'Ulama Pewaris Para Nabi

Bilamana ada seorang atau sekelompok ‘ulama Islam mengeluarkan sebuah fatwa, terkadang kita masih bisa memilih.. apakah kita akan mengikuti fatwa ‘ulama tersebut atau kita tidak akan mengikutinya sepanjang masih ada “perbedaan pandangan atau pendapat” diantara para ‘ulama tentang apa yang difatwakan tersebut. Contohnya masalah rokok, para ‘ulama masih saja dan mungkin akan selalu berbeda pendapat mengenai hukum rokok ini, ada ‘ulama yang menghukuminya haram tetapi ada pula ‘ulama yang menghukumi rokok pada tingkat makruh saja.

Tetapi bilamana ada ‘ulama mengeluarkan sebuah fatwa, dan tidak ada ‘ulama lain yang berbeda pendapat dengannya, maka tentu saja sebagai manusia yang mengaku beriman kepada Allah kita wajib mengikuti fatwa tersebut.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Miliki Ebooknya, Dapatkan BONUSNYA!

Memang sebuah fatwa tidak datang langsung dari Allah tetapi datang melalui perantaraan ucapan para ‘ulama, tetapi ketahuilah bahwa sesungguhnya para ‘ulama adalah pewaris para nabi, dan bila mereka mengeluarkan sebuah fatwa, maka fatwa yang mereka keluarkan tersebut bukan atas keinginan hawa nafsunya, tetapi bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah, yang berarti bersumber dari Allah dan Rosul-Nya.

Sebagai manusia yang beriman maka kita akan merasa tenang-tenang saja jika mendengar keluarnya sebuah fatwa, bahkan kita akan merasa sangat bergembira karenanya, karena kita yakin.. tidak semata-mata seorang ‘ulama mengeluarkan sebuah fatwa kecuali dengan maksud untuk kebaikan bersama.

Tetapi bila kita merasa resah apalagi sampai merasa begitu gerah dan geram dengan keluarnya sebuah fatwa, maka kita tidak harus membenci serta menyalahkan mereka, yang kita perlu hanyalah bertanya kepada diri kita sendiri.. apakah penyebab keresahan tersebut, atau mungkinkah keresahan tersebut timbul akibat kehidupan kita sendiri yang tidak pernah dekat atau mungkin sudah terlalu jauh dari para ‘ulama, sehingga bila mendengar mereka mengeluarkan sebuah fatwa, yang ada di pikiran kita hanya kecurigaan saja, dan senantiasa menganggap remeh apa yang mereka fatwakan karena terasa begitu bertentangan dengan nalar kita yang telah begitu kuat didominasi oleh keinginan (hawa) nafsu serta kecintaan yang berlebihan terhadap duniawi.

Mari kita bersama-sama memperhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Sallam berikut:

“Akan datang suatu masa kepada umatku dimana mereka lari dari para ‘ulama dan fuqaha’, maka Allah akan menurunkan 3 macam musibah kepada mereka, yaitu: 1. Allah menghilangkan berkah dari rezeki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang zhalim untuk mereka; dan 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.”

Apakah mungkin kita termasuk umat yang disebutkan di dalam isi hadits tersebut?. Nau’dzubillah min dzalik..

Jadi, bagaimana harusnya kita bersikap?. Insya Allah sabda Rasulullah SAW. berikut merupakan sikap yang sebaiknya kita lakukan:

“Hendaklah kalian duduk bersama ‘ulama dan mendengarkan perkataan hukama’ (orang bijak), karena sesungguhnya Allah ta’ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan”

Catatan: Kedua hadits Nabi SAW. di atas saya ambil dari kitab “Nashaihul ‘Ibad”, karya seorang ‘ulama besar bernama Imam Nawawi al-Bantani.

Mohon dikoreksi apabila terdapat kekeliruan, dan semoga bermanfaat..!!! Cepi Nugraha