Lirik Syi’ir Tanpo Waton 3 Versi Bahasa

Lirik Syi'ir Tanpo Waton

Diskusi Atlas Wali Songo

Sebelum saya postingkan Lirik Syi’ir Tanpo Waton 3 versi bahasa  (bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Indonesia), saya ingin bercerita sedikit, kenapa saya bisa mengenal dan sangat menyukai syi’ir ini. Lagu atau sya’ir yang sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Jawa, terutama oleh masyarakat Jawa Timur ini, untuk saya sendiri baru mengenalnya beberapa bulan yang lalu sebelum saya mempostingkannya di halaman ini.

Saat itu saya menyaksikan tayangan video Pengajian & Diskusi Atlas Wali Songo – Part 2 di Youtube. Di sana terlihat Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) melakukan pembicaraan, lalu beliau mengajak para hadirin melantunkan Syi’ir Tanpo Waton ini bersama-sama dengan grup musik yang dipimpinnya, Kiai Kanjeng. Hal tersebut bisa dilihat di menit ke 28 pada video tersebut di sini, dan ya Allah.. sungguh nikmat dan menentramkan lantunan sya’ir dan musiknya, walaupun saya sendiri sebagai orang Sunda tidak mengerti sebagian besar artinya. Ah, andaikan saja saya dulu terus belajar di pesantren Al-Hidayah Cicalengka, Bandung, yang menterjemahkan tasrifan, dsb. yang berbahasa Arab ke bahasa Jawa, mungkin saya langsung tahu artinya.

Kemudian pada saat mencari lagi syi’ir yang serupa dari Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Youtube yang full version dari awal hingga akhir dan tidak terselingi diskusi, saya menemukannya beberapa, namun kurang jelas suaranya dan tidak senikmat yang dilantunkan di Pengajian & Diskusi Atlas Wali Songo tadi, hingga akhirnya saya sering memutar syi’ir yang ditemukan pertama kali di youtube tersebut. Oh iya, satu lagi yang amat disayangkan, saya belum menemukan Cak Nun sendiri yang langsung melantunkan syi’irnya, kecuali hanya satu atau dua baris.

Pada hasil pencarian di Youtube pun, ternyata banyak juga orang yang mengupload/mengunggah video Syi’ir Tanpo Waton yang dilantunkan oleh Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid) sewaktu beliau masih hidup, saya coba klik dan saksikan, alhamdulillah di video tersebut saya bisa mendengar lagunya yang lebih lengkap disertai tulisan dan artinya juga. Ya Allah.. setelah melihat keseluruhan syi’ir berikut artinya, sungguh benar apa yang telah dikatakan Cak Nun, syi’ir tersebut insyaallah sangat rahmatan lil’alamin.. Saya pun akhirnya sering pula menyaksikan syi’ir yang dilatunkan Gus Dur ini berikut untuk menyelami maknanya.

Memang, karena sudah sepuh, mungkin suara Gus Dur tidak semerdu dan nafasnya tidak sepanjang para personil Kiai Kanjeng. Namun, seperti apa yang istri saya katakan dan juga saya rasakan, kelebihan lantunan syi’ir Gus Dur tersebut lebih syahdu dan lebih meresap di kalbu, karena seolah-olah saya sedang mendengarkan wejangan dari seorang Kyai sepuh berilmu yang sudah makan asam garam kehidupan. Yaa, terlepas dari pikiran-pikiran Gus Dur yang sering mengundang kontroversi, bahkan di intern NU sendiri, tapi kita lihat saja sisi positifnya yang insyaallah bermanfaat. Prinsipnya:

“Unzhur maa qala, wa laa tanzhur man qala” – “Lihat apa yang dikatakan, dan jangan melihat siapa yang mengatakan”

Menurut Cak Nun, syi’ir yang disenangi oleh Gus Dur ini berasal dari langgam lagu Melayu tahun 40-an, namun Syi’ir Tanpo Watonnya sendiri ‘insyaallah katanya’ merupakan hasil karya dari Kyai Sahlan Griyang Lore Reo (benar nggak ya saya menulis tempatnya), yang telah dipatenkan oleh orang lain dan dengan nama yang lain pula.

Banyak juga yang berpendapat  bahwa yang menciptakannya adalah Gus Nizam (K.H. Mohammad Nizam As-Shafa, Lc), salah seorang guru pembimbing tarekat Naqsyabandiyah dan juga pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shafa wal-Wafa, Simoketawang, Wonoayu, Sidoarjo. Tapi walaupun begitu, tidak sedikit orang yang menyangka bahwa lagu ini merupakan karya dari Gus Dur (Alm.). Untuk hal ini tidaklah menjadi masalah bukan, siapa yang menciptakannya? Yang penting sya’ir/lagu ini bermanfaat.

