Cara Menghilangkan Was-was

Cara Menghilangkan Was-was Dalam Wudhu, Shalat, dsb.

Berwudhu’

Was-was merupakan lintasan-lintasan hati yang berlebihan dan tidak diinginkan. Bisa berkenaan dengan masalah aqidah seperti memikirkan tentang Dzat Allah atau membanding-bandingkan-Nya dengan makhluk. Bisa berkenaan dengan masalah syari’ah yang biasanya terkait masalah fiqh seperti pada saat menghilangkan najis terasa belum suci, saat berwudhu atau mandi besar (junub) seolah airnya belum lewat dengan sempurna, shalat merasa kurang pas dalam niat, kurang sempurna dalam bacaan, serta berniat membatalkan shalat yang tengah dilakukan. Bisa juga berkenaan dengan akhlaq seperti ucapan-ucapan hati yang kotor, hina, dan sebagainya yang sebetulnya itu semua itu sebenarnya ‘tidak diinginkan’ oleh penderitanya (karena hanya lintasan hati tadi), itulah ciri-cirinya.

Was-was sangat mengganggu penderitanya, mengakibatkan perasaan tersiksa dan sangat tertekan (stress berat), bahkan pernah didapati diantara penderitanya ada yang sampai masuk ke rumah sakit jiwa. Tak hanya bagi penderita, penyakit ini juga bisa mengganggu orang-orang yang berada di sekitarnya, misalnya di saat ia berlama-lama di kamar mandi akibat waswas-nya, maka orang lain yang ingin memakai kamar mandi tersebut juga merasa sangat terganggu karena harus menunggu lama dan membuat aktifitasnya pun terhambat.

Penyakit was-was membuat waktu yang sangat berharga terbuang percuma. Pernah ada satu cerita dimana seorang karyawan yang dikeluarkan oleh sang majikan dari tempat kerjanya gara-gara penyakit was-was ini akibat ia sering terlambat melakukan pekerjaan karena was-was yang dialaminya. Yang lebih parah dari itu, penderitanya bisa sampai enggan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama karena merasa stress dan capek saat menghadapi was-wasnya, padahal hati nuraninya tidak menghendaki. Ya, memang beragam cara syetan menggoda manusia dengan maksud menjerumuskannya.

Bila ada diantara kita yang melihat atau mengalami gejala penyakit ini, maka perlu untuk dikasihani, jangan malah seolah disudutkan. Obat was-was harus segera dicari, karena jika terlambat, bisa terus mengarah ke penyakit lain yang obat serta penyembuhannya lebih sulit lagi didapatkan, walaupun terkadang penyakit was-wasnya sendiri sudah sembuh. Salah satu penyakit tersebut adalah penyakit galat atau kaku dalam melafalkan bacaan sholat, dzikir dan do’a, karena lidah dan hatinya seolah-olah kaku atau galat untuk mengucapkan bacaan-bacaan tadi, akibat dari penyakit waswas yang dideritanya terdahulu. Jika sudah timbul penyakit seperti ini, maka seolah obatnya hanyalah ‘keajaiban’ saja.

Penyebab Timbulnya Was-was

Yang saya ketahui, penyakit was-was timbul akibat minimnya pengetahuan dan pemahaman kita tentang agama, terutama dalam masalah aqidah, seperti pengetahuan mengenai sifat-sifat Allah, dan juga pengetahuan tentang masalah fiqih (syari’at) seperti cara bersuci yang baik, rukun dan syarat sah sholat, dan sebagainya, dimana di saat yang sama pula keinginan untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah sangatlah kuat. Mungkin hal inilah yang mengakibatkan terbukanya celah sebagai pintu masuknya syetan untuk menggoda serta membisikkan perasaan ragu ke dalam hati, sehingga pada saat melakukan aktifitas ibadah rasa was-was pun menjangkiti.

Hal ini juga sejalan dengan pendapat al-Imam Abu Hamid al-Ghozali yang mengatakan, “Was-was itu penyebabnya ada dua. Pertama, bodoh terhadap syari’at. Kedua, adanya kekacauan dalam akal atau pikiran. Dan keduanya merupakan kekurangan dan aib yang paling besar dalam diri seseorang.”

Bodoh terhadap syari’at bisa menyebabkan melaksanakan ibadah dikira-kira sendiri, dan jika berhati-hati, cenderung berlebihan karena tidak didasari ilmu. Sedangkan kekacauan akal pikiran bisa menyebabkan kita mengulang-ulang perbuatan yang sama.

Cara Menghilangkan Was-was (Obat Was-was)

Cara menghilangkan was-was atau mengobati was-was adalah dengan melihat penyebabnya. Bila penyebabnya adalah karena ketidaktahuan masalah rukun dan syarat sah shalat misalnya, maka pelajarilah cara shalat yang benar sebagaimana Rasulullah SAW shalat. Datangilah para ‘alim ‘ulama (ahlinya) dalam hal ini, supaya tidak salah dalam belajar.

Senantiasa pula untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT, seperti dengan membaca salah satu ayat dari surah al-Mu’minun: “Wa qur rabbi a’udzubika min hamazatis syayathin” – Artinya: “Dan katakanlah: Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan Syaitan” (Q.S. al-Mu’minun: 97)

Atau dengan membaca surat an-Nas: “Qul a’udzubirabbinnasi Malikinnasi Ilahinnas. Min syaril-waswasil-khannas. Aladzi yuwaswisu fi sudurinnasi minal jinnati wannas.”Artinya: “Katakan (wahai Muhammad) aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Dzat yang memiliki semua manusia. Tuhan seluruh manusia. Dari kejelekan godaan syetan yang membisikkan kebimbangan di hati manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. an-Nas).

Di dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, “A’udzubillahis sami’il ‘alimi minas syaithanirrajim min hamajihi wa nafkhihi wa naftsih” – “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari Syetan yang terkutuk, dari godaannya, dari tipuannya, dan bisikannya.”

Cara Menghilangkan Was-was Dalam Perkara Aqidah

Dalam hadits lain juga Rasulullah SAW bersabda, “Salah satu dari kalian bisa saja didatangi syetan seraya bertanya kepadanya, ‘Siapa yang menciptakan kamu?’ Maka dia menjawab, ‘Allah’. Lalu syetan bertanya lagi, ‘Siapa yang menciptakan Allah?’ Apabila salah satu diantara kalian mendapati hal itu pada dirinya, hendaknya ia berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. Ucapan itu akan menghilangkan (was-was) tersebut.” (H.R. Ahmad)

Bila was-was membisikkan kata-kata keji da kotor, bahkan kata-kata yang dianggap murtad padahal kita tidak menginginkannya, maka caranya ialah dengan ‘mengacuhkannya’ sehingga was-was ini berangsur hilang.

Cara Menghilangkan Was-was Dalam Berwudhu’ dan Shalat

Dalam berwudhu, tak luput Syetan pun menebarkan waswas, seperti Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam wudhu itu ada syetan, yang dinamakan Walhan. Maka hati-hatilah terhadap was-was air.” (H.R. Ibnu Majah).

Ibnu Majah mengatakan, “Secara bahasa Walhan itu artinya yang hilang akalnya atau tamak untuk menguasai sesuatu. Syetan wudhu disebut Walhan, bisa jadi karena getolnya dia dalam menebar was-was pada orang yang berwudhu. Atau karena perbuatannya itu membuat orang yang wudhu jadi bingung dan linglung seperti orang yang hilang akalnya. Ia tidak tahu bagaimana syetan bisa ngerjain dia, sampai ia tidak tahu apakah air yang dituang sudah membasahi anggota wudhunya atau belum. Atau sudah berapa kali ia telah membasuh anggota wudhunya.”

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Meneladani Rasulullah sebagai cara menghilangkan was-was. Amr bin Syueib bercerita dari kakeknya bahwa, “Ada seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah SAW, ia bertanya tentang wudhu. Lalu beliau memberinya contoh 3 kali 3 kali. Kemudian beliau bersabda, “Beginilah cara berwudhu, barang siapa yang melakukan lebih dari itu, berarti ia telah menyalahi (sunnahku), zhalim dan melampaui batas.” (H.R. Ibnu Majjah).

Dalam sebuah hadits, ‘Umar bin Abi al-‘Ash pernah mengadukan keadaan dirinya kepada Rasulullah SAW tentang shalatnya. Maka Nabi SAW bersabda, “Itu Syetan yang bernama Khanzab. Jika kau merasa diganggunya, berlindunglah kepada Allah dari godaannya (A’udzubillahi minassyaithanirrajim), dan tiuplah ke arah kirimu 3 kali. Maka Utsman bin Ash melakukan hal tersebut dan ia tidak pernah lagi diganggu oleh waswas syetan.” (H.R. Muslim)

Jangan mempercayai segala bentuk gangguan atau perasaan yang menggiring terhadap sikap keragu-raguan. Seperti yang diriwayatkan oleh Abi Daud, Ahmad, dan Baihaqi bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ada diantara kalian ketika shalat merasakan ada yang bergerak dalam duburnya, seperti berhadats atau tidak dan dia ragu, maka janganlah dibatalkan shalatnya, sehingga mendengarkan suaranya atau mencium baunya”

Dan dalam riwayat lain, Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, ‘Jika salah seorang dari kalian shalat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat ia telah shalat. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal seperti itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Imam Assya’bi berkata: “Bagiku, shalat dengan keadaan hadats besar lebih baik, daripada aku harus mengulangi wudhu untuk Syetan”

Ajaran agama Islam tidak pernah mempersulit ummatnya. Justru sebaliknya, Islam hadir di muka bumi untuk memberikan kemudahan dan jalan keluar dari berbagai kesulitan yang ada. Oleh sebab itu, segala sikap yang cenderung berlebih-lebihan dan mempersulit diri dalam beragama sangatlah tidak dibenarkan karena hal ini dapat menimbulkan sikap was-was.

Berprasangka baiklah terhadap Allah dan tanamkan keyakinan bahwa “Allah tidak membebani seorang hamba kecuali sesuai dengan kemampuannya”. Rasulullah Muhammad SAW pun bersabda: “Bila kalian diperintah untuk menjalankan suatu ajaran, maka lakukan semampumu dan apabila kamu dilarang dari suatu tindakan, maka tinggalkan ia secara total”.

Ketika kita berwudhu atau mendirikan salat, berarti kita menjalankan perintah Allah, maka kita lakukan itu semampu kita dengan meninggalkan rasa ragu yang ada dalam hati kita. Apakah wudhu dan salat kita diterima atau tidak, apakah wudhu dan salat kita sempurna atau tidak, kita serahkan itu semua kepada Allah dengan tanpa keraguan.

Menurut Imam al-Ghazali, cara menyembuhkan was-was di saat berwudhu dan shalat adalah dengan memantapkan hati bahwa wudhu dan shalat kita hanya untuk Allah Ta’ala.

Kita harus yakin bahwa Allah maha menerima akan semua ibadah kita baik yang sempurna maupun yang tidak. Kita juga harus berhusnuzhan (berbaik sangka) terhadap Allah, bahwa ibadah kita yang kurang sempurna akan diampuni oleh Allah karena kita telah berusaha sekuat tenaga.

Bagi yang was-was karena berkeyakinan bahwa melakukan niat harus bersamaan dengan membasuh muka ketika wudhu, atau bagi yang was-was karena keyakinan bahwa melafazkan dan melakukan niat shalat harus bersamaan dengan mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram (mengucapkan Allahu Akbar), dan akhirnya merasa kesulitan untuk melakukan niatnya secara bersamaan, baik yang membasuh mukanya ketika wudhu atau takbiratul ihram ketika sholat, maka ketahuilah:

Bahwa niat, baik dalam wudhu maupun salat sebenarnya masalah ringan dan cukup dengan sebersit rasa bahwa kita melakukan shalat atau wudhu karena Allah. Itu sudah cukup. Adapun melafalkan dan melakukannya secara bersamaan dengan membasuh muka atau dengan takbiratul ihram itu hukumnya sunnah, tidak wajib. Lakukanlah sekali saja, jangan mengulang-ulang. Jika masih saja ragu, tinggalkan perasaan itu dan percayalah bahwa ibadah Saudara SAH dan DITERIMA Allah SWT.

Demikian juga pada saat menghilangkan hadats besar (mandi junub), cukup dengan membaca basmalah, membersitkan niat (tidak wajib dilafalkan), dan mengalirkan air ke seluruh anggota badan serta tidak perlu menggosoknya. Tidak usah kita teliti apakah seluruh badan kita telah tersiram air, namun cukuplah dengan prasangka bahwa kita telah menyiram seluruh anggota badan.

Adapun cara untuk membersihkan najis setelah buang air kecil atau besar, adalah dengan berdehem sebanyak 3 kali dan sedikit menekan pada jalan kemaluan dengan memerut ‘bagian’ laki-laki, lalu dibasuh dengan air dengan cara mengusapkan ujung jari ke tempat keluarnya najis. Jika kemudian dirasa ada yang keluar dari jalan kemaluan depan atau pun belakang, padahal tidak diyakini benar atau tidak keluarnya hadats itu, maka itu hanya sekedar perasaan dan jangan dihiraukan, anggaplah itu adalah air sisa basuhan tadi.

Al-Imam Abu Hasan Asy-Syadzili mengajar para muridnya cara menghilangkan was-was dan perasaan khawatir sebagai berikut, “Siapapun yang merasa waswas dan khawatir, letakkanlah tangan kanannya di dada sambil membaca 7 kali bacaan berikut: Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabarakas-muka wa ta’ala jadduka wa la ilaha ghayruka.” Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu, Maha Suci Nama-Mu, Maha Tinggi Kemuliaan-Mu, dan tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.”

Setelah itu lalu membaca firman Allah SWT berikut ini: “In yasya’ yudzhibkum wa ya’ti bikhalqin jadid.” Artinya: “Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mengganti kalian dengan makhluk yang baru.” (Q.S. Ibrahim: 19)

Menanggapi bisikan syetan dan lintasan hati yang ditimbulkannya hanya akan membuat penderita makin stress saja, kepala seakan mau pecah jika terus melawannya dengan cara tersebut, dan was-was pun bukannya sembuh malahan semakin menjadi. Perlawanan yang paling baik adalah dengan cara tidak menanggapi atau mengacuhkannya terhadap apapun bentuk was-was ini, dan percayalah hal ini merupakan salah satu obat mujarab di samping pengetahuan agama dan bacaan-bacaan do’a tadi, sehingga penyakit was-was yang diderita akan berangsur sembuh. Insyaa Allah..

Semoga bermanfaat ~ Cepi Nugraha

Komentar

172 tanggapan untuk “Cara Menghilangkan Was-was”
  1. rudrud says:

    Assallamuallaikum wr wb
    Terimakasih atas tulisan ttng cara mengilangkan was was dng ini .. Sy sampai terharu membacanya dn tak jarang menitikkan air mata krn ap yg anda tulis ttng was was dn keraguan trsbt semua sy alami dan sangat mengganggu sekali .. Kini insya allah dr tulisan anda ini, semakin kuat niat utk menghilangkan rasa keragu-raguan kpd allah dan rasul allah terutama dlm hal menjalakan ibadah kt .. Niat krn Allah .. Smg kt semua org” yg d selamatkan oleh allah .. Amin 🙂

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas/ Pak Rudi,
    Wa’alaikumussalam wr wb.

    Aamiin yaa Rabbal’aalamiin..
    Semoga Allah menghilangkan dan menghindarkan segala bentuk waswas dari kita semua, supaya pengabdian kepada-Nya tak terkendala olehnya, karena kita semua pastinya menginginkan dalam menjalankan ibadah itu disertai dengan ketenangan, dan khusu’.

    [balas komentar di sini]

    taufik Reply:

    terimah kasih atas tulisan ini tentang cara menghilangkan was was,aku smpek terharu membacanya.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Taufik,

    Terimakasih kembali… semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..

    [balas komentar di sini]

  2. nordalila muhamad radzi says:

    Assalam mas cepi artikel ini benar benar manfaat..syukran jazilan!

    [balas komentar di sini]

  3. Helmy says:

    Trimakasih atas bantuannya

    smoga dengan ku mmbca kata” di atas pnykit was”ku ini hilang….amiin

    terima kasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak/Mas Helmy,

    Terimakasih juga atas kunjungannya ke blog saya. Semoga penyakit waswas yang Bapak/Mas derita Allah sembuhkan. Aamiin..

    [balas komentar di sini]

  4. Damsud says:

    Terimakasih… sangat bermanfaat sekali, semoga Allah membalas kebaikan anda. semoga was-was sembuh. Amiin…

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Damsud,

    Terimakasih kembali atas kunjungan serta do’anya. Aamiin, semoga Allah menyembuhkan..

    [balas komentar di sini]

  5. Naufal says:

    Mksh infonya sy jga kna was-was jd skli lg mksh

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Naufal,
    terimakasih kembali..

    Semoga penyakit waswasnya segera Allah sembuhkan. Aamiin..

