Cara Menghemat Energi Listrik

April 12, 2013 oleh 2 Komentar
Kategori: Rumah dan Pekarangan 
Cara Menghemat Energi Listrik

Cara Hemat Listrik

Sahabat.. kenaikan tarif dasar listrik (TDL) bisa terjadi kapan saja dan tak mungkin untuk dihindari, membuat kita berfikir untuk mencari cara menghemat energi listrik di rumah kita, karena hal ini merupakan satu-satunya cara yang bisa kita lakukan guna menyiasatinya.

Terdapat dua hal yang perlu kita lakukan untuk menghemat penggunaan listrik. Yang pertama, kita harus memilih dan mempergunakan peralatan elektronik yang tepat. Yang kedua, kita harus melihat dan mengecek ulang instalasi listrik di rumah kita.

Dari sekian banyak alat elektronik yang terdapat di rumah, kita harus memilah dan memilih, peralatan apa yang menjadi sumber pengeluaran energi listrik terbesar. Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan energi listrik paling besar biasanya berasal dari air conditioner (AC), lampu-lampu, serta lemari es. Di halaman ini saya akan tuliskan bagaimana caranya memilih peralatan yang tepat hingga cara pengoperasiannya supaya lebih hemat energi, dan bagaimana pula instalasi listrik yang baik agar tidak boros, karena “hemat energi sama dengan hemat biaya”.

Beberapa Cara Menghemat Energi Listrik Yang Bisa Dilakukan

Cara Menghemat Listrik AC (Air Conditioner)

Pengkondisi udara atau AC merupakan salah satu alat elektronik yang bisa dikatakan paling boros listrik. Untuk rumah yang dipasang AC, maka biasanya hampir 50% konsumsi listrik di rumah tersebut adalah untuk AC. Untuk menyiasatinya, berikut beberapa cara penghematan listriknya:

  • Jangan meletakkan unit indoor AC berhadapan langsung dengan panas matahari karena bisa mengakibatkan kompressor AC makin berat, sehingga pemakaian energi litrik akan semakin besar.
  • Tidak pula meletakkan unit indoor terlalu jauh dari unit outdoor, karena bila demikian halnya, maka akan dibutuhkan pipa panjang yang akan membuat kompressor harus bekerja lebih keras pula untuk menghantarkan udara dingin masuk ruangan.
  • Kurangi waktu pemakaian AC. Hal ini jelas akan sangat mengurangi konsumsi listrik, walau tentunya pemilik rumah harus berkorban untuk tidak menikmati fungsinya di saat-saat tertentu.
  • Perhatikan alatnya/AC. Ini yang paling harus diperhatikan selain dari ketiga cara sebelumnya, dan sebaiknya dilakukan pada saat akan membelinya, yakni sebisa mungkin untuk memilih AC yang hemat energi.

AC yang hemat energi cirinya ialah yang memiliki Energy Efficiency Ratio (EER) yang tinggi. Cara menghitungnya dengan menggunakan rumus sederhana berikut:

EER = Kapasitas pendingin (cooling capacity) รท Energi pemakaian (energy consumption)

Cooling capacity dan energy consumption biasanya dapat dilihat pada body sticker yang terletak di samping unit AC yang akan dibeli. Bisa dibilang hemat energi apabila EER menunjukkan angka di atas 12 BTU/JW.

Di beberapa negara di luar negeri, untuk membantu memudahkan para konsumen biasanya sudah dipakai energy label, semacam sertifikasi dari pemerintah setempat yang dipasang pada setiap unit AC, sehingga para konsumen tidak perlu repot-repot menghitung dan memilih AC mana yang paling hemat energi. Cukup bagi mereka dengan hanya melihat banyaknya jumlah bintang yang terdapat pada label energi tersebut, maka mereka akan mengetahui AC mana yang paling hemat energi (dimana bila jumlah bintangnya makin banyak bintang, maka AC tersebut makin hemat energi).

Selain memilih yang hemat energi, penting juga untuk menghitung kebutuhan AC untuk tiap ruangan agar tidak boros. Perhatikan juga kebersihannya, karena AC yang kotor bisa membuat kinerja kompressor menjadi berat, yang menyebabkan pemakaian energi listrik untuk menggerakannya menjadi besar. Oleh sebab itu, bersihkanlah filter AC secara rutin minimal 3 bulan sekali. Karena teknologi yang terus berkembang, saat ini telah ada pula AC yang bisa membersihkan diri secara otomatis.

Cara Menghemat Pemakaian Listrik Pada Lampu

Untuk menghemat penggunaan listrik pada lampu, kita bisa perhatikan lampu-lampu yang terpasang pada seluruh area di rumah kita. Bila diantara lampu masih terdapat lampu pijar (bohlam), artinya penggunaan energi listrik masih tergolong boros.

Lampu pijar lebih boros listrik karena energi listrik diubah menjadi energi panas yang diperlukan untuk menyalakan filamen tungsten yang ada di dalam bohlam, dimana filamen inilah yang kemudian menghasilkan cahaya. Karena energi listrik banyak terbuang untuk menyalakan filamen yang sebagian besar berupa energi panas (bukan energi cahaya), maka daya listrik yang dipakai akan lebih besar.

Berbeda halnya bila yang digunakan adalah lampu neon (flurescent/TL). Energi yang dibutuhkan lampu neon hanya sedikit karena energi panas yang dibutuhkan hanya sebagai trigger/pemicu untuk memulai reaksi kimia yang menghasilkan cahaya. Reaksi yang terjadi di dalam neon terjadi akibat adanya komponen elektris seperti ballast dan stater.

