalankan fungsinya dalam rangka mewujudkan visi, misi, serta tujuan yang telah dirumuskan. MPP merupakan salah satu proses pengembangan SDM yang sangat penting dalam Human Resource Development / Management, dan telah dilaksanakan oleh hampir semua organisasi dalam berbagai bentuk dan ukuran. Oleh sebab itu itu, Manpower Planning menjadi salah satu prioritas bagi setiap bagian dalam organisasi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang akan menjalankan fungsi-fungsi lainnya di organisasi.

Sebagai sebuah organisasi yang baik, harus mampu menganalisa serta mengatur berbagai sisi dan cara, termasuk diantaranya sumber daya manusia yang dimiliki, harus direncanakan dengan teliti dan seksama. Bila terjadi kekeliruan atau kesalahan dalam perencanaan alokasi tenaga kerja (pegawai/karyawan), bisa menyebabkan bencana bagi organisasi atau perusahaan. Karena hal itu, pentingnya sumber daya manusia dalam perusahaan yang berkualitas dan juga tentunya tersedia, merupakan salah satu faktor penunjang kesuksesan sebuah organisasi atau perusahan dalam menjalankan kegiatan atau bisnisnya.

Untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, diperlukan sebuah perencanaan yang sistematis menggunakan analisa dan data yang ada, juga dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang menunjang tersedianya kebutuhan sumber daya manusia sesuai rasio. Maka biasanya, organisasi atau perusahan melakukan sebuah proses yang disebut Man power Planning pada setiap awal tahun kerja/tahun fiskal.

Tujuan dan Langkah-langkah Manpower Planning (MPP)

Tidak jarang ada pihak-pihak yang masih beranggapan bahwa Manpower Planning hanyalah sebuah proses administrasi biasa seperti administrasi pada umumnya, padahal banyak sekali manfaat Perencanaan Tenaga Kerja (PTK) ini, yaitu:

  • Organisasi/perusahaan diisi oleh orang yang tepat di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat pada jabatan yang tepat pula (the right man on the right place, at the right time and on the right job).
  • SDM yang terlibat akan lebih baik pengaruhnya terhadap 4 kunci fungsi manajerial, yaitu: planning, organizing, directing, and controlling, baik dari segi jumlah maupun kualifikasi (key to managerial functions).
  • Lebih menjamin efektivitas dan efesiensi pada setiap pelaksanaan kegiatan organisasi atau perusahaan.
  • Terhindarnya dari adanya kekosongan jabatan pada organisasi/perusahaan dalam jangka waktu yang lama.
  • Dapat membantu meningkatkan kualitas atau produktivitas tenaga kerja sesuai dengan jumlah tenaga kerjanya.
  • Bisa memperkirakan jumlah tenaga kerja yang optimal pada waktu tertentu (efficient utilization). Dimana kekurangan pegawai akan menurunkan kemampuan perusahaan, dan kelebihan pegawai akan menyebabkan pemborosan finansial.
  • Sumber motivasi (motivation). Perencanaan tenaga kerja yang akurat akan mendasari pemberian kompensasi dan keuntungan (benefit) yang menarik bagi karyawan, sehingga bisa memperkuat motivasi mereka.
  • Menciptakan hubungan yang lebih baik dan harmonis antar karyawan/pegawai (better human relations), yang terjadi akibat jumlah dan komposisi SDM yang tepat.
  • Meningkatkan produktivitas (higher productivity), karena minimnya pemborosan waktu, tenaga, dan juga biaya.