    [balas komentar di sini]

  6. Naufal says:

    Mksih atas doanya ya kak dan stu lgi sya msih 16 thn

    [balas komentar di sini]

  7. Hendra says:

    Mksih bnyk….
    Klau misalkan diacuhkan bukan berarti kita mengiyakan bisikan tersebut kan ????
    Ana sngat takut jtuh kpda kkfuran n kmurtadan

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Hendra,
    Terimakasih kembali…

    Benar Mas. Mengacuhkan tidak berarti kita mengiyakan, tapi justru untuk mengurangi bahkan menghilangkan bisikan atau lintasan hati yang tidak kita inginkan. Tenangkan saja Mas, Allah Maha Mengetahui kok apa yang sebenarnya lagi terjadi. Allah mengetahui bahwa bisikan-bisikan tersebut sebenarnya sangatlah tidak kita inginkan, dan Allah pun mengetahui lurusnya aqidah kita.

    Justru bila kita lawan bisikan-bisikan tadi, bukan kesembuhan yang akan kita dapatkan, tapi malah sebaliknya, bisikan-bisikan tersebut akan semakin menjadi-jadi, menimbulkan stress berat, dan akan mengundang berbagai macam penyakit lainnya seperti penyakit maag, dan sebagainya.

    [balas komentar di sini]

    Hendra Reply:

    Mksih bnyak iya Alloh Maha mengetahui.. Sgla sesuatu……
    Dan alhmdulilah skrg ana pnya obat khusus yaitu
    Sholawat……. 🙂

    [balas komentar di sini]

  8. Aep Sutrisna says:

    Assalamualaikum…

    Alhamdulillah,, semoga penulis mendapatkan pahala dari Allah atas ilmu yang disampaikannya,, dan semoga kita semua dijauhkan oleh Allah dari Was-Was….

    Aamiin….

    Apa yang disampaikan memberikan kejelasan bagi saya dalam memahami kata was-was ketika membaca syarah Sulam At-Taufik hal 11

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kang Aep,
    Wa’alaikumussalam..

    Terimakasih ya kang atas kunjungannya ke blog ini, dan terimakasih pula atas do’anya. Aamiin Yaa Mujibassaa-iliin..

    [balas komentar di sini]

  9. Nas says:

    assalamualaikum,saya juga mengalami penyakit ini,sangat menyusah kan saya,dan lidah saya pun ikut kaku dalam bacaan sholat,semoga Allah menyembuhkannya,amiiin

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Nas,
    wa’alaikumussalam..

    Kalau lidah sudah kaku seperti itu memang berat ya.. dan sangat menghambat aktifitas ibadah. Aamiin, semoga Allah segera menyembuhkan, karena bagi-Nya tidak ada hal yang sulit.

    [balas komentar di sini]

  10. Nas says:

    iya berat banget,kadang2 kalau saya sholat jamaah imam udah salam tapi saya belum salam karena lambat dalam bacaannya,tapi yang mengherankan saya kadang2 lidah saya gak kaku kadang2 kaku gitu,oya,emang teman2 mas disana ada ya yang mengalami lidah kaku kayak saya ya???

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Saya mengalaminya, bahkan hingga saat ini.. dan parahnya lagi untuk mengucapkannya di hati pun sulit. Mulanya dulu ingin memperbagus mahkrajul huruf saat kalimah diakhiri dengan huruf “mim”, namun malah susah dan merembet ke seluruh bacaan. Kaku/galat lidah yang saya alami itu datang saat mengerjakan ibadah-ibadah seperti shalat, berdo’a, membaca Qur’an, dll. Tapi jika sedang ngobrol atau memimpin do’a, cenderung lancar..

    Namun karena pentingnya melaksanakan ibadah, apalagi ibadah wajib, maka para guru mengajarkan untuk tetap melaksanakan ibadah sesuai yang kita mampu. Misalnya untuk melaksanakan sholat fardhu yang hukumnya wajib, tetap saja kita harus shalat walaupun tidak dengan bacaan sama sekali (kalau sudah benar-benar tidak bisa), yaitu cukup dengan gerakan-gerakan dan lamanya shalat seperti sedang shalat dalam keadaan normal.

    Bila terlambat dari selesai mengerjakan shalat tidak mengganggu aktifitas yang lain, mungkin masih mending ya.. tapi bila keterlambatannya bisa menyebabkan terganggunya aktifitas yang lain, maka bisa dipilih bacaan-bacaan yang wajibnya saja, dan meninggalkan yang sunnatnya. Misalnya:

    – Cukup membaca al-Fatihah dan tidak membaca yang lain saat berdiri shalat
    – Cukup ruku’ dan sujud, tanpa membaca tasbih, atau membacanya hanya 1 kali.
    – Cukup berdiam sejenak (tu’maninah) saat i’tidal setelah ruku’ atau saat duduk diantara 2 sujud, tanpa mengucapkan bacaannya.
    – Cukup membaca shalawat sampai Allahumma shalli ‘ala (Sayyidina) Muhammad, lalu salam.

    Kita saling bantu do’a ya… Semoga Allah segera menyembuhkan, karena kita juga kan ingin melaksanakan ibadah dengan lancar seperti yang lain.. Aamiin

    [balas komentar di sini]

    nas Reply:

    iya bener,yang penting kita tidak boleh nyerah,terus beribadah,sholat,oya,mas udah pernah konsultasi ke ustaz belum?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Sudah Mas, dan sebagian jawaban yang saya berikan juga berasal dari para ustadz dan kyai..

    [balas komentar di sini]

  11. succya virgani says:

    Asalamua’laikum ,..
    alhamdulillah ,semoga dengan cara ini bisa menghilangkan was-was yg ada di diri ana,dan dengan lwat jlan ini ana bisa mengerjakan perintah Allah SWT,dengab kusyu’ amiin…
    teruslah beri inspirasi yang bermanfaat melewati tulisan ini,insyallah Allah SWT akan membalas dengan pahala yg setimpal,

    syukron ,jzk ,,,ya akhi……..

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Succya,
    wa’alaikumussalam..

    Aamiin, jazakillah ya ukhti atas kunjungan dan do’anya…
    Semoga Allah menyembuhkan setiap was-was yang sedang ukhti alami. Aamiin yaa Mujibassa-iliin..

    [balas komentar di sini]

  12. Hamba allah says:

    assalamualikum wr.wb..
    mas, saya mau tanya ttg mandi besar/junub..
    kalau kita cari di google dengan keyword “mandi besar” banyak orang yg memposting tentang itu ,dan banyak dari mereka yang memposting bahwa saat melakukan mandi besar tidak boleh ada satu titik atau bahkan satu helai rambut pun yang terlewatkan apa lagi dengan sengaja .jika ada yang dilewatkan maka dianggapnya mandi besar itu tidak sah .dan mereka menuliskan bahwa hal2 tersebut bersumber dari hadist2….
    dan jika memmang begitu ,itu artinya kita harus melakukan mandi besar dengan sangat teliti sehingga perasaan was-was’lah yang terjadi dan menguasai tubuh ktia..

    mohon penjelasannya ya mas?
    krn setiap kali saya mlakukan ibadah(mandi besar,shalat,wudhu) selalu merasa was-was yang sangat berlebihan

    🙂

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Hamba Allah,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Memang benar, tidak boleh ada satu helai rambut pun yang terlewatkan. Namun masalahnya karena hal itu jadi banyak diantara kita yang berhati-hati secara berlebihan, dan bertanya-tanya dalam hati, “Apakah sudah menyeluruh atau tidak ya aliran airnya?” Nah, pikiran ini yang harus dijauhkan, karena sudah masuk was-was.

    Intinya jangan terlalu meneliti, tapi cukuplah dengan ‘sangkaan’ bahwa air yang kita siramkan secara wajar ke seluruh anggota badan telah melewati seluruh permukaan termasuk seluruh rambut yang tumbuh. Yang wajar-wajar saja.

    Sifat air itu “lantip” kalau istilah bahasa Sunda. Jadi siraman air yang sewajarnya pun bisa masuk ke daerah-daerah yang agak tersembunyi sekalipun. Kalau belum percaya, silahkan Mas buat percobaan, misalnya dengan menggosokkan busa sabun yang berwarna putih secara merata dari mata kaki hingga telapak kaki juga sela-sela jari kaki. Setelah itu siramkan air sewajarnya.. Apa yang terjadi? Seluruh warna putih busa sabun hilang dengan sekejap karena teralirkan. Nah itulah sifat ‘lantip’ air tadi.. Demikian juga dengan air yang disiramkan sewajarnya pada saat mandi junub.

    [balas komentar di sini]

  13. Hidayatul iman says:

    Cara berniat sholat yg benar sesuai rasulullah
    apakah seblum takbir atau sedang takbir..
    Sukron….

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Hidayatul Iman,

    Karena saya tidak sezaman dengan Rasulullah, dan saya pun belum menemukan hadits terkait cara berniat shalat seperti Rasulullah, maka saya belum mengetahuinya langsung bagaimana Rasulullah mengucapkan niat untuk shalat. Karena hal itu, maka saya mengikuti para alim ‘ulama pewarisnya Rasullulah yang menggali hadits-haditsnya Rasulullah, diantaranya Imam Syafi’i.

    Menurut madzhab Syafi’i:

    Niat shalat tidak memadai selain bersamaan dengan takbir. Niat tidak mendahului takbir dan tidak pula sesudah takbir.

    Jadi niat dilakukan bersamaan dengan takbir dan diucapkan / dilintaskan oleh hati, sedangkan bacaan takbir diucapkan dengan lisan.

    Adapun membaca “ushalli…” yang biasa dibaca oleh sebagian muslimin sebelum Takbiratul Ihram, ini bukanlah niat shalat yang sesungguhnya, juga bukan merupakan bagian dari rukun shalat, tetapi sunnat diucapkan dengan tujuan untuk menguatkan niat shalat yang nantinya dilakukan bersamaan dengan takbiratul ikhram.

    [balas komentar di sini]

  14. kekasih Rasul says:

    Assalamualaikum, maaf saya ingin bertanya, saya juga mengalami hal seperti ini dan mengganggu saya, saya sering was was saat setelah kencing dan mandi, yang ingin saya tanyakan saya saat ini was was dengan lantai ataupun jalan raya, ketika ada benda terjatuh dari jalan raya atau lantai dan diambil saya takut benda tersebut menjadi najis dam menyebar ke benda2 lain saat saya menyentuh benda lainya, bagaimana penyembuhanya mas, mohon bantuanya , terimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kekasih Rasul,
    wa’alaikumussalam..

    – Kalau najisnya tidak jelas terlihat, maka benda yang terjatuh boleh dianggap suci, dan tidak usah menyangka akan menempel / menyebar ke benda yang lain.
    – Jika di lantai atau di jalan ada banyak debu atau tanah yang kotor dan Anda meyakini telah tercampur najis, lalu menempel di benda yang terjatuh, maka jika debu atau tanah itu kering, maka cukup dengan meniupnya hingga tidak terlihat lagi menempel.
    – Jika yang menempel pada benda yang jatuh benar-benar najis, seperti kotoran kuda atau ayam misalnya, tapi najisnya kering, maka cukup dengan meniup atau mengusap najis tersebut sampai tidak terlihat lagi.
    – Jika debu dan tanah yang bercampur najis tersebut basah, maka Anda bisa melapnya terlebih dulu atau langsung dicuci jika mungkin untuk dicuci, tetapi jika tidak mungkin untuk dicuci seperti buku yang penting misalnya, maka ambil, lap dan bawa saja dan dipisahkan dengan benda lain dan dimasukkan ke kantong plastik umpamanya. Jika nanti sudah mengering boleh dibawa dengan benda lainnya sepanjang tidak dibawa shalat atau disatukan dengan al-Qur’an, atau kitab-kitab lain.

    Debu atau tanah di lantai atau di jalanan memang terlihat kotor, tapi kalau tidak terlihat jelas ada najis yang mencampurinya, maka yakinlah bahwa debu atau tanah tersebut suci, walaupun rupanya terlihat kotor.

    Di jalanan mungkin kita pun tidak bisa menghindari tiupan angin atau cipratan air yang membawa kotoran menempel ke baju kita. Nah yang seperti ini walaupun kotorannya mungkin bercampur najis, maka termasuk hal yang dimaafkan, dam kita boleh shalat dengan keadaan pakaian seperti itu.

    [balas komentar di sini]

  15. kekasih Rasul says:

    Terimakasih ustad atas pencerahanya, saya mau tanya apa maksudnya obat mujarabnya adalah mengacuhkanya ?apa itu berati tidak mempedulikan sama sekali ? Seperti kalau saya was2 eetelah kencing menganggap belum sempurna dalam mensucikan setelah kencing jika timbul was2 berarti saya tidak peduli dan tidak akan mengulang membersihkanya lagi ? Saya pusing selalu diganggu banyak sekali sikap was2

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kekasih Rasul,
    terimakasih kembali…

    Saat kita membasuh atau mensucikan kencing ‘sewajarnya’ artinya kita peduli. Jadi yang diacuhkan itu perasaan-perasaan atau bisikan-bisikan yang sudah di luar kewajaran.

    Kenapa harus diacuhkan?

    Karena kalau kita mengikuti bisikan hati terus.. was-wasnya bukannya hilang, tapi akan semakin menjadi-jadi (tambah parah), dan akan menambah ke penyakit was-was dalam perkara lainnya. Kalau sekarang sudah begitu pusing, nanti bisa lebih pusing lagi dari itu.

    Yakinlah, bahwa Allah Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Allah Mengetahui bahwa sikap acuh tersebut semata-mata untuk kesembuhan penyakit was-was. Yakinlah juga bahwa Allah Lebih Menyukai ketidakpedulian tersebut daripada mempedulikan bisikan-bisikan was-was.

    [balas komentar di sini]

  16. hamba allah says:

    assalamulaikum..
    sebelum nya trims atas informasi menghilangkan was2…
    saya mau nanya.. saya sudah 2 thn ne selalu di hantui was2 baik dalam sholat atau luar sholat… terkadang sholat saya tinggalin karena sudah ga tahan melawan was sampai2 saya bicara sendiri dn perasaan saya terasa kaya mau akirin hidup dri pada hidup di dunia cuman buat kemaksiatan mending mati walaupun saya tau klu itu dosa besar tp secara spontan ngucapin na sampai2 saya merinding sendiri… saya sudah berobat ke alternatif tp tetp saja belum sembuh…. tp sholat yg saya tingglin saya kodoin saya sudah tau dn isnyalh saya tau soal syariat dan hukum2 na sholat dn semacam nya saya sudah tau… saya mohon penjelasan nya sekali lagi biar saya bisa semangat hidup kembali seperti dulu… trims

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Hamba Allah,
    terimakasih kembali…

    Memang kalau sudah berat was-wasnya, shalat wajib pun bisa ditinggalkan.
    Tapi, jangan sampai kemenangan syetan tersebut terus ditambah, karena ia pasti akan sangat gembira kalau kita sampai berputus asa, dan memang itulah tujuannya, untuk menjerumuskan manusia.

    Meninggalkan shalat memang dosa besar dan dianggap kufur bagi pelakunya, tapi kufur di sini tidak sampai kufur secara total, karena masih ada iman dan bersyahadat. Apalagi jika tinggal shalatnya bukan karena malas, tapi karena begitu beratnya melawan was-was, insyaallah dosanya lebih ringan daripada karena kemalasan walaupun mungkin tetap masih termasuk dosa besar.

    Jika segala upaya memang telah dilakukan, tapi was-was tak kunjung sembuh, maka tidak ada jalan lain lagi kecuali pasrah saja kepada Allah.. katakan, “Yaa Allah inilah yang saya mampu. Engkau Tau segala upaya yang telah hamba lakukan, tapi memang jika belum tiba saatnya Engkau menyembuhkan, maka hamba pun tidak bisa berbuat apa-apa”

    Lalu berbaiksangkalah kepada Allah, bersemangatlah untuk terus hidup. Kalau mungkin pengabdian kepada Allah masih jelek dalam hal shalat, masih ada pengabdian-pengabdian lain yang masih bisa dilakukan. Jangan sampai tinggal shalat, lalu meninggalkan juga aktifitas serta ibadah lainnya.

    Memang benar, jika shalatnya rusak, maka amalan-amalan lain bisa ikut rusak. Tapi ini kan bukan disengaja.. Allah Tau itu… yang penting kita terus mempunyai keinginan untuk mengabdi.

    Kerjakan sebagian yang kita bisa, jangan meninggalkan seluruhnya, termasuk jangan pula berputus asa. Dengan cara mengerjakan ibadah yang lain yang kita bisa, insyaallah pertolongan Allah akan datang, sehingga insyaallah kesembuhan pun akan didapatkan. Jika sembuh pun tidak kunjung didapat, maka insyaallah Rahmat Allah tetap akan didapat. Bukankah manusia bisa masuk ke dalam surga adalah dengan Rahmat-Nya? Bukankah Rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik dan berupaya untuk mendapatkan Rahmat-Nya? Nah, upaya-upaya kita itulah yang insyaallah akan mendatangkan rahmat-Nya, walaupun shalat kita masih rusak, namun itukan bukan disengaja dan tidak diinginkan.

