Kerikil Dalam Sepatu

Batu Kerikil Dalam Sepatu

Kerikil Dalam Sepatu

Sahabat pengunjung, bukan harga batu kerikil yang akan saya tuliskan, hanya kerikil dalam sepatu yang meskipun hanya sebutir kecil namun sungguh terasa tidak nyaman. Mengganjal, menusuk, bahkan sangat mungkin pula merusak kaos kaki atau stocking kesayangan kita.

Ya, hanya perkara yang terlihat kecil. Seperti halnya batu sandungan yang mampu membuat seseorang terjungkal hingga kaki keseleo, bengkak atau tak mampu lagi dibawa berjalan. Tidak perlu batu berukuran besar, justru kebanyakan batu ini berukuran kecil hingga jarang terperhatikan, sampai kita terjerembab atau tersandung lebih dahulu.

Begitu pula halnya dengan kehidupan. Keshalihan pribadi kita memang mendapat nilai di sisi Allah meskipun hanya sebesar dzarrah (sangat kecil). Tetapi keshalihan sosial kita yang muncul dalam bentuk kebaikan dan keberhasilan seringkali harus berskala besar atau berlangsung terus menerus untuk bisa dilihat, dibicarakan atau dianggap sebagai sebuah kesuksesan.

Meengerjakan pekerjaan kantor dengan baik dan tepat waktu adalah sebuah kebaikan. Tetapi diperlukan kontinuitas dan kejutan-kejutan fenomenal untuk membuat seseorang disebut sebagai karyawan teladan atau employee of the month.

Kerikil Dalam Sepatu Tidak Jarang Melukai

Sebuah keburukan tak perlu menunggu menjadi besar. Bahkan seringkali dalam ukuran yang tampaknya tak berarti dia mampu menjadi topik pembicaraan seantero jagad. Artis yang pernah mencungkil gigi atau menguapnya seorang kepala negara di depan publik bisa menjadi berita besar yang menghebohkan bagi industri media, padahal bisa jadi mereka yang melakukan tidak pernah menyadarinya.

Ibarat kerikil dalam sepatu, cukup sekali kita berkata tajam, bisa jadi sebuah hati akan tertoreh dalam luka hati yang dalam dan berkepanjangan, dan sebuah hubungan kekeluargaan atau persahabatan bisa berakhir begitu saja. Cukup sekali kita mengabaikan amanah dan tabungan kepercayaan yang kita setorkan pada orang lain, namun orang lain tersebut akan kehilangan banyak.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Dosa kecil, seringkali tak terasa dan tak terperhatikan, namun bisa sangat berpeluang untuk menghancurkan kehidupan. Seberapa sering kita mengingat untuk tidak menggibah (membicarakan kekurangan atau keburukan) rekan sejawat, bermuka masam, berburuk sangka, menyuarakan kedengkian dan kebencian, menggelorakan hasad dan iri hati, atau membalas celaan dan cacian?

Bahkan keshalihan pribadi pun tak cukup menolong mereka yang mengabaikan dosa-dosa kecilnya. “Tidak akan masuk surga siapa yang tetangganya tidak aman dari gangguannya” (H.R. Muslim). Meskipun ia ahli ibadah, meskipun ia ahli sedekah. Bahkan seorang wanita telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam sebagai ahli neraka karena telah mengurung kucingnya hingga mati kelaparan. Naudzubillahi min dzalik.

Tidak jarang dengan alasan Hak Azasi Manusia / HAM (yang pada kenyataannya justru mengganggu hak azasi orang lain), dengan seenaknya kita membunyikan musik sekeras-kerasnya, mengganti kenalpot motor dengan suara yang keras dan bising yang sangat mengganggu pendengaran tetangga, dan sebagainya. Atau yang lebih buruk lagi adalah seseorang yang dengan seenaknya membuang sampah miliknya ke pekarangan atau kebun milik tetangga tanpa izin. Padahal satu keterangan berupa hadits di atas tadi sudah cukup jelas bagaimana akibatnya.

Bukankah Allah tidak akan memaafkan kesalahan seseorang terhadap saudaranya selama saudaranya tersebut belum memaafkannya? Bukankah tidak akan dianggap dosa yang kecil jika dosa-dosa yang kecil terus menerus dilakukan?

Sahabat, mungkin kita belum bisa memberikan sesuatu yang berharga buat orang lain, menyayangi mereka, dan memulyakan mereka. Namun setidaknya, mari kita berusaha untuk tidak mengganggu mereka, melukai hati mereka, walaupun hanya dengan perkara yang kelihatannya remeh seperti halnya sebuah batu kerikil.

Buat Zip dan Aisha terimakasih atas bahan “Renungannya”, insyaallah pahala amal jariyah yang akan kalian dapatkan akan mengalir terus-menerus mengalir tanpa terputus. Dan saya berharap, semoga artikel berjudul Kerikil Dalam Sepatu ini bermanfaat pula buat seluruh pembacanya. Aamiin.. ~ Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...
Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!