Bisnis Percetakan. Modalnya?

Bisnis Percetakan

Modal Bisnis Percetakan

Pasti akan selalu ada yang bertanya mengenai besarnya modal yang diperlukan untuk memulai bisnis percetakan undangan, brosur, kartu nama, spanduk, sebagainya. Namun hal itu wajar dan memang seharusnya karena untuk setiap bisnis atau usaha tentu diperlukan permodalan, demikian halnya pula dengan modal usaha percetakan. Akan tetapi yang namanya modal tidaklah harus selalu berbentuk lembaran uang bukan?

Uang memang modal, tapi bukankah kemauan juga modal? Keberanian, ketekunan, kesanggupan untuk bekerja cerdas, kesanggupan untuk bekerja keras, pengetahuan mengenai seluk beluk bisnis yang akan dijalankan, rasa percaya diri, kepasrahan terhadap Ilahi setelah memaksimalkan ikhtiar serta kesabaran pun modal…

Bisnis Percetakan Itu Untuk semua Orang

Sahabat Rumah Cahaya.. yang saya perhatikan di negara kita tercinta Indonesia ini, bisnis percetakan offset maupun bisnis percetakan digital dan lain-lain tidak hanya dimiliki oleh orang-orang yang banyak uangnya saja, karena orang-orang yang tidak mempunyai modal uang pun banyak yang memilikinya, bahkan lebih banyak jumlahnya. Barangkali pemilik bisnis cetak yang tidak punya modal uang ini ada sekitar 90 persenan lebih (maaf hanya perkiraan, bukan hasil survey, hehe).

Untuk mempermudah analisa, maka saya akan pisahkan saja antara pebisnis cetak yang bermodalkan uang sebagai pebisnis cetak tipe A, dan pebisnis cetak yang tidak mempunyai modal uang sebagai pebisnis cetak tipe B.

Pebisnis Cetak Tipe A (Bermodalkan Uang)

Anggap saja pebisnis cetak ini adalah mereka yang mampu membeli dan memiliki mesin-mesin percetakan, walaupun serta rasanya kita tidak perlu kita tahu apakah mereka membelinya dengan cara tunai ataukah kredit.

Pebisnis cetak ini sebenarnya sangat jarang yang memiliki mesin percetakan lengkap yang dimulai dari mesin-mesin pracetak hingga finishing, kecuali beberapa pebisnis cetak besar tertentu saja. Kebanyakan dari mereka hanyalah memiliki beberapa mesin. Penjabaran sederhana mungkin seperti ini:

  • Pemilik mesin percetakan lengkap, mulai dari mesin pracetak, cetak, hingga pasca cetak/ finishing dengan berbagai ukuran mesin dari kecil, menengah, hingga besar.
  • Pemilik mesin percetakan cukup lengkap, mulai dari mesin pracetak, cetak, hingga pasca cetak/finishing, tetapi hanya mempunyai mesin-mesin cetak berukuran kecil hingga menengah.
  • Pemilik percetakan yang hanya memiliki beberapa mesin cetak ukuran besar dan ukuran kecil.
  • Pemilik percetakan yang hanya memiliki satu atau beberapa mesin cetak ukuran besar.
  • Pemilik percetakan yang hanya memiliki satu atau beberapa mesin cetak ukuran kecil.
  • Pemilik percetakan yang hanya memiliki mesin-mesin pracetak.
  • Pemilik percetakan yang hanya memiliki mesin-mesin pasca cetak/finishing.
  • Dan sebagainya.

Di pusat-pusat percetakan seperti di Bandung jumlah pebisnis cetak tipe A cukup banyak, akan tetapi pebisnis cetak tipe B jauuhhh lebih banyak lagi.

Pebisnis Cetak Tipe B (Tidak Bermodalkan Uang)

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Pebisnis cetak tipe B ini bisa dibilang sebagai pebisnis cetak modal dengkul. Mereka umumnya adalah orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli mesin-mesin percetakan, walaupun tidak semua pebisnis cetak ini beralasan seperti itu, karena banyak juga mereka yang memiliki banyak uang untuk membeli mesin-mesin percetakan, akan tetapi mereka cukup enjoy menjalankannya sebagai pebisnis cetak tipe ini.

Jumlah mereka sangat banyak, bahkan mesin-mesin percetakan yang dimiliki oleh pebisnis cetak tipe A tadi pun banyak digunakan untuk melayani keperluan para pebisnis cetak modal dengkul ini. Di lapangan mereka ini dikenal juga dengan sebutan pemakloon cetak atau pengongkos cetak.

Setiap hari mereka keluar masuk dan meramaikan tempat-tempat pracetak, tempat cetak hingga tempat pasca cetak/finishing seolah tanpa henti. Merekal inilah yang lebih banyak memasang spanduk-spanduk atau papan reklame di pinggiran jalan bertuliskan “Percetakan ABC, mengerjakan berbagai macam barang cetakan dari A hingga Z”, padahal jika kita tanya apakah mereka mempunyai mesin percetakan sendiri, maka jika mereka menjawabnya dengan jujur mereka akan berkata, “Saya tidak memilikinya”

Modal utama mereka adalah kemauan, keberanian, silaturrahmi atau relasi yang luas, serta pengetahuan tentang seluk beluk pengerjaan order cetakan apapun jenis dan bentuknya. Sedangkan modal uang seperlunya untuk mengerjakan order yang diterima bisa mereka dapatkan dari uang muka atau kepercayaan. Tidak jarang keuntungan yang mereka dapatkan pun tidak jarang melebihi para pebisnis cetak tipe A. Hehe, heran ya..?

 Pebisnis Cetak Tipe C (Tipe Campuran)

Duh ada-ada saja ya bikin istilah.. tapi gak apa-apalah karena saya belum menemukan istilah bakunya :D.

Oke, untuk pebisnis cetak tipe A pun tak jarang yang berlaku sebagai pebisnis cetak tipe B, sehingga saya katakan  sebagai pebisnis cetak tipe campuran. Mereka ialah yang menerima order cetakan yang tidak bisa dikerjakan di mesin percetakan miliknya sendiri dengan alasan kurang lengkap (tidak ada mesinnya), atau ada mesin tetapi kewalahan order sementara waktu penyerahan cetakan sudah dekat. Nah, biasanya ia akan mendatangi percetakan lain yang mempunyai mesin percetakan sesuai untuk mengerjakan ordernya.

Modal Bisnis Percetakan Tidak Semata-mata Uang

Sahabat.. dari catatan saya di atas maka bisa kita simpulkan, bahwa bilamana kita memang berniat untuk memulai bisnis percetakan, ada atau tidak adanya uang pun tidaklah menjadi masalah, karena peluang bisnis percetakan tetap bisa kita ambil dan jalankan seperti kenyataan yang ada di lapangan seperti tersebut di atas. Ada modal-modal lain yang bahkan lebih penting lebih dari sekedar uang..

Demikian ulasan kali ini, semoga memberikan bermanfaat… ~¬† Oleh: Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...

Komentar

5 tanggapan untuk “Bisnis Percetakan. Modalnya?”
  1. Yang mantep tuh Type B “modal dengkul” tapi bukan dengkul dong melainkan kreatif, memanfaatkan yang ada tanpa harus memilikinya. Percetakan Jakarta

    [balas komentar di sini]

  2. komang jaya says:

    Salam kenal bang chepi
    Saya ingin mencoba usaha percetakan…. tapi saya sangat tidak tahu tentang usaha ini.ada teman yang menceritakan usaha ini dan bahwa jika blm punya modal banyak dan mesin kita bisa menggunakan jasa makloon…. saya ingin lebih tau banyak tentang hal ini bang. Apa aja yang perlu kita siapkan jika ingin menggunakan jasa makkloon… peralatan, ato lain sebagainya. Saya mohon bantuanya ya bang. Terima kasih banyak. Semoga sll dilindungi yang diatas…

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Komang Jaya,
    salam kenal kembali..

    Teman Anda benar.. Jadi seperti apa kata teman Mas, bahwa untuk makloon kita tidak harus punya peralatan cetak, karena ada tempat-tempat yang menyediakannya buat kita pemakloon.

    Kita hanya harus mengetahui, ke tempat makloon manakah kita harus datang, untuk mengerjakan sebuah barang cetakan, sehingga kita bisa menerima dan mengerjakan order dari konsumen.

    Bila berkenan, saya ada panduan tentang cara makloonnya di http://usahapercetakan.biz/

    [balas komentar di sini]

  3. yasdi says:

    dijual printer fuji xerox cp 105 b . alasan dijual karena jarang pakai, barang pribadi. cocok u/ bisnis percetakan. u/ spek : Print Speed 10 ppm colour; 12 ppm monochrome
    First Page Out 29 seconds colour, 24 seconds monochrome
    Memory Standard/Maximum 64 MB
    Duty Cycle 20,000 pages / month
    Print Resolution (dpi) 1200 x 2400 dpi (Fuji Xerox Image)
    Image Processing 192MHz

    buka harga Rp.1500.000 (nego). peminat serius call sy di 085248897006.

    [balas komentar di sini]

  4. carasetting says:

    ane termasuk yg punya mesin kecil gan ..

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!