Karena sifat hemat yang dimilikinya, maka banyak orang yang menyebut lampu neon sebagai lampu hemat energi, walaupun sebenarnya tidak semua lampu neon bisa dikatakan sebagai lampu yang hemat energi. Agar konsumen mengerti, telah banyak produsen lampu yang membuat label LHE (lampu hemat energi) sebagai penanda. Pemakaian LHE pun jauh lebih tahan lama dibandingkan lampu pijar.

Jadi cara penghematan energi listrik pada lampu di rumah adalah dengan pemakaian lampu neon yang lebih hemat energi. Perhatikan juga ulir fitting pada lampu-lampu yang digunakan. Bila ulir fitting berkarat, maka gantilah lampunya karena karat bisa menghambat arus listrik yang masuk ke lampu yang mengakibatkan arus listrik akan terus menerus mengalir yang menyebabkan pemborosan listrik.

Cara Menghemat pemakaian Listrik Untuk Kulkas (Lemari Es)

Lemari es menyala terus menerus selama 24 jam setiap harinya, hal ini tentunya memerlukan energi listrik yang cukup besar. Hemat atau tidaknya lemari es tergantung dari kompressor yang dipakainya. Semakin efisien kompressor, maka semakin hemat pula energi listrik yang dipakainya.

Selanjutnya perhatikan juga running rationya. Running ratio adalah energi yang dibutuhkan oleh lemari es untuk menjalankannya. Persentase running ratio yang baik adalah 50%, artinya dalam sehari energi listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan lemari es hanya 12 jam. Ini karena kompressor hanya akan bekerja saat lemari es sudah mulai menghangat. Dengan begitu maka otomatis energi listrik yang dikeluarkan dapat dihemat. Untuk melihat besarnya running ratio bisa dilihat di brosur-brosur lemari es yang ada.

Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk penghematan listrik pada lemari es selain yang telah disebut di atas, yaitu:

  • Tidak meletakkan lemari es pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung karena akan menyebabkan kompressor akan bekerja keras untuk mendinginkannya.
  • Jangan menyimpan lemari es di dekat alat-alat yang mengeluarkan panas, misalnya diletakkan dekat kompor, karena hal ini juga akan membuat kerja kompressor menjadi berat.
  • Jangan membiarkan pintu lemari es terbuka dalam waktu yang lama karena akan menyebabkan suhu di dalam lemari es menghangat sehingga memicu kompressor bekerja terus menerus untuk mendinginkannya.
  • Berilah celah atau jarak di sekeliling lemari es dengan benda lainnya sekitar 2 – 5 cm supaya lemari es bisa “bernafas”.
  • Tidak boleh memenuhi isi lemari es melampaui kapasitas yang diizinkan agar udara dingin yang berputar di dalamnya dapat bergerak maksimal untuk mendinginkannya.
  • Aturlah suhu lemari es sesuai kebutuhan. Jangan mengatur suhu terlalu rendah, karena semakin rendah suhunya maka akan semakin banyak pula konsumsi energi listrik yang digunakan.

Penghematan Listrik Pada Alat-alat Rumah Tangga Lainnya

Sudah menjadi kebiasaan yang kurang baik, dimana televisi masih tetap menyala dikala pemilik/penontonnya ketiduran. Untuk menghemat energi listrik yang dipakai, maka alangkah bijaknya apabila pengontrol waktu (timer) difungsikan untuk mematikan televisi secara otomatis pada jam yang telah ditentukan.

Alangkah baiknya juga bila mematikan televisi bukan hanya dalam posisi standby. Meskipun tenaga listrik yang diperlukan pada posisi tersebut hanya sekitar 5-10 Watt, namun bisa dibayangkan berapa kWh listrik yang terbuang percuma. Contohnya, satu TV rata-rata dimatikan sekitar 10 jam setiap harinya. Bila selama 10 jam tersebut posisinya tidak pada standby, maka bisa menghemat 50-100 Watt jam per hari. Hal ini pun berlaku untuk peralatan audio.

Untuk penghematan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari, lakukan juga hal-hal berikut:

  • Gunakanlah pompa air dan tangki penampung air yang diatur secara otomatis supaya pompa hanya menyala bilamana air di dalam tangki habis.
  • Pergunakan peralatan listrik secara bergantian, dan jangan digunakan secara serentak atau bersamaan.
  • Bersihkan kerak yang menempel pada bagian bawah setrika listrik, karena kerak tersebut bisa menghambat panas yang mengakibatkan pemakaian energi listrik yang terus menerus.
  • Periksa alat pemutus aliran listrik otomatis pada rice cooker (penanak nasi). Jika alat tersebut sudah mulai tidak bekerja dengan baik, maka konsumsi listrik akan boros karena arus listrik akan tetap mengalir ke elemen pemanas walaupun nasi sudah tanak.
  • Dan hal-hal lainnya yang bisa menghemat pemakaian energi listrik.

Sahabat Rumah Cahaya, demikianlah penulisan artikel tentang cara menghemat energi listrik yang bisa saya tuliskan. Semoga berguna dan bermanfaat bagi Anda semua, terutama bagi anda yang dirisaukan dengan masalah kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang terjadi. ~ Cepi Nugraha

Komentar

2 tanggapan untuk “Cara Menghemat Energi Listrik”
  1. Athunn says:

    Artikelnya bagus,, lengkap dan sangat bermanfaat, tapi nggak bisa di CoPas ya,, terpaksa ketik ulang deh,, Tapi Terimakasihh banyak infonya :):D

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Athunn,

    Hehe, iya.. soalnya banyak pemilik blog yang asal copas ke blog miliknya dan tidak mengubahnya menjadi unik dan juga tidak mencantumkan rumahcahaya.com sebagai sumbernya, sehingga hal tersebut bisa berefek buruk terhadap posisi blog ini di search engine.

    Terimakasih juga atas kunjungannya… :)

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 11
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!