/SMS/WA : 08112225788 (08-21.00 WIB) Untuk konsultasi, terapi, dan ruqyah dikenakan infaq seikhlasnya


Acrylic Display Dinding

Contoh Display Acrylic

Seseorang telah mengundang saya untuk menjadi kontak di Blackberry Messengernya. Setelah saya terima, ia mengucapkan selamat pagi, lalu memperkenalkan diri, berikut menyebutkan juga di perusahaan mana ia bekerja. Kemudian ia bertanya apakah saya menjual Akrilic untuk display, sembari mengirimkan sebuah foto yang bergambar acrylic display untuk dinding.

Memang setelah saya postingkan artikel dengan judul Harga Acrylik Lembaran di Bandung pada bulan Oktober 2012 yang lalu, banyak juga pencari bahan serta pencari produk dari akrilik yang mengira saya menjual atau memproduksi barang-barang yang terbuat dari akrilik. Padahal sebenarnya, saat itu saya hanya bermaksud untuk menginformasikan saja, karena tidak sedikit pemakai internet yang mencari informasi harganya.

Ilmu Kontak Batin Kontak Rasa telepati

Namun, permintaan akan bahan-bahan akrilik maupun produk-produk yang terbuat darinya terus berdatangan, maka pada akhirnya saya pun mencoba menangkap peluang, serta merespon dengan lebih serius pertanyaan dari salah satu pengunjung yang sedang mencari informasi penjual acrylic display dinding tersebut di atas.

Riset Biaya Produksi Acrylic Display Untuk Dinding

Hari itu adalah hari Jum’at di awal tahun 2014, tepatnya hari Jum’at tanggal 3 Januari. Pengunjung tadi menurut pengakuannya, bekerja untuk perusahaan yang bergerak di industri makanan dan sedang mengalami perkembangan pesat. Setidaknya di Bandung saja yang saya ketahui, sudah ada sekitar 6 buah resto miliknya, dimana cabang lainnya pun tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, dan mungkin saja perusahaan ini merupakan perusahaan asing seperti halnya KFC dan McDonald, seperti juga salah satu produknya yang berupa makanan siap saji.

Sama sekali saya belum pernah membuat produk-produk dari acrylic, saya hanya biasa bermain di produk-produk percetakan yang berbahan kertas. Namun saya katakan kepadanya, seandainya ia percaya maka insyaAllah saya akan datang ke salah satu resto yang paling dekat dengan lokasi saya biasa berlalu lalang di kota Bandung, supaya saya bisa melihat contohnya dan bisa membuat estimasi biaya yang akurat, dengan kemungkinan harga display acrylic yang saya ajukan bisa lebih murah dari pengrajin akrilik sebelumnya yang biasa memasok barang ke restonya. Saya berkata demikian karena ia sedang mencari harga yang lebih murah untuk keperluan-keperluan seterusnya.

Esok harinya saya pun pergi menuju salah satu restonya. Sesuai anjurannya, maka saya menemui manajer di resto tersebut dan meminta izin untuk melihat serta mengukur dimensi dari display acrylic dinding yang dimaksud. Setelah mengukurnya serta mengambil beberapa foto, maka saya pun meninggalkan resto tersebut untuk melanjutkan riset biaya pembuatannya, untuk kebutuhan sejumlah 20 display akrilik dinding.

Untuk melakukan survey harga, maka terlebih dulu saya datangi salah satu toko penjual bahan akrilik. Wahh.. tidak seperti dulu, dimana daftar harganya bisa saya lihat ditempel di etalase toko, maka saat ini daftar harga akrilik tersebut sudah tidak ada, dengan alasan mengingat harganya yang terus berubah naik. Akhirnya saya hanya menanyakan harga acrylic yang tebalnya sesuai kebutuhan saja, yakni 2 mm dan 3 mm, dimana harga yang saya dapatkan pada tanggal 4 Januari 2014 tersebut adalah sebagai berikut:

Lembaran akrilik dengan Tebal 2 mm

  • 92 x 183 cm = Rp. 220.000,-
  • 100 x 200 cm = Rp. 248.000,-
  • 122 x 244 cm = Rp. 372.000,-

Lembaran akrilik dengan Tebal 3 mm

  • 92 x 183 cm = Rp. 315.000,-
  • 100 x 200 cm = Rp. 372.000,-
  • 122 x 244 cm = Rp. 540.000,-

Setelah harga saya dapatkan, kemudian saya pergi ke toko penjual aneka baut dan pin. Saya cari pin yang sesuai untuk dipakai menjepit dan memasang display tersebut ke dinding, lalu saya juga catat harganya.

Karena di toko penjual akrilik hanya memotong bahan menggunakan pemotong/cutter biasa, dan pihak toko bilang bahwa hasilnya pasti ada sedikit cacat dan tidak akan rapih, maka saya pun oleh pihak toko dianjurkan untuk mendatangi tempat yang bisa melakukan pemotongan dengan laser. Saya ikut anjurannya utuk mendatangi tempatnya, lalu setelah selesai dari tempat tersebut, saya pun mendatangi tempat lain yang telah saya ketahui biasa mengerjakan pembuatan produk-produk acrylic juga untuk mendapatkan estimasi biaya, dimana di sana pun terdapat mesin potong laser dan mesin pemotong biasa.

Ada kejadian lucu saat di tempat pertama yang ada pemotong laser. Saat saya katakan akan membuat display akrilik buat restaurat tadi, maka ia bilang bahwa biasanya restauran itu memesan kebutuhan produk akrilik kepada anaknya yang juga nama usahanya sudah cukup besar dan terkenal, seperti juga usaha milik orang tuanya. 😀 .. Tapi dengan keramahannya ia pun bilang. tidak masalah.. mau anaknya atau siapapun yang dapat ordernya, hehehe.

Setelah estimasi biaya didapatkan, saya merasa bahwa harga belum bisa bersaing dengan pengrajin lama yang memasok kebutuhan akrilik buat resto tadi. Kemudian saya terus mencari informasi, dan pada hari Seninnya saya pun mendatangi dua tempat lain, yang ternyata jika saya bekerjasama dengan mereka, harga yang bisa saya dapatkan jauh lebih murah, baik itu yang menggunakan mesin potong, pemotong manual khusus, maupun menggunakan mesin laser. Alhamdulillah.. Akhirnya saya bisa bersaing secara sehat dengan pengrajin akrilik yang lain, termasuk dengan beberapa pengrajin besar di Bandung, dengan harga yang lebih murah, namun insyaAllah kualitas hasilnya tidak murahan.

Mau Pesan Acrylic Display Dinding Sama Saya?

Atas permintaan pihak resto tadi, harga dan surat penawaran barang pun telah saya ajukan. Saya pun mendapatkan penawaran untuk ikut serta menjadi salah satu vendor yang memasok kebutuhan restaurant tadi, karena kebutuhan akan produk-produk akrilik bukan hanya satu macam, namun banyak. Tapi ada syarat yang harus saya penuhi, yakni sistem pembayaran harus mengikuti sistem pembayaran mereka, yaitu 30 dari finance mereka menerima invoice dari saya.

Hmm.. sebuah peluang besar dengan syarat yang kurang menyenangkan, hehe. Tapi tidak masalah buat saya mengambil atau tidak jadi mengambil order acrylic display dinding tersebut. Yang penting saya telah belajar sesuatu baru yang peluangnya masih cukup besar dan masih terkait erat dengan bisnis percetakan yang saya jalankan selama ini. Kalau pun tidak dengan mereka, mungkin saya bisa bekerjasama dengan Anda atau siapapun. InsyaAllah… ~Cepi Nugraha