/SMS/WA : 08112225788 (08-21.00 WIB) Untuk konsultasi, terapi, dan ruqyah dikenakan infaq seikhlasnya


Cara Memancarkan Aura Positif Pada Wajah

Cara Memancarkan Aura Wajah

Saya telah menerima sebuah sms dengan isi pesan kurang lebih, “Assalamu’alaikum Pak Cepi. Pak saya mau tanya, apa iya muka saya itu tidak ada auranya ataukah beraura? Soalnya ada yang bilang begitu sama saya. Banyak yang bilang saya nggak ada auranya, sampai ada yang bilang saya harus dimandiin. Kadang hal itu yang bikin saya gelisah perasaan. Terimakasih”. Nah karena menerima sms seperti itu, maka akhirnya saya buat artikel dengan judul Cara Memancarkan Aura Positif Pada Wajah ini.

Mendengar kata aura dari televisi atau sekedar membacanya dari internet memang saya pernah, tapi untuk mempelajarinya secara khusus cara membuka aura seseorang ataupun aura diri sendiri, saya belum pernah. Namun menurut beberapa sumber, konon aura itu merupakan pancaran cahaya, atau medan energi yang mengelilingi makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, atau pun makhluk lainnya, dengan bentuk berupa radiasi berbagai warna yang halus serta dapat dilihat dengan kamera khusus maupun dengan mata ‘terlatih’.

Ilmu Kontak Batin Kontak Rasa telepati

Ada pula yang mendefiniskan aura sebagai pancaran daya simpati positif yang mengeluarkan sinar dalam tubuh manusia, dan menimbulkan kharisma. Aura adalah misteri halus yang tidak bisa dideteksi dengan peralatan atau teknologi, akan tetapi aura bisa dilihat dari perilaku manusia sendiri dan tidak bisa dibuat-buat. Dan beberapa definisi aura lainnya.

Lalu, apakah yang sering saya lihat di saat menatap seseorang juga berasal dari auranya, ataukah ada nama lain yang berbeda untuk menyebutnya, karena tidak jarang saya melihat pancaran wajah seseorang itu tidak jauh dengan karakter yang ditunjukkannya. Misalnya seperti beberapa pengalaman ini:

Saya pernah didatangi oleh seseorang, dimana kedatangannya berkaitan dengan keperluan kerja istri saya. Begitu melihat wajahnya untuk pertama kali, saya langsung merasa tidak senang dan timbul rasa curiga kepada orang tersebut. Saat berkomunikasi dengannya pun saya menunjukkan sikap seperti itu. Tidak menjelang lama kemudian saya dapat informasi dari isteri, bahwa orang tersebut memang bermasalah, seperti tidak jujur, dsb. Kejadian seperti itu tidak hanya sekali saya alami. Apakah mungkin itu yang disebut dengan aura wajah negatif yang terpancar dari wajah seseorang akibat perilaku atau kepribadiannya? Entahlah, yang jelas saya menyadari, bahwa sikap yang saya tunjukkan itu salah dan tidak boleh saya ulang kembali.

Ada seorang artis, wajahnya cantik dan tidak banyak tingkah yang mengundang kontroversi. Namun kalau saya lihat wajahnya, sepertinya cantiknya itu begitu saja, tidak ada nilai plusnya. Seperti tidak ada ‘cahaya’ terpancar dari wajahnya. Di lain waktu, saya juga melihat artis lain yang tingkat kecantikannya berada di bawahnya, tapi pesona dari wajahnya sangat jelas terpancar.

Di kalangan orang biasa yang bukan artis pun seperti itu. Saya pernah mengenal seseorang yang cantik, tubuhnya bak model, namun wajah cantiknya ya seperti artis itu tadi, cantik tapi tidak terlihat ada nilai plusnya. Di sisi lain saya pun mengenal seseorang yang cukup cantik, tapi tidak cantik-cantik amat, tinggi badannya pun di bawah rata-rata. Tapi di saat melihat foto atau orangnya langsung, nilai plusnya itu tampak terlihat, dan dari dalam dirinya seolah terpancarkan energi yang luar biasa positifnya, yang mungkin biasa disebut dengan The Inner Beauty (Kecantikan dari Dalam).

Demikian pula sewaktu saya melihat beberapa ustadz atau kyai di kampung. Ada kyai yang jika saya melihatnya, maka rasa segan itu muncul saat melihat atau saat akan berpapasan dengannya. Padahal jika sudah bertemu dan bertatap muka, beliau sangat baik dan ramah. Disamping itu ada juga ustadz yang wajahnya menyejukkan dan tidak membuat segan saat memandang wajahnya. Wajah dari keduanya memancarkan energi positif yang berbeda. Melihat mereka dapat mengingatkan saya akan Allah..

Sekarang saya membicarakan diri sendiri. Saya sendiri jika sedang dalam taat kepada Allah, perasaan optimis itu muncul. Melihat di cermin atau membayangkan wajah sendiri pun seolah-olah memancarkan energi atau cahaya yang positif. Namun apabila dalam keadaan maksiat, maka yang muncul adalah perasaan pesimis. Melihat atau membayangkan wajah saya sendiri itu rasanya burem aja. 😀

Tips atau Cara Memancarkan Aura Positif Pada Wajah

Saya belum tahu, apakah pengalaman-pengalaman saya di atas merupakan atau berasal dari apa yang dinamakan Aura. Namun bila memang benar, maka untuk bisa memancarkan aura positif pada wajah, tubuh, atau kepribadian itu, kita bisa belajar dari kepribadian atau perilakunya sehari-harinya sebagian orang-orang tadi. Contohnya:

  • Kecerdasan, kemandirian, cara bersikap, dan ibadah seseorang. Hal itu bisa saya lihat dari salah seorang teman perempuan tadi. Meskipun telah banyak kepedihan hidup yang ia alami, namun karena ia terus belajar, senantiasa optimis, mau bekerja keras, menjauhi sikap-sikap tercela, dan terbiasa melakukan ibadah-ibadah yang wajib dan sunnah, maka terpancarlah aura positif pada wajah dan dirinya.
  • Memperdalam ilmu tauhid, melanggengkan dzikir, sering bertafakur (merenung) akan tanda-tanda kekuasaan Allah, tidak banyak bicara serta menjauhi perbuatan yang sia-sia, senantiasa takut kepada Allah. Itulah yang saya lihat dari seorang kyai tadi, sehingga wajahnya memancarakan aura yang sangat hebat, yang membuat siapapun segan apabila menatap atau berpapasan dengannya.
  • Mengkonsumsi makanan yang halal, melakukan amal shaleh, bersikap ramah dan lemah lembut, senantiasa tersenyum bila bertemu orang lain. Ini yang saya lihat dari ustadz yang kedua. Aura positifnya memancarkan wajah yang bersih, cerah, dan menyejukkan.

Sebaliknya, yang bisa membuat seseorang itu beraura negatif adalah sikap-sikap dan perilaku-perilaku sebaliknya, misalnya:

  • Ketidakjujuran, khianat alias tidak amanah, sering menyakiti perasaan orang lain, dan sebagainya, maka hal tersebut akan memadamkan aura yang positif dan dapat menimbulkan aura yang negatif.
  • Perbuatan dosa atau maksiat. Bisa membuat hidup pesimis karena merasa diri kita sangat jauh dari Allah dan juga pertolongan-Nya. Hal ini pun bisa memadamkan aura-aura positif dalam diri kita, serta bisa memunculkan aura-aura yang negatif.

Untuk membuka aura wajah maupun tubuh yang positif serta memancarkannya, orang-orang menggunakan berbagai cara, diantaranya: melakukan terapi buka aura, mendengarkan musik gelombang otak, merutinkan amalan-amalan dzikir maupun do’a, membangun kepercayaan diri, dan juga berbagai cara lainnya. Namun intinya:

Niat baik, sikap, pola pikir, dan perbuatan positif, akan membuka dan memancarkam Aura Positif.

Demikian sahabat-sahabat Rumah Cahaya. Semoga artikel menenai Cara Memancarkan Aura Positif Pada Wajah ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua… ~Cepi Nugraha