Fatwa ‘Ulama. Apa Yang Salah?

February 24, 2010 oleh 9 Komentar
Kategori: Mutiara Hikmah 

'Ulama Pewaris Para Nabi

Bilamana ada seorang atau sekelompok ‘ulama Islam mengeluarkan sebuah fatwa, terkadang kita masih bisa memilih.. apakah kita akan mengikuti fatwa ‘ulama tersebut atau kita tidak akan mengikutinya sepanjang masih ada “perbedaan pandangan atau pendapat” diantara para ‘ulama tentang apa yang difatwakan tersebut. Contohnya masalah rokok, para ‘ulama masih saja dan mungkin akan selalu berbeda pendapat mengenai hukum rokok ini, ada ‘ulama yang menghukuminya haram tetapi ada pula ‘ulama yang menghukumi rokok pada tingkat makruh saja.

Tetapi bilamana ada ‘ulama mengeluarkan sebuah fatwa, dan tidak ada ‘ulama lain yang berbeda pendapat dengannya, maka tentu saja sebagai manusia yang mengaku beriman kepada Allah kita wajib mengikuti fatwa tersebut.

Memang sebuah fatwa tidak datang langsung dari Allah tetapi datang melalui perantaraan ucapan para ‘ulama, tetapi ketahuilah bahwa sesungguhnya para ‘ulama adalah pewaris para nabi, dan bila mereka mengeluarkan sebuah fatwa, maka fatwa yang mereka keluarkan tersebut bukan atas keinginan hawa nafsunya, tetapi bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah, yang berarti bersumber dari Allah dan Rosul-Nya.

Sebagai manusia yang beriman maka kita akan merasa tenang-tenang saja jika mendengar keluarnya sebuah fatwa, bahkan kita akan merasa sangat bergembira karenanya, karena kita yakin.. tidak semata-mata seorang ‘ulama mengeluarkan sebuah fatwa kecuali dengan maksud untuk kebaikan bersama.

Tetapi bila kita merasa resah apalagi sampai merasa begitu gerah dan geram dengan keluarnya sebuah fatwa, maka kita tidak harus membenci serta menyalahkan mereka, yang kita perlu hanyalah bertanya kepada diri kita sendiri.. apakah penyebab keresahan tersebut, atau mungkinkah keresahan tersebut timbul akibat kehidupan kita sendiri yang tidak pernah dekat atau mungkin sudah terlalu jauh dari para ‘ulama, sehingga bila mendengar mereka mengeluarkan sebuah fatwa, yang ada di pikiran kita hanya kecurigaan saja, dan senantiasa menganggap remeh apa yang mereka fatwakan karena terasa begitu bertentangan dengan nalar kita yang telah begitu kuat didominasi oleh keinginan (hawa) nafsu serta kecintaan yang berlebihan terhadap duniawi.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Mari kita bersama-sama memperhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Sallam berikut:

“Akan datang suatu masa kepada umatku dimana mereka lari dari para ‘ulama dan fuqaha’, maka Allah akan menurunkan 3 macam musibah kepada mereka, yaitu: 1. Allah menghilangkan berkah dari rezeki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang zhalim untuk mereka; dan 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.”

Apakah mungkin kita termasuk umat yang disebutkan di dalam isi hadits tersebut?. Nau’dzubillah min dzalik..

Jadi, bagaimana harusnya kita bersikap?. Insya Allah sabda Rasulullah SAW. berikut merupakan sikap yang sebaiknya kita lakukan:

“Hendaklah kalian duduk bersama ‘ulama dan mendengarkan perkataan hukama’ (orang bijak), karena sesungguhnya Allah ta’ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan”

Catatan: Kedua hadits Nabi SAW. di atas saya ambil dari kitab “Nashaihul ‘Ibad”, karya seorang ‘ulama besar bernama Imam Nawawi al-Bantani.