    [balas komentar di sini]

  17. kekasih Rasul says:

    Terimakasih pak pencerahanya, dahulu saya saking gilanya karna was2 saya malah berucap saya pindah agama saja, bagaimana ustad tentang hal ini ?apakah saya harus bertobat ?lalu tobat semacam apa yg harus saya lakukan ? Terimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kekasih Rasul,

    Duh.. tuh kan, itulah bahayanya was-was akibat bisikan syetan, pastinya ia sangat bergembira. Tapi masih untung baru dalam ucapan saja, belum sampai pindah agama.

    Ya benar.. harus bertobat, karena dikhawatirkan walaupun belum sampai pindah agama, tapi mungkin sudah ‘murtad ucapan’ atau ‘kufur ucapan’. Jadi bertaubat saja dan jangan mengulanginya kembali, ditambah juga dengan membaca dua kalimah syahadat untuk memperkuat taubatnya (tapi saya yakin kalau mengucap syahadat sudah sering dilakukan setelah kejadian tersebut)

    Taubat yang benar itu, memohon ampun atas kesalahan, menyesali kesalahan, serta berjanji tidak akan melakukannya kembali, dan iringi dengan kebaikan-kebaikan. Itu sudah cukup..

    Mohon direnungkan kata-kata berikut:

    Sebesar apapun dosa seseorang, jika ia masih mengucap dan meyakini kalimat “Laa ilahaillallaah” sampai akhir hayatnya, maka jika ia mati insyaallah masih tetap akan mendapatkan surga, walaupun mungkin dulu mampir ke neraka 😀

    Tapi jika ia sudah keluar dari agama Islam atau pindah ke agama lain, maka bagaimanapun hidupnya penuh kebaikan, maka jika sampai akhir hayatnya ia tidak kembali menjadi muslim, maka ia tidak akan mendapatkan surga, dan kekal selama-lamanya di neraka 🙁

    Jadi jangan berputus asa dari Rahmat Allah ya… apapun yang terjadi.. 😉

    [balas komentar di sini]

  18. mursalim says:

    asslamualaikum.ustad sejak kecil saya sudah mengalami waswas.sampai sekarangpun masih.waswas yg saya alami kalo saya tidak mengikuti bisikan itu dia akan mengancam keluarga saya sehingga sy trus mengikutinya.jadi setiap sy ibadah harus mengulang2 apa yg di perintahkan olehnya.
    sehingga membuat saya tersiksa.sy hidup dalam ketakutan karna bisikan itu selalu mengancam keluarga sy kalau sy tidak mengikutinya.sehingga membuat saya cape dalam berdoa maupun
    beribadah maupun dalam melakukan aktifas sehari2 saya capek ustaf dan sy bingung ustad dan hidup sy penuh ketakutan ustad sudah sering sy berobat tapi hasilnya nihil ustad.apakah sy harus mendiamkan ancmannya tapi sy sulit sekali ustad karna bisikan itusemakin keras…

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Mursalim,
    wa’alaikumussalam..

    Andaikan bergabung seluruh jin dan manusia dengan maksud untuk mencelakakan kita, maka tidak akan pernah berhasil kecuali dengan izin Allah. Karenanya tidak ada yang patut kita takuti kecuali hanya takut kepada Allah.

    Yang paling saya khawatirkan justru bukan ancaman untuk keluarga Mas, namun saya khawatir jika Mas terus menuruti bisikan-bisikannya, karena Mas bisa dibuat semakin bingung dan makin capek, dan suatu saat bisa jadi hal tersebut bisa membuat Mas putus asa dari Rahmat Allah. Nah inilah yang paling berbahaya.

    Kalau boleh tahu, bisikan-bisikan seperti apa dan ancaman yang bagaimana yang Mas hadapi? (Kalau Mas keberatan menjawab di halaman komentar ini, silahkan Mas kirimkan jawaban dari pertanyaan saya ke halaman ini http://rumahcahaya.com/kontak/)

    [balas komentar di sini]

  19. Hamba Allah says:

    Asslm wr wb. Ustadz yg insya Allah dirahmati Allah.saya juga mengalami pengalaman was was.terutama terkait masalah aqidah.kalau melihat seseorang dg kemampuan luar biasa selalu ada bisikan hati seperti Tuhan.Padahal saya sudah berusaha keras menolak dalam hati.walaupun pikiran ini gak rasional tp sangat mengganggu.saya sampai depresi dan bertaubat serta bersyahadat berkali kali.mohon bantuan sarannya ustadz jazakallah khoir..

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Hamba Allah,
    wa’alaikumussalam wr wb..

    Kalau ada bisikan seperti itu, perasaan telah kufur atau murtad bisa jadi ada dan sangat mengganggu yang akhirnya malah bikin depresi serta terus menerus bersyahadat.

    “Laisa kamislihi syaiun – Ia (Allah) tidak serupa dengan apapun”

    Saya tahu Anda mengetahuinya, sehingga terus melawan, bertaubat, dan terus menerus melawannya.

    Nah, dengan terus melawannya, hakikatnya Anda tidak menerima apa yang dibisikkan tersebut. Jadi sebenarnya bisikan itu datang dari syetan untuk membuat Anda depresi, sakit, dan berputus asa dari Rahmat-Nya.

    Cara mengatasinya:

    Kalau bisikan itu datang, yakinilah itu hanya lintasan hati yang dibuat syetan dan tidak akan menyebabkan murtad. Jangan melawannya, karena kalau melawannya was-was Anda bukannya sembuh tapi malah makin menjadi.

    Acuhkan saja, walaupun terkadang seolah-olah bisikan itu disengaja (karena hakikatnya bukan disengaja). Dengan mengacuhkannya, maka bisikan-bisikan tersebut akan semakin berkurang, dan sembuh. Jika suatu saat ada melintas lagi, acuhkan saja lagi supaya was-wasnya tidak kambuh.

    [balas komentar di sini]

  20. leo says:

    Assalamualaikum pak,
    Saya mau bertanya tentang adab setelah kencing, bagaimana caranya? apakah kita istinjak dulu baru menyiram air untuk membersihkan kotoran atau sebaliknya, saya sering was was terkena cipratan air istinjak ke tubuh dan pakaian saya, saya was2 air istinjak tersebut memantul dari lubang wc yang belum tersiram , bgmm ni pak

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Leo,
    Wa’alaikumussalam..

    Untuk menghilangkan was-was, maka lakukan cara berikut:

    1. Siramkan air ke kotoran terlebih dulu, supaya najisnya ter-alirkan.
    2. Basuh lubang (qubul/dubur) tempat keluarnya kencing/kotoran dengan air.
    3. Jika saat membasuh ternyata ada cipratan dari air basuhan yang mengenai tubuh atau pakaian, sedangkan kita tidak yakin apakah cipratan tersebut sudah berupa air suci atau masih bercampur najis, maka anggap hal itu tidak apa-apa (dimaafkan), karena kita telah memaksimalkan ikhtiar, dan cipratan air memang sulit untuk dihindari.

    [balas komentar di sini]

  21. Nas says:

    untuk saudara Mursalim,anda jangan percaya dengan bisikan syaitan laknatillah yang mengancam keluarga anda,karena itu semua hanya tipu daya syaitan,sangat di sayangkan kalau anda mempercayai tentang ancaman itu,karena segala sesuatu terjadi hanya dengan izin Allah,kalau Allah tidak mengizinkan gak akan terjadi,Allah sangat sayang kepada hambanya,jadi jangan pernah takut kepada ancaman iblis laknatillah itu,

    [balas komentar di sini]

    wibowo Reply:

    benar pak,innahu lakum aduwwum mubin.sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian semua.jadi kita harus husnuddon kepada Allah.jangan menuruti bisikan hati yang ga jelas gitu . . . . .

    [balas komentar di sini]

  22. dzain says:

    alhamdulilah, terimah kasih banyak.

    [balas komentar di sini]

  23. blogger says:

    mas izin copy ya buat di blog saya

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Sahabat Blogger,

    Silahkan Mas, namun mohon cantumkan Link Aktif menuju halaman ini sebagai sumbernya, karena hal ini sangat penting bagi blog kita berdua di mata mesin pencari (search engine). DOFOLLOW atau NOFOLLOW pun nggak jadi masalah…

    [balas komentar di sini]

  24. Ziza says:

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb. saya jg pernah mengalami was was ketika sholat, bahkan sering mngulang sholat krn was was atau lupa. Akhirnya, suatu malam sya sholat Hajat lalu berdoa agar disembuhkan dri keragu- raguan ketika beribadah. Lalu perbanyak dzikir dgn benar2 konsentrasi antara hati & pikiran. setelah itu Alhamdulillah sembuh scr berangsur- angsur. dan ketika ada was was seperti itu, pikiran biasanya lngsung menepis sndiri, dan tetep melanjutkan ibadah sholat & brkeyakinan bahwa ragu2 itu hanya upaya setan utk mnghalangi ibadah & hrs dilawan/ diacuhkan 🙂

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas/Mbak Ziza,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Apa yang Mas/Mbak lakukan benar-benar sangat tepat. Mohon do’aya ya, supaya orang lain yang banyak mengalami hal serupa juga bisa melakukan apa yang telah Anda lakukan untuk menghilangkan was-wasnya, sehingga diberi kesembuhan. Aamiin..

    [balas komentar di sini]

  25. wiwit says:

    Assalamu’alaikum pak ustad…………!

    Saya adalah seorang wanita yg sudah menikah n memiliki seorang putra. Saya juga mengalami was was yg cukup parah,terkait masalah akidah. Sampai saat ini pun saya masih belum bisa menghilangkannya, Was was saya ini bermula ketika sya membaca sebuah artikel yg d kirim oleh seseorang k BB sya, klo tidak salah artikel itu berjudul ” satu gereja masuk islam karena pemuda yang soleh “. Setelah membaca artikel itu entah knp tiba-tiba terlintas dipikiran saya untuk mengucapkan kata “saya keluar dari agama islam”, dan pada waktu itu saya langsung istikhfar n memohon ampun pd Allah SWT. Karena kata2 yg saya ucapkan itu, saya jadi gelisah karena merasa telah menjadi murtad n saya merasa sangat takut sekali. semakin hari keadaan saya semakin parah. Setiap hari saya merasa selalu d hantui dengan kata2 tersebut, n sangat susah menghilangkannya dari pikiran saya. Dan semenjak itu pula sya sllu merasa ada bisikan2 yg melintasi hati saya n saya jadi membayangkan yg tidak2. Semakin kuat saya melawannya (dengan berdoa & memohon ampun kepada Allah SWT, n sering kali istikhfar, n membaca dua kalimat syahadat), semakin kuat pula bisikan itu melintasi hati saya. Terkadang ada keinginan kuat utk mengucapkannya. Terkadang sya berhasil utk tidak mengucapkannya tp terkadang sya merasa terpaksa mengucapkannya, dan saya merasa menyesal n ketakutan setelah mengucapkanya. Saya juga tidak tau apakah itu saya sengaja atw tidak utk mengucapkannya. Saya sudah pernah bertanya n konsultasi pada Om saya (seorang guru pesantren), Sebenarnya dia tidak tau klo saya yang mengalami hal itu. Karena rasa takut yang sangat besar, saya mengatakan klo teman saya yg mengalami hal tersebut. Dia bilang pada saya klo itu blom bisa dikatakan murtad karena baru hanya mengucapkannya saja tp tidak melakukannya. dan dia bilang pada saya klo itu yg dinamakan dengan was was. dan dia juga memberikan sran utk mengacuhkannya n memberikan amalan2 yg harus dbaca utk mengusir bisikan2 itu. Awalnya saya merasa tenang tp bisikan2 itu datang lg n saya merasa tambah lebih parah lagi, saya merasa sudah menghina Allah SWT & nabi muhammad SAW. tp saya sllu berusaha melawan bisikan itu lg, tp semakin dilawan semakin parah, sampai pd akhirnya saya pasrah n berdoa kpd Allah ( Ya Allah sya pasrah akan keputusan Engkau, jika engkau menggolongkan hamba kedalam golongan orang2 kafir, itu adalah hak-Mu ya Allah, tp aku akan sllu berusaha menjalani perintahmu dengan sebaik mungkin n sesuai dengan kemampuan ku ya Allah). sya masih tetap sholat wlwpun kadang masih bolong2. Yg saya ingin tanyakan pak ustad :
    1. Apakah yg saya alami ini juga dinamakan was was?
    2. apakah saya masih seorang muslim atw bukan?
    3. apakah pernikahan saya masih sah di hadapan Allah SWT?

    Saya tidak menginginkan hal ini terjadi, saya ingin seprti dulu lg. sya merasa sangat teriksa mengalalmi hal ini, ini beban bwt sya n saya stres menghadapi hal ini.
    setelah saya membaca artikel anda tentang cara mengobati perasaan was was< ht saya merasa agak sedikit tenang, wlwpun masih blom bisa menghilangkan perasaan was was yang saya alami.

    O ya pak ustad apakah lain kali saya masih boleh bertanya lg?

    terimkasih sebelumnya pak ustad, n saya mohon pencerahannya……………
    Assalamu'alaikum……………

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Wiwit,
    wa’alaikumussalam…

    1. Ya benar, yang Mbak alami adalah was-was.
    2. Mbak masih tetap seorang muslimah.
    3. Pernikahan Mbak masih tetap sah.

    Supaya tidak terus merasakan stress yang berat dan sangat menyiksa, dan sebelum was-was makin menjadi dan ditambah dengan bentuk waswas-waswas yang lain yang pada akhirnya bisa mengganggu seluruh aktivitas kehidupan termasuk kehidupan berumah tangga, maka obatnya adalah:

    Biarkan saja segala macam lintasan hati (bisikan) itu lewat, dan jangan dilawan atau dicegah. Andaikan mau diucapkan oleh mulut pun, maka ucapkan saja, walaupun apa yang terlintas dan terucap itu berupa kata-kata murtad, penghinaan terhadap Allah, Rasulullah, orang tua, dan sebagainya. Pokoknya IYA-kan saja…

    Jika hal tersebut dilakukan, maka Mbak Wiwit tidak menjadi kafir/murtad, karena hal di atas tersebut pada ‘hakikatnya’ Anda sendiri tidak menginginkannya (bisikan dari syetan). Jadi semacam mengiyakan, tapi maksudnya untuk mengacuhkan.

    Dengan melakukan cara di atas, insyaallah secara bertahap dan dalam waktu yang reatif cepat, was-was yang Mbak alami akan berangsur sembuh.

    Saya pun bertanggung jawab dunia akhirat berkenaan dengan jawaban yang saya berikan ini, dan perlu Mbak ketahui, orang-orang di sekitar kita juga banyak mengalami hal serupa, namun lebih banyak yang tetap menjalani hidupnya secara normal dibanding dengan yang tertekan, karena mereka menganggapnya hal itu hanya lintasan hati saja, dan mereka tidak melawannya.

    Jangan sungkan jika masih ada hal yang perlu ditanyakan..

    [balas komentar di sini]

  26. wiwit says:

    Assalamu’alaikum pak ustad…………

    terima kasih atas pencerahannya, skrg saya sudah merasa agak lebih baik wlwpun perasaan was was yang saya alami masih belum sembuh. O ya, pak ustad apakah penyakit was was itu bisa juga kita alami pada saat kita tidur? cz beberapa hari yg lalu saya bermimpi, di dalam mimpi tersebut ada seseorang yg bertanya pada saya tentang agama saya. Pada saat dia bertanya saya lgsung menjawab klo agama saya kristen, tp tiba-tiba saya menjawab lg klo agama saya ”kristen islam”. Tp di dalam mimpi itu perasaan saya campur aduk, ada rasa takut juga. Ketika saya bngun saya langsung berkata klo agama saya islam n Allah adalah tuhan saya, trs saya memohon ampun kepada Allah, istikhfar. Dan saya meyakini klo mimpi saya itu hanyalah permainan setan.

    Apakah menurut pak ustad penyakit was was saya ini sudah parah n apa masih bisa utk d sembuhkan?

    mohon pencerahannya pak ustad………..
    Assalamu’alaikum…………

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Wiwit,
    wa’alaikumussalam..

    Bisa saja, tapi was-was pada saat tidur mungkin lebih diakibatkan oleh was-was yang terjadi sebelumnya (saat bangun). Segala yang terjadi dalam tidur tersebut adalah bukan disengaja, dan tidak menjadi dosa.

    Penyakit yang Mbak Wiwit derita sudah cukup parah,dan harus segera sembuh supaya tidak lebih parah. Insyaallah bisa sembuh, tapi ikhtiar yang terbukti efektif untuk menyembuhkannya adalah seperti yang telah saya bilang sebelumnya dengan mengacuhkannya dan tidak melawannya.