Langkah-langkah melakukan Perencanaan Tenaga Kerja atau Manpower Planning adalah:

  • Melakukan analisa terhadap kondisi SDM yang tersedia saat ini, diantaranya mengecek data jumlah, kemampuan (skill) yang dimiliki, umur, jenis kelamin, pengalaman, potensi kemampuan, tingkat fleksibilitas, dll. Kemudian prediksikan apa yang bakal terjadi dalam rentang waktu 1, 3, dan 10 tahun ke depan (dengan mengacu kepada turnover normal, rotasi, mutasi, atau promosi).
  • Melakukan analisa kebutuhan SDM di masa yang akan datang, yakni terhadap rencana kegiatan atau bisnis, serta dampaknya terhadap kebutuhan karyawan, dengan mengacu kepada beberapa data seperti: prediksi produksi dan penjualan, rencana penggunaan peralatan dengan teknologi terbaru, rencana perubahan status karyawan, faktor produktivitas dan efisiensi sebagai akibat dari training yang telah dilakukan, perubahan organisasi, prediksi akan adanya perubahan peraturan pemerintah (asuransi, jamsostek, K3, usia pensiun, dll.), dan sebagainya.

Langkah-langkah di atas bisa dijadikan blueprints oleh organisasi atau perusahaan dalam mengatur sumber daya manusia yang dimilikinya, baik untuk pemenuhan kebutuhan ataupun pengembangan yang diperlukan.

Manpower Planning (MPP) di Bagian Perawatan Mesin-mesin Industri

Adanya perkembangan dan kemajuan dalam bidang teknologi telah memberikan kontribusi yang maksimal bagi perkembangan industri. Mesin-mesin dan berbagai peralatan terus bermunculan serta bisa dimanfaatkan oleh kalangan industri guna mengoptimalisasi kapasitas produksi dan upaya-upaya peningkatan produktivitas.

Meskipun begitu, aplikasi teknologi ini terkadang masih belum seimbang dengan kebijakan dan perhatian pihak manajemen dalam hal pemeliharaan/perawatan mesin-mesin itu sendiri. Tidak jarang bagian maintenance dianggap sebagai departemen yang hanya menguras kantong perusahaan, padahal kegiatan maintenance merupakan bagian integral dari proses optimalisasi produksi.

Fasilitas produksi yang tetap bisa berjalan secara optimal guna menunjang target perusahaan merupakan hal yang sangat penting dan strategis serta perlu dijaga secara seluruh. Karenanya, kegiatan maintenance jangan hanya sekedar konsep, tapi juga harus terimplementasi dengan baik, termasuk komitmen yang ditunjukkan oleh pihak dengan cara mengalokasikan dana yang efisien dan terukur. Hal ini harus dilakukan, baik dalam program preventive maintenance maupun corrective maintenance.

Ada empat kategori pekerjaan yang dikenal dalam maintence peralatan atau mesin-mesin industri, yaitu:

  1. Fitter: Orang yang kerjanya sebagai penyetel mesin.
  2. Helper: Orang yang kerjanya membantu Fitter.
  3. Oiler: Orang yang kerjanya memberi/mengganti oli sebagai pelumasan pada mesin.
  4. Machine operator: Orang yang kerjanya menjalankan/mengoperasikan mesin.

Untuk menentukan berapa jumlah orang per jam untuk masing-masing kategori pekerja dan jenis pekerjaannya dalam maintenance adalah sangat sulit. Untuk membantu perencanaan, beberapa angka pada tabel biasanya dapat dipakai sebagai pegangan, seperti tingkat dan jenis pekerjaan dalam maintenance (inpeksi, perbaikan ringan, perbaikan sedang, perbaikan berat/overhaul), jam per orang per-unit tingkat kerumitan, jumlah hari yang diperlukan untuk masing-masing jenis pekerjaan perbaikan yang dipengaruhi oleh tingkat atau indek kerumitan dari mesin yang bersangkutan, dsb.

Oleh karena hal tersebut di atas, maka seluruh personil yang terlibat dalam kegiatan maintenance, sangat perlu untuk dibekali pengetahuan yang cukup berkenaan dengan perencanaan dan penjadualan perawatan, termasuk diantaranya kemampuan menghitung dan membuat perencanaan untuk Maintenance Manpower Planning (MPP). Semoga bermanfaat… ~ Cepi Nugraha

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!