Bapak Ingin Berpoligami? Mampir Sini Yuk Pak..

August 25, 2010 oleh 9 Komentar
Kategori: Mutiara Hikmah 

Photo: www.wongsolo.com

Postingan saya kali ini bila dilihat dari judulnya saja mungkin sudah menggelitik ya Pak?. Tentang poligami gitu loh! :)

Sebagaimana yang bapak-bapak juga ketahui, istilah poligami tentu saja bukan istilah yang asing di telinga kita, banyak yang PRO dan tidak sedikit yang KONTRA. Terlepas dari pro dan kontra, yang jelas poligami telah Allah syari’atkan dalam Kitab Suci-Nya al-Qur’an dan wajib bagi kita (orang Islam) untuk beriman kepadanya supaya tidak termasuk kepada orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat-Nya.

Bapak.. pasti Bapak juga telah mengetahui bahkan merasakan bahwa salah satu fitrah dari penciptaan makhluk yang bernama laki-laki adalah kecendrungan syahwatnya terhadap makhluk lain yang bernama wanita atau perempuan. Sebagai Penciptanya maka Allah tentu telah menyediakan pintu  (syariat-Nya) yang bernama pernikahan agar kecendrungan syahwat tersebut tetap berada di atas jalan yang lurus serta diridhai-Nya.

Pada kenyataannya, kecendrungan syahwat laki-laki terhadap kaum perempuan berbeda-beda.. sedikit diantara jumlahnya yang lemah, banyak yang mempunyai kecendrungan syahwat pertengahan, serta banyak pula yang mempunyai kecendrungan syahwat yang besar (bergelora/menggebu-gebu). Apatah lagi saya pernah menemukan sebuah Hadits yang menyatakan bahwa fitnah terbesar bagi kaum laki-laki sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam adalah wanita.  Saya tidak mengetahui apakah derajat hadits ini kuat, lemah, atau bahkan palsu, yang jelas dalam kenyataannya saya sendiri memang banyak menyaksikan serta mendengar bermacam rupa dan bentuk fitnah tersebut, dan diantaranya adalah fitnah terhadap syahwat laki-laki.

Bagi laki-laki yang mempunyai kecendrungan syahwat yang sangat besar terhadap wanita, dan tidak cukup hanya menikahi seorang isteri, maka Allah Yang telah Menciptakan serta Yang Lebih Mengetahui keadaan makhluk-Nya tersebut pun tidak luput juga untuk menyediakan solusinya yang kita kenal dengan istilah Poligami, dengan syarat laki-laki yang akan berpoligami harus mampu berbuat ADIL  (keadilan yang dituntut di sini adalah pada masalah dhahir, adapun keadilan dalam masalah hati dimana laki-laki tidak mungkin bisa berbuat adil, maka kata para ‘ulama hal ini dimaafkan)

Masalahnya, apakah poligami benar-benar bisa menjadi sebuah SOLUSI atau malah menjadi MASALAH di atas masalah? :) Nah.. untuk pertanyaan ini tentu harus dikembalikan lagi kepada bapak-bapak yang akan menjalaninya.

Wah.. dalam hal ini tentu saya bukan ahlinya (apalagi berpengalaman.. hehe), tetapi mungkin dari pemikiran yang sangat sederhana ini saya berpendapat bahwa untuk menciptakan keadilan  sebagai syarat berpoligami setidaknya kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Persiapan Ilmu

Persiapan ilmu poligami ini bukan hanya ditujukan untuk suami yang akan berpoligami saja, tetapi bagi suami bahkan istri pada umumnya. Kenapa? Yaa.. ungkapan menyatakan bahwa jodoh, maut, bahagia dan celaka seseorang telah Allah tentukan sebelumnya.

Mungkin saja seorang suami begitu kuat keiinginannya untuk menikah lagi (berpoligami), tetapi jika Allah menentukan bahwa jodohnya hanya seorang atau tidak dengan cara berpoligami, maka bagaimanapun  kerasnya keinginan dan upayanya untuk berpoligami, maka akan sia-sia saja.. ia tidak akan berpoligami. Tetapi sebaliknya, mungkin saja seorang suami sangat tidak berniat untuk berpoligami dan telah merasa cukup baginya hanya seorang isteri, tetapi jika Allah telah menentukan bahwa jodohnya harus lebih dari satu dan caranya harus melalui poligami, maka ia tidak mungkin bisa menolaknya.. pasti ia akan berpoligami. Dan isterinya pun harus sudah siap akan hal ini. Istilahnya:

“Harus bersedia payung sebelum hujan”

Jadi pelajarilah tentang bagaimana cara berpoligami dalam Islam, keadilan berpoligami yang dikehendaki dalam Islam, dan sebagainya beserta isteri tercinta.

2. Persiapan Finansial (Materi)

Untuk menafkahi keluarga yang pertama serta bakal keluarga yang baru ini, tentu saja persiapan materi adalah hal yang sangat penting. Jika belum benar-benar siap pun, setidaknya telah ada rancangan, kesanggupan serta keyakinan bahwa nafkah atau materi akan ia peroleh di kemudian hari di saat berpoligami.

3. Persiapan Fisik

Kalau hal ini mungkin sudah tidak harus dibahas lagi, karena adanya kecendrungan syahwat tentunya harus disertai oleh kesipan fisik yang prima. Jika tidak, maka tentu yang ada adalah kezhaliman semata.

4. Berterus terang kepada isteri pertama (isteri sebelumnya)

Bapak.. konon tidak diwajibkan adanya restu dari isteri pertama, tetapi kalau “berterus terang” untuk menikah lagi saya sendiri sangat menganjurkan karena:

  • Jika baru di belakang hari isteri pertama mengetahui sang suami ternyata telah menikah lagi, dikhawatirkan ia akan merasa dibohongi atau ia akan kaget (syok). Kalau syoknya ringan dan hanya berlangsung beberapa hari saja mungkin masih wajar, tetapi bila berlangsung lama serta begitu stressnya, maka khawatirlah akan keselamatannya jiwanya. Mungkin ia jadi banyak melamun saat melintas atau membawa kendaraan di jalanan, sehingga menimbulkan kecelakaan, dan sebagainya.
  • Dengan tidak berterus terang, kemungkinan besar suami akan banyak berbohong kepada isteri, apalagi suatu kebohongan biasanya akan melahirkan kebohongan-kebohongan selanjutnya, dan tentu hal ini akan mengakibatkan dosa-dosa yang bertumpuk dan terus bertumpuk.
  • Dengan berterus terang kepada isteri, maka insya Allah isteri pun akan merasa dihargai serta dihormati sebagai calon isteri tertua.

5. Berpoligamilah dengan tujuan untuk mengokohkan Agama

Memang melampiaskan syahwat melalui pernikahan poligami adalah baik, terpuji, dan insya Allah berpahala tidak seperti perzinahan yang mengakibatkan dosa besar dan kehinaan, tetapi yaa jangan untuk pelampiasan syahwat semata.. sayang Pak. Maka  berupayalah supaya tujuannya lebih dari itu. Misalnya:

  • Berpoligami karena ingin mengangkat taraf hidup calon isteri yang baru beserta keluarganya.
  • Berpoligami untuk menolong akhlak dan agama calon isteri yang baru.
  • Berpoligami untuk mempermudah datangnya jodoh bagi wanita yang  kesulitan mencari jodohnya.
  • Berpoligami untuk menyantuni anak yatim yang berada dibawah asuhan ibunya/calon isteri barunya tersebut.
  • Dan sebagainya.

Untuk kemaslahatan yang lebih besar bagi kehidupan keluarga sebelumnya serta keluarga kedua (berikutnya), maka saya pun menganjurkan supaya nantinya rumah isteri pertama serta rumah isteri kedua jaraknya berdekatan, atau kalau mungkin berada di bawah atap yang sama dan hanya dipisahkan oleh dinding. Kenapa..? hal ini penting supaya:

  • Semua isteri dan anak-anak senantiasa berada di bawah pengawasan kita.
  • Isteri pertama dan isteri kedua bisa saling membantu meringankan kewajiban sebagai isteri dan sebagai ibu dari anak-anak.
  • Isteri pertama dan isteri kedua bisa saling mengawasi, menasihati, mengingatkan, saling mengajak kepada kebaikan, ketakwaan dan kesabaran.
  • Isteri pertama dan isteri kedua bisa bersama-sama mendidik anak-anak mereka.
  • Bila diantara mereka ada usaha atau bisnis yang dijalankan, maka mereka bisa bersama-sama mengelola serta memajukan usaha tersebut.
  • Dan lain-lain hikmah dari poligami.

Nah.. mungkin hanya ini beberapa hal tentang poligami yang berada di benak dan pikiran saya. Untuk lebih afdhalnya tentang bagaimana cara menjadi keluarga poligami yang ideal pastinya kita harus mempelajari serta memahami bagaimana poligami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, para  sahabat-nya radhiallahu’anhum, para tabi’in, tabi’it tabi’in, para ‘ulama dan orang-orang shalih rahimahullah, supaya berpoligami tidak malah menjadi masalah, tetapi BENAR-BENAR menjadi SOLUSI.

Artikel ini bukan untuk menggurui dan bukan ditujukan buat bapak-bapak saja, tetapi  ditujukan pula bagi saya sendiri. Dan semoga bermanfaat…!!! Cepi Nugraha

Komentar

9 tanggapan untuk “Bapak Ingin Berpoligami? Mampir Sini Yuk Pak..”
  1. Rachmat Taufik says:

    Sae pisan kang guaran elmuna. Hatur nuhun.
    Mugia janten pibekelen abdi he..
    Sanes bade niatan nambih deui.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kang/Pa Rahmat,
    Hatur nuhun kunjungannana.. Ieu oge mung tina buah pikiran abdi anu sederhana, manawi tiasa nyandak manfaat kanggo nu macana. Kantenan we urang teh kedah bebekelan mah alias “sedia payung sebelum hujan” enya oge teu aya niatan kanggo tambih deui, margi urang tangtosna teu terang ka payunna, boa Allah ngersakeun langkung ti hiji.. :)

    [balas komentar di sini]

  2. farhad says:

    saya mau juga kawin lebih dari satu,tp yg suka ama saya kebanyakan gadis,jadi saya gak mau.
    saya mau kawin lebih dr satu tp dengan janda.
    kalo ada janda saya mau ato boleh dong kalo saya dikenalin.

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak Farhad,
    Kenapa Bapak tidak mau menikah dengan yang masih gadis? :)
    Padahal wanita yang masih gadis lebih dianjurkan oleh Rasulullah..
    Tapi saya yakin deh ada niat baik dibalik keinginan Bapak. Insya Allah Pak, do’akan saja semoga ada janda yang ingin saya kenalkan kepada Bapak..

    [balas komentar di sini]

  3. bastiabastian says:

    Assalamualaikum,
    Bagus Kang tulisannya, tapi lebih bagus lagi dan lebih obyektif kalo penulis punya itri lebih dari satu dulu.
    Menurut saya “orang laki yang berani punya istri lebih dari satu adalah orang laki yang hebat”, dalam artian bertanggung jawab secara keseluruhannya dan dilakukan dengan proses yang benar tanpa kebohongan. Artinya kalo mau melamar perempuan bilang di awal bahwa “maukah kamu saya jadikan istriku yang ke_? (nggak tega kalo pake nomor – emang sendal ada nomornya).
    Kasihan kaum perempuan yang belum kebagian suami. Mending punya suami walaupun bukan istri satu-satunya, dari pada tidak punya suami sama sekali sampai ajal menjemput.
    Saya ada niat punya istri lebih dari satu (maksimal empat). Ayo-ayo sapa daftar?

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Kang Bastian, wa’alaikumussalam

    Terima kasih… Akang do’akan saja saya atuh ya.. hehe, supaya saya bisa “ibda bi nafsik” sebelum berbicara untuk orang lain.

    Alhamdulillah kalau kang Bastian ada niatan punya isteri lebih dari satu, apalagi dengan tujuan menolong saudari kita yang masih belum dapat pasangan..

    Ayo… ayo… silahkan bagi yang mau daftar… :)

    [balas komentar di sini]

  4. Cahyo says:

    menarik pembahasannya..
    jangan memaksakan diri berpoligami karena pertanggungjawabannya jangka panjang

    [balas komentar di sini]

  5. arif kediri says:

    Assalamualaikum
    Saya sdh bekeluaraga tiga punya anak , alhamdulilah punya istri yang baik dan rizki yang cukup lancar karena saya wiraswasta, dan punya kecukupan rizki,Alhamdulilah saya diijinkan berpoligami sama istri tapi membenci selingkuh,tinggal tergantung saya saja berani apa tidak, yang jadi masalah adalah calonnya belum ada ,dan takut melukai calon istri kedua, karena masih muncul kesan di rendahkan,menurut saya harus ada orang ketiga (comblang)yang menengahi biar sama sama tidak ada perasaan disakiti. mungkin ada calon atau saran

    [balas komentar di sini]

    Cepi Nugraha Reply:

    Pak Arif,
    wa’alaikumussalam wr. wb.

    Bapak Kedirinya dimana, saya sesekali ke Kandangan, Pare. Kapan-kapan saya boleh mampir dong ya ke tempat Bapak, hehehe.

    Ada wanita-wanita yang siap dijadikan istri muda kok Pak, dan mereka tidak merasa direndahkan.

    Untuk comblang, insyaallah saya siap jadi comblangnya jika memang istri Bapak benar-benar mengetahui niatan Bapak ini.

    Bagi Anda kaum Hawa yang telah siap menjadi istri kedua, dan seterusnya, boleh Anda berkomentar di halaman ini, atau bisa hubungi saya lewat halaman http://rumahcahaya.com/kontak/. Selain Pak Arif, insyaallah ada juga pria-pria lainnya yang mempunyai niatan atau keinginan yang sama seperti beliau.

    [balas komentar di sini]

Page 1 of 11
View all comments

 

Senaang rasanya, jika Anda berkomentar..

Dimohon dengan kata-kata yang baik & bijak...
Bila Anda belum mempunyai Avatar dan ingin membuatnya, kunjungi Gravatar!