    Biarkan, biarkan bisikan itu ada, jangan dilawan dengan istighfar atau mengucap syahadat, dan sebagainya, karena itu sama saja dengan masih melawannya. Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya ada di hati Mbak Wiwit, Allah maha Tahu bahwa Mbak masih menjadi seorang mu’min dan muslim.

    Lama-lama was-wasnya akan terus berkurang melalui cara tersebut hingga akhirnya hilang dan sembuh. Percayalah..

    [balas komentar di sini]

  27. wiwit says:

    Assalamu’alaikum pak ustad……………!

    Saya bingung pak ustad…….! Beberapa waktu yg lalu saya sudah merasa tenang & merasa lebih baik dengan penyakit was was yang saya alami. Tp sejak seminggu yg lalu saya merasa tidak tenang, hati dan pikiran saya jadi kacau & sya merasa was was yang saya alami susah utk di hilangkan dari dlam hati n pikiran saya. & bisikan2 yang saya alami sekarang semakin kuat n semakin parah. Saya sangat tertekan n tersiksa pak ustad, terkadang saya menangis sendiri n memukul2 kepala saya n bertany2 pada diri saya sendiri “knp saya bisa jadi begini?” setiap hari saya di bayang2i pertanyaan ”apakah saya masih seorang muslim/ bukan?” disaat saya merasa yakin saya masih seorang muslim tiba2 ada bisikan2 yang membuat keyakinan saya hilang & berubah menjadi ketakutan yang sangat besar. Apalgi klo mengingat bisikan2 yang sampe terucap dr mulut saya, & saya sudah coba untk mengikuti saran dari pak ustad tp kadang2 malah bisikan itu semakin menjadi2 n saya merasa hidup saya sllu dibayangi bisikan2 syetan. Dan saya juga pernah kepikiran utk bercerai dari suami saya karena saya tidak mw dia masuk neraka karena saya. Sebenarnya suami sya tidak tau tentang apa yg saya alami saat ini. Saya takut pak ustad, takut jadi manusia yg ingkar, durhaka. n yang mendustai agama islam. Saya tidak pernah berkeinginan mengalami hal ini, apakah saya salah pak ustad?

    saya mohon bantuannya pak ustad…………!
    Assalamu’alaikum…………..

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Wiwit,
    wa’alaikumussalam..

    Mbak, mungkin sebabnya, tidak jarang pula prasangka kita terhadap Allah berlebihan. Mungkin kita terlalu khawatir telah dicap kufur, murtad, dsb. oleh Allah. Kita membayangkan bahwa Allah akan murka, malaikat-Nya pun akan murka, baginda Nabi pun akan membenci kita.

    Padahal Allah itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan tidak akan murka tanpa sebab yang pasti. Baginda Nabi pun sangat mencintai kita ummatnya. Allah Maha Mengetahui bahwa pada hakikatnya mbak tidak ingin seperti ini.. Allah pasti Maklum dan tidak akan memberi sangsi hanya karena waswas yang demikian.. Saya tahu mbak tidak salah, apalagi Allah pasti lebih tahu, karena Allah Maha Mengetahui..

    Seandainya memungkinkan, silahkan Mbak berterus terang kepada suami, dan bersama-sama suami main ke tempat saya di kampung yang berada di daerah Bandung Selatan untuk membahas perihal waswas ini.. karena rasanya tidak cukup kalau hanya saling berbalas komentar di website ini…

    [balas komentar di sini]

  28. wiwit says:

    Assalamu’alaikum pak ustad…………..!

    rasanya tidak mungkin saya berterus terang pada suami saya pak ustad………..! Saya pernah sepintas membahas masalah was was dengan suami saya, dan saya juga pernah bercerita tentang artikel anda pada suami saya, selain itu saya juga menceritakan orang yang berkomentar di artikel anda ini, klo tidak salah ada orang yg pernah berucap ingin pindah agama karena was was yg dia alami. Setelah saya menceritakannya, sepertinya jawaban suami saya membuat saya takut & sepertinya memojokan. Suami saya berasal dari keluarga yang taat beragama, makanya saya takut berterus terang pak ustad. Saya ingin sekali berkunjung ketempat anda< tp saya tidak mungkin datang sendiri karena saya tidak terlalu tau kota bandung. Klo pak ustad tidak keberatan apakah saya boleh minta no hp nya pak ustad?

    terimakasih pak ustad…………..

    [balas komentar di sini]

  29. wiwit says:

    O ya pak ustad klo saya boleh tau dari mana anda mendapatkan sumber jawaban atas pertanyaan2 yg saya ajukan kepada pak ustad & penjelasan2 yang pak ustad berikan pada saya? Apakah dari buku/ hadist2 ataw dari para ustad2 & kyai2?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Wiwit,
    wa’alaikumussalam wr. wb.
    2 komentar dari mbak sekalian saya jawab di sini ya..

    Mungkin karena yang diceritakan adalah orang lain, maka suami mbak bersikap seperti itu, namun bila mbak berterus terang bahwa sebenarnya mbak pun mengalami waswas, insyaallah sikap suami akan berbeda walau mungkin pada awalnya beliau akan sangat kaget.

    Jawaban-jawaban yang saya berikan kepada mbak berasal dari pengalaman saya pribadi 🙂
    Saat kuliah pada saat akan naik ke tingkat 2 lintasan hati yang tidak diinginkan mulai menyerang. Saya kaget, takut, dan merasa sangat bersalah, lalu saya melawannya hingga kepala saya seolah akan pecah.

    Bukannya sembuh, tapi waswas makin menjadi-jadi dan datang dalam berbagai bentuk (wah lebih parah dari mbak) hingga saya pun banyak berobat kemana-mana, baik tempat yang dekat maupun yang jauh, termasuk mendatangi psikiater.

    Diantara semua cara yang diberikan, yang sangat terasa paling efektif hanya satu cara yang merupakan anjuran dari seorang kyai (masih saudara), yaitu dengan cara mengacuhkannya. Namun benar mbak, saat kyai tadi menyuruh saya untuk membiarkan dan mengacuhkannya, sebenarnya saya pun tidak begitu saja menurutinya, sepertihalnya mbak. Saya selalu merasa berdosa besar, dsb. sehingga saya terus melawannya, hingga saya pun bolak-balik hampir setiap hari datang ke rumah kyai tersebut.

    Kuliah saya pun sangat terganggu dan terbengkalai hingga saya akhirnya mengajukan cuti resmi selama 1 tahun untuk melakukan pengobatan ke sana kemari tadi. Namun tetap saja serasa tidak ada hasilnya, dan akhirnya kembali menuruti kyai tadi untuk mengacuhkan saja setiap bisikan, dan akhirnya saya pun sembuh.

    Setelah cuti 1 tahun, saya pun kembali masuk kuliah, dan beberapa waktu kemudian saya pun menikah. Alhamdulillah.. hingga akhirnya saya bisa menamatkan kuliah dan sekarang sudah mempunyai 3 orang buah hati.. artinya, kehidupan saya kembali normal.

    Nomer telepon saya ada di bagian bawah halaman http://rumahcahaya.com/kontak/

    [balas komentar di sini]

  30. zahra says:

    assalamu’alaikum wr,wb. Pak ustadz,,sekarang saya sedang dilanda waswas dan hampa. Saya sebentar lg akan menikah. Sebelum hari ini saya merasa sangat bahagia,saya mencintai calon suami tulus,diapun jg begitu. Tetapi hari ini saya ragu. Diawali tadi malam saya menemukan foto perkawinan sahabat saya. Ketika melihat wajah suaminya tiba2 saya merasa muak dan benci. Sahabat saya pernah cerita kalo suaminya tidak begitu peduli padanya sejak mempunyai anak,seperti tidak lagi ada cinta dan sayang. Teringat itu saya langsung takut calon suami saya akan berlaku sama pada saya,walopun saya tau dya tidak akan begitu karena saya tau akhlak dan sifatnya yang baik juga taat agama.
    Tapi sekarang saya tidak bisa menghilangkan takut ni pa ustadz. Saya ingin menikah tapi waswas ni mengacaukan fikiran saya,seperti menghalangi saya mengingat calon suami saya akhirnya saya ragu padanya. Jauh dalam hati saya saya tetep mencintainya dan niat membina rumah tangga samara dengannya,tapi waswas ni mengaburkan cinta saya padanya. Apa yang harus saya lakukan pa ustadz,saya ingin normal lg. Saya takut gagal pa ustadz. Sekarang rasanya saya lemas dan tidak semangat melakukan apapun.
    Saya jg cerita hal ini pada calon suami,dya menasehati saya kalo itu godaan setan dan menyuruh saya banyak berzikir. Memang terasa sedikit berkurang tapi masi membuat saya takut pa ustadz. Saya harus bagaimana? Saya ingin balik lagi seperti biasa. Mhn tanggapannya jg tolong doakan saya pa ustadz. Terima kasih. Wassallam.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    De’ Zahra,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Cuekin saja ya pikiran was-wasnya ya.. Kalau pikiran itu datang, segela alihkan…
    Jangan takut terhadap sesuatu hal yang belum terjadi hanya karena melihat pengalaman buruk orang lain, padahal siapa tahu setelah berumah tangga nanti akan berbuah kebahagiaan seperti banyak juga orang-orang yang menjalani rumah tangga dengan bahagia.

    Pernikahan itu merupakan hal yang baik dan benar dan merupakan sarana untuk beribadah kepada Allah. Jikalau pun ada kegagalan nantinya, maka gagal karena mencoba berbuat benar itu lebih baik daripada tidak pernah mencobanya sama sekali, karena yang terakhir inilah hakikatnya kegagalan.

    Untuk itu, niatkanlah menikah hanya karena Allah dan untuk menggapai keridhaan Allah, insyaallah rumah tangga SAMARA akan terbina, dan pertolongan Allah akan menyertai senantiasa. Saya do’akan semoga Allah mempermudah dan memantapkan hati De’ zahra dan calon suami menuju pernikahan, memperoleh kebahagiaan rumah tangga, serta punya keturunan yang shalih dan shalihah. Aamiin yaa Rabb.

    [balas komentar di sini]

  31. zahra says:

    Aamiin ya Allah. Aamiin…terima kasih doanya pak ustadz. Waswas itu tidak datang dan pergi. Tapi bergelayut sepanjang hari ni pak ustadz,memenuhi fikiran saya. Saya bawa berzikir dan menyibukkan diri,tapi masi berasa. Hampa banget rasanya hati ni. Apakah waswas ni akan hilang total pak ustadz? Saya membutuhkan dorongan semangat dari orang alim spt pak ustadz. Saya ingin menikah dgn rasa bahagia dan cinta karena Allah,tidak mau dibayangi waswas. Saya jg ingin calon suami bahagia tanpa ada ragu pada saya,walopun dya bilang dya yakin dan percaya saya.
    Mohon doanya sekali lagi pak ustadz. Doa ustadz td sgt memberi saya semangat. Terima kasih. Wassallam

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Selama masih dipikirkan, maka was-was sangat sulit untuk hilang. Silahkan berdzikir, tapi untuk maksud lain, bukan maksud melawan was-was, karena semakin dilawan, maka akan semakin menjadi. Acuhkan, acuhkan..

    Fokuskan pada persiapkan lahir maupun batin menyongsong hari pernikahan. Nanti-nantikanlah hari bahagia itu tiba. Bayangkan bahwa pada saatnya nanti segala was-was justru akan hilang, dan tergantikan dengan manisnya bulan madu pernikahan.. hehe.

    Insyaallah jika kata-kata saya di atas diikuti, was-was akan berangsur hilang dalam waktu yang tidak lama. Aamiin, saya terus mendo’akan.. terimakasih kembali, wa’alaikumussalam..

    [balas komentar di sini]

  32. zahra says:

    Aamiin ya Allah…terima kasih ustadz atas pencerahannya. Alhamdulillah tenang rasanya hati saya. Insya Allah akan saya turuti kata ustadz,saya akan berusaha mengacuhkannya. Doakan saya berhasil dan bertambah mantap hati saya. Terima kasih sekali lg tuk doanya. Insya Allah doa ustadz tuk saya dikabulkan Allah SWT 🙂 aamiin.
    Semoga ustadz sekeluarga slalu dalam lindungan Allah SWT. Kapan2 boleh konsul lg kan pak ustadz? 😀
    Syukron katsiran. Wassallam

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Alhamdulillah.. aamiin, terimakasih de Zahra.
    Silahkan. Mungkin tepatnya bukan konsultasi, hanya sekedar saling berbagi, apalagi saya bukan ustadz, hehe. Wa’alaikumussalam..

    [balas komentar di sini]

  33. Yanti says:

    Assalamualaikum wr wb. Subhanallah, bermanfaat sekali ustadz nasihatnya :D, mudah2an ilmu ustadz makin bertambah dan berkah, dan urusan dunia dan akhirat selalu diberikan yang terbaik oleh ALLAH SWT, amiiiin 🙂

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Teh Yanti,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Saya bukan ustadz..hehe. Namun saya berterimakasih atas kunjungannya ya, ke blog ini. Dan terimakasih juga atas do’anya yang sangat lengkap. Jazakillah… Semoga Allah membalas dengan yang lebih baik. Aamiin 🙂

    [balas komentar di sini]

  34. ananta says:

    mas izin copy untuk jadi bacaan aja ..gak dimasukin blog

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Ananta,

    Silahkan.. Dimasukin ke blog juga gak apa-apa, asalkan artikelnya dibuat menjadi artikel yang unik.

    [balas komentar di sini]

  35. awaludin says:

    ijin copy ustadz ya bagus sekali tulisannya banyak bantu saya ini, jazakallahu khoir……

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Awaludin,

    Silahkan.. Namun kalau mau dimasukkan ke blog/situs, mohon diubah dulu artikelnya supaya menjadi artikel yang unik di mata search engine.

    [balas komentar di sini]

  36. reza says:

    assalamualaikum

    mas saya mau bertanya. was-was saya itu suka terlintas tiba2 mengucapkan yg tidak pantas kepada Allah.. mula2 saya biarkan saja. tp akhir2 ini sperti muncul dr pikiran saya sendiri. jujur saya takut sekali terhadap dosa ini. saya takut sekali terkena azab dr Allah. apa yg harus saya lakukan untuk menghilangkan pikiran2 seperti itu. saya merasa bahwa was-was saya ini sudah termasuk parah

    terima kasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kang Reza,
    wa’alaikumussalam..

    Ucapan yang tidak pantas yang ditujukan kepada Allah itu, walaupun sepertinya berasal dari kang Reza sendiri, namun sebenarnya hal itu adalah bisikan (was-was) dari syetan, bukan dari hati nurani kang Reza sendiri yang bersih dan beriman kepada Allah. Buktinya, kang Reza masih merasa takut dosa dan terkena azab-Nya.

    Cara mengatasinya “ACUHKAN” jangan dilawan, dan hilangkan segala macam ketakutan.

    Kalau dilawan atau terus dipikirkan, nanti lintasan-lintasan buruk tersebut bukannya hilang, namun akan bertambah parah, dan akan menimbulkan waswas-waswas lain yang bentuknya berbeda, sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kalau sampai mencapai puncaknya, maka kang Reza bisa putus asa terhadap Allah, dimana putus asa terhadap rahmat Allah merupakan dosa yang besar. Nah, jika nanti sampai seperti itu, syetan pun akan bersorak-sorai gembira, karena siasat/strategi/politik yang dijalankannya berhasil, yang bisa menyebabkan makin banyaknya teman di neraka nanti.

    Saya di Majalaya, Bandung Selatan.. Kalau nanti masih tidak hilang juga was-wasnya, silahkan datang ke rumah saya untuk mencari upaya mengatasinya.

    [balas komentar di sini]

    reza Reply:

    iya kang. awalnya juga saya ngikutin saran akang yang supaya diacuhkan dan bila ingin terlintas maka jgn dilawan dan biarkan terlintas saja. Tp ko mkn kesini mkn sering aja kang pikiran2 seperti itu dan bahkan saya merasa seperti dr hati dan pikiran saya sendiri. bahkan dlm shalat sekalipun terkadang suka terlintas kang. Sampe2 kepala sering pusing ga jelas kl sudah mulai ada pikiran2 ky gt… apalg misal sudah mau mulai dzikir mlh terlintas pikiran2 ky gt. Jdnya saya seperti takut berdzikir

    [balas komentar di sini]

  37. Muhammad alfar redha says:

    Alhamdulillah..
    Trima kasih, ini sngat membantu ..:)

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Muhammad Alfar,

    Alhamdulillah jika sekiranya bermanfaat. Sama-sama, terimakasih kembali…

    [balas komentar di sini]

  38. revolusioner islam ke 2 says:

    Slma ni mngkin q g bs jdi orang yg q hrpkn gara penyakit was was sialan pak guru…. pdhal dlm dri ini q mngakui bhwa q ni santri….. eh malah tertipu syetan2 bedebah…. ksmpulan pak guru diatas mmng sma dg rasa yg di alami orng yg terkena pnyakit was was….. matur nuwon pak guru…

    [balas komentar di sini]

  39. Rahman says:

    Assalamu’alaikum Wr Wb.

