Jenis-jenis Kopling dan Fungsinya

July 8, 2013 oleh 2 Komentar
Kategori: Jurnal Teknik Mesin 
Gambar Kopling

Macam-macam Kopling

Artikel mengenai jenis-jenis kopling dan fungsinya, akan mengisi jurnal teknik mesin di Rumah Cahaya kali ini. Seperti kita ketahui bahwa kopling adalah suatu alat yang digunakan untuk menghubungkan dua unit poros dengan tujuan untuk mentransmisikan daya mekanis. Fungsi kopling adalah untuk menyatukan (menghubungkan-melepaskan) dua bagian yang dapat berputar secara mekanis. Kopling mengatur transfer gaya putar atau torsi dari mesin ke pemindah daya.

Kopling terdiri dari: kopling tetap (coupling) dan kopling tidak tetap (clutch). Kopling tetap digunakan untuk menyambung tetap antara dua poros, sedangkan kopling tidak tetap digunakan untuk menyambung dan melepaskannya.

Kopling tetap harus mempunyai syarat:

  • Harus mudah disambung dan dilepaskan.
  • Harus mentransmisikan daya penuh dari poros.
  • Harus menjaga poros tetap lurus betul/sejajar.
  • Harus tidak ada bagian yang menonjol.

Kopling tidak tetap digunakan menyambung poros-poros dengan tujuan:

  • Digunakan untuk menyambung poros-poros dari unit yang dibuat terpisah dan digunakan untuk melepas guna perbaikan atau penggantian motor dan generator.
  • Digunakan untuk ketidaksejajaran dari poros atau untuk membuat fleksibilitas mekanis.
  • Mengurangi transmisi dari beban kejut dari satu poros ke lainnya.
  • Untuk melakukan perlindungan terhadap beban lebih.
  • Untuk mengubah karakteristik getaran unit yang berputar.

Kopling tetap (coupling) dibagi menjadi:

1. Kopling kaku (lurus segaris)

  • Kopling selongsong (sleeve atau muff coupling).
  • Kopling jepit (clamp coupling).
  • Kopling flens (flange coupling).

Digunakan untuk menyambung poros-poros yang betul-betul segaris lurus.

2. Kopling fleksibel (poros tidak lurus/sejajar)

  • Kopling elastis.
  • Kopling universal.
  • Kopling oldham.

Digunakan untuk menyambung dua buah poros yang mempunyai ketidaklurusan leteral atau angular (samping atau sudut).

Kopling tidak tetap (clutch) dibedakan:

1. Berdasarkan penyambungannya.

  • Kopling gesek.
  • Kopling cakra dan gigi.
  • Kopling magnetik, fluida.

2. Berdasarkan pengoperasiannya.

  • Tuas, tangan, atau kaki.
  • Magnetik atau elektro magnetik.
  • Pneumatik.
  • Hydraulik.

Jenis-jenis Kopling Gesek, Fungsi, dan Teorinya

Pada bagian akhir artikel tentang jenis-jenis kopling dan fungsinya ini kita hanya akan mengulas tentang macam-macam kopling gesek, berikut fungsi/kegunaan dan teori dasarnya. Untuk jenis kopling lainnya saya tidak memiliki pegangan bahannya, jadi mungkin sahabat-sahabat bisa menemukannya di situs web lainnya.

Berdasarkan bidang gesek, dibedakan menjadi:

  • Kopling piringan (disk).
  • Kopling kerucut (cone).
  • Kopling tromol (rim).
  • Kopling sabuk (band).

Berdasarkan penggunaannya:

  • Kopling penyambung (connection clutch). Menyambung dan melepas suatu mesin dari motor yang terus berputar, atau untuk mengubah perbandingan reduksi, atau mengubah arah putaran.
  • Kopling start (starting clutch). Biasanya jenis kopling sentrifugal, yang mentransmisi torsi sepenuhnya pada mesin yang digerakkan hanya pada kecepatan operasional dan motor penggerak dapat distart hampir pada tanpa beban.
  • Kopling pengaman (safety clutch). Yang terjadi slip bila torsi yang disetel dilampaui.
  • Kopling pengarah (directional clutch). Yang menghubungkan atau melepaskan dua buah poros tergantung pada kecepatan relatifnya atau arah dari torsi.

Teori Dasar dari Kopling Gesek

Ada 4 (empat tahap) dalam cara kerja kopling gesek:

Tahap Pertama, Penyambungan: Bidang gesek didorong bersama dan ditekan, poros yang digerakkan. Poros yang digerakkan dipercepat ke kecepatan poros penggerak.

Tahap Kedua, Tersambung: Poros yang digerakkan dan poros penggerak berputar dengan kecepatan yang sama.

Tahap Ketiga, Pelepasan: Bidang kerja dari kopling ditarik terpisah, poros yang digerakkan pelan dan kemudian berhenti.

Tahap Keempat, Kopling Dilepas: Bidang kerja dipisahkan oleh celah, poros yang digerakkan diam, sedangkan poros penggerak terus berputar atau juga diam.

Dalam menganalisanya bisa dilihat pada:

  1. Gaya yang bekerja.
  2. Torsi yang ditransmisikan.
  3. Energi yang hilang.
  4. Kenaikan temperatur.

Sahabat, demikianlah jurnal teknik mesin yang mengetengahkan artikel tentang jenis-jenis kopling dan fungsinya. Besar harapan saya bahwa artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.. ~ Cepi Nugraha

Komentar

2 tanggapan untuk “Jenis-jenis Kopling dan Fungsinya”
  1. Ergy says:

    kurang detail jenis jenis koplingnya

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Ergy,

    Iya Mas.. Seandainya Mas Ergy punya yang lebih detail, boleh dikirim ke kontak saya Mas, nanti akan saya muat di blog ini. Terimakasih…

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 11
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!