Mohon dikoreksi apabila terdapat kekeliruan, dan semoga bermanfaat..!!! Cepi Nugraha

Komentar

9 tanggapan untuk “Fatwa ‘Ulama. Apa Yang Salah?”
  1. anang says:

    assalaamualaikum wr. wb… salam kenal mas.. indah sekali tulisan mas… terus dilanjut mas

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas anang, wa’alaikumussalam wr. wb. dan salam kenal kembali..
    Alhamdulillah.. terima kasih atas komentarnya ya mas..

    [balas komentar di sini]

  2. rus_agus says:

    Kesalahan ummah / masyarakat itu karena dosa / kesalahan pemimpinnya. Kesalahan / dosa pemimpin itu karena kesalahan / dosa ulama. Banyak produk2 fatwa ulama yang terlalu lemah karena unsur negosiasi. Fatwa yang sekarang di bahas ini ALHAMDULILLAH jauh dari unsur itu. Kita masih bisa bersyukur mempunyai ulama seperti ini. ( Jadi : Prof . Dr. Yunahar Ilyas, Lc )

    [balas komentar di sini]

  3. surdi lahapiu says:

    Harus ada Fatwa TutuP Pabrik Rokok..

    [balas komentar di sini]

    fatih prasetio Reply:

    fatwa yg ngawur, akan membuat tusukan balik pd yg memfatwakan. belum lg dosa yg akan kita dapatkan dari fatwa yg “ngawur” dr mulut kita.
    fatwa itu berdasarkan 2 sumber terpercaya, Al Quran dan Al Hadits.

    kalo berfatwa tutup pabrik rokok apa dasarnya? mgkn Anda blg demikian karena anda belum prnh melihat secara lgsg bagaimana kondisi di lapangan yg sebenarnya. dg menutup pabrik rokok, bagaimna dg nasib para pekerja pabrik? yg plg prah adlah bagaimna nasib petani? ingat Saudaraku yg terhormat, ada puluhan ribu kebun tembakau di luar sana, ada ribuan nyawa yg bergantung pd pekerjaan pabrik rokok. apakah mereka akan menjadi mati mengenaskan akibat fatwa ngawur????

    [balas komentar di sini]

  4. fathur says:

    Mas, mhn diinformasikan hadist pertama, Akan datang suatu masa kepada umatku dimana mereka lari dari para ‘ulama dan fuqaha’, maka Allah akan menurunkan 3 macam musibah kepada mereka, yaitu: 1. Allah menghilangkan berkah dari rezeki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang zhalim untuk mereka; dan 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.”; yang meriwayatkannya siapa ya? tks

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Fathur,

    Seperti tertulis di catatan pada bagian bawah artikel, bahwa hadits tersebut saya ambil dari kitab “Nashaihul ‘Ibad”, karya seorang ‘ulama besar, shaleh, dan masyhur pada zamannya bernama Imam Nawawi al-Bantani yang menyebarkan Islam di bagian barat pulau Jawa atau Banten.

    Rasanya saya tidak harus menyelidiki lagi hadits yang bersumber dari kitab karya ‘ulama tersebut, apalagi saya hanya seorang awam yang tidak mempelajari musthalah hadits. Tetapi untuk mengikuti ‘ulama tersebut saya pun tidak bertaklid buta, karena saya bersandar pada hadits hasan yang terkenal:

    Al-‘ulama’ waratsatul anbiya’ atau ‘ulama adalah pewaris para Nabi

    [balas komentar di sini]

  5. leo says:

    Assalamualaikum pak, saya mengalami fobia cipratan, bgaimana pak adab setelah buang air kecil atau besar ?, apakah disiram dulu baru istinjak atau sebaliknya, saya sering was2 ketika istinjak terkena cipratan di tubuh atau pakaian saya, saya was2 air saat istinjak tersebut memantul dr lubang wc yang belum tersiram

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Leo,
    wa’alaikumussalam..

    Silahkan mas lihat jawaban saya atas pertanyaan Mas yang serupa di halaman ini: http://rumahcahaya.com/cara-menghilangkan-was-was/comment-page-2/#comment-6417

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!