    Ustadz sekarang ini saya sedang dilanda was-was yang hebat, dan was-was itu disebabkan masalah najis, saya sangat phobia sama yang namanya kotorang cicak, setiap saya melihat kotoran cicak di rumah atau di barang-barang yang sering kami sekeluarga lewati, selalu segera saya bersihkan, semenjak saja pindah tugas kerja ke Sampit, saya selama kurang lebih seminggu menumpang di rumah teman, ternyata rumah teman saya itu banyak sekali bekas kotoran cicaknya, karena hanya disapu saja tidak dipel, di kantor pun begitu banyak kotoran cicaknya karena tenaga kebersihannya kurang, bahkan musholla di kantor juga banyak kotoran cicaknya, pernah ketika saya sedang bekerja, saya melihat disamping saya ada kotoran hitam, saya tidak tahu pasti apa itu kotoran cicak yang sudah mengering kemudian hancur atau hanya kotoran biasa saja, saya berusaha ketika bekerja untuk menghindari kotoran itu, tapi hati ini ragu, jangan-jangan tadi tangan saya atau berkas saya menyentuh berkas itu, disitulah saya mulai was-was, sampai-sampai benda yang pernah saya sentuh saya bersihkan, laptop saya lap, charger laptor saya lap, mouse dan headphone saya lap, HP pun ikut saya lap, tas laptop juga saya cuci sampai-sampai modem saya ikut ke cuci, bahkan beberapa berkas saya ucap-usap dengan kanibo basah, saya merasa semua khawatir sekali kalau saya menyentuh najis dan najisnya menyebar.

    kemudian ketika saya lihat bintik putih kecil di refseleting tas laptop saya takut itu kotoran cicak, padahal teman saya sudah meyakinkan saya kalau titik putih di tas laptop saya itu bukan kotoran cicak atau kotoran hewan lainnya, menurutnya itu kotoran kayu yang menempel di tas saya, namun tetap saja pikiran saya ini sepertinya mencari celah untuk membisikan bahwa bintik putih itu kotoran hewan, saya jadi was-was lagi jangan-jangan itu najis, jangan-jangan laptop dan semua asesorisnya ikut kena najis karena tangan saya sudah menyentuh banyak barang dan berkas saya setelah saya membuka tas laptop yang terkena bintik putih yg tidak jelas apa itu sebenarnya.

    ketika saya pindah dari rumah teman saya ke kos, teman saya itu membantu saya membawa kardus yang berisi pakaian saya, sebelum teman saya menaikan kardus ke atas motor, kardusnya itu diletakkan di atas lantai yang ada bekas kotoran cicaknya, sy langsung berpikiran “wah kena najis nih barang saya” tapi kemudian saya berpikiran itu kan sama-sama kering dan kalau kotoran hewan sudah kering bersentuhan dengan benda lainnya, najisnya tidak pindah, awalnya saya yakini itu karena itulah yang saya pelajari waktu di madrasah dulu, tapi lagi-lagi beberapa hari kemudian rasa was-was menyerang saya lagi, jangan-jangan najisnya menyebar ke isi kardus saya karena tangan saya sudah pernah pegang kardus itu dan sudah menyentuh benda-benda lainnya, saya jadi merasa semua yang pernah saya sentuh jadi najis, rasa was-was ini benar-benar menguras energi saya, bahkan sampai saya merasa kedua tangan saya lemas sekali dan kepada bagian belakang saya terasa berat.

    bahkan pagi tadi ketika saya habis mandi dan baru berpakaian dalam saja, saya merasa ada yang keluar dari alat kelamin saya, akhirnya saya buka celana dalam dan saya liat tidak ada tetesan air dan saya lihat kemaluan saya juga tidak ada air yang keluar, untuk lebih meyakinkan saya, kemudian saya cium-cium itu celana dalam awalnya tidak ada bau pesing hanya ada sekilas bau yang saya rasa aneh kemudian saya ciumi lagi celana dalam dan tidak ada bau pesing, kemudian saya istinja lagi, setelah itu saya cium lagi untuk lebih meyakinkan hati saya, ada sekilas bau aneh dan akhirnya saya mencium lagi celana dalam itu dengan cara saya tempelkan hidung saya langsung di celana dalam itu dan tidak ada bau pesing sama sekali, akhirnya celana itu saya pakai lagi, karena sy merasa sudah mencoba cara yang paling ekstrim dengan menempelkan langsung hidung saya di celana dalam itu dan tidak ada bau pesing, tapi setelah saya berpakaian lengkap timbul lagi was-was, tadi bau yang aneh itu bau apa, mulai dari keluar kos, diperjalanan sampai di kantor saya terus memikirkan dan was-was dengan bau yang aneh itu yang hanya saya rasakan 2 kali namun sekilas itu, bahkan ketika saya menulis komentar ini pun was-was belum sepenuhnya hilang, meskipun sudah merasa sedikit lega dengan membaca beberapa artikel dan bertanya kepada beberapa teman.

    saya benar-benar merasa dipenjara oleh was-was ini,saya sulit untuk konsentrasi dengan kerjaan saya dan saya juga khawatir dengan tanggung jawab saya sebagai kepala rumah tangga, saya pun merasa berat bahkan kadang takut untuk duduk di kursi kerja dan membuka laci meja kerja saya, saya juga merasa takut untuk menyentuh dan membuka laptop saya, butuh beberapa waktu bagi saya untuk berani sekedar mengeluarkan lapotop dari tasnya, saya merasa badan saya dan semua yang saya sentuh jadi najis, dan ini saya rasakan selama 3 minggu terakhir, padahal sebelum-sebelumnyanya saya belum pernah merasa was-was sehebat ini. saya selalu bisa mengatasinya, tapi selama saya tugas di sampit ini saya tidak bisa dan tidak tahu cara mengatasinya, bahkan pernah saya berpikiran untuk membuang laptop dan semua asesorisnya dan juga saya sempat berpikiran menyalahkan teman saya yang sudah membantu saya mengangkat kardus pakaian saya yg diletakkannya di lantai yang banyak bekas kotoran cicaknya, saya merasa seperti kacang lupa kulitnya. setiap kali ada upaya untuk mengatasi ketakutan saya mengatasi rasa bernajis itu selalu datang was-was lainnya.

    Mohon pencerahannya ustad biar saya bisa keluar dari belenggu was-was ini

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak Rahman,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Saya pun pernah mengalaminya, namun tidak separah yang Bapak derita. Untuk mencoba mengatasinya, Bapak harus banyak membaca kitab atau buku-buku yang berkenaan dengan Bab Thaharah atau Bersuci, terutama pada bagian yang membahas tentang pembagian najis dan cara membersihkannya.

    Apapun benda najis, selama najis itu kering, jika bersentuhan dengan barang lain yang juga kering, benar… itu tidak menjadi najis, kecuali jika salah satunya basah.

    Kalau kita melihat ada benda “seperti najis” (seperti benda berupa bintik putih tadi), dan kita tidak yakin 100 persen bahwa itu najis, segeralah buang atau alihkan pandangan supaya tidak terlihat lagi dan tidak diteliti, dan yakinkan itu bukan najis, apalagi teman Anda sudah meyakinkan. Jangan terus dipikirkan..

    Saat merasa ada sesuatu yang keluar dari alat kelamin pun, maka tidak wajib diteliti, anggaplah itu hanya perasaan saja, apalagi setelah dilihat tidak ada apa-apa, tidak mesti terus diciumi bau di celana, apalagi bau-bau aneh di celana itu biasanya adalah bau khas yang keluar dari dalam badan kita di sekitar situ.

    Suci dari najis itu utamanya merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Kalau ada najis di laptop atau di benda-benda berharga lainnya sekalipun, maka tidak menjadi masalah, asalkan tidak dipakai shalat. Apalagi jika najisnya tidak ada, hanya sangkaan. Takut menyebar ke pakaian dan badan? tidak… tidak akan menempel dan menyebar…

    Memang di saat waswas, pikiran kita selalu mencoba memikirkan, bahwa jangan-jangan najis terus menyebar kesana kemari, padahal tidak sampai seperti itu.

    Sangkaan-sangkaan tadi itu tidak benar, dan jika memang sekalipun benar ada najis yang menempel di laptop atau barang-barang lain, namun tidak terlihat benda najisnya, maka itu hanya najis hukmiah atau najis yang ringan, tidak usah dilap dengan air, namun cukup diciprat dengan sedikit air saja dengan cipratan yang ringan supaya tidak merusak benda-benda tadi, dan setelah dilakukan cipratan, maka anggaplah telah SUCI.

    Hindari meneliti-neliti dan memikir-mikirkan hal-hal yang tidak punya alasan kuat buat dipikirkan. Karena waswas ini kalau terus menerus ada, nanti akan bertambah berat dan berat, dan akan berganti macam dan ragamnya. Acuhkan-acuhkan, kasihani diri, istri dan anak-anak.. Jika terpaksa, shalat dengan najis sekalipun insyaallah masih lebih baik, daripada membuka pintu-pintu waswas yang lain, yang bisa menghancurkan kehidupan.

    Jika Bapak ingin mendapatkan jawaban (tepatnya obrolan) saya yang lebih jelas, silahkan telepon, namun sebelumnya mohon sms saya terlebih dulu, karena bisa saja saya lagi di perjalanan, dsb. Nomer telepon saya di http://rumahcahaya.com/kontak/

    [balas komentar di sini]

  40. Palga dwiguna says:

    pak kenapa saya selalu tidak yakin atas apa yang saya kerjakan, seperti mencocokan angkan saya selalu meng ualg dan mengulanginya padahal secara logic sudah sama tapi saya selalu belum yakin, apa yang harus saya lakukan pak?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Palga Dwiguna,

    Itulah was-was dari syetan. Sebaiknya Mas Palga acuhkan saya, kalau sudah satu kali dicocokkan, maka jangan perdulikan lagi apakah angkanya sudah sama atau tidak, benar atau tidak, biar nanti was-wasnya segera hilang.

    [balas komentar di sini]

  41. Syaikhal Hady says:

    Assalaamu ‘alaikum wr. Wb.

    Bgini, ketika shalat dlm diri saya ada bersitan2 atau kata jiwa yg mengatakan ”aku mau berhenti (shalat) ” entah itu kluar dr hati saya atau dlam pkiran saya gk tau,,,,, tp kata2 atau bersitan tsb tdak saya inginkan, akan ttpi meskipun saya udah brusaha menahan keluarnya kata2 atau bersitan2 tsb ttep saja hal itu terbersit atau ttap keluar kata2 itu,,,,,apa shalat saya batal kalau spt itu ust…?

    Wassalaam.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Syaikhal Hady,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Adduh, dibilang ustadz sama seorang Syaikh, Syaikhal Hady maksudnya. Maaf bercanda Mas.. hehe.

    Kalau mau berhenti shalat itu benar-benar diinginkan, maka batallah shalat. Namun karena hal itu hanya bersitan hati atau pikiran yang ditimbulkan oleh waswas/bisikan syetan, maka Tidaklah Batal, dan teruskan saja shalatnya hingga selesai.

    [balas komentar di sini]

  42. Syaikhal Hady says:

    begitu ya,,,,trma kasih atas jawabannya, sekarang saya sudah lega stlah membaca jawaban itu,,,
    oh ea,,,kalau boleh saya saranin, bisa gk jwabannya di sertai dengan dalil entah itu al qur’an, hadits, atau referensi kitabnya,,,agar jawabannya makin meyakinkan gitu,
    maaf, kalau saya sok nyaranin sampean jadinya.

    Jazaakumullah khairal jazaa’…Amiiin

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Wa iyyakum. Aamiin..

    Tentang niat:

    “Innamal a’malu binniat wa innama likullimriin ma nawa……” (H.R. Bukhori Muslim)

    Saya bukan seorang ustadz/’ulama, namun untuk lebih jelasnya, saya anjurkan kepada Mas untuk bergaul dengan ‘ulama yang memiliki kesinambungan ilmu kepada guru-guru yang tersambung sampai kepada baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena:

    “Fas-alu Ahla dzikri inkuntum laa ta’lamun” (al-Ayat)

    “Al-Ulama-u waratsatul Anbiya” (H.R. Bukhari, Tirmidhi, Abu Dawud,dll.)

    Saat bergaul dengan mereka, hal tersebut insyaAllah akan dibahas saat membuka bab yang berkenaan dengan Niat atau Shalat dalam kitab-kitab seperti Bulughul Maram, Fathul Qarib, dsb.

    [balas komentar di sini]

  43. dwi ratna says:

    Ass…maaf sbelumnya saya bnr2 ingin curhat ttg mslh was2 yg mnimpa saya,baik itu ketika wudhu atau shalat,wkt wudhu dlm fkrn saya hrs jelas bacaannya bhkan sering saya mengulang2 wudhu,trs ketika shalat selalu mngulang2 niat,serasa ada yg lupa entah itu bacaannya,kdg sedang membaca surat wkt shalat lupa apakah sudah membaca bismilah atau blmnya,sbnrnya saya malu utk brcrta sprti ini,tp semakin kesini perasaan was2 ini semakin parah,wkt wudhu+shalat selalu memakan waktu yg lama..klrga pun selalu mengejek,hati saya sndri tdk mngharapkan hal ini trjdi pd hidup saya,saya merasa sangat tersiksa,saya jg sudah konsul sm kiai,awalny iya tentram tp kambuh lagi,kdg saya brfikir klo harus di rukyah saya ingin,bnr2 ingin menghilangkan persaan was2 ini..

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mbak Dwi Ratna,
    wa’alaikumussalam…

    Do’a atau bacaan-bacaan di wudhu insyaAllah termasuk yang sunnat, artinya tidak wajib, kecuali berniat dalam hati pada saat sedang membasuk wajah adalah wajib. Jadi supaya bisa lebih ringan saat melakukan wudhu-nya, bacaan-bacaan yang sunnat boleh ditinggalkan dahulu sampai was-wasnya sembuh.

    Niat pada shalat itu yang wajibnya adalah saat mengangkat tangan pada takbiratul ikhram, dan niat itu diucapkan di hati, atau cukup dengan isyarat di hati. sementara membaca bacaan niat sebelum takbiratul ikhram hukumnya sunnat, dengan maksud untuk menguatkan niat yang akan dilakukan di hati pada saat takbiratul ikhram tadi. Jadi cukup dengan isyarat di hati saja tidak harus benar-benar dibaca sempurna bacaan niatnya, maka insyaAllah niatnya sudah benar dan tidak harus diulang-ulang.

    Membaca bismillah pada shalat, yang wajibnya adalah pada Surat Al-Fatihah karena bismillah merupakan bagian dari surat Al-Fatihah. Sementara untuk membaca surat lain setelah Fatihah, maka hukumnya adalah sunnat, artinya tidak dibaca pun tidak apa-apa dan tetap sah shalatnya, termasuk jika sampai terlewat membaca bismillahnya pada surah tersebut.

    Jika masih ingin bertanya tentang hal ini, maka silahkan hubungi nomer telepon saya yang terdapat di halaman KONTAK di atas..

    [balas komentar di sini]

  44. andi ugi says:

    mas izin copas, karena ilmu tidak boleh di rahasiakan dan di sembunyikan. dgn mengcopas artikel anda, mungkin anda akan mendapat pahala berlipat2 bagi yg membacanya

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Bang Andi,

    Seandainya ilmu saya dirahasiakan dan disembunyikan, tidak mungkinlah.. banyak orang yang menemukan artikel ini di mesin pencarian Google, dsb. lalu berkunjung serta membaca artikel saya di halaman ini. Jadi, ilmu saya TIDAK dirahasiakan dan disembunyikan.

    Kenapa saya tidak membolehkan menselect dan mengcopy artikel ini?

    Mungkin Anda sendiri sudah mengetahui alasannya saat mengklik kanan mouse yang Anda pakai. Alasannya, karena banyak pemilik situs/blog yang TIDAK KREATIF dan dengan serta merta asal mengcopas saja artikel orang lain ke situs/blognya tanpa memberikan kredit atau link ke situs sumbernya, apalagi membuatnya menjadi unik, dan hal ini sebenarnya bisa merugikan kedua belah pihak, yaitu pihak yang artikelnya dicopas dan dia sendiri yang mengcopas.

