Cetak Undangan dengan Printer Biasa

August 17, 2013 oleh 11 Komentar
Kategori: Percetakan & Grafika 
Cetak Undangan dengan Printer Biasa

Mencetak Undangan dengan Printer

Selain menggunakan mesin cetak offset, perihal cetak undangan dengan printer biasa juga sering ditanyakan oleh beberapa pengunjung Rumah Cahaya, serta beberapa member panduan usaha percetakan buat pemula, dimana panduan tersebut memang lebih cenderung ke pencetakan offset. Diantara pertanyaannya adalah kurang lebih seperti ini:

“Kang Cepi, apa-apa saja dari barang cetakan (seperti undangan misalnya) yang bisa dicetak dengan menggunakan printer biasa? Dan apakah untuk bikin undangan perkawinan itu harus memakai scanner?”

Untuk menjawab pertanyaan terkait dengan cetak undangan dengan printer biasa ini, maka saya bisa memberikan jawaban sebagai berikut:

Hampir semua barang percetakan, baik itu undangan, brosur, kartu-kartu, dan sebagainya yang berbahan kertas, bisa dicetak menggunakan printer biasa atau printer rumahan (inkjet printer). Termasuk diantaranya adalah bahan sticker Cromo, yaitu bahan stiker yang mempunyai permukaan berwarna putih agak mengkilat.

Memang ada pula jenis kertas yang tidak bisa dicetak menggunakan printer inkjet tersebut, seperti kertas Kensdruk (Art Paper). Namun penyebab tidak bisa dicetaknya tersebut bukanlah pada printernya, melainkan pada jenis tinta yang digunakan. Jadi untuk bisa mencetak di atas permukaan Art Paper, janganlah menggunakan tinta inkjet biasa, namun harus menggunakan tinta inkjet tertentu yang bisa diperoleh dengan mudah di pasaran.

Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah ukuran dari barang cetakan yang akan dibuat. Tentunya, jangan sampai mencoba mengerjakan barang cetakan yang lebar bahannya lebih besar daripada lebar area kertas printer, karena tidak akan masuk printer. :D

Sementara untuk scanner, alangkah baiknya jika dimiliki. Scanner bisa membantu kita untuk memindai foto-foto, meniru gambar atau desain dari barang cetakan yang dijadikan contoh, memindai blanko cetakan untuk penempatan naskah yang lebih cepat dan tepat, dan lain-lain.

Tapi bukan berarti jika tanpa scanner kita tidak bisa mengerjakan undangan pernikahan dan barang percetakan lainnya. Karena foto-foto bisa langsung kita ambil dari CD, Flashdisk, atau kartu memori. Gambar atau desain juga bisa kita tiru dari sampel yang ada dengan cara melihatnya. Untuk posisi naskah di blangko bisa menggunakan mistar, dan sebagainya, meskipun tentunya ada beberapa hal yang sulit atau tidak bisa dilakukan tanpa adanya scanner.

Cara Cetak Undangan dengan Printer Biasa

Cara mencetak undangan dengan printer biasa atau printer rumahan sama halnya dengan cara mencetak dokumen-dokumen yang lainnya. Tapi ada beberapa syarat yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:

  • Kita harus bisa menjalankan aplikasi desain grafis, minimal satu aplikasi saja, misalnya CorelDraw, supaya kita bisa membuat desain yang memiliki nilai estetika atau nilai seni yang cukup bagus untuk dilihat.
  • Jika undangan atau barang cetakan yang akan dibuat jumlahnya cukup banyak, maka supaya tidak terus menerus mengisi ulang tinta printer, sebaiknya gunakanlah printer dengan tinta infus.
  • Usahakan tidak melakukan pencetakan dengan warna yang ngeblok (rata dan gelap), karena selain menghamburkan tinta, bisa membuat kertas basah secara berlebihan.
  • Andaikan mencetak undangan menggunakan printer biasa ini merupakan bisnis kita, maka sisihkanlah sebagian dari keuntungannya sebagai anggaran untuk membeli printer yang baru di kemudian hari bilamana printer mengalami kerusakan. Karena, dengan jumlah cetakan yang cukup banyak dan terus menerus, maka kemungkinan printer cepat rusak sangatlah besar.
  • Kalau bisa, miliki persediaan kertas yang paling sering digunakan untuk keperluan cetak konsumen di sekitar kita, supaya saat ada pesanan serupa kita tidak mendadak belanja kertas, kecuali jika toko kertasnya memang dekat.
  • Dan sebagainya, yang pastinya tidak terlalu ribet dan sulit untuk kita lakukan.

Demikian sahabat-sahabat. Semoga jawaban saya ini juga bisa berguna buat Anda yang memiliki pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan di atas, terkait cetak undangan dengan printer biasa atau printer rumahan yang Anda miliki. ~ Cepi Nugraha

Komentar

11 tanggapan untuk “Cetak Undangan dengan Printer Biasa”
  1. Zamroni says:

    Saya akan membuat kartu nama, stiker dan brosur untuk keperluan sendiri. Dengan printer apa dan kertas apa yg bisa saya pakai?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak Zamroni,

    Dengan printer inkjet warna merk apapun sudah cukup baik hasilnya. Tapi kalau jumlahnya banyak dan pembuatannya terus-menerus, sebaiknya pergunakan printer dengan tinta sistem infus.

    Buat kartu nama bisa memakai kertas Tik, Glossy paper, kertas Concorde, Buffalo, dll. yang cukup tebal.

    Untuk sticker bisa menggunakan bahan sticker Cromo yang agak mengkilat atau bahan sticker HVS.

    Sementara untuk membuat brosur Bapak bisa menggunakan kertas HVS, atau inkjet iaper. Pakai art paper bisa lebih bagus, tapi tidak bisa menggunakan tinta printer biasa, namun harus pakai tinta art paper.

    [balas komentar di sini]

    afe Reply:

    Trims pencerahannya pak. Tanpa bermaksud promosi merk apapun bisakah bapak beri rekomendasi merk printer ygbagus untuk keperluan diatas namun harga terjangkau?
    Karena skalanya masih rumahan (bikin kartu untuk konsumsi pribadi namun ga nutup kemungkinan suatu hari terima order undangan/kartu ucapan sesekali ) modal saya juga rumahan pak. Mohon pencerahannya. Thanks

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Afe,

    Merk printer warna yang banyak dipakai biasanya Epson, tipenya apa saja. Yang memiliki 4 tabung tinta juga sudah cukup bagus, namun kalau mau yang lebih bagus kualitas hasil cetaknya, maka pilihlah yang memiliki 6 tabung tinta.

    [balas komentar di sini]

    hary Reply:

    bravo bang Cepi Nugraha,
    Semakin banyak jumlah ink tank pada printer akan semakin “bagus” hasil cetakannya. Tentunya jika hasil cetak diukur pada kepuasan karya, akan mengabaikan sisi harga yang dikeluarkan, sepertinya begitu ya. Namun saat ini dengan merk tinta yang compatible pada print head berteknologi piezo, semisal tinta pigmen “artpaper” juga sedikit melegakan kantong tanpa harus menguras kocek sedalam harga tinta original.
    Kalau menurut Bang Cepi Nugraha, riilnya inkjet printer vs laser printer menguntungkan mana untuk dijagokan sebagai pencetak pada bisnis skala rumahan?
    Terima kasih atas kepedulian berbaginya.
    Salam. Hary

    [balas komentar di sini]

  2. Abdurrahman Fauzi says:

    Sangat senang bisa tau sesuatu yang sampai kini masih awam bagi saya. Saya berminat dengan bidang usaha ini. Makasih.

    [balas komentar di sini]

  3. yulianthari says:

    Mau tanya dong, kalo mau print kraft paper, tapi pengen tinta putih itu bisa ga?
    Thank You

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Yulianthari,

    Wahh.. saya gak bisa jawab. Saya tidak tau apakah bisa ngeprint menghasilkan tinta putih atau tidak, karena kalau dulu, jika mengeprint bagian putih, maka tidak keluar tinta dari printer.. tidadak tau kalau dengan printer saat ini, saya belum mencobanya.

    [balas komentar di sini]

  4. ade says:

    pak cepi mau nanya

    saya kemaren dapat order untuk buat surat yasin, suratnya sih udah siap cuma saya bingung bikin covernya

    kertas yang cocok untuk membuat covernya apa ya
    printer saya epson l350 tintanya masih asli bawaan epson

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak Ade,

    Printer biasanya saya pakai hanya untuk mengerjakan beberapa halaman pembukaan isi buku Yasinnya, sementara untuk covernya saya bisa membeli bahan kertas Kenstrook (Art Paper) dari toko kertas, kemudian disablon.

    Atau yang lebih praktis adalah, saya membeli cover Yasin yang sudah jadi (blanko) dan biasa dijual di pasaran. Cover tersebut biasanya sudah dikasih warna, sperti hijau, biru, dan hitam, serta telah difoil emas dengan bentuk bingkai serta tulisan kaligrafi Arab beruppa do’a untuk almarhum/ah (jangan tertukar do’anya nanti, soalnya ada yang khusus untuk laki-laki dan ada yang khusus untuk perempuan). Kemudian di atas covernya tinggal ditambah naskah yang diperlukan, seperti nama almarhum/ah, yang bisa dengan cara disablon atau difoil menggunakan warna emas.

    Karena jilid tadi dari kertas Art Paper, maka biasanya tinta biasa tidak bisa dipakai untuk mencetak sesuatu di atasnya, namun harus menggunakan tinta Art Paper. Nah, jika kita tetap ingin memanfaatkan printer dengan tinta bawaannya, maka alternatifnya cari di toko kertas jenis kertas lain yang cukup tebal serta pantas untuk dipakai sebagai cover buku Yasin.

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 11
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!