Keselamatan Kerja Las Listrik, Asetilin, dll.

July 5, 2013 oleh 4 Komentar
Kategori: Jurnal Teknik Mesin 
Alat Keselamatan Kerja Las

Keselamatan Kerja Las

Sahatab-sahabat, berbicara tentang teori keselamatan kerja las, maka yang harus diperhatikan adalah keselamatan kerja pada juru las, keselamatan pada lingkungan, keselamatan pada mesin las dan juga keselamatan pada perlengkapan lainnya.

Untuk menunjang keselamatan kerja, yang tidak kalah pentingnya juga untuk selalu memperhatikan alat-alat keselamatan kerja las yang mesti dipersiapkan dan nantinya digunakan pada saat bekerja, dimana alat-alat keselamatan kerja ini pengadaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan las yang akan dilakukan.

Baik, akan kita mulai ikuti materi keselamatan kerja lasnya. Lumayan lengkap walaupun tidak benar-benar lengkap, karena beberapa buku pegangan semasa sekolah/kuliah dulu yang terkait dengan hal ini sudah tidak ada lagi entah kemana, bahkan materi yang ditulis ini pun hanya saya dapatkan dari Panduan Proses Produksi pada laboratorium teknik produksi.

A. Keselamatan Pada Juru Las

Bahaya yang mungkin bisa terjadi kepada juru las adalah karena cahaya dan sinar las, karena panas busur listrik sewaktu melakukan pengelasan, dan juga karena gas dari arus listrik, pelindung dari asap las, debu, dan gas.

1. Karena cahaya dan sinar

Pada proses pengelasan terutama pada las listrik, pasti akan timbul cahaya dan sinar yang dapat membahayakan juru las atau pekerja lainnya yang ada di sekitar pengelasan, yaitu: sinar inframerah, sinar ultraviolet, dan cahaya tampak.

Sinar Inframerah. Adanya sinar tidak segera terasa oleh mata, karenanya hal itu lebih berbahaya karena tidak diketahui, tidak terlihat, dan tidak terasa. Pengaruhnya terhadap mata sama dengan pengaruh panas yang menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata dan terjadi penyakit kornea, prebiopia yang terlalu dini dari kerabunan.

Sinar Ultraviolet. Sinar ultraviolet sebenarnya pancaran sinar yang mudah terserap dan mempunyai pengaruh besar terhadap reaksi kimia yang terjadi pada tubuh. Bila sinar itu terserap oleh lensa dan kornea mata manusia melebihi jumlah tertentu, maka pada mata akan terasa adanya benda-benda asing di dalamnya, dalam waktu 6-12 jam kemudian mata akan menjadi sakit selama 6-34 jam, dan kemudian akan hilang sakitnya setelah 48 jam.

Cahaya Tampak. Semua cahaya tampak yang masuk ke mata, akan diteruskan oleh lensa mata dan kornea mata ke retina mata. Bila cahaya yang masuk terlalu kuat, mata akan menjadi lelah dan sakit, tetapi hanya bersifat sementara.

Pelindungnya:

Untuk menjaga atau melindungi mata, maka harus menggunakan kacamata las/topeng las/helm las yang harus mampu menurunkan kekuatan pancaran cahaya tampak, dan juga harus mampu menghisap atau melindungi sinar ultra violet dan sinar infra merah.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Hal yang harus diperhatikan dalam memilih kacamata:

  1. Kaca dari kacamata las harus berwarna gelap.
  2. Harus mempunyai daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak.
  3. Harus mampu menahan cahaya dan sinar yang berbahaya.
  4. Harus mempunyai sifat-sifat yang tidak melelahkan mata.
  5. Harus tahan lama dan mempunyai sifat tidak mudah berubah
  6. Harus memberikan rasa nyaman kepada pemakai.

2. Karena panas busur listrik waktu mengelas

Juru las harus melindungi diri dari timbulnya panas serta loncatan busur api yang tak tentu arah, yang bila terkena kulit dapat mengakibatkan luka bakar dan timbulnya kebakaran pada pakaian. Untuk menjaga agar terhindar dari busur api, maka juru las memakai pakaian las yang tahan terhadap panas (apron), dan juga menjaga pakaian kerja yang terbebas dari minyak atau gemuk.

  • Karena percikan terak. Perlu adanya pembersih terak untuk mengetahui baik buruknya hasil pengelasan. Waktu membersihkan, perlu sekali menjaga terak supaya tidak sampai terloncat ke mata.
  • Karena arus listrik. Banyak juru las atau pekerja lainnya mengalami kecelakaan diakibatkan arus listrik, bahkan sampai tewas. Kadang-kadang dengan kejutan kecil, misalnya: bila orang terkejut lalu jatuh dari tempat yang tinggi. Kemungkinan kejutan listrik bisa disebabkan oleh sentuhan antara badan dengan elektroda atau pemegang elektroda dari mesin las yang tidak terbeban (tidak dipergunakan), bahkan ada yang tersenggol oleh kabel penghubung yang mengalami kerusakan isolator.

Sifat arus yang digunakan:

  • Arus 1 MA hanya menimbulkan kejutan yang kecil dan tidak membahayakan.
  • Arus 5 MA akan memberikan stimulasi yang cukup tinggi pada otot dan menimbulkan rasa sakit.
  • Arus 10 MA akan menyebabkan rasa sakit yang hebat.
  • Arus 20 MA akan menyebabkan terjadinya pengerutan pada otot, sehingga orang tidak dapat melepaskan dirinya tanpa bantuan orang lain.
  • Arus 50 MA sudah sangat berbahaya.
  • Arus 100 MA akan menyebabkan kematian.

Langkah-langkah penanggulangan:

  • Harus menggunakan sarung tangan (welding gloves), sepatu yang berisolator, dan pakaian kerja (apron). Bila badan berkeringat tanpa ada perlindungan, kita harus berhenti dan mengeringkannya terlebih dahulu untuk menghindari adanya hubungan langsung dengan badan.
  • Harus menggunakan kabel dan pegangan yang sempurna.
  • Pemegang elektroda harus diletakkan pada tempat yang berisolator atau digantung bila sedang tidak dipakai.
  • Penggantian elektroda harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Dalam keadaan istirahat, mesin las harus dimatikan.

3. Karena asap las, debu, dan gas

Dalam hal ini, sering seorang juru las mengabaikan pernafasannya, lebih-lebih di dalam ruangan. Dengan udara yang dihisap (mengandung debu, gas, dan asap las), maka dalam waktu yang tidak lama juru las akan menderita sakit pernafasan. Untuk mengurangi hal-hal tersebut perlu adanya ventilasi atau menggunakan pelindung pernafasan.

Syarat pelindung pernafasan:

  • Mempunyai daya tampung yang tinggi.
  • Sesuai dengan bentuk muka.
  • Tidak menggangu pernafasan.
  • Kuat, ringan, dan mudah perawatannya.

B. Keselamatan Pada Lingkungan

Untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan pada lingkungan, misalnya saja bahaya ledakan dan kebakaran, maka perlu adanya penanggulangan.

  1. Bila mengelas tangki, sebelum dilas harus lebih dahulu dibersihkan dari zat-zat yang mudah terbakar.
  2. Untuk mencegah terjadinya kebakaran, jangan mengelas di tempat yang banyak zat yang mudah terbakar.

C. Keselamatan pada mesin las dan perlengkapannya

  • Tempatkan mesin las jauh dari udara yang basah.
  • Biasakan jangan melebihi kemampuan mesin las agar bisa tahan lama.
  • Gunakan kabel penghubung dengan ukuran yang sesuai.
  • Pergunakan alat-alat bantu yang sesuai dengan kegunaannya.

Perlindungan umum:

  • Pergunakan tabir, bila terlalu banyak juru las yang bekerja pada suatu ruangan.
  • Jika pengelasan dilakukan pada ruangan yang berdinding, hendaknya dicat dengan zat-zat yang bisa menyerap sinar-sinar las.
  • Diwaktu hujan, badai, atau angin kencang, mengelas di udara terbuka sangat dilarang, kecuali adanya persediaan yang penting untuk menghilangkan pengaruh-pengaruh yang buruk itu.

Keselamatan Kerja Las dan Pencegahan Kecelakaan

  • Hindarkan bahaya kebakaran, jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar.
  • Periksa sambungan agar tidak bocor, gunakan air sabun untuk mengeceknya, jangan sekali-kali menggunakan api.
  • Sewaktu membuka atau menutup kran tabung, tangan harus bebas dari minyak.
  • Dilarang membuka kran tabung dengan cara dihentakkan.
  • Pergunakan kunci tabung yang khusus, jangan disambung dengan yang lainnya.
  • Biaarkan kunci tabung pada posisi dimana ia dibuka, khususnya pada tabung acetylene.
  • Jangan berdiri di depan regulator ketika membuka katup, berdirilah di sisi lain.
  • Katup tabung sebaiknya dibuka 1/2 kali putaran.
  • Gunakan tekanan kerja yang sesuai untuk pengelasan yang dimaksud.
  • Tutup kembali katup-katup tabung bila telah selesai, beri tanda untuk tabung yang sudah kosong.
  • Dilarang menempatkan tabung dekat dengan sumber panas api, matahari, atau yang lainnya.
  • Tabung ditempatkan pada troli atau disandarkan ke dinding dan harus diikat erat.
  • Jauhkan benda-benda keras yang dapat menimpa tabung.
  • Saat memindahkan tabung gas, tutup pengamannya harus dipasang, dan posisi tabung harus direbahkan.
  • Pakailah alat-alat pengaman operator (kacamata, sarung tangan, baju pelindung, dan sepatu kulit yang baik).
  • Hindari kemungkinan adanya bahaya ledakan akibat terjadinya kontak dengan minyak.
  • Pakaian harus bersih dari minyak dan pelumas.
  • Alat-alat, kran, manometer, dan pipa gas yang rusak jangan dipakai.
  • Dilarang melilitkan pipa gas pada badan di saat mengelas.
  • Jangan biarkan brander menyala jika tidak digunakan.
  • Brander tidak boleh dipakai untuk memukul sesuatu.
  • Panjang dari selang harus diperhitungkan, jangan terlalu panjang atau pendek.
  • Jangan menggunakan selang yang rusak/tua.
  • Hindarkan selang gas dari percikan api.
  • Selang gas tidak boleh berada melintang di tempat jalan.
  • Selang tidak boleh diikat untuk menstop/menghentikan gas walaupun untuk sementara.
  • Usahakan ventilasi udara dapat berjalan dengan baik.
  • Hati-hati dengan gas beracun yang timbul pada saat mengelas.
  • Jangan menggunakan peralatan yang menggunakan bahan dari kayu.
  • Sediakan selalu alat pemadam kebakaran.

Sahabat-sahabat, demikianlah materi tentang keselamatan kerja las yang bisa saya tuliskan. Semoga berkenan dan juga bermanfaat bagi Anda. ~ Cepi Nugraha

Komentar

4 tanggapan untuk “Keselamatan Kerja Las Listrik, Asetilin, dll.”
  1. info yg menarik, keep posting 🙂

    [balas komentar di sini]

  2. TP.Ginting says:

    Mantap sharingnya….

    [balas komentar di sini]

  3. Denis says:

    Sangat bermanfaat trim

    [balas komentar di sini]

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. […] dasarnya keselamatan kerja listrik adalah tugas dan kewajiban dari, oleh dan untuk setiap orang yang menyediakan, melayani dan […]



Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!