    Kenapa merugikan:

    1. Jika artikel yang 100 persen isinya sama (tidak unik) berada di beberapa situs/blog, maka posisi artikel tersebut di mesin pencarian akan turun drastis, sehingga sulit orang untuk menemukannya lagi, akibatnya artikel tersebut jadi kurang atau tidak bisa diambil manfaatnya lagi oleh orang banyak. Demikian pun dengan situs/blog pengcopasnya, reputasinya di mesin pencarian Google, dsb. akan turun drastis, sehingga orang akan sulit menemukannya, dan situs/blognya menjadi kurang atau tidak bermanfaat. Ini adalah aturan di internet, karena internet juga punya aturan serta punya ETIKA, sebagai penggiat di internet, sangat penting untuk memahami aturan ini.

    2. Artikel ini mengandung pengetahuan serta pengalaman tersendiri yang memang isinya harus dipertanggungjawabkan. Seandainya dicopas begitu saja, lalu hasil copasnya ditayangkan di situs/blog lain, kemudian ada orang yang berkunjung, lalu ia bertanya tentang isinya. Ya, kalau pengcopas bisa menjawabnya, kalau tidak…??? Apalagi kalau asal menjawab tanpa pengetahuan, malah bukan memberi solusi, tapi bisa membahayakan…

    Sebetulnya ada cara yang lebih KREATIF, yaitu dengan mengutip artikel atau membahas masalah yang sama, lalu merujuk ke artikel sumber, sehingga bila pengunjung ada pertanyaan, mereka bisa berkunjung ke artikel sumber dan bertanya kepada pengelolanya.

    Jadi, saya TIDAK MENGIZINKAN Anda untuk mencopas artikel-artikel saya, kecuali dengan cara tersebut di atas.
    Memang benar ilmu yang sangat sederhana ini milik dan berasal dari Allah, tapi tetap harus dipertanggungjawabkan juga kepada Allah, tidak sembarangan orang saya kasih izin untuk mengcopasnya, apalagi terhadap orang yang lebih mengedepankan prasangka yang kurang baik, serta kurang menjaga etika, seperti mengucapkan salam terlebih dahulu misalnya, atau minimal dengan bahasa yang lebih santun, meskipun alasannya seolah benar. Bukankah kebenaran juga harus disampaikan dengan hikmah dan bijaksana?

    [balas komentar di sini]

  45. andi ugi says:

    wah….gue buat orang tersinggung lagi,padahal niat gue kan baik
    mohon maaf ya mas,gue gak tau kalau ucapan ku itu tak beretika,karena gue di besarkan di etnik/suku yang kasar.
    sebab itu orang bilang lebih baik dimarahi orang b*n* daripada dibisik orang s*d*ap

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Bang Andi,

    Semua ini adalah proses pebelajaran dalam hidup. Semoga kita berdua bisa sama-sama belajar dari pengalaman kemarin. Saya telah memaafkan, dan tentunya saya juga memohon maaf kepada bang Andi…

    [balas komentar di sini]

  46. rachmat says:

    setiap org mgkn pernah mengalami rasa was was, kadarnya ada yg ringan/berat. Jika dituruti mgkn akan kian besar, sy pun prnh mengalami. Cara saya mengatasnya dg belajar maslah agama, bertanya kpd ustad, membaca buku agama atau situs Islam di internet. Lakukan wudhu dan sholat dg benar desuai sunah, maka jika kita yakin secara pribadi sdh sesuai sunnah Rosul, tidak akan muncul rasa was was, tentu jg senantiasa berdoa memperoleh hidayah Allah, Rachmat.

    [balas komentar di sini]

  47. Saya A says:

    Asalamuallaikum pak ustad.

    Saya merakasakn semua was-was dari mulai shalat seperti berbicara dalam hati saya apa saja padahal saya berusaha tidak mau mengatakannya saya sudah baca surat an-nas dan taawudz tapi kadang2 saya suka masih seperti itu sudah 3 rakaat saya shalat sering kira saya batal dan ulangi lagi!

    dan paling parah saya sekarang tentang puasa terutama puasa ramadhan kemarin saya sering di hantui perkataan-perkataan tidak wajar padahal saya tidak mau mengucapkannya dan berusaha untuk melupakannya tetapi selalu ada dalam hati saya saya seperti dihantui perkataan murtad seperti menghina Allah dll saya stresss sekali pak ustad dan saya berusaha mengqadha puasa yg sekiranya saya batal ramadhan kemarin saya sedang mengqadha sekrang tetapi masih ada saja perkataan seperti ini mohon ustad apakah puasa ramadhan kemarin saya batal / tidak
    terimakasih
    pa ustad saya umur 12 tahun

    Asalamualaikum wr.wb!

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    A,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Kalau mengira shalatnya sudah batal, maka tamatkan, gak usah mengulangi shalat, karena hanya membuang banyak waktu.

    Perkataan-perkataan menghina manusia, menghina Allah, dsb. itu sebenarnya lintasan hati atau bisikkan dari syetan di dalam dada, maka jangan karena merasa sudah kafir atau merasa sudah murtad, lalu dilawan. Karena melawannya bukan menyembuhkan waswas, tapi waswas yang diderita akan semakin parah. Dengan mengacuhkannya dan membiarkannya (tidak dilawan), nanti akan makin berkurang dan sembuh.

    Saya berkata seperti ini karena saya sudah mengalami semuanya, dan dulu saya pernah berobat kemana-mana, tapi tetap saja ada selama saya melawan bisikan-bisikan itu. Dan baru sembuh setelah saya mngacuhkannya.

    Jangan khawatir ibadah shalat dan puasanya batal, atau jangan merasa sudah murtad atau kafir dengan adanya perkataan-perkataan kotor tersebut, karena Allah Maha Mengetahui bahwa hal itu adalah penyakit waswas yang datang dari syetan, dan ade sendiri tidak menghendakinya. Sehingga ibadah-ibadah ade yakini tetap sah, dan ade tetap seorang mu’min dan muslim.

    Ade tinggalnya dimana? Kalau memungkinkan, datanglah ke tempat saya di Bandung ya, dengan diantar orang tua atau saudara.

    [balas komentar di sini]

    A Reply:

    jadi puasa saya gak batal ya pak ustad ? 🙁

    [balas komentar di sini]

    A Reply:

    Rumah di cinajur pak ustad !

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Iya.. Puasanya tidak batal.
    Sebaiknya datang ke rumah saya di Bandung. Cianjur ke Bandung tidak terlalu jauh…

    [balas komentar di sini]

    Saya A Reply:

    gitu ya pak ustad ! tapi pasti saya gak boleh sama org tua saya ! kan mereka gk tau kalo saya kena was-was!

    Maksudnya jgn dilawan gimana pak ustd?

    Trims..

    [balas komentar di sini]

  48. bagas gaozhan says:

    Ass…mas tolong kasih tau cara menghilangkan perkataan dalam hati yg tidak dikehendaki .saya tiap ketemu sama orang yg sya kenal tapi bukan orang yang dkat banget sama saya, dalam hati saya selalu timbul kata “orang bodoh”(maaf mas)padahal itu tidak saya kehendaki mas & saya was was kalau perkataan dalam hati tersebut sampai terucap & menyinggung orang trsbut..tolong saya mas agar semua itu tidak menghantui saya terus..terimakasi

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Bagas,
    wa’alaikumussalam..

    Caranya jangan terlalu dipikirkan, dan cuekkin saja… Nanti lama-lama akan hilang sendiri. Karena kalau terus dipikir atau dilawan, bukannya sembuh, malah akan makin parah, dan akan datang waswas-waswas yang lainnya.

    [balas komentar di sini]

  49. Marcia says:

    Assallamu’alaikum, Kang Cepi

    saya pernah was was sholat , lalu disarankan agar mengacuhkan semua bisikan, lalu saya sembuh. tapi tiba tiba 6 tahun lalu kambuh lagi sampai sekarang. dan parahnya malah sampai ke aqidah, pertanyaan apa Allah itu ada dll bikin saya putus asa. saya sebelumnya selalu melawan, hingga makin menjadi jadi ke raguan saya tentang Allah dan ini makin membuat saya stress. saya jadi merasa jauh dari Allah, tidak mengenal Allah dan menjadi asing. saya menjadi putus asa dan depresi.
    setelah saya baca saran kang cepi dengan mengacuhkan lintasan pikiran , memang efektif, saya mulai tenang dan mengenal Allah lagi. Tapi kok kadang lintasan itu seperti mencoba masuk lagi ke dalam pikiran dan mengganggu keyakinan saya bahwa mengacuhkan itu adalah obatnya. sampai sekarang saya berusaha sih, walau naik turun, ga gampang yah lulus dari pikiran ini.

    Yang masih menjadi PR berat saya selain lintasan murtad tadi, sulitnya saya sholat.
    was was ketika sholat sangat mengganggu. setiap takbir selalu otomatis saya batalkan, sepertinya otak, pikiran dan tangan saya berdsamaan menolak dan membatalkan, sehingga saya cape mengulang ulang.
    Hati saya selalu bilang, salah dan batal, tidak sah, tidak sesuai niat, belum niat atau apalah kata kata berkeliaran diotak saya.

    saya sudah memohon perlindungan pada Allah dan meludah kekiri, tapi masih saja begitu , seakan tangan ini tidak mau mengangkat untuk takbir, saat bisa lintasan pikiran kotor muncul sehingga saya batalkan lagi. melelahkan sekali sampai 30 menit bahkan 1 jam baru selesai.

    Kalau saya mau sholat jadi takut dan ketakutan dengan perbuatan saya ini sampai mengganggu hati saya. apakah ketakutan ini juga termasuk was was sehingga membuat saya stress?

    saya mulai bingung dan lelah, ingin sekali saya sembuh tapi terbersit apa bisa ya, karena kok masih begini.

    Mohon pencerahannya dana kapan ke jakarta yah, biar bisa konsul langsung..heheh..
    btw, boleh kan konsul dilanjutkan via whatsapp, Nomor kang cepi sudah ada di WA saya:)

    Terimakasih dan Wassallamu’alaikum.

    [balas komentar di sini]

  50. sindi says:

    saya sering terlintas fikiran selain Allah apakah itu dosa. ketika saya berdoa kadang terlintas selain allah apakah itu syirik

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Sindi,

    Tidak menjadi dosa apalagi syirik, karena begitulah lintasan pikiran dan hati. Yang penting Sindi tetap berprinsip dengan penuh keteguhan bahwa tiada tuhan kecuali Allah, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.

    [balas komentar di sini]

  51. sentot says:

    Assalamualaikum Kang cepi, Alhamdulillah setelah sholat ashar Allah yg ma a pengasih Dan penyayang memberikan petunjuk untuk membuka blog Ini, saya mengalami Hal ug Sam a dengan teman2 Di atas, saya in in langsung konsul dengan Kang cepi Di Bandung, alamatnya dimana Kang Dan no hpnya brp, thanks

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Sentot,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Silahkan kunjungi halaman ini: http://rumahcahaya.com/kontak/

    [balas komentar di sini]

  52. sindi says:

    kalo lg mengucapkan kalimat syahadat terlintas selain Allah 😐 Apakah itu syirik?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Sindi,

    Pertanyaan yang sama sebelumnya dari Sindi telah saya jawab tuh di atas. Insyaallah tidak menjadikan syirik selama lintasan itu tidak disengaja dan tidak diinginkan..

    [balas komentar di sini]

  53. vita says:

    kalau kebayang nama Al masih apakah syirik?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Vita,

    Enggak bakalan syirik kalau kita tidak menganggapnya Tuhan. Apalagi kalau hanya bayangan yang muncul karena tidak disengaja akibat waswas.

    [balas komentar di sini]

  54. vita says:

    kalau terbayang “tuhan” apakah itu syirik?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Vita,

    Jawabannya telah saya berikan via BBM waktu itu kan ya..

    [balas komentar di sini]

    Saya A Reply:

    pa ustad saya minta pin bbm dong mhon!!

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    A,

    Pin BB saya ada di http://rumahcahaya.com/kontak/

    [balas komentar di sini]

  55. Ba'i Bianconeri says:

    assalamu’alaikum.. ustadz saya sring waswas klo pas mndi wjib, saya srasa tdk brniat mau mndi wjib, dan hti sya sprti mngambang tanpa niat saat mngucap niat.. mndi wjib saya sprti cma mndi biasa. apakah sprti itu waswas? mohon pncerahannya ustadz

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Ba’i,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Iya, memang itu waswas, tapi sudahlah jangan terus dipikiran karena akan bertambah parah kalau terus dipikirkan.

    Yang jelas, niat mandi wajib itu di hati, mau diucapkan di mulut atau tidak enggak jadi masalah. Niat di hati berbarengan dengan saat membasuh tangan. Terasa ngambang atau tidaknya, tidak menjadi masalah, dan insyaallah mandinya sah.

    Jadi:

    – Niat mandi wajib
    – Meratakan air ke seluruh badan dari kepala hingga kaki tidak ada yang terlewat

    Insyaallah mandi wajibnya SAH

    [balas komentar di sini]

  56. Sita says:

    Assallamu’alaikum Wr Wb,

    Langsung to the point ya pak:)

    Kalau tiap wudhu selalu muncul niat membatalkan, apakah itu batal? karena setiap basuh tangan, pasti hati saya sepertinya bicara saya mau batalin atau niat ga mau wudhu. dan ga berhenti pikiran itu. padahal kalau latihan , lancar sekali tanpa pikiran itu. jadinya diulang ulang, sampe bete.

    Kalau takbir, selalu saja terbersit bahwa niat saya ga sah atau ga sreg, seakan saya harus menunggu otak dan hati saya merasa mantap dulu, baru sholat bisa dilanjutkan.
    dan itu sampai berulang ulang, sehingga sholat jadi kacau ga kelar kelar.

    apakah, saat takbir itu sudah sah walau apapun dalam pikiran saya muncul? apa sih patokannya sholat sah untuk dilanjutkan?

    kata seseorang, untuk yang ga normal kaya begini, apapun yang muncul, sholat ga batal, jadi boleh dilanjutkan….. tapi kok hati saya tetep ga sreg sehingga rasanya, otak atau hati saya(tau deh yg mana) memaksa saya untuk membatalkan dan mengulang sholat lagi kalau semisal hati saya ngerasa belum mantep takbir.
    saya jadi kecapean duluan, orang bisa cukup 5 menit, saya sampe berpuluh menit…capeeeee

    saya juga suka waswas ada sisa makanan dimulut, sehingga kalo sholat, kadang saya siapin air minum untuk kumur2 kalau muncul waswas sisa makanan…menggelikan ya?

    cape rasanya, kaya orang linglung. ga bisa bedain mana pikiran yg bener mana yang waswas.
    kalau begini, apa bisa ya disembuhkan?sudah sangat lama, Pak Cepi.
    Tolong diberi masukan.

    Terimakasih masukannya
    Wassallam

    [balas komentar di sini]

    sita Reply:

    Assallamu’alaikum,

    Menurut Pak ustadz bagaimana dengan kasus saya diatas?

    Terimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Sita,
    Wa’alaikumussalam wr. wb.

    Mohon maaf saya telat menjawab karena adatnya jadual kegiatan saya..dan harap Sita maklum.

    Memang sembuhnya biasanya agak lama, tapi cobalah untk meringankannya sendiri, karena secara ikhtiar hanya diri sendiri yang mampu menyembuhkan.. kaau hakikatnya tentu Allah yang menyembuhkan.

    Nah.. sebetulnya Sita sudah mulai faham.. Jadi untuk orang waswas seperti Sita, apa yang berlaku bagi orang yang sehat bisa jadi tidak berlaku, karena namanya juga orang sedang sakit, ada keringanan.

    Jadi meskipun ada niat membatalkan wudhu, membatalkan shalat, bahkan menelan dengan sengaja sisa makanan yang ada di mulut, anggap semua itu sah dan gak perlu diulang… lanjut saja. Karena kalau tidak seperti ini, maka kemungkinan besar waswas tidak akan sembuh.

    Gak usah juga mikir patokan-patokan sah tidaknya shalat untuk dilanjutkan, hanya akan menambah waswas saja…

    [balas komentar di sini]

    Sita Reply:

    Assallamu’alaikum Pak,

    Terimakasih atas komentarnya, maaf bila akhirnya mengganngu jadual kegiatan bapak.

    Oya, ada muncul was was lain,
    setiap kali saya akan beraktivitas, jika saya melakukan kesalahan atau harus melakukan sesuatu tapi belum dikerjakan/ tunda, akan ada muncul kata kata “saya bukan Islam atau saya ga punya Tuhan”. sehingga saya jadi salah tingkah kalau beraktivitas .
    kalau saya mau berbuat sesuatu, merasa terancam dengan kata kata itu sehingga kata kata itu jadi sering muncul dan saya jadi percaya bahwa hati saya sendiri yang memang bicara , sehingga saya harus mengulang syahadat. padahal saya coba seperti saran bapak untuk acuhkan, tapi suka lebih percaya saya yang bicara.

    apakah itu lintasan waswas/ bisikan setan walau saya yang sepertinya
    bicara?

