Berzina NO, Poligami YES!

October 18, 2012 oleh 9 Komentar
Kategori: Mutiara Hikmah 
Artikel Poligami (Polygamy)

Artikel Poligami

Sahabat, tulisan ini merupakan artikel kedua Rumah Cahaya yang bertemakan poligami. Artikel tentang poligami ini bukan untuk mengundang Pro maupun Kontra, apalagi mengundang perdebatan yang biasanya hanya mendahulukan luapan emosi daripada argumentasi yang dilandasi dengan dasar ilmu yang syar’i. Alasan penulisan kembali tema poligami ini adalah karena keprihatin saya dengan begitu merebaknya perzinahan atau seks bebas di luar nikah yang terjadi di sekitar kita yang bahkan sudah dianggap merupakan hal yang biasa.

Sungguh merupakan musibah yang sangat besar apabila sebuah dosa sudah dianggap menjadi hal yang biasa, karena dengan begitu rasa malu untuk melakukannya pun cenderung menipis bahkan hilang. Demikian pula dengan perbuatan zina yang sudah jelas-jelas mengakibatkan dosa yang besar bagi pelakunya, serta efeknya bisa menimbulkan kerusakan yang besar di muka bumi, dimana perbuatan tersebut yang dulu dianggap bejat dan tabu, namun kini perlahan-lahan anggapan tersebut mulai pudar karena sudah dianggap hal yang lumrah.

Perzinahan pun pelakunya tak hanya mereka yang belum pernah menikah, tidak sedikit pasangan yang sudah menikah pun melakukannya, padahal jika mereka pulang ke rumah, di rumah mereka juga terdapat pasangan yang sah dan halal bagi mereka karena ikatan pernikahan. Duuh..

Sebagai seorang suami, saya akan mencoba berbicara dengan hati nurani dengan Anda para suami walaupun hanya tulisan ini yang mewakili. Pembicaraan ini ‘tidak’ saya tujukan buat Anda yang ‘sudah merasa tahan godaan’ sehingga telah cukup dengan seorang istri, tetapi pembicaraan ini lebih tujukan untuk Anda para suami yang ‘sangat rentan’ akan berbagai bentuk godaan kaum Hawa di sekitar Anda.

Apabila Niat Untuk Berzina Sudah Kuat

Saat niat kita sudah bulat maka kesempatan untuk berzina pasti bisa dicari, terlebih-lebih di zaman sekarang ini, di tempat kerja atau tempat tugas, di tengah perjalanan, di tempat wisata, terlebih di tempat-tempat yang memang menyediakan ‘fasilitas’ untuk itu, dan sebagainya benar-benar sangat mudah untuk menemukannya.

Jika kondisi kita sedang berada di kondisi tersebut, sebenarnya masih ada ‘rem’ yang bisa segera kita injak.. yakni, dengan berdzikir atau mengingat-Nya. Dengan mengingat Allah maka kita akan merasakan terus berada dalam tatapan-Nya. Lalu hujamkanlah rasa takut dan malu kepada-Nya, dan jadilah manusia terhormat di hadapan-Nya. Bukankah cinta kita kepada Allah di atas segala-galanya? Jadi, jangan sampai rasa cinta kepada syahwat mengalahkan rasa cinta kepada Allah, karena hal tersebut sama saja dengan menyekutukan-Nya.

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 41)

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Ya, mungkin sebenarnya kita juga senantiasa mengingat-Nya, namun ternyata kita tetap tidak merasa gentar dan juga malu di hadapan-Nya. Kita masih berfikir bahwa urusan dosa adalah bagaimana nanti, yang penting gelora syahwat kita harus segera terpuaskan apapun akibatnya. Oke, kalau sudah seperti ini.. cobalah kita memikirkan istri kita, bayangkan bagaimana ia menjaga dan memelihara kesucian serta kehormatannya hanya buat kita suami yang telah menikahinya. Bayangkanlah jika kita sampai berbuat nista, apakah kita tidak akan merasa sangat berdosa kepadanya? Apakah kita tega seandainya ‘milik kita yang dipakai hina’ lalu ‘bekas kotornya’ nanti dipakai pula kepada istri kita yang terpelihara dan suci? Pikirkan dan renungkan, serta tanyakanlah kepada hati nurani kita..