Lirik Syi’ir Tanpo Waton Bahasa Jawa, Sunda, dan Indonesia

Sebelum membacakan syi’ir, terkadang pelantunnya mendahuluinya dengan membaca istighfar, lalu kemudian memulai syi’irnya dengan mengucapkan salam kepada baginda Nabi saw. dengan menggunakan bahasa Arab seperti berikut:

Astagfirullaah rabbal baraayaa ~ Astagfirullaah minal khataayaa
Hamba memohon ampun kepada Allah Tuhan sekalian makhluk ~ Hamba memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan

Robbi zidnii ‘ilmaannaafi’aa ~ Wa waffiqnii ‘amalaan saalihaa
Tuhanku, tambahkan kepada hamba ilmu yang bermanfaat ~ Dan tolonglah hamba untuk berbuat kebaikan

Yaa Rosulallaah salamun ‘alaik ~ Yaa rofii’assyaani waddaraji
Duhai Utusan Allah, semoga keselamatan tetap atasmu ~ Duhai yang luhur budinya dan tinggi derajatnya

‘Atfata yaa jiiratal ‘aalami ~ Yaa uhailaljuudiwalkaromi…
Rasa kasihmu wahai pemimpin sekalian alam ~ Duhai ahlinya kedermawanan dan kemurahan hati

Lalu setelahnya, syi’ir tersebut kemudian dilantunkan dengan menggunakan bahasa Jawa (bahasa aslinya), dan ada pula yang mengalihbahasakan dan melantunkannya ke dalam bahasa Sunda, atau mungkin juga ke dalam bahasa yang lain. Berikut adalah lirik Syi’ir Tanpo Waton yang menggunakan bahasa Jawa serta bahasa Sunda, yang ditambah dengan bahasa Indonesia untuk memahami artinya..

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran ~ Kelawan muji maring Pengeran
Ngawitan abdi maos syi’iran ~ Kalawan puji kanggo Pangeran
Aku memulai lantunan syair ~ Dengan memuji kepada Tuhan

Kang paring rohmat lan kenikmatan ~ Rino wengine tanpo pitungan… 2x
Nu parin rahmat sareng kanikmatan ~ Siang jeung wengi henteu etangan
Pemberi rahmat dan kenikmatan ~ Siang dan malam tanpa perhitungan

Duh bolo konco priyo wanito ~ Ojo mung ngaji syare’at bloko
Duh parakanca isteri pameget ~ Ulah mung ngaji syare’at wungkul
Wahai sahabat, pria dan wanita ~ Jangan mengaji syari’at (hukum) belaka

Gur pinter ndongeng, nulis, lan moco ~ Tembe mburine bakal sengsoro… 2x
Ngan pinter dongeng, nulis, jeung maca ~ Akhirna ukur meunang sangsara
Hanya pandai bercerita, menulis, dan membaca ~ Tapi akhirnya akan sengsara

Akeh kang apal Qur’an Haditse ~ Seneng ngafirke marang liyane
Loba nu apal Qur’an & Hadits ~ Resep ngafirkeun jalma lianna
Banyak yang hafal Qur’an & Hadits ~ Suka mengkafirkan saudaranya yang lain

Kafire dewe gak digatekke ~ Yen isih kotor ati akale  2x
Kafir sorangan teu dipalire ~ Mun masih kotor hate jeung akalna
Kekafiran sendiri tidak diperhatikan ~ Bila masih kotor hati dan akalnya

Gampang kebujuk nafsu angkoro ~ Ing pepaese gebyare ndunyo
Gampang kagoda nafsu angkara ~ Dina papaes silona dunya
Mudah terbujuk nafsu angkara ~ Dalam hiasan gemerlapnya dunia

Iri lan meri sugihe tonggo ~ Mulo atine peteng lan nisto 2x
Sirik jeung pidik ku beungharna tatangga ~ Matak hatena poek jeung nista
Iri dan dengki dengan kekayaan tetangga ~ Maka hatinya gelap dan nista

Ayo sedulur jo nglaleake ~ Wajibe ngaji sak pranatane…
Yu dulur-dulur, tong mopohokeun ~ Wajibna ngaji jeung aturannana
Mari saudara, jangan melupakan ~ Kewajiban mengaji lengkap dengan aturannya

