Keajaiban Air Susu Ibu (ASI)

Keajaiban Air Susu Ibu (ASI)

Keajaiban ASI

Sesaat setelah duduk, saya melihat sebuah buletin yang disimpan oleh istri saya di meja kerja, meja kerja tempat dimana saya biasa bekerja dari rumah. Saya ambil dan membuka lembar demi lembar isi buletin tersebut, dan beberapa minggu kemudian tertulislah artikel Keajaiban Air Susu Ibu (ASI) yang tersaji ini.

“Oki”, terdengan olehnya suara kader memanggil nama itu. Dengan didampingi ibunya, anak balita itu ditimbang, lalu kemudian seorang kader mencatatnya di KMS. Dihampirinya mereka, dan diperhatikan olehnya KMS tersebut, tidak ada masalah pada balita tersebut, baik pertumbuhan maupun perkembangannya. Puji syukur tiada henti ia panjatkan ke hadirat-Nya atas karunia hari itu, bahwa ia masih bisa mencubit gemas balita tersebut.

Takkan hilang dari ingatannya kejadian 42 bulan yang lalu, tatkala seorang ibu hamil (namanya ibu Yuli), belum juga ada tanda-tanda mau melahirkan, padahal usia kandungannya sudah 42 minggu. Kehamilannya adalah yang kedua kalinya. Lalu ia putuskan untuk mengantarkan sang ibu berkonsultasi ke dokter kandungan di kotanya. Dokter memutuskan untuk menterminasi kehamilannya.

Keesokan harinya sewaktu akan berangkat ke Poskesdes, ia sempatkan mampir ke rumah ibu Yuli, karena ia telah mendapat kabar bahwa mereka telah pulang dari dokter. Ia dapati seorang bayi laki-laki yang mungil dan sehat. Ibunya menceritakan proses kelahiran bayi itu dengan Berat Badan (BB) lahir 3800 gr itu.

Hari kedua selagi ia bertugas di Poskesdes, keluarga ibu Yuli menelpon memberitahukan bahwa bayinya kejang-kejang. Ia menyarankan agar bayinya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah 3 hari dirawat kondisinya semakin memburuk, kejangnya tiada berhenti. Dokter memutuskan untuk merujuknya ke RSHS Bandung atau RS Gunung Jati Cirebon. Namun keadaan ekonomi keluarga yang tak memungkinkan, akhirnya dalam kondisi kejang bayi mungil itu dibawa`pulang. Ia coba mencari informasi barangkali masih ada bantuan gubernur atau Jamkesda, atau mungkin SKTM yang masih berlaku, ternyata harapan itu tinggal harapan.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Tiap hari ia sempatkan untuk sekedar menengoknya tanpa bisa berbuat apa-apa. Kondisinya semakin mengkhawatirkan, bayi itu sudah tidak kejang lagi, matanya selalu terpejam, seluruh tubuhnya terlihat lumpuh, tak ada gerakan sedikit pun, termasuk jari-jari tangan dan kakinya, hanya nafas saja yang masih nampak terlihat.

Hal Terlarang Yang Membuahkan Kejaiban

Tiga hari sudah lewat, namun kondisinya tidak ada perubahan, badannya semakin kurus. Dalam hati ia berkata, “Mungkin sebentar lagi bayi ini akan kembali kepada-Nya… Ah, daripada meninggal begitu saja, mendingan ada usaha dulu”. Tiba-tiba terlintas dalam benaknya untuk meneteskan ASI di bibirnya, bibir bayi mungil itu. Usaha yang konyol memang, karena ia tahu dalam keadaan tak sadar tidak boleh diberi asupan apapun karena bisa fatal karena tersedak (aspirasi pneumoni).

Ia pun memberanikan diri meneteskan ASI di bibirnya, dan tidak ada reaksi sama sekali. Ia anjurkan juga pada keluarganya agar sesering mungkin meneteskan ASI. Keesokan harinya tampaklah sebuah keajaiban, bibirnya mulai bergerak-gerak melumat-lumat. Besoknya lagi matanya mulai terbuka, jari-jemarinya pun mulai bergerak. Dan akhirnya kabar menggembirakan itu datang, bayi sudah bisa bergerak aktif dan bisa menetek. Ia berucap Alhamdulillah… karena Allah masih menghendaki keluarga itu untuk mengasuhnya.

Hari-hari selanjutnya kondisi bayi semakin membaik, namun bayi tak dapat bersuara atau menangis. Ia menduga mungkin ada sel-sel sarafnya yang rusak. Tiba-tiba ia dapat ide, mungkin bayi menangis apabila dimasukkan ke dalam air, dan karena memang selama ini bayi hanya dimandikan dengan cara dilap. Saat itu juga dengan pertimbangan kondisi bayi yang sudah stabil, ia mandikan bayi tersebut. Benar saja, begitu dimasukkan ke dalam air hangat, bayi langsung menangis kuat. Alhamdulillah Allah telah mengabulkan do’a semuanya.

Dengan harap-harap cemas, ia terus menyaksikan tahap demi tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Dan sekarang di sebuah Posyandu di tempat ia bertugas, semua terjawab sudah, kecemasan yang selama ini menghantuinya telah sirna. “Yaa Allah.. tidak ada yang menghalangi segala apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang dapat memberikan segala apa yang Engkau larang (tidak kehendaki). Dan tidak ada yang dapat menolak segala apa yang telah Engkau putuskan”.

Demikian sahabat Rumah Cahaya. Artikel Keajaiban Air Susu Ibu (ASI) ini dengan sedikit perubahan saya tulis di blog ini. Artikel ini merupakan tulisan ulang dari sebuah artikel yang terdapat di salah satu buletin khusus untuk bidan, dokter, dan petugas kesehatan lainnya, dengan judul aslinya “Keajaiban Setetes ASI“, yang merupakan pengalaman seorang bidan di Sindangkasih, Majalengka, Jawa Barat, bernama Yayah Rokayah, AM. Keb. Semoga bermanfaat untuk semua… ~Cepi Nugraha

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!