Ingat juga wajah anak-anak yang masih polos dan lugu.. yang bilamana kita pulang ke rumah, mereka menyambut kita dengan wajah berseri dan riang gembira, padahal tanpa sepengetahuan mereka kita sebenarnya pulang dan memeluknya dalam keadaan kotor dan hina. Apakah kita juga tega..? Mungkin istri dan anak-anak tidak tahu dan tidak akan pernah tahu apa yang telah kita perbuat, tapi mari kita ajak bicara hati nurani kita.

Poligami Adalah Solusi

Para ‘ulama sepakat bahwa ‘dasar hukum’ poligami adalah mubah (boleh), bukan anjuran apalagi kewajiban. Namun tidak semata-mata Allah menggariskan aturannya di dalam al-Qur’an sebagai kitab suci-Nya yang mulia bila tidak ada tujuan agung di dalamnya. Bila satu istri memang tidak cukup bagi kita, maka poligami adalah solusinya, walaupun tujuan Allah menyari’atkan poligami bukan hanya untuk tujuan itu.

Kita jangan takut dengan perkataan dan cemoohan mereka yang kontra akan poligami, apalagi perkataan mereka yang berkiblat ke Barat yang begitu keras dengan larangan pernikahan poligami, tetapi membiarkan perzinahan/seks bebas dengan berganti-ganti pasangan merajalela karena dianggap sebagai hak azasi manusia, akan tetapi takutlah hanya kepada Allah jika memang sudah benar-benar khawatir tidak akan bisa menahan diri dan tergelincir ke lembah dosa dan kehinaan.

Anak-anak hasil pernikahan poligami lebih terhormat, mempunyai keturunan (nasab) dan perwalian yang jelas, hak waris, dan sebagainya. Berbeda dengan anak-anak hasil perzina-an, mereka terlantar, terputus keturunan, perwalian, hak waris dan lain-lain, dan mereka pun dipandang hina oleh kebanyakan orang padahal mereka tidak bersalah

Kita juga tidak perlu risau dengan perkataan yang menyebutkan bahwa kita menikah lagi hanya karena nafsu. Akuilah, kita memang menikah karena nafsu dengan harapan semoga menjadi sunnah, daripada kita bicara karena sunnah tetapi dalam-dalamnya hanya karena nafsu. Mungkin mereka lupa bahwa nafsu itu juga ciptaan Allah yang berperan sangat besar baik untuk keperluan poligami maupun monogami. Nafsu bisa menjadi ibadah jika kita bisa mengendalikannya kepada perkara halal, dan sebaliknya bisa menjadi salah dan menimbulkan dosa manakala kita mengarahkannya ke jalan yang hina.

Seandainya poligami yang menjadi pilihan, maka beberapa hal perlu dipersiapkan oleh kita dan juga istri kita, seperti persiapan ilmu, persiapan materi, persiapan mental, manajemen hati dan lain-lain, terutama untuk hati istri kita, agar saatnya tiba nanti rasa sakit dan cemburu yang ia rasakan hanya sewajarnya karena termenej dengan baik, sehingga keadilan sebagai syarat utama poligami bisa terpenuhi. Kita mesti ingat, banyaknya keretakan rumah tangga baik yang dialami oleh pelaku monogami maupun poligami adalah karena kurangnya berbagai persiapan tadi. Semoga artikel tentang poligami ini bermanfaat…

Selain karena prihatin dengan keadaan sekitar, artikel poligami ini juga merupakan ungkapan dari apa yang saya rasakan sebagai laki-laki dari golongan kebanyakan yang mempunyai kecendrungan lebih terhadap perempuan, dan alhamdulillah Allah masih menjaga saya dengan cara-Nya, meski hingga saat ini istri saya pun masih seorang.
~ Cepi Nugraha

Komentar

9 tanggapan untuk “Berzina NO, Poligami YES!”
  1. Dadang Farid says:

    Duuuh…. mani hoyong pisan poligami! Tapi milarian wanita yang masih muda, cantik serta shalehah yang mau dipoligami itu yang paling susah! Tolong kang bikin tip-tip atau cara-cara mencari wanita (muda cantik dan shalehah) yang mau dipoligami. Trims.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pah Haji Dadang Farid,

    Hehehe, manawi teh moal aya Pa Haji. Isin Pak ah… abdi ge teuacan berhasil-berhasil. Namun ada juga yang bilang bahwa,

    “Lelaki MAPAN akan mengalahkan lelaki TAMPAN”

    Sudah tidak diragukan bahwa Pak Haji telah memiliki kedua-duanya, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan wanita muda dan cantik akan lebih besar peluangnya, tapi untuk mendapatkan wanita shalihah… apakah ketampanan dan kemapanan tersebut akan berperan untuk mendapatkan hatinya?? Nah ini yang sulit untuk menjawabnya.

