Budidaya Singkong Gajah di Jawa Barat

January 8, 2016 oleh 1 Comment
Kategori: Ide & Peluang Usaha 
Gambar Singkong Gajah

Sumber Foto: singkonggajahindonesia.com

Di pertengahan bulan Oktober 2015, informasi peluang bisnis budidaya singkong gajah sampai ke telinga saya. Informasinya membuat ketertarikan saya untuk ikut serta dalam bisnis budidaya ubi kayu raksasa ini menguat. Ya, pertemuan kembali dengan dua orang kenalan lama, dua orang dosen dari sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung  pun menjadi sebabnya, menjadi sebab saya berkenalan dengan bisnis salah satu varietas tanaman unggulan yang ditemukan oleh Prof.DR. Ristono, MS yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur, berdasarkan serangkaian uji coba dan penelitiannya yang memakan waktu kurang lebih 10 tahun, sehingga beliau pun dianggap sebagai penemu singkong gajah ini.

Selain mencari informasi tentang peluang, manfaat, pemasaran, serta keuntungan bisnisnya yang cukup menjanjikan, sebagai seorang yang tidak tahu menahu dalam hal atau bidang pertanian, saya pun berfikir, bahwa ubi kayu atau pohon singkong ini termasuk tanaman yang mudah diurus dan tahan segala musim, apakah itu musim hujan atau pun musin kemarau. Buktinya, yang saya ingat dari semenjak saya masih kecil hingga sekarang, yang namanya tanaman singkong di samping rumah orang tua hingga samping rumah saya sekarang, tidak pernah atau sangat jarang yang mengalami kematian, hingga kita cabut pohonnya untuk dipanen, meski di musim kemarau panjang sekali pun. Ini yang membuat saya tertarik untuk menerima tawaran berinvestasi dengan dosen sekaligus mitra bisnis singkong gajah untuk penanaman di wilayah Jawa Barat.

Prospek Bisnis Singkong Gajah di Indonesia

Foto Singkong Gajah dan Penemu Singkong Gajah

Pak Ris, semoga Allah meridhoi usahanya. Sumber Foto: singkonggajahindonesia.com

Konon jenis tanaman singkong ini memiliki daya tahan terhadap cuaca, daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta hasil panen yang jauh lebih berat di timbangan. Kabarnya pula, jenis ketela raksasa ini pun dinilai mempunyai keunggulan dalam hal cita rasa. Singkong jenis ini lebih gurih, renyah, dan nikmat, serta memiliki tekstur yang lebih lunak jika dibandingkan dengan singkong biasa. Dengan ciri-ciri atau keunggulannya tersebut, menyebabkan singkong gajah asal Kaltim ini memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibanding jenis singkong lain. Singkong ini cocok untuk dibuat makanan olahan untuk dikonsumsi, sebagai bahan tepung tapioka, bahan baku tepung mocaf, gaplek, dan lain-lain, sehingga pemasaran singkong gajah di dalam negeri pun tidaklah sulit.

Untuk luas lahan kebun 1 Ha, dan dengan perkiraan biaya tanam pertama  (bibit, penggarapan, perawatan, dsb.) saat ini adalah sebesar 15-20 juta rupiah,  maka dengan kisaran harga jual singkong gajah antara Rp. 800-1500/kg, keuntungan yang bisa diperoleh bisa di kisaran 50-100 juta rupiah, bahkan bisa lebih besar. Ini pun jika bibit singkongnya kita beli terlebih dulu, dan jika yang kita jual hanya ubinya (Silahkan sahabat-sahabat lihat analisa modal serta keuntungannya di beberapa situs lain, karena saya belum sempat menuliskannya di halaman ini).

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Untuk penanaman kedua kalinya dan seterusnya, bibit pohon singkong ini tidak harus kita beli lagi, karena kita sudah memiliki bibitnya sendiri dari hasil panen singkong gajah sebelumnya. Selain dipakai sendiri, maka sebagian batang singkong untuk pembibitan bisa kita jual kembali kepada para calon petani singkong gajah yang membutuhkannya. Nah, tentu saja hal ini merupakan keuntungan-keuntungan tambahan lainnya, apalagi jika hasil panen tiap pohonnya bisa di atas rata-rata (rata-rata 20 kg per pohon, tergantung jarak tanam, perawatan, dan masa panen). Ini pun baru dari 1 Ha lahan kebung singkong gajah. Bagaimana pula jika lahan yang kita tanami ada 2, 3, 4, 5 Ha, bahkan puluhan hektare?

Bibit Singkong Gajah dan Harganya

Mengambil informasi harga bibit singkong gajah yang didapat dari tahun 2014-2015, maka harga bibitnya berkisar antara Rp. 400 sampai dengan Rp.600,-/stek dan belum termasuk ongkos kirim. Untuk setiap stek, panjang atau tinggi rata-rata batangnya adalah 20 cm, dan biasanya dikenakan minimum order, misalnya paling sedikit 1000 stek untuk sekali order. Namun meskipun begitu, ada juga penjual bibit yang menjual dulu sample bibitnya, misalnya 10 stek, dan bahkan ada diantaranya yang memberikan sampel bibit secara gratis jika calon pembeli datang dulu untuk melakukan survey ke tempatnya.

Menurut informasi dari situs web resmi penemunya, maka untuk menanam singkong gajah unggulan, disyaratkan bibitnya memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  • Pilihlah dari varietas unggul yang memiliki potensi hasil yang tinggi, disukai konsumen, dan sesuai dengan kondisi wilayah penanaman.
  • Harus berasal dari tanaman induk yang cukup tua (antara 10-12 bulan).
  • Harus berasal dari tanaman induk yang memiliki pertumbuhan yang normal, sehat dan seragam.
  • Batang telah berkayu dan bergaris tengah atau berdiameter ± 2,5 cm lurus.
  • Belum terdapat pertumbuhan tunas-tunas yang baru.

Sahabat pengunjung blog, demikian sedikit tulisan saya tentang budidaya singkong gajah, yang mungkin Anda pun memerlukan informasinya. Mohon maaf jika tulisan saya tentang jenis singkong raksasa ini baru konon atau kabarnya, karena saya sendiri belum banyak pengalaman tentangnya, hanya baru memulai langkah melakukan sedikit investasi, dengan berbekal informasi dari beberapa sumber dan melihat rencana serta rencana anggaran biaya atau RAB-nya saja.

Saya pun mohon do’a dari sahabat pengunjung semua, semoga mitra bisnis yang telah saya percayakan sedikit uang saya kepada mereka, bisa memegang amanah, dan investasi pada bisnis budidaya singkong gajah di Jawa Barat yang saya lakukan ini, Allah karuniakan keberhasilan dan keberkahan. Aamiin. Jazakumullahu khair..

Komentar

One Response untuk “Budidaya Singkong Gajah di Jawa Barat”
  1. Iwan Tahir says:

    Assalamualaikum wr.wb.

    Pak, mungkin tanggapan ini setahun setelah bapak/ibu berinvestyasi, saya juga ingin mengembangkan budidaya singkong gajah ini disekitar wilayah Tasikmalaya, bagaimana pengalaman Bapak/ibu ?? apakah menguntungkana atau rugi ?? dan kalau memungkinkan, bolehkah kami berkunjung untuk melihat kebunnya ??

    Terima kasih, wassalamualaikum wr.wb.

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!