Belajar Bersyukur Yuk…!

Bersyukur

Belajar Bersyukur

Mari Bersama-sama Belajar Bersyukur

Sahabat Rumah Cahaya.. sibuk dengan diri sendiri, dengan pekerjaan, dengan segala kejadian dan masalah yang kita hadapi terkadang membuat kita lupa dengan segala kenikmatan yang telah kita dapatkan. Sekadar ajakan bagi diri saya sendiri, serta belajar untuk saling mengingatkan maka saya menuliskan tentang syukur di sini.. dan tentu saja hanya tulisan alakadarnya dengan keterbatasan ilmu, pengalaman serta waktu yang saya miliki.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”

Kapan Tumbuhnya Rasa Syukur?

Sebagai manusia yang telah Allah anugerahkan dengan segala dan karunia, rasa syukur wajib kita tumbuhkan serta pelihara kapan saja dan dimana saja. Tetapi karena kelalaian kita, maka kesadaran itu terkadang baru muncul di saat-saat tertentu saja.

“Allah  telah memerintahkan hamba-hambaNya untuk mengingat dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya: “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.”

Terkadang rasa syukur muncul saat kita melihat orang lain yang taraf kehidupannya atau cara menjalani kehidupannya menurut kita tidak semudah seperti mudahnya kehidupan yang sedang kita jalani. Setidaknya itu sangkaan kita, karena pada hakikatnya bisa saja menurut mereka hidup mereka sudah sangat mudah dan cukup menyenangkan bagi mereka.

Rasa syukur bahkan bisa kita rasakan saat kedatangan tukang pos yang mengetuk pintu rumah kita. Kita bayangkan bagaimana setiap hari kerja ia harus berputar-putar mengantarkan surat kiriman ke setiap alamat yang ada di surat. Mau tidak mau ia juga harus tidak peduli dengan cuaca panas yang dirasakan, hujan yang turun, kondisi jalan yang rusak, maupun banjir menggenang, dan sebagainya. Yang penting baginya adalah tugas dan kewajibannya untuk mengantarkan surat kiriman terpenuhi.

Rasa syukur juga bisa kita rasakan saat berpapasan dengan kakek tua yang menjajakan barang dagangan alakadarnya, dengan tergopoh-gopoh karena sisa tenaga yang dimiliki di usia tuanya. Masih mending kalau yang dijual adalah barang yang banyak peminatnya, tetapi seringnya adalah sebaliknya. Kerutan di dahinya, cucuran keringat, nafas yang tersenggal-senggal membuat hati kita turut membayangkan bagaimana susah kehidupan yang dijalanmempergunakan segala nikmat sesuai dengan keinginan yang memberikan kenikmatan tersebut.

Atau rasa syukur bisa timbul saat kita berkendaraan di jalanan, terutama di sekitar lampu merah. Sudah menjadi pemandangan umum para pengemis dengan pakaian lusuh duduk di pinggir jalan. Mereka tidak peduli dengan banyaknya debu dan bahaya polusi, tidak peduli dengan panasnya terik matahari dan mungkin dengan kendaraan yang bisa saja melindas tubuhnya. Yang ia pedulikan hanyalah belas kasihan orang lain dengan cara meminta-minta kepada setiap pemilik kendaraan yang melintas di hadapannya.

Usaha Percetakan Bagi Pemula
Bonus: " Desain2 Siap Edit & Flashdisk! "

Tidak jarang kita juga melihat saudara-saudara kita yang tinggal di pinggiran kota. Mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik dengan upah di bawah UMR, tetapi mereka harus bekerja setiap hari dari mulai terbit hingga terbenam matahari. Mereka merasakan nyamannya rumah, serta untuk bertemu dengan keluarganya hanya beberapa jam saja di malam hari. Hal ini juga bisa bisa menumbuhkan rasa syukur buat kita..

Bisa jadi, rasa syukur bisa tumbuh dan kita rasakan saat kita mengetahui ada salah seorang tetangga kita yang istri atau suaminya bekerja sebagai TKI ke luar negeri. Dengan kontrak tahunan dan jarang yang jauh tidak tentu mereka pulang setahun sekali. Padahal di rumah ada istri atau suami yang menanti, juga ada anak-anak yang merindukan. Berbeda dengan kita, yang setiap hari bisa bertemu dengan keluarga, bercengkrama dan bersenda gurau dengan mereka.

Ah, terlalu banyak hal yang bisa membuat kita bersyukur. Nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat akan keluarga yang lengkap, nikmat pandangan, nikmat pendengaran, nikmatnya oksigen yang kita hirup dan sebagainya, serta tentu saja nikmat terbesar adalah anugerah iman. Kita bandingkan dengan saudara-saudara kita yang meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, atau saudara-saudara yang cacat atau tidak lengkap anggota tubuhnya, dan yang lebih dari itu ialah saudara kita yang tidak pernah merasakan manisnya iman sama sekali. Yang jelas, tidaklah mungkin bagi saya untuk menuliskan segala hal yang patut disyukuri di sini.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Cara Bersyukur Atas Nikmat Yang Dianugrahkan

Mengenai bagaimana cara bersyukur ini para  ‘ulama telah menggariskannya menjadi 3 macam cara:

  1. Cara yang pertama, bersyukur dengan hati. Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati bahwa apapun nikmat yang diperoleh timbul bukanlah karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Allah Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit nikmat Alloh yang diperolehnya.
  2. Cara yang kedua, bersyukur dengan lisan. Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat asalnya dari Allah SWT. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah melalui ucapan alhamdulillah, yakni pengakuan bahwa yang paling berhak menerima pujian hanyalah Allah.
  3. Cara yang ketiga, bersyukur dengan perbuatan, dan mungkin inilah pengertian syukur yang paling utama. Yaitu mempergunakan segala nikmat sesuai dengan keinginan yang memberikan kenikmatan tersebut. Mempergunakan segala nikmat yang telah Allah anugerahkan pada jalan dan perbuatan yang diridhai-Nya, dengan menjalankan syariat, serta mentaati aturan-Nya dalam segala aspek kehidupan

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Akhir kata… Sahabat, mari kita saling mendo’akan supaya kita senantiasa bisa bersyukur. baik bersyukur dengan hati, dengan lisan, dan terlebih lagi bersyukur dengan perbuatan. Aamiin..

Semoga bermanfaat bagi kita semua.. ~ Oleh: Cepi Nugraha

Bagikan Artikel...
Page 1 of 0
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!