    Maaf sebelumnya, kalau tidak keberatan sharing, dulu bapak was was dalam sholat seperti saya atau lintasan pikiran? bagaimana bapak bisa mengalahkannya ? …kepo nih…. karena kalau saya, kadang bisa mengalahkan kadang masih terulang lagi.

    Terimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Benar ini waswas dan banyak juga orang yang mengalami hal yang sama.
    Maka jangan lagi dihiraukan, acuhkan saja dan gak perlu membaca syahadat lagi karena itu dari syetan, bukan dari diri sendiri, meskipun seolah-olah kita yang berkata. Kalau kita tidak mengacuhkannya dan merasa diri kitalah yang bicara, mungkin syetan pun bersorak, karena waswas ini kalau tidak diacuhkan, akan muncul waswas-waswas yang bentuknya baru.

    Cara mengalahkannya adalah dengan menyadari bahwa kita sedang sakit (waswas itu), dan bahwasanya Allah mengetahuinya, sehingga akan maklum dengan sakit yang kita alami, dan wajar jika shalat kita tidak bisa dan tidak harus sempurna seperti orang yang sehat.

    [balas komentar di sini]

  57. wulan says:

    assalamualaikum wr. wb.

    saya mw tanya pak ustad tentang pnyakit was* saya saat wudhu sholat dan mandy… saya sering mengulang..ngulang wudhu saya maupun sholat saya karena perkataan kotor dalam hati saya dan itu serasa saya sendiri yg bicara tetapi hati tidak menginginkan dan saya hampir putus asa untuk tidak melakukan ibadah sholat karena mnurut sya semua itu sia*..karena sholat dan wudhu saya brkata kotor dalam hati dan itu selalu muncul saat mw sholat jadii kayag enggan gtu menjalankan sholat..tetapi sya yakin klu saya niat sholat karena Allah ta.ala..sholat yg seharusnya dikerjakan cuna membutuhkan waktu 10mnit..ini saya tiap sholat hampir setengh jam dan itu sya selalu mengulang sholat dan wudhu saya.. sya mengalami hal seperty ini sudah 1th lbh pak..dan saat mndy maupun buang air kecil selalu memerlukan waktu hampir 1jm karena was* dan serasa vadan ini msh najiz klu ngk dibersihkan secara total..sya sampai dimarahin ibug sya karena berlama..lama dikmr mndy..dan kedua orang tua saya sampai nangis melihat sya kyg gnii..suda 3ustad sya datangi dan ada yg brkta ada jin didalam tubuh sya..dan jin itu ingin merusak iman saya..bgaimna ini ustad mohon jawabanya

    Wassalamualaikum wr.wb

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Wulan,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Memang orang yang waswas kalau barkata kotor dalam hati seolah apa yang dilakukan secara lahir juga ikut tidak sah, padahal tidak, karena yang dilakukan secara lahir cukup dihukumi secara lahir. Misalnya kalau melakukan sholat secara lahir telah memenuhi syarat sah dan rukun shalat, maka bagaimana pun kotornya hati tidak akan membatalkan shalat, kecuali perkataan murtad secara disengaja. Kalau di hati mengatakan saya kafir, saya murtad, atau perkataan tidak pantas lainnya diucapkan, sementara hati yang paling dalam menolaknya karena iman, maka tidak menjadi murtad, dan shalat tetap sah.

    Dalam membasuh dan menyucikan najis pun sewajarnya saja, kalau misalnya merasa belum sempurna, jangan diperdullikan, anggap saja sudah sempurna karena kita mampunya segitu, kekurangannya yakinlah akan Allah maafkan. Karena sifat air itu bisa menyeluruh, bisa membersihkan ke bagian-bagian detail sekalipun..

    [balas komentar di sini]

  58. wulan says:

    assalamualaikum wr.wb

    trs sya harus bgaimna ustad sya sngat tertekan sekali..tiap denger adzan gtu hati sya takut karena sholat sya kurang sempurna…sya ingin sembuh ustad

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Wulan,
    wa’alaikumussalam wr.wb.

    Jangan merasa takut sholat kurang sempurna, apalagi lagi terserang waswas. Orang yang tidak waswas saja, yang tau ilmunya shalat, sulit untuk sempurna, kecuali mereka hanya sebatas berusaha untuk menyempurnakan rukun dan syarat sah shalat saja..adapun shalatnya diterima atau tidak, itu adalah hak Allah..

    [balas komentar di sini]

  59. wulan says:

    assalamualaikum wr.wb

    bearty sya melakukan sholat dengan semampu sya gtu ustad..dan apakah harus mengulangi sholat lgi jika hati msh ragu ..apakah buat yg pnyakit was* ini bole mengucapkan bacaan dzikir dlm hati saat sholat supaya tdk terbesit prktaan kotor dlm haty

    trimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Wulan,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Iya dengan semampunya, dan jangan diulang kalau ragu, serta jangan mengucapkan dzikir dalam hati, karena itu merupakan perlawanan, dan waswas tidak akan sembuh dengan dilawan, namun akan makin parah. Acuhkan saja sekotor apapun lintasan-lintasan hati.

    [balas komentar di sini]

  60. Makhluk ciptaan ALLAH says:

    Saya kasian dengan penderita penyakit was was.. karna tidak adanya bimbingan yang detail terhadap penderita. dan tidak banyak tersedianya para pemecah masalah ini, yang secara mantap dapat menghilangkan penyakit ini. untuk proses penyembuhan dalam mengurangi penyakit terlalu hati hati.
    ( Harusnya para ulama cepat tanggap dalam masalah ini dan tidak cepat bosan. ) tapi apa yang terjadi melainkan mereka mencari jalan keluar sendiri dan bertanya kepada ustad dan orang2 yang dianggap penderita mengerti masalah ini, malah membuat penderita semakin bingung, dan akan menambah penderita menjadi tambah berhati hati!! karna sedikitnya penjelasan yang diberi oleh para pemberi solusi tanpa dapat banyak kesempatan untuk bertanya kembali!! ( karna mungkin adminnya capek, bosan dalam melayani keluhan/konsultasi yang dipertanyakan soalnya pada sama semua setiap hari ) kalau capek gak usa bikin blog! karna akan berujung penyesatan! neraka hasilnya.

    seperti contoh blog blog tentang syariah lainnya. yang dimana blog tersebut menyuruh thaharah, tetapi seolah memberatkan pembacanya untuk pelaksanaannya!!! satu contoh : hilang nya najis 3 perkara. 1. wujud, 2.Bau, 3.Rasa. Lucunya ada blog yang untuk perkara 3 itu. yaitu rasa. yang dimana menyuruh menjilat yang terkena najis!! utuk mengetahui rasa dari najis tersebut itu apa telah hilang atau belum.

    saya senang dengan ustad cepi karna anda mungkin pernah merasakan penyakit was was.. jadi penyampaiannya dari hati. alangkah lebih baiknya ustad memberikan kontak layanan untuk konsultasi. dan untuk yang di dalam blog ini yang tidak bisa di akses tolong dibuka kembali.
    Assalamu’alaikum

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Makhluk Ciptaan ALLAH,
    wa’alaikumussalam…

    Saya telah dan masih memberikan layanan untuk konsultasi, tapi tentu karena saya pun punya kewajiban buat keluarga, dan sebagainya, waktunya tetap dirundingkan.

    Ada bagian blog yang tidak bisa diakses? Boleh kasih tau saya pada bagian manakah itu? terimakasih sebelumnya…

    [balas komentar di sini]

  61. yenii says:

    Assalamualaikum …. klu tiba tiba terlintas saat sy ngomong “Aku ini…” tiba tiba langsung terlintas “Allah” . sy takut padahal saya tdk mengakui . apakah itu syirik?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Yenii,
    Wa’alaikumussalam wr. wb.

    Itu hanya lintasan hati, jangan digubris dan dilawan, biarkan saja, dan itu tidak termasuk syirik.

    [balas komentar di sini]

  62. yenii says:

    klu sahadat seseorang
    batal karena syirik, jika
    seseorang ingin masus islam
    lg harus bagaimana?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Ya harus syahadat lagi kalau beneran syirik. Tapi yang Yenii alami itu gak menyebabkan syirik, sudah jangan dibiarkan bertambah parah dengan terus memikirkannya.

    [balas komentar di sini]

  63. melina says:

    lintasan tentang seseorang sebagai tuhan. padahal itu ga sengaja. adakah membatalkan sahadat?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Melina,

    Eggak membatalkan syahadat. Sudah acuhkan saja jangan terlalu dipikirkan, khawatir timbul waswas yang parah nantinya,

    [balas komentar di sini]

  64. vina says:

    lintasan hati tentang syirik apakah dosa?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Vina,

    Kalau baru lintasan hati, insyaallah enggak sampai syirik.

    [balas komentar di sini]

  65. Ida R. A says:

    ??????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????.
    Mhon maaf pa ustad gnggu, sya jg ?ª? nnya tntng pnyakit was2, sya jg terkena pnyakit was2 udh lama ?åå???????????††† udh ?ª? 5th, smp skrg tak kunjung smbuh. Sya sudah nnya k bbrpa ustad tpi msih ttp sja kya gni gak adaa prubahan, smp Sya bngung ketika mlaksanakn wudu smp mmbutuhkn wktu yng sngt lama ?åå???????????††† dan untuk melaksanakn shalat pun sprti itu smp brjam2, sya cpe & bingung ustad stiap kali msuk wktu shalt hati sya sllu gelisah, deg2an dan gak tenang, aplgi ketika wudu & shalat kya orng linglung dan hilang akal, smp gak tau apa yng sbenarnya yng sya sdng lakukan. Stiap kali shalat sya sllu mrasa tkt batal, tkt mmbatalkn ?? prtengahn & selalu adaa bisikan “kafir & murtad”, pdahal sya tdk mnginginkn’y tpi bisikan itu smakin kuat smp sya bingung. Klo dlm hati adaa kta2 “kafir & murtad” bkn brati kita kafir / murtad kan ustad? Smp sya tiap wudu dan shalat sllu tmbul pnyakit galat / kaku ktika ?ª? niat / mmbaca Al_Qur’an. smp sering ngomong sndri / jerit2 sndri klo sya bkn kafir & bkn murtad, dan stiap kali niat shalt, ktika sudah melakukan takbiratul ihram kadang antra hati & pikiran beda, ktika ?ª? shalt asar tba2 stlah tkbir niat’y shalat isya, Mohon mnta solusi’y ustad. Terimakasih sebelumnya
    ??? ?????????? ???????? ?? ???????? ????? ?????????????

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Ida,

    Semua hal di atas adalah waswas dari syetan, meskipun seringkali terasa dari diri sendiri. Kalau bisa telpon saya ya, nanti kita ngorol lebih panjang supaya lebih jelas dan bisa dipahami. Nomer hp saya ada di halaman KONTAK di atas. Silahkan klik dan cari di sana..

    [balas komentar di sini]

  66. wya says:

    asswrwb. numpang naxak ya…
    sy salah satu orang kena penyakit waswas khususnya dalam masalah bersuci dan najis. saat buang air besar maupun kecil pasti lama n selalu ngerasa ada yang memercik. makanya saya kalau sls dari kamar mandi keluarnya harus bilas dulu dari pinggang ke bawah. dan juga dalam masalh najis, entah say orangx terlalu hati-hati atau terlalu memperhatika. sering menganggap semua yang ada disekitar saya sudah tersentuh oleh najis. bahkan lantai yang saya injak pun selalu saya anggap najis. bersentuhan dengan orang pun terkadang saya ngerasa ditulari najis.saya g bs liat di lante ada hitem sedikit, pasti saya langsung ambil kapas to mastiin itu kotoran atau bukan, entah dgn cara di pencet atau di cium baunya. awalnya pasti saya menganggap semuanya najis. tp lm2 karena memberatkan aktivitas saya, saya jd sering mikr, benda yg td najis ato bukan ya. smp kemudian sy pikir suci aja dh.karena setau saya kalau sesuatu masih belum psti kenajisannya maka dikembalikan kehukum asal yaitu suci.mski berat hati saya pasti kembalikn ke hukum suci, krna takutnya kalau saya selalu mikirn tentang waswas tu, sy takut jd org yg ngikutin kemauan setan n akan membuat waswas saya jd tambah parah.
    yang mau say tanyakan, boleh g say mengganti keyakinan, yang semula meyikni najis meski sempet saya perhatiin n teliti tp setelh difikir2 kemudian meyakini suci?
    krna tktx saya salah dan ini akan berpengaruh pada ibadah saya seumur hidup.
    sy dah cpk n cukup stres dgn kondisi sy ne..
    atas jawabnnya sy ucapkan terima kasih…

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Wya,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Saya sangat setuju dengan cara menangani waswas seperti yang Wya lakukan, memang harus seperti itu.

    Boleh dan memang harus diganti, karena sebetulnya lebih cenderung kepada sucinya daripada najisnya. Teruslah berusaha untuk meringankan waswasnya seperti itu, karena itu akan lebih bermanfaat..

    [balas komentar di sini]

    wya Reply:

    Knp sulit sklai pak ya mengatasi was2 ne.sls ma ?ª?? st muncul lg mslh lnx..
    Awalx sy mikr rasa waswas ne krna pemhmn agama sy kurg,trs sy pljri,tp buknx smbuh,mlh sy jd lbh brhati2 n rsx waswas smkin nambah.
    Mlh kl sy mikrn mslh najis pa sy kena ato g,jantg sy rsx sk berdebr kers pak n sy khawatir skali.gmn ibaddh sy,gmn ma smua brg2 ?ª?? dh sy sentuh.mlh sy sk waswas liat org menyentuh brg sy,cz kykx mrk sprt mw nularin najis jg.bahkan suami n adek2 sy sk sy ingat kan kl mw k kmr mandi.org kl msk kmr mandi sk sy perhatiin,pa kakix bash ato pa mbasuhx bnr,dll.
    Sy rsx setres ma mslh ne pak.pgnx bgtu puxa mslh da tmpt lgsg nxk.sy dh invate BBx bpk,tp sprtix blm d trma.mohn maaf sblmx pak…

    [balas komentar di sini]

  67. Nafisah says:

    Terimakasih postingan anda sangat membantu :”””)

    [balas komentar di sini]

  68. Diki Prabowo Atan says:

    assalamualaikum
    ustadz saya ingin bertanya,
    1. saya sangat ragu apakah di sprei saya terdapat najis hukmiyah atau tidak. hal ini bermula ketika saya habis mengalirkan air keran ke penggaris saya karena saya ragu apakah pada penggaris saya ada najis atau tidak. tapi saya yakini kena najis, dan saya memilih untuk mengalirkan air ke penggaris saya. pertanyaannya, apakah jika benar penggaris sya terkena najis cara menghilangkan najis yang saya lakukan sudah benar? kalau benar berarti ketika penggaris sehabis dicuci kan penggarisnya masih basah, itu saat basah sudah suci apa saat sudah kering baru suci?
    mohon jawabannya ustadz, karena saat penggaris masih basah saya letakkan penggaris dekat kresek obat saya, tidak bersentuhan memang, tapi karena letaknya yang sangat dekat saya jadi ragu apakah penggaris tersebut mengeluarkan air karena masih basah sehingga terkena kresek obat saya, soalnya habis nyuci penggaris, saya ambil kresek obat sya dan saya taruh kresek obat tadi ke kasur karna saya ingin minum obat. ini membuat saya ragu apakah sprei saya suci dari najis ‘stad.
    2. apakah celana yang kena najis kencing setelah kita cuci lalu kita jemur tetapi saat belum kering kita pakai celananya, apakah masih terdapat najis di celananya? saya juga sangat meragukan ini karena ketika masih basa saya meletakkan dompet dan hape di kanton celananya.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Diki,
    wa’alaikumussalam…

    1. Karena tidak diyakini betul ada najisnya, maka sudah cukup dengan mengalirkan air di atas penggarisnya. Setelah dialiri air, penggaris sudah suci meskipun masih basah, karena najisnya tadi sudah teralirkan oleh aliran air sebelumnya.

    Kresek tadi tidak najis. Jangankan berdekatan dengan penggaris yang sudah disucikan, berdekatan dengan kotoran yang najis sekalipun. kalau tidak terlihat pasti kena atau bersentuhan, maka kresek tidak najis. Sekali lagi, kresek tidak najis, dan sepreinya pun demikian.

    2. Demikian pula dengan celana, ibarat penggaris tadi, najisnya sudah teralirkan dan terbuang dengan aliran air sebelumnya, jadi celana yang masih basah itu sudah suci meskipun belum kering. Sebelum dijemur pun asal sudah dicuci dan najisnya teralirkan, maka sudah suci. Pasti akan terbayang repotnya kan, jika sesuatu yang pernah najis menunggu kering dulu untuk menjadi suci..

    [balas komentar di sini]

  69. deri says:

    assalamualaikum.
    ustadz saya ingin bertanya bagaimana cara mengobati penyakit was-was yang sudah bersarang di dalam pikiran. saya merasa setiap saat saya selalu melamun memikirkan was-was itu, saya sudah mencoba untuk tidak memikirkannya tapi sulit pak ustadz. saya benar-benar sangat terganggu dengan was-was di pikiran saya ini. was-was saya itu selalu mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada allah. kadang ada keinginan kuat untuk mengucapkannya dengan mulut tetapi saya selalu menahanya. mohon pak ustadz bisa memberi solusi kepada saya, karena saya sudah 3 bulan seperti ini.
    terima kasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Deri,
    wa’alaikumussalam..

    Memang harus terus berlatih untuk mengucapkannya, meskipun mulanya sangat berat dan selalu merasa berdosa.

    Biarkan saja kata-kata tidak pantas kepada Allah itu terucap di hati bahkan jika sampai keluar dari mulut pun. Membiarkan dalam arti me’lulu’ atau ‘nyungkun’ (mengiyakan tapi hati tetap menolak) dengan maksud supaya nantinya penderitaan waswasnya sembuh. Karena dengan cara inilah waswas akan berkurang hingga sembuh.

    [balas komentar di sini]

  70. gusti nur abdi says:

    1. assalamualaikum ustad sya mau bertanya saya diresahkan dengan adnya bisikan kekufuran di dalam hati saya dan bahkan bisikn tsb seperti teryakini pdahal sya tidak meyakini nya dan sya bersikeras melawanya bisikn tsb, bisikn itu seperti sya yg mengucapkan ya pdhal sya sngat membenci bisikn tsb saya bingung ustad, sya takut klo sya menjadi orang yg keluar dari syariat islam
    2. sya brtanya bagaimna klo seseorang waktu kecil pernah mencuri dan melakukan dosa besar, dan pda saat dia besar dia baru menyadari dan thu bahwa perbuatanya pada masa kecil itu merupkan suatu dosa besar, jdi bagaimna hukum dosa yng dilakukan pada masa kecil yg tidak mengethui bahwa mna yg hram dan mna yg halal atas perhtian ustd sya ucapkn terimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Gusti Nur,
    wa’alaikumussaam..

    1. Selama di hati ada kebencian akan bisikan tersebut, maka mas tetap seorang muslim yang tidak keluar dari syari’at Islam. Allah Maha Mengetahui bahwa hal tersebut hanyalah waswas dari syetan, maka jangan khawatir, dan acuhkanlah, supaya tidak semakin menjadi dan muncul bentuk-bentuk waswas lainnya.

    2. Seseorang dianggap berdosa jika ia telah mencapai masa akil baligh, jika belum di masa tersebut, maka ia terbebas dari dosa.

    [balas komentar di sini]

  71. Cinta Allah dan Rosul says:

    Assalamualaikum…

    Saya mau tanya tentang najis yang terkena air kencing orang yang sudah baligh…

    1.Kg Cepi saya ini kan beser nah jadi saya kadang2 celana dalam saya sering tertetes air kencing saya sendiri dan lalu saya buka celana dalam saya dan saya tidak memakai celana dalam lalu beberapa hari saya tertetes celana yg saya pakai .. akhirnya saya shalat dengan tidak memakai celana dan hanya memakai sarung saja untuk shalat … lalu sarung terkena najis juga .. saya ganti memakai sarung satu lagi beberapa hari tertetes lagi (tetesan air kencing hanya lah 1,3 tetes saja tapi biasanya hanya tertetes 1 tetesan saja) nah itu kan najis .. lalu saya belajar di sekolah cara menghilangkan najis air kencing yg sudah baligh adalah dengan mengalirkan air ke pakaian yang terkena najis itu yakni najis yang di sarung saya itu adalah najis sedang .Tapi saya tidak mengalirkan air ke sarung saya . kan katanya harus hilang bau,zat,rasa dan warnanya dulu , nah saya biarkan saja mungkin beberapa jam saja sudah kering lalu saya pakai lagi (tidak ganti sarung) dan seterusnya sampai sekarang saya pakai sarung itu untuk shalat dan ternyata seharusnya hilangkan dulu zat,rasa,warna,aroma najisnya dulu baru alirkan air lalu setelah itu tunggu kering baru suci bagaimana dengan shalat saya harus-kah saya mengqadha saya sering was-was apakah shalat saya sah? yang saya lakukan selama ini ? sungguh saya sangat bingung?

    2.kakak saya juga kadang2 sering pakai sarung yang saya pakai tetapi ia tidak tau kalau itu habis terkena air kencing saya sedikit beberapa tetes , dan saya tidak memberitahu kepada kaka saya jika itu terkena najis, karena saya kira hanya diamkan beberapa jam saja yang penting sudah tidak ada zat,rasa,aroma,warna nya berarti itu suci ? bagaimana shalatnya akan-kah saya yang berdosa pada Allah?

    padahal pakaian yg terkena kencing itukan harus diberi air yang mengalir apakaah ini dalam jumlah banyak ? atau sama saja?

    3.dan satu lagi katanya orang mabuk itu tidak diterima amal ibadahnya 40 hari apa maksud ini maksud tidak diterima amalnya itu apakah dia harus mengqadha shalat juga? ataukah shalatnya serta ibadah lainnya diterima hanya ia tidak dapat pahala sama sekali ?

    Terimakasih.. maaf bila pertanyaan kurang sopan ,, sungguh saya bingung sekali atas hal ini!

    [balas komentar di sini]

  72. Ulfa says:

    Saya slalu mngucapkn kata kata yg tdk pnts dlm hti sy. Tp saya sangt bnci dg kta kta tsb dan sy sll yakin bhwa sy tdk brniat utk mngucpkn ny.. Sy jugaa was2 dlm mlkukan mndi bsar smpai2 hrus mngulang mndi bbrp kli. Sy juga sll mrsa bhwa sy murtad. Tp sy sll brusahaa ykin bhwaa sya tdk murtad.. Srta bnyk mcam2 was was yg sy alami. Mohon bntuannya…

    [balas komentar di sini]

  73. ina says:

    Misalnya seseorang tidak sengaja terlintas dihatinya kalau mengakui dirinya tuhan. padahal seseorang itu sangat membenci lintasan itu. tidak ingin sekali ada lintasan itu. apakah itu sudah murtad? tolong penjelasannya. terimakasih

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Ina,

    Itu hanya lintasan hati yang datang dari waswas/bisikan syetan yang seolah datang dari diri sendiri. Tidak menyebabkan murtad, dan jangan terus dipikirkan supaya tidak memancing datangnya waswas yang lebih beragam dan akut..

    [balas komentar di sini]

  74. dwi dharma says:

    Saya punya penyakit was-was yang membuat saya ragu dan sangat ketakutan, karena seolah2 hampir benar. Tapi saya menolaknya dan membencinya karena tidak ada dasarnya. Ketika bisa saya lawan dan mulai tenang, tidak lama datang lagi dan semakin akut. Bagi saya sungguh berat melawannya dibandingkan kehilangan segalanya…
    Intinya selalu was-was kalau Allah itu sebenarnya punya keterbatasan…. karena tidak sesuai dengan logika kita. Mohon pencerahan.

    [balas komentar di sini]

  75. anggi says:

    assalamu’alaikum warohmatulahi wabarokatuh…..kang cepi saya sdh lama terkena was was, awalnya sya ingin bertobat berhenti bermaksiat pda thn 2009 kemudian was was itu dtg tapi hanya sebatas memaki di dlm hati di saat sholat, yg terparah di waktu itu adalah ketakutan fisik takut akan penyakit dan takut akan kematian, semua dokter/psikiater/rmh sakit, saya datangi untk mencari kesembuhan, pda akhirnya ketakutan itu hilang dgn sendirinya pda awal thn 2012. setelah saya bermaksiat lagi, kemudian 2014 di bln oktober di saat sya ingin bertobat dan tidak bermksiat rasa was was itu datang lagi dan lebih parah lagi. awalnya saat saya membaca terjemahan taurat….dan mulai saat itu di dalam hati saya sering memaki,menghina.pikiran kotor,semua yang tidak baik tentang Allah dan rosul, tetapi saya membenci semua itu dan tidak menginginkan semua itu, saya stress berat kepala rasanya mau pecah, setiap hari pikiran itu selalu terlintas, sudah sholat dzikir tapi masih tetap saja ada terus, saya berpikir mungkin ini karena dosa dan keburukan yg saya lakukan selama ini, dan setiap ada pikiran yang membanding”kan Allah dengan mahluk saya yakin di dalam hati bahwa Allah tidak seperti itu, Allah maha suci dan maha mulia, dan yang dipikiran saya itu adalah kerena saya terlalu lama mentuhankan hawa nafsu. saya sangat takut dengan semua yang ada di dalam hati saya dan rasanya mau mati. saya takut akan semua itu, bgm saya menghilangkan ketakutan dan rasa was was serta semua pikiran” itu kerena saya sudah lelah dan sering sakit kerena was was. mohon bantuannya, terima kasih semoga Allah membalas semua kebaikan kang cepi.

    [balas komentar di sini]

    herry Reply:

    Derita mas anggi sama persis sama yang saya rasakan saat ini saya juga tertekan mas dgn keadaan seperti itu sampai sekarang saya tidak bisa mengobati rasa was was seperti itu..

    [balas komentar di sini]

  76. asraf m says:

    terimaksih…artikel ini sangat membantu saya.. ? mhon izin ..agar lbih bermanfaat

    [balas komentar di sini]

  77. yuli says:

    assallamuallaikum, saya mau tanya waktu itu sudah lama entah kapan saya baru inget sekarang dulu saat saya s.d atau s.m.p saya pernah terkena najis yang sangat besar atau (Najis Mughallazhah), saya dahulu belum ngerti apa2 jadi saya mencoba menghilangkannya dengan air sedangkan itu juga bukan air bersih, nah sekarang saya sudah dewasa dan tiba2 saya ingat dengan najis itu dan saya coba menghilangkannya dengan segala cara dan saya benar2 niat untuk menghilangkannya, tapi saya masih ragu najis itu sudah hilang atau belum? dan sebenarnya saya juga tidak tau kalau saya kan dulu belom ngerti apa sah saya terkena najis? tapi intinya saya sudah berusaha untuk menghilangkan, tapi entah kenapa saya masih kefikiran apa najis itu sudah hilang atau belum? tolong kasih jawaban dan solusi yah.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Yuli,
    Wa’alaiumussalam…

    Tanamkan keyakinan bahwa najisnya sudah hilang..

    [balas komentar di sini]

  78. Fiqih Wicaksono says:

    Assalamualaikum wr wb
    Ustadz Saya ingin curhat tentang penyakit was was saya yang saya alami kurang lebih dua bulan terakhir menjelang Ujian Nasional, ini berawal ketika saya mengulangi perbuatan maksiat yang seharusnya sudah saya tinggalkan, dan saat saya sadar lalu saya kembali bertobat & memohon ampun kepada Allah SWT tapi penyakit saya malah semakin parah karena belakangan saya sering mengulang-ulang wudhu karena takut tidak sah dalam melaksanakan sholat dan itu selalu mengganggu konsentrasi saya saat sholat ataupun kegiatan yang lain. Pernah juga terlintas di pikiran saya yang tidak saya inginkan baik itu pikiran & perasaan untuk orang-orang disekitar saya maupun tentang Allah dan RasulNya. Lantas apakah saya telah berdosa besar & apa saja solusinya untuk menyembuhkan penyakit tersebut agar saya bisa fokus, tenang & konsentrasi dalam sholat dan belajar guna mempersiapkam Ujian. Tolong dijawab ya Ustadz semoga menjadi amal baik. Wassalamualaikum wr wb

    [balas komentar di sini]

  79. Agus says:

    kang yang dimaksud gejala galat/kaku itu bagaimana, soalnya was was saya sudah sembuh?

    [balas komentar di sini]

  80. Agus says:

    kang yang dimaksud galat/kaku tuh bagaimana, soalnya gejala was was saya udah ilang?

    [balas komentar di sini]

  81. Fiqih Wicaksono says:

    Assalamualaikum wr wb
    Ustadz saya mau tanya tentang keinginan dalam hati itu yg seperti nadzar tapi masih tersimpan dalam hati dan belum terucap. Karena saya pernah baca bahwa nadzar yg belum diucapkan itu hukumnya tidak wajib. Apakah saya harus menjalankan keinginan tersebut meskipun belum saya ucapkan ? Mohon dijawab ya Ustadz dan semoga menjadi amal ibadah.
    Wassalamualaikum wr wb

    [balas komentar di sini]

  82. Indi says:

    Assalamualaikum, di hati saya sering terlintas perkataan yang mengandung syirik . Yaitu seperti syirik dalam berdoa. Apakah itu dosa? Saya sangat takut sekali. Cara menghilangkannya gmn? Trmksh

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Indi,
    Wa’alaikumussalam..

    Itu waswas. Biarkan ya jangan dipikirkan, supaya nanti bosan sendiri dan menghilang. Enggak menjadi dosa kok hal tersebut.. Jika terus dipikirkan dan juga merasa takut dosa, maka bukannya hilang tapi akan semakin menjadi.

    [balas komentar di sini]

  83. .... says:

    Assalamualaikum, dosa gak yah kalao di hati terlintas mengatakan dirinya tuhan. Apkah itu syirik?

    [balas komentar di sini]

  84. rahasiaaa says:

    Assalamualaikum, dosa gak yah kalao di hati
    terlintas mengatakan dirinya tuhan. Apkah itu
    syirik?

    [balas komentar di sini]

  85. metty says:

    alhamdulillah…..

    terimakasih banyak atas ilmu , saran, dan sharingnya….sy sangat terbantu dan bersyukur telah mendapat manfaat atas bacaan ini. terimakasih banyak atas semua pihak yang telah membuat dan sharing kan hal ini. semoga segala kebaikan yang telah di bagikan ini akan memberikan banyak berkah dan balasan dari Alloh SWT. mohon doanya semoga memberikan kesembuhan total kepada saya dan tdk akan terjadi lagi. amin

    [balas komentar di sini]

  86. Anzu Putri says:

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, saya juga sudah merasa waswas sejak minggu minggu terakhir ini, saya merasa takut apakah wudhu saya dan sholat saya benar dan sah, saya tidak tahu.
    Saya lama sekali berada di kamar mandi takut kalau masih keluar air seni. Kemudian saya suruh pijat dengan ibu, dan akhirnya saya sudah merasa baikan sekarang namun masih ada rasa was was tsb..
    Saya sangat merasa stres dan tertekan, bahkan saya sudah merepotkan adik dan ibu saya 🙁
    Saya masih merasa tertekan 🙁 :'(
    Saya takut kalau diajak keluar atau semacamnya. Takut karena bingunng kalau mau sholat dan beribadah.
    Yang saya tanyakan, apabila ada bau kencing tetapi tidak basah, apa hukumnya najis ?
    Ini karena adik saya yang masih bayi belum ganti popok dari semalam, kemudian saya takut dan keramas. Bahkan saya bisa di dlm kamar mandi 1-3 jam.. Brr.. dingin Ustadz *mohon maklum
    terimakasih
    Wassalamu’alaikum

    [balas komentar di sini]

  87. sid says:

    syukran,artikel nya sangat bermanfaat,semoga kebaikan nya di balas dengan berlipat ganda oleh ALLAH SWT

    [balas komentar di sini]

  88. Fitri nNurhidayah says:

    Assalamu’alaikum Ustadz…

    Saya salah satu orang yang mengalami was-was yang berlebihan terhadap najis berat, setiap ada kotoran dijalan raya atau dirumah saya merasa itu najis berat jadi terkadang saya mandi samak juga begitu juga anak-anak saya saya mandikan dengan cara samak. akhirnya saya capek juga ustadz sampe2 leher belakang saya begitu berat. bagaimana ini ustadz padahal saya belum tahu pasti itu najis berat. kalo suami sudah sering menyarankan banyak berdoa, baca figih dan lain-lain biar setannya hilang. tapi saya sebntar hilang nanti ngulang lagi.
    Tolong saya ustadz biar saya fokus beribadah kepada Allah

    Wassalam

    fitri

    [balas komentar di sini]

  89. suherman says:

    Saya sudah lama terkena penyakit was-was.
    1. bagaimana cara menghilangkan penyakit galat atau kaku lidah akbat was was?
    2. sampai mana batasan air ludah masih bisa ditelan kalau didalam shalat? Apa air ludah yang dibibir kalau tertelan, batal sembahyang atau tidak? Terima ksih sebelumnya.

    [balas komentar di sini]

  90. Zul says:

    Assalamualaikum Cepi Nugraha, saya dari Malaysia, menderita penyakit waswas yang teruk selama 30 tahun. Terima kasih atas artikel ini. Mungkin bisikan tersebut tidak harus dilawan, tapi hanya diacuhkan. Saya akan mencuba cara ini pulak, dan diharapkan berhasil.
    Mohon dijawab soalan Fitri Nurhidayah dan Wya Al’adawi di bawah. Saya juga menanti jawapan unutk soalan mereka.

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!