Nggo ngandelake iman tauhite ~ Baguse sangu mulyo matine 2x
Pikeun ngandelan iman tauhidna ~ Hadena bekel, mulya maotna
Untuk mempertebal iman tauhid kita ~ Sebagus-bagusnya bekal, mulia matinya

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Kang aran sholeh bagus atine ~ Kerono mapan seri ngelmune
Jalma nu sholeh hade hatena ~ Lantaran jero kaelmuannana
Yang disebut sholeh bagus hatinya ~ Karena mapan tingkat keilmuannya

Laku thoriqot lan ma’rifate ~ Ugo haqiqot manjing rasane 2x
Laku tarekat jeung ma’rifatna ~ Oge hakekat manjing rasana
Menjalankan thariqah dan ma’rifatnya ~ Juga hakikat meresap rasanya

Al-Qur’an Qodim wahyu minulyo ~ Tanpo tinulis biso diwoco
Al-Qur’an Qodim wahyu nu mulya ~ Henteu ditulis bisa dibaca
Al Qur’an Qadim wahyu nan mulia ~ Tanpa ditulis bisa dibaca

Iku wejangan guru waskito ~ Den tancepake ing jero dod 2x
Eta piwuruk guru waskita ~ Nu ditancebkeun di jero dada
Itu petuah guru yang bijak (tajam mata batinnya) ~ Yang ditancapkan di dalam dada

Kumantil ati lan pikiran ~ Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Gumantel hate reujeung pikiran ~ Ngarasuk kana sakabeh badan
Selalu melekat di hati dan pikiran ~ Merasuk ke dalam seluruh anggota badan

Mu’jizat Rosul dadi pedoman ~ Minongko dalan manjinge iman 2x
Mu’jizat Rosul jadi pedoman ~ Minangka jalan asupna iman
Mujizat Rasul (Al-Qur’an) jadi pedoman ~ Sebagai sarana (jalan) masuknya iman

Kelawan Alloh Kang Moho Suci ~ Kudu rangkulan rino lan wengi
Kalawan Alloh Nu maha suci ~ Kudu masrahkeun siang jeung wengi
Kepada Allah Yang Maha Suci ~ Harus mendekatkan diri siang dan malam

Ditirakati diriyadhohi ~ Dzikir lan suluk jo nganti lali 2x
Ditirakatan diriyadhohan ~ Dzikir jeung suluk tong dipohokeun
Diupayakan dan dilatih sungguh-sungguh ~ Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan

Uripe ayem rumongso aman ~ Dununge roso tondo yen iman
Hirupna tengtrem ngarasa aman ~ Eta teh tanda jalma nu iman
Hidupnya tentram merasa aman ~ Itulah rasa pertanda mantapnya iman

Sabar narimo najan pas-pasan ~ Kabeh tinakdir saking Pengeran 2x
Sabar narima najan pas-pasan ~ Kabeh ge takdir kersaning Pangeran
Sabar menerima meski hidup pas-pasan ~ Semuanya itu adalah takdir dari Tuhan

Kelawan konco dulur lan tonggo ~ Kang podo rukun ojo ngasio
Ka dulur, batur, reujeung tatangga ~ Kudu rarukun ulah pasea
Terhadap teman, saudara, dan tetangga ~ Saling rukunlah jangan bertengkar

Iku sunnahe Rosul kang mulyo ~ Nabi Muhammad panutan kito 2x
Eta Sunnahna Rosul nu mulya ~ Nabi muhammad panutan urang
Itu sunnahnya Rosul yang mulia ~ Nabi Muhammad tauladan kita

Ayo nglakoni sakabehane ~ Alloh kang bakal ngangkat drajate
Yu ngalakonan kabehannana ~ Allah nu bakal ngangkat darajatna
Mari jalani keseluruhannya ~ Allah yang akan mengangkat derajat kita

Senajan asor toto dhohire ~ Ananging mulyo maqom drajate 2x
Sanajan handap kaayaan lahirna ~ Tapi mulia maqom darajatna
Walaupun rendah tampilan luarnya ~ Namun mulia kedudukan derajat di sisi-Nya

Lamun palastro ing pungkasane ~ Ora kesasar roh lan sukmane
Mun timang mangsa dina akhirna ~ Henteu kasasar roh jeung sukmana
Saat ajal menjelang di akhir hayatnya ~ Tidak tersesat roh dan sukmanya

Den gadang Alloh swargo manggone ~ Utuh mayite ugo ulese… 2x
Kanyaah Alloh surga tempatna ~ Weuteuh mayitna oge kafanna
Disayang Allah surga tempatnya ~ Utuh jasadnya, juga kain kafannya

Coba ulangi dan resapi maknanya, selain mendahulukan permohonan ampun serta puji-pujian sebagai etika kepada Allah SWT. serta ucapan salam kepada junjungan kita Rasulullah saw., dalam Syi’ir Tanpo Waton juga terkandung banyak makna, seperti:

– Permohonan seorang hamba kepada Rabb-nya akan pentingnya ilmu (pengetahuan), yang tidak sekedar ilmu, namun ilmu yang bisa bermanfaat, dan bisa diamalkan untuk berbuat kebajikan.

– Ajakan untuk mendalami ilmu hakikat, bukan sekedar ilmu syari’at. Ajakan supaya tidak hanya pandai berbicara, menda’wahi orang lain namun dirinya sendiri tidak melakukan apa yang dikatakannya. Ajakan menuntut ilmu yang ditujukan bukan hanya bagi laki-laki, namun juga buat perempuan. Inilah ajaran Islam yang benar-benar menghormati hak-haknya perempuan.

– Peringatan bagi mereka yang pandai membaca mengaji, pintar ilmu agama, pandai tentang Al-Qur’an dan Hadits, namun merasa paling benar sendiri, tidak menghormati perbedaan pendapat (ikhtilaf), malah dengan mudahnya mengkafirkan saudaranya sesama muslim. Mereka lupa, bahwa jika orang yang dianggapnya kafir tersebut tidak sesuai dengan tuduhannya, maka sebagaimana sabda Nabi, maka kekafiran tersebut akan balik ke dirinya sendiri.

– Disinggung pula tentang bahayanya memperturutkan hawa nafsu serta bahaya fitnah dan kemewahan di dunia, yang tidak jarang menimbulkan penyakit hati seperti iri dan dengki kepada tetangga, sehingga mengakibatkan kotor dan gelapnya hati.

– Ajakan untuk menuntut ilmu secara benar untuk memperkokoh tauhid dan supaya bisa beramal buat menyongsong hari kematian, mengetahui hakikat, serta menggapai ma’rifatullah. Keshalihan juga berbanding lurus dengan kedalaman ilmu pengetahuan.

– Senantiasa berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Saw. Selalu berdzikir (mengingat) Allah sehingga memperoleh ketentraman hati, melatih jiwa, sabar dan ridha menerima segala ketentuan Allah. Baik dan menjaga kehidupan yang harmonis dengan orang lain, saudara dan tetangga, sepertihalnya akhlak baginda Nabi Muhammad saw.

– Ajakan untuk mengamalkan ajaran Islam secara paripurna, sehingga bagaimanapun rendah keadaannya di mata manusia, dan serba kekurangan, namun derajatnya akan mulia di hadapan Allah, sehingga Allah pun menyayanginya, wafat dalam keadaan husnul khatimah, dan Surga-lah tempat tinggal terakhirnya.

Mau Download Syi’ir Tanpo Waton?

Bagi sahabat-sahabat yang ingin mendownload/mengunduhnya, Anda bisa mencarinya dan menemukannya link downloadnya di banyak situs/blog. Anda juga bisa mencari, melihat, atau mengunduhnya dari Youtube dengan menggunakan software atau add-on browser khusus, dimana syi’ir ini banyak terdapat di sana, seperti diantaranya:

  1. Syiir Tanpo Waton – Cak Nun & Kiai Kanjeng
  2. Syiir Tanpo Waton – Sagita
  3. Syiir Tanpo Waton – Gus Dur
  4. Serta yang dilantunkan oleh vokalis lainnya, baik yang menggunakan bahasa Jawa maupun bahasa Sunda.

Demikianlah sahabat Rumah Cahaya, artikel yang berjudul Lirik Syi’ir Tanpo Waton yang bisa saya sampaikan ini. Semoga bisa diambil pelajaran, hikmah, dan manfaatnya oleh kita semua. Aamiin.. ~ Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...

Komentar

One Response untuk “Lirik Syi’ir Tanpo Waton 3 Versi Bahasa”
  1. Hidayat Surya says:

    InsyaAllah manfaat…
    Tapi maaf, itu yg dimaksud dalam tulisan ini Kyai Sahlan Krian-sidoarjo, lore rel (utara rel). Mksd Cak Nun mungkin menunjukkan lokasi makam beliau. InsyaAllah bukan seperti yg tertulis diatas.
    Maturnuwun…

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!