    Untuk tips dan cara mencari wanita muda, cantik, dan shalihah yang siap dipoligami… Do’akan saja saya Pak Haji, karena mungkin sebelum saya membuatnya, saya harus punya pengalaman dulu tentang hal tersebut, hehe. Harus “Ibda bi nafsik” mulai dari diri sendiri….

    [balas komentar di sini]

    Dadang Farid Reply:

    amiin.

    [balas komentar di sini]

  2. surono says:

    setuju bgt mas.tp istri yg gak mau.gmn dong…..

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Mas Surono,

    Hampir semua perempuan pastinya gak bakal mau dimadu, hehe.
    Hanya sebagian kecil saja yang mau, itu pun pastinya sangat berat bagi mereka.

    Memang restu itu tidak wajib, tapi sangat perlu guna menghindari konflik di belakang hari, dan supaya istri tua tidak dibohongi terus menerus oleh sang suami.

    Insyaa Allah istri Mas bakalan berkenan nantinya, sepanjang istri Mas terus terdidik dengan pengetahuan-pengetahuan agama, sehingga nantinya membuat ia benar-benar paham, apa sebenarnya hikmah dibalik pernikahan poligami.

    [balas komentar di sini]

  3. dadang says:

    pak, saya mau poligami, karena merasa dibohongi saat pertama kali katanya perawan ternyata janda. salah tidak perilaku saya?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak Dadang,
    Wah yang kasih komentar namanya Dadang lagi, hehe. Tapi Pak Dadang yang ini tentu berbeda dengan Pak Dadang sebelumnya.

    Istri Bapak dulu sebelum nikah sama Bapak ngakunya perawan, tapi setelah menikah.. ternyata ia sudah janda. Begitu maksud Bapak?

    Kalau memang YA seperti itu.. lalu Bapak berkeinginan untuk berpoligami untuk mendapatkan seorang perawan, insyaa Allah Bapak tidak salah, karena merupakan hal yang sangat wajar bagi seorang lelaki. Namun mohon luruskan niatnya tetap hanya karena Allah, dan maafkan juga kesalahan istri yang telah membohongi Bapak seandainya ia meminta maaf.

    Atau Bapak pastikan lagi tentang istri Bapak, apakah ia mengaku perawan itu karena memang “mahkotanya belum tersentuh” oleh suami pertamanya, sehingga walaupun statusnya dulu janda, tetapi mahkotanya memang masih perawan saat menikah dengan Bapak.

    Untuk pernikahan kedua, lebih teliti lagi ya Pak.. supaya tidak merasa dibohongi kembali.. hehehe.

    [balas komentar di sini]

  4. Agus says:

    Asslmkum Kang …

    Subhanallah … tulisan kang Cepi mengena banget … that is the fact … ini realitas salah satu permasalahan yang dihadapi oleh ummat saat ini khususnya kaum Adam … (mungkin termasuk kaum hawa juga kali ya … ) … disamping masalah-masalah hukum, ekonomi, politik. Masalah perzinaan sudah merajalela … Tiada lain solusi yang harus diterapkan adalah kembali ke aturan Allah … kembali ke Alquran dan As Sunnah … antara lain … ya … Poligami …. Poligami is the best solution ….

    Kang … saat ini banyak orang yang mengecam poligami bukan hanya Non Muslim/ah, yang muslim/ah pun ada yang mengecam… … ana usul… Kang Cepi buat tulisan terkait sisi positif Poligami dan kalau perlu … ada testimoni dari bpk2 or ibu2 yang sudah menjalani poligami … akan lebih mantap lagi kalau Kang Cepi nya juga sdh memberikan contoh lebih dahulu …. he he he …

    Terlepas dari itu … ana setuju … tulisan kang Cepi merupakan suatu pencerahan dan peringatan dari Allah …. smg kita semua tidak terjerumus dalam perzinaan ….

    Wasslm….

    [balas komentar di sini]

  5. yadi says:

    Pak saya ingin poligami karena tidak kuat setelah tau istri pernah